Averaging Down 33.3%

Setiap kali ditanya mengenai Averaging Down, gue selalu menjawab beli lagi kalau FL (Floating Loss) 30%

Tepatnya adalah Floating Loss 33.3%

Mengapa 33.3%?
Karena jika setelah kita melakukan aksi Averaging Down dan harga kemudian naik kembali ke harga pembelian sebelumnya, Maka pembelian Averaging Down yang kita lakukan terakhir sudah memberikan keuntungan sebesar 50%

Turun 33.3% = Naik 50%

Coba perhatikan ilustrasi diatas.

Jika kita membeli emiten AAAA di harga 1.000 Rupiah dan sekarang harganya tinggal 666 Rupiah, maka di posisi ini kita sebut mengalami Floating Loss 33.4%
Jika kita membeli emiten AAAA di harga 666 Rupiah dan sekarang harganya jadi 1.000 Rupiah, maka di posisi ini kita sebut mengalami Floating Profit 50.15%

Inilah alasannya.
Sebagai anti cut loss – er, berarti kita hanya mengenal kata untung. Tetapi ada yang akan kita korbankan, yaitu Waktu.

Dari 1.000 turun ke 666 itu membutuhkan waktu, dan waktunya bisa panjang bisa juga pendek.
Demikian pula nanti dari 666 naik ke 1.000 kembali membutuhkan waktu, dan waktnya juga bisa panjang bisa pendek.

Kita anggaplah waktu turun dan naik kembali sama sama 6 bulan,
Dari 1.000 ke 666 = 6 bulan
Dari 666 ke 1.000 = 6 bulan
Total dari 1.000 ke 666 kembali ke 1.000 = 12 bulan
Jika dalam proses naik turun ini kita tidak melakukan aksi apa apa, maka kita akan menghabiskan waktu 12 bulan tanpa menghasilkan apapun.

Averaging Down di 33.3%

Nah sekarang coba perhatikan ilustrasi ini.
Jika ketika harga AAAA setelah kita beli di 1.000 Rupiah kemudian turun sampai 666 dan kita melakukan Aksi Averaging Down, maka ketika harga naik kembali 1.000 Rupiah, Pembelian Averaging Down yang kita lakukan di harga 666 telah memberikan kita keuntungan yang bisa di realisasikan sebesar 50%.
Dan kalau kita hitung secara total (pembelian biang & AVG 1), total keseluruhan pembelian jika kita jual pun sudah bisa memberikan kita keuntungan sebesar 25%

Inilah alasannya….
Supaya tidak rugi waktu
Oleh karena itu usahakan hanya membeli saham yang emitennya rutin membagikan dividen, jadi selama menunggu kita masih mendapatkan ongkos tunggu.

Apakah harus Averaging Down hanya di 33.3%?
Tidak, kembali ke kondisi keuangan kita masing masing, kembali ke ketersediaan waktu kita di bursa.

Selama belum delisting, cepat atau lambat harga yang turun pasti akan naik kembali selama keystat nya baik.
WAKTU adalah keunggulan mutlak dan satu satunya kita sebagai retail (baca : Di Bursa, Waktu itu Milik Kita)

Lalu selain Averaging Down di 33.3% di berapa lagi?
jawabannya adalah bebasssss
kembali lagi…
Tergantung kemampuan ekonomi kita untuk Averaging Down
Tergantung ketersediaan waktu kita mengikuti bursa setiap harinya

Yang penting hitungannya cocok aja

Kira kira begini patokan sederhananya

Kalau kita mau Averaging Down setiap turun 10% sewajarnya atas averaging down tersebut baru kita realisasikan keuntungannya minimal 11.11%

Kalau kita mau Averaging Down setiap turun 20% sewajarnya atas averaging down tersebut baru kita realisasikan keuntungannya minimal 25%

Kalau kita mau Averaging Down setiap turun 33.3% sewajarnya atas averaging down tersebut baru kita realisasikan keuntungannya minimal 50%

Gue memilih angka 33.3% adalah karena:
1. Tujuannya memang adalah investasi, tidak punya banyak waktu untuk ikutin bursa setiap hari.
2. Tidak bisa setiap hari mencari cari (screening) emiten yang bisa dibeli
3. Jika setiap kali membeli, kita membeli sebanyak 1 juta, maka jika kita berhasil merealisasikan 2X keuntungan kita bisa membeli kembali 3X baik pembelian pertama ataupun Averaging Down

Jadi kembali ke masing masing aja….

Strategi AtoZ:
Pemilihan Emiten disini
Averaging Down disini
Take Profit disini
Buyback disini

About Kakdr 261 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*