Sudah 2 minggu ini ketika update portofolio, gue merasakan BUMI sedang dalam pola downtrendnya
Tetapi ini kayaknya (inget ya kayaknya bukan pasti) adalah downtrend untuk rebound
Berdasarkan catatan penjualan, ternyata ada 2 transaksi terakhir yang bukan Take Profit tetapi ngesot
Closing jumat kemarin BUMI ada di harga 137
Ngesot 1 di harga 183 atau sudah 137/183 = 25% lebih rendah
Ngesot 2 di harga 169 atau sudah 137/169 = 18% lebih rendah
Kalau kita hitung dari selisih jual belinya (secara rupiah), di harga 137
Ngesot 1 sudah lebih murah 183-137 = 46 Rupiah atau 46/121100% = 38% modal Ngesot 2 sudah lebih murah 169-137 = 32 Rupiah atau 32/121100% = 26% modal
Nah, karena gue merasakan pola downtrend, dan juga posisi RDN memang gak ada Cash nya…
Maka gue coba atur GTC buyback untuk minggu ini berdasarkan 2 kondisi diatas….
Kalau kita melihat dari harga sekarang yang sudah lebih rendah
25% dari ngesot 1 di harga 183
18% dari ngesot 2 di harga 169
yang paling menguntungkan buat kita jika di buyback adalah yang jual di harga 183
Sudah 25% lebih rendah dari harga jual 183
Dengan asumsi sedang downtrend, kita bisa coba atur buyback dengan kondisi jika sudah turun 30% lebih rendah atau buyback di harga 183*0.7 = 127
Kalau berhasil, berarti kita sudah punya posisi tambahan di BUMI sehingga kita lebih berani untuk menargetkan buyback 30% lebih rendah juga untuk ngesotan kedua di harga 169
Buyback selanjutanya adalah di 169*0.7 = 118 jika buyback ngesotan di harga 183 berhasil
Tetapi seandainya tidak berhasil kita masih punya kesempatan untuk buyback di harga 20% lebih rendah (kalau duitnya ada atau kalau ada emiten lain di porto yang bisa di sort)
Dan mengatur buyback selanjutnya di harga 169*0.8 = 135
Sekarang kita cek dari support resisten berdasarkan sejarah harga nya
Kalau kita liat dari timeframe 3 bulan
closing jumat kemarin adalah titik terendah baru sejak terendah terakhir
artinya kemungkinan selanjutnya untuk turun lagi lebih besar dari kemungkinan untuk naik kembali ke titik tertinggi sebelumnya (146)
ps. ingettttt
Kemungkinan lebih besar… Bukan Pasti Turun
Sementara dari timeframe 6 bulan, penutupan jumat kemarin sudah jelas lebih rendah dari harga terendah sebelumnya, dan titik Support berikutnya (harga terendah berikutnya) ada di harga 131
atau hanya perlu turun 130/137 = 5.10% untuk menembus harga terendah sebelumnya (ARB bisa 7% jadi ada kemungkinan tertembus cukup 1 hari)
Dan dari timeframe 1 tahun, kita bisa melihat support selanjutnya (jika 131 tertembus) ada di harga 106
angka ini menjadi make sense kan untuk bisa buyback?
Harga terendah sebelumnya (Support selanjutnya) jika mengarah kesana ada di angka 106
Sementara target buyback kita ada di
1830.7 = 127 atau masih lebih tinggi 127/106 = 19% dari 106 1690.8 = 118 atau masih lebih tinggi 118/106 = 11% dari 106
Nah, kalau ketika kita membeli, kita membeli dengan safety margin
Misalnya harga wajar adalah 1.000
Dan kita beli di harga 900
Maka disini selisih (1.000 – 900)/1.000 = 10% disebut safety margin
Sementara ketika buyback 19% dan 11% diatas harga terendah , ini juga bisa dianggap sebagai safety margin
Kemungkinan lebih besar bisa di buyback, karena kita sudah bersedia membayar lebih tinggi di harga 127 dan 118 dari wajarnya yang bisa turun sampai 106
Jika berhasil buyback di 127 dan 118
Maka Ngesot 1 di harga 183 memberikan keuntungan ngesot sebesar 183 – 127 = 56 Rupiah
Atau 56/127 = 55% yang bisa kita anggap sebagai ngesot gain atau Dividen Interim
Maka Ngesot 2 di harga 169 memberikan keuntungan sebesar 169 – 118 = 51 Rupiah
Atau 51/118 = 56% yang bisa kita anggap sebagai ngesot gain atau Dividen Interim
Tapi itu Kalauuuuu berhasil
Kemungkinan cerita pagi ini akhirnya cuma menjadi hayalan…. Tetap Bisa Terjadi
