Kakdr Way – Yang Penting Jangan Rugi Dulu

Pada dasarnya Kakdr Way lebih ditujukan kepada para pendatang baru (nubi) di dunia saham.
Dunia saham tidaklah seindah yang di bayangkan.

Hari ini beli – Besok Jual ===> Untung

Gak segampang itu Paman Paman dan Bibi Bibi. Inget aja, Pipis aja bayar. kalau orang bule bilang There ain’t no such thing as a free lunch.

Untuk bisa sampai untung, dibutuhkan pengetahuan yang sangat banyak.
lu harus tau dulu pengetahuan dari sisi Fundamental (ini berhubungan dengan Value) atau dari sisi Teknikal (ini berhubungan dengan Statistik). yang jelas, manapun yang lu pilih, lu harus bisa hitung (matematika)

Dibutuhkan 6 tahun sekolah SD untuk sampai bisa menguasai yang namanya tambah kurang bagi kali sampai aljabar. Itupun cuma kulitnya doang. Nah didunia saham kurang lebih juga begitu. Hanya saja kalau lu lagi baca post ini, artinya lu uda dewasa. Artinya lu uda gak ada waktu lagi bertahun tahun untuk cuma sekedar belajar, baca buku, baca teori yang belum tentu lu ngerti apa yang lu baca.

Harus langsung Belajar sambil Praktek.

Tidak cukup cuma baca banyak buku “Bagaimana Cara Berenang yang Baik”, sudah harus langsung sambil baca sambil berenang. Karena berapa banyak pun buku berenang yang kita baca, kita pasti akan merasakan minum air kolam dan air masuk hidung di awalnya.

Nah….. ketika sambil belajar sambil praktek, yang paling penting adalah jangan sampai kehilangan uang dulu. Karena setelah kita sudah sangat mengerti, tapi duit uda habis itu juga sudah gak ada gunanya. hihihihi

Uang Dingin
Maksud dari uang dingin disini adalah, gunakan lah uang yang kecil bagi kita untuk praktek sambil belajar. Uang yang kalau sampai hilang semuapun tidak mempengaruhi kualitas hidup kita sehari hari. Gak usah takut ketinggal momentum dapat untung. 7 tahun lebih gue di bursa, kesempatan itu selalu ada. Uangnya yang tidak ada

Sabar
Harus tau diri, kita ini ibarat orang buta yang mau nyebrang jalan. Kalau kita paksa menyeberang disaat lampu hijau sedang menyala, 90%+ kita pasti akan tertabrak. Karena kita tidak bisa melihat.
Mau gak mau harus mau sabar menunggu sampai ada yang mau berbaik hati menuntun kita menyeberang.

Memilih saham untuk dibeli
Seperti yang gue bilang diatas, kita ini buta di awalnya. Begitu banyak istilah yang harus kita tau dulu. Tau pun belum tentu mengerti. Mengerti pun belum tentu bisa melaksanakan.
Bursa itu adalah Pasar. Pasar seperti biasa para bibi bibi beli bahan makanan untuk dimasak.
Didalam pasar bukan cuma ada penjual dan pembeli. Tapi juga ada pencopet, tukang tipu, preman, dll dll dll.
Oleh karena itu Kakdr Way (baca disini) dibuat sangat sangat defensive. Bukan untung dulu yang dipikirkan. Tapi jangan sampe kecopetan atau kena rampok adalah prioritas utama. Percuma kita berhasil sampai kios yang menjual ayam, kalau dompet sudah hilang.

Mental dan Mantul
Jangan mudah berpikir Cut Loss. Yang namanya cut loss itu sudah pasti kita akan kehilangan sebagian dari modal kita. Oleh karena itu, sebelum membeli kita sudah harus benar benar yakin atas pilihan kita, atau minimal minimal sudah mempersiapkan rencana, apa yang harus kita lakukan jika sampai salah beli.
Perlu diketahui, jika awalnya modal kita adalah 10.000.000 dan kemudian Cut Loss sehingga mengalami kerugian sampai 2.000.000 (-20%) Maka pada posisi tersebut modal kita tinggal 8.000.000 rupiah.
Untuk kemudian mencari keuntungan 2.000.000 dengan modal 8.000.000 diperlukan keuntungan sampai 25% baru kita bisa mendapatkan kembali 2.000.000 kita yang hilang. Hilang 20% harus cari 25% , Hilang 50% harus cari 100% . baca efek mental dan mantul disini

Probabilitas & Diversifikasi
Ketika kita membeli sebuah saham, selalu ada 2 kemungkinan yang menyertai kedepannya. Yaitu benar memilih atau salah memilih.
Tidak ada sebuah keputusan yang pasti benar, tetap ada kemungkinan salahnya. Hanya saja, dengan analisa yang baik kemungkinan memilih benar itu lebih besar.

Diversifikasi itu sangat penting, terutama bagi pemula yang masih tidak tahu apa apa.
Jika kita memiliki uang 10 juta rupiah, dan kita belikan 10 emiten masing masing 1 juta, maka ketika ada emiten yang salah beli dan harganya turun dalam, kita masih bisa tenang karena walaupun secara persen jatuhnya sangat dalam, tetapi secara Rupiah masih terbilang kecil. Sehingga kita bisa lebih tenang menghadapi dan bisa lebih rasional dalam menentukan sikap kita.

Jika kita memiliki 10 emiten @1 juta, dimana ada 2 emiten yang turun 50% sementara ada 1 emiten yang naik 100%, maka secara total equity kita masih 10 juta rupiah.

Berdasarkan pengalaman gue 7 tahun lebih di bursa, Harga tidak selalu berbanding lurus dengan nilai murni emiten. Karena di Bursa harga yang tercipta tidak murni berdasarkan nilai, tetapi juga faktor permintaan dan penawaran.
Dalam hukum ekonomi:
1. Permintaan > Penawaran maka harga Naik.
2. Permintaan < Penawaran maka harga Turun.
Harga bisa tiba tiba naik sangat tinggi secara cepat tanpa alasan yang jelas, demikian pun bisa tiba tiba turun sangat dalam. Tapi 1 yang pasti, selama emiten tersebut belum delisting (tidak lagi diperdagangkan di bursa), kemungkinan harga yang tiba tiba naik tinggi atau turun dalam selalu terjadi.
Inilah pentingnya diversifikasi.

Semakin banyak emiten, semakin kecil resiko kita jika ada emiten yang kita miliki sedang mengalami penurunan harga tajam.
Kalau kita punya 10 juta dan kita belikan 10 emiten, maka jika ada 1 emiten yang mengalami penurunan sampai 50%, maka Floating Loss kita hanyalah 500.000 dari 10.000.000 atau hanya 5% dari total modal kita.

Semakin banyak emiten, semakin besar probabilitas kita untuk memiliki emiten emiten yang sedang naik tinggi.
Kalau kita punya 10 juta dan kita belikan 10 emiten, maka jika ada 1 emiten yang mengalami kenaikan sampai 50%, maka kita masih bisa menahan diri untuk tidak merealisasikan keuntungan karena keuntungan 50% atas emiten tersebut hanyalah 500.000 Rupiah. Ah ntar dulu lah tunggu cuan 100% baru jual.
* Pemahaman Floating dan Realized baca disini

Kombinasi uang dingin, pemilihan emiten yang benar, diversifikasi lebar dan waktu yang panjang bisa meminimalkan resiko kita hingga mendekati titik nol, dan saat bersamaan bisa memaksimalkan keuntungan bagi kita secara konstan setiap tahunnya.

About Kakdr 240 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

1 Comment

  1. #curhat 😅

    Karena ogut perokok, tiap bulan ada budget untuk rokok katakanlah 100%.

    Lalu di awal bulan ini, tiba-tiba kepikiran, bagaimana jika jatah rokok itu ogut simpan untuk jatah satu minggu dan tiga minggu sisanya buat trading. Setelah itung-itungan, kayaknya lumayan ini bisa dapat satu dua bungkus rokok tambahan.

    Tapi yang terjadi lain dari rencana. Karena pada dasarnya uang ini bukan uang dingin (meskipun juga uang pemborosan), ketika seminggu kemudian malah floating loss. Mamfus dah, meski fl ndak banyak juga. 😂

    Tobat, tobat. Lebih baik memang mengurangi rokok, dikumpulin & benar-benar jadi uang dingin. 😂😂

    Aturan simple tapi kalau ndak dihayati, bikin susah.

    Btw sudah out modal dari jatah rokok di atas dan profit masih dalam bentuk lot.

    * Kali aja ada yang baca, bisa buat pelajaran. Karena investasi beda dengan bisnis biasa. Bisnis biasa masih ada duit berputar lancar tiap perputaran omset. Tapi untuk nubie seperti ogut yang baru belajar investasi, memprediksi perputaran duit in-out itu susah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*