Bursa, Arena Judi dimana kita yang jadi wasitnya
Gue adalah mantan penjudi yang bertobat
(Gak usah ditanya kenapa bertobat, yang jelas pasti karena kalah hihihi)
Awal gue masuk bursa, gue segera menyadari bahwa Bursa & Judi Bola itu gak ada bedanya.
Sama sama memiliki probabilitas untuk menang dan kalah
Sebaik apapun fundamental sebuah emiten, harganya tetap bisa turun dalam
Sejelek apapun fundamental sebuah emiten, harganya tetap bisa naik tinggi
Perbedaan mendasar di Bursa & Judi Bola adalah WASITNYA SIAPA?
Kalau kita judi bola, wasitnya bukan kita
Keputusan menang atau kalahnya team yang kita jagokan, sepenuhnya di tangan orang lain dan peraturan yang telah ditentukan
Sementara di Bursa, Kita adalah Wasitnya
Kita adalah peraturannya
Anggaplah sekarang kita mempunya sebuah team sepakbola kelas kampung,
Kita akan bertarung melawan kesebelasan Barcelona
KALAU BUKAN KITA WASITNYA
Kita langsung berhadapan dengan peraturan waktu, yaitu 245 menit Jika seri perpanjangan babak tambahan 215 menit
Jika seri lagi, adu pinalti
Dan kemungkinan kesebelasan kita PASTI kalah melawan Barcelona yang memiliki segala sumber daya termasuk manusia & uang
Tapi enaknya di Bursa, GUE LAH WASITNYA
Karena gue adalah wasitnya, maka gue bisa mengubah peraturan
Babak Utama 245 menit gue hapus Babak Tambahan 215 menit gue hapus
Adu Pinalti gue hapus
Peraturannya cuma jadi 1
Pokoknya sebelum kesebelasan gue menang, gue gak akan sudahi pertandingannya
Team Barcelona yang punya segudang pemain bintang pun gak akan bisa meraih kemenangan, karena gue lah wasitnya
Selama kesebelasan gue belum unggul dari Barcelona, selama itulah pertandingan gak akan gue selesaikan
Team Barcelona kalau uda tau peraturannya kek gini, otomatis dia akan memilih untuk mengalah,
Kalau perlu mereka akan melakukan Gol Bunuh Diri
Supaya pertandingan bisa cepat selesai, dan mereka bisa pulang
Demikian juga dengan di bursa….
Kita adalah wasitnya
Kita sendiri yang tentukan kapan pertandingan berakhir
Ketika sedang posisi nyangkut (floating loss) kita selesaikan pertandingan,
Kitalah yang mengambil keputusan untuk menerima kekalahan.
Tapi kalau kita ngotot, pokoknya harus profit
Akhirnya seiring waktu Pasar pasti akan mengalah
membiarkan kita untuk menang
Berbeda dengan Pertandingan Sepak Bola, Di Bursa kita tidak dibatasi oleh waktu.
Di Bursa waktu itu milik kita
Kita sendiri yang tentukan kapan pertandingan berakhir.
Kalah atau Menang, kita yang putuskan
Di Bursa,
Selain kita adalah wasitnya
Selain kita adalah peraturannya
Selain WAKTU ADALAH MILIK KITA
JUGA ADA ONGKOS TUNGGU NYA
Yaitu Dividen
Selama nyangkut, ya biarkan aja
Toh tiap tahun kita akan mendapatkan dividen
Harga itu cuma ada naik dan turun.
Dan turun itu ada batasnya, yaitu turun ke NOL atau maksimal kerugian adalah 100%
Sementara Naik itu nggak ada batasnya.
Bisa untung 100%
Bisa untung 200%
Bisa untung 500%
Atau 1.000% pun bisa
Asal kita sanggup nunggunya aja
TOH, selama menunggu kita dapat ongkos tunggu berupa dividen
Karena di BURSA KITA ADALAH WASITNYA
