Memecah Resiko (Bagian 2)

sambungan dari Memecah Resiko (Bagian 1)

Awalnya
menjual 100 Lot BMTR dan membeli 106 Lot SMDR

Dengan memecah resiko, yang jelas kita sudah menghindarkan kehilangan 100% uang kita jika emiten yang kita beli sampai pailit.

Juga agar tidak memberatkan kita untuk Averaging Down jika harga terus jatuh. baca : Enaknya Menangkap Pisau Jatuh

Yang jelas adalah, dengan memecah dari satu menjadi dua, setiap hari yang awalnya kita memiliki probabilitas 1/626% memiliki emiten Top Gainer (Top Loser juga jangan lupa) kini kita memiliki probabilitas 2/626%

Jika kita melihat dari sudut Super Defensive, kita menghilangkan faktor Capital Gain.
Dari Dividen Yield, jika kita anggap membeli saham itu adalah deposito, maka dividen dari SMDR adalah 3.2X lipat lebih besar dibanding BMTR.
* Dimodal 507 , BMTR ibarat memberikan kita ongkos tunggu sebesar 0.89% pertahun.
* Dimodal 478 , SMDR ibarat memberikan kita ongkos tunggu sebesar 3.77% per tahunnya.

Dari sudut PBV, jika kita asumsikan kembali ke Nilai Buku yaitu SATU,
* PBV 1X BMTR adalah di harga 583
rumus : 1 / 0.6 * 350
Potensi untung 15% jika dibandingkan dengan modal 507 Rupiah
* PBV 1X SMDR adalah di harga 825
rumus : 1 / 0.4 * 330 / 478
Potensi untung 72% jika dibandingkan dengan modal 478 Rupiah

Tetapi yang selain memecah resiko (mulai sekarang kita sebut sebagai “Kaki di Dua Kapal”), ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan yaitu adalah Pindah Kapal.

Kita tidak bisa tahu pasti besok lusa harga pasti akan naik atau pasti akan turun.
Dengan menebak, ibarat sedang bertaruh nyawa.
Pasti Naik! Naik hidup, Turun mati.

Sekarang ayo kita bermain “Jika”


Jika BMTR Turun -10% lagi sementar SMDR Naik +10%

jika BMTR lanjut turun 10% sementara SMDR naik 10%

BMTR lanjut turun 10% sementara SMDR naik 10%.
Di posisi ini jika kita Pindah Kapal kembali, menjual seluruh SMDR kita dan kita belikan kembali BMTR semuanya, kita bisa membeli sebanyak 122 lot.
* rumus : 106 * 364 / 315

100 Lot kini menjadi 122 Lot!
Selisih 22 Lot (122 – 100) ini adalah REALIZED PROFIT.
Anggap aja baru dapat Dividen Bonus 22% Lot. Posisi Capital yang masih minus, biarkan aja, toh itu sifatnya FLOATING


Jika BMTR Naik +10% sementara SMDR Turun lagi -10%

BMTR naik 10% sementara SMDR turun lagi -10%

Pada posisi ini sebetulnya lebih enak buat kita.
Pada post Memecah Resiko (Bagian 1) kita memecah resiko karena faktor salah pilih. Tentu pilihan emiten selanjutnya memiliki kualitas yang lebih baik dari pilihan pertama.

Jika kemudian BMTR naik 10% ke 385, berarti posisi Floating Loss nya sekarang tinggal 24.43%. artinya sementara kita bisa tidak usah dulu pikirkan mengenai Averaging Down BMTR.

Sementara SMDR malah turun -10%, itu artinya kita memiliki kesempatan untuk Averaging Down karena Faktor dividen yield yang semakin besar.

Dengan menggunakan asumsi dividen tahun 2018 sebesar 20 Rupiah,
* Di modal 478 (pembelian pertama) kita berpotensi mendapatkan ongkos tunggu sebesar 3.77% setiap tahunnya.
* Jika kita membeli lagi 169 Lot di harga 300 (Averaging itu Nominalnya yang disamakan, bukan Lot nya yang disamakan) kita berpotensi mendapatkan ongkos tunggu sebesar 6% atas pembelian kedua tersebut.

Jadi jika kita Averaging Down di harga 300 maka kita jadi memiliki posisi:
* 106 Lot Modal 478 (Ongkos Tunggu 3.77%)
* 169 Lot Modal 300 (Ongkos Tunggu 6.00%)

Atau jika kita sangat yakin bahwa SMDR ini murah secara valuasi, bisa juga kita beli 169 Lot di 300 dan kita gabungkan jadi satu, sehingga posisinya menjadi:
* 275 Lot Modal 369 (Ongkos Tunggu 4.88%)

Beginilah kira kira strategi Memecah Resiko.
Untung Rugi dalam saham bukanlah ditentukan oleh Valuasi emiten semata, tetapi adalah juga oleh Waktu dan Momentum.

Harap diingat, ketika memecah resiko itu tidak menghilangkan kenyataan bahwa posisi kita saat itu tetap dalam keadaan Floating Loss

Semua ini hanyalah permainan angka , mindset dan logika.
Jika kita menjual 100 lot BMTR di harga 350 (modal 507) dan kita belikan 106 Lot SMDR di harga 330 (dicatatkan sebagai 478), maka itu bukan Cut Loss! beli di 330 sudah kita catatkan sebagai 478

Di Bursa kita mencari untung, bukan mencari meminimalkan kerugian.
mau rugi 1.000 kek, 1.000.000 kek judulnya tetap rugi

Kalau setiap kali beli saham, yang nomor satu dipikirkan adalah Cut Loss di berapa? terus kapan take profitnya?
Beli saham itu mencari yang menurut kita murah, bukan menurut orang murah.

Di Bursa, Waktu itu milik kita.

Contoh aplikasi Memecah Resiko :https://kakdr.com/merekayasa-emiten-salah-beli/

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

3 Comments

  1. Sisa 1 posisi jumbo karena salah ketik lot. Q2 bau-bau lama jalan. Akhirnya distribusi resiko. 😂

    Ogah pindah 100% karena penasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*