===10 Juli 2023===
Padahal kalau gue disiplin planning
hari ini AVG1 uda posisi FP 22%
sementara Biang FL 23%
gue tinggal ngesotin AVG aja
seandainya abis ini maya lanjut naik FL biang berkurang
seandaiknya maya turun kembali bisa buyback
ngesot dalam kondisi begini (ada biang dan AVG1) hanya gue lakukan KALAU porsi AVG1 belum full
Misalnya biang 10jt
AVG1 baru 7jt
Tapi kalau porsi Biang dan AVG1 sama-sama 10jt gue lebih memilih untuk tunggu AVG1 bisa TP1
Sementara kalau mau sort dengan kondisi Biang dan AVG1 tidak sama besar porsi nya
Misalnya biang = 10jt
AVG1 = 5jt
ada beberapa persyaratan yang gue patok seperti
- Gue harus cukup yakin kalau kenaikannya semu, harga berpotensi cukup besar turun kembali
- Posisi FL Biang HARUS sudah dibawah -25% (misalnya Biang FL 24%)
- Posisi FP AVG1 MINIMAL +10%
JIKA
- Setelah di sort harga turun kembali sampai Biang FL 33% gue buyback sebanyak uang didapat ketika jual (dapat lot lebih banyak)
- Setelah di sort harga lanjut naik (barang AVG1 hilang) maka posisi FL Biang akan semakin mengecil atau bahkan sudah bisa FP
Jadi misalnya disini gue sort 100 lot (maya KALAU) di harga 580
disini gue dapat duit 5.800.000
jika kemudian harga turun kembali ke 758*0.67 = 505 (Biang FL 33%) gue akan buyback (anggap Averaging Down kembali) sebanyak 5.800.000/505/100 = 115 lot (dapat 15% lot lebih banyak)
===13 Juli 2023===
Contoh Hasil TP (yang tidak kelihatan) untuk AVG/Tambah Beli di saham ajaib ketika Rebound
Ini adalah posisi RICY di porto mirae gue per kemarin 12 Juli 2023
Modal sebenarnya yang gue akui adalah 91 Rupiah (87 adalah harga beli rata rata menurut sekuritas)
di harga 126 kemarin , posisinya adalah Floating Profit 38%
Tutup tahun 2022 posisi RICY adalah Floating Loss 22%
sebanyak 1.800 lot dengan modal (diakui) 106 Rupiah
Floating Loss 22% itu setara dengan 4.221.684 Rupiah
Perlu kita mengerti dan sadari, bahwa ini adalah posisi TUTUP TAHUN
artinya kerugian 4.221.684 Rupiah ini SEBENARNYA sudah kita akui ketika kita menutup tahun 2022
Catat…
Tutup tahun 2022 RICY Floating Loss 4.221.684
Sepanjang tahun 2023, diterapkan metode TP untuk Cicil Beli
Cicil Beli yang dilakukan memberikan 2 keuntungan yaitu
- Lot bertambah banyak (dari 1.800 lot menjadi 3.400 lot)
- Modal Beli rata rata mengalami penurunan (dari 106 turun menjadi 91)
Dan ini DILAKUKAN SEIRING WAKTU ketika ada kesempatan
Tambah beli KETIKA ada Profit Taking
Nah, kemarin RICY di tutup di harga 126 Rupiah
Sudah Floating Profit 38% setara 11.912.048 Rupiah
Tetapi sebenarnya keuntungannya (kalau direalisasikan) BUKAN 11.912.048
TETAPI 11.912.048 + 4.221.684 = 16.133.732
Penambahan 4.221.684 Rupiah itu karena tutup tahun 2022 kita sudah mengakui kerugian tersebut
sehingga ketika dari rugi 4.221.684 menjadi untung 11.912.048 untungnya adalah 16.133.732
Jadi disinilah Fungsi dari TP untuk Tambah Beli / AVG
Ada 1 lagi keuntungan yang TIDAK KELIHATAN yaitu sebenarnya ketika kita melakukan aksi TP untuk AVG sebenarnya kita mendapatkan 2 poin positif sekaligus
TP (take profit) artinya kita menjual dalam posisi Modal PLUS Untung
Sementara AVG artinya kita tambah beli dengan uang yang sama, mendapatkan lot lebih banyak
Misalnya awalnya kita membeli saham AAAA dan BBBB sama sama sebanyak 10 lot di harga 1.000
KEMUDIAN AAAA naik ke 1.500 sementara BBBB turun ke 670
DENGAN merealisasikan keuntungan AAAA
Kita mendapatkan keuntungan sebesar 500.000
YANG kalau uang 500.000 kita belikan BBBB di harga 670
Kita bisa mendapatkan sebanyak 8 Lot
SEBELUMNYA uang 1.000.000 HANYA bisa mendapatkan 10 Lot
SEKARANG uang 500.000 SUDAH bisa mendapatkan 8 Lot
Seharusnya kalau menggunakan persamaan 1.000.000 = 10 Lot @1.000
500.000 = 500.000/1.000.000*10 = 5 Lot
Tetapi dengan mendapatkan 8 lot ARTINYA ada terjadi peningkatan sebesar 8/5 = 60%
DAN jangan lupa, ini ADALAH duit untungnya (500.000)
MODAL kita sudah kembali ke kantong
KALAU kemudian harga BBBB naik kembali ke 1.000
MAKA uang 500.000 yang tadinya kita UBAH SATUANNYA menjadi 8 Lot
SEKARANG naik menjadi 800.000 kalau kita UBAH KEMBALI satuannya menjadi Rupiah
Artinya dalam 3X melakukan perubahan satuan harta,
Uang 1.000.000 di saham AAAA sudah menghasilkan keuntungan sebesar 800.000 atau 80%
sementara posisi 1.000.000 di saham BBBB (harus dianggap) BELUM menghasilkan keuntungan
TP untuk AVG atau Tambah Beli atau Cicil Beli
ibarat kita ke kasino main blackjack tapi pake chips orang sebelah
Kalau menang , kemenangannya buat kita
Kalau ternyata kalah, yang kalah orang sebelah kita (duit keuntungan)
SELAMA belum delisting, harapan SELALU terbuka
lalu bagaimana kalau sampai akhir tahun 2023 kita gagal merealisasikan keuntungan malah kembali ke Floating Loss tutup tahun 2023?
ya uda kita tunggu kesempatan berikutnya (tahun 2024)
Sambil kembali tambah beli pake duit untung
Menyusun ulang posisi Buyback ketika ada kesempatan re-Take Profit
Setelah merealisasikan TP2 10 Juli kemarin,
hari ini gue kembali merealisasikan TP2 BNBA
BNBA ini adalah hasil Buyback dari
https://kakdr.com/cerita-bnba-main-patok-dapat-sukur-gak-dapat-ihsg-masih-ada-900-emiten-lain/ dan atau https://kakdr.com/cerita-bnba-hitung-hitung-hitung/
Dengan komposisi seperti gambar diatas
Karena buyback terakhir di harga 580, yang sejak titik tertingginya di 4.590 berarti sudah turun 87% akhirnya gue memutuskan untuk skip TP1 +50% dan merealisasikan TP2 +100%
Tanggal 10 Juli berhasil TP2 64 lot modal buyback 580
Setelah TP2 64 lot modal beli yang 580 Rupiah
Sisa 64 lot akhirnya gue putuskan untuk menggabungkan dengan 2 buyback terakhir menjadi 1
terjadi penggabungan lot:
64 lot modal 580
12 lot modal 850
30 lot modal 900
MENJADI 106 Lot modal 701
Dengan target Skip TP1 lagi, langsung ke TP2
Tujuan dari penggabungan ini adalah karena nilai buyback setiap tingkatnya kecil kecil
Dengan di gabungkan, nilainya menjadi lebih besar
sehingga ketika di realisasikan TP2 , nilai untungnya bisa lebih besar
Dengan terjual nya 56 lot di harga 1.410
berarti sisa lot modal 701 adalah 50 lot
diatas nya ada 130 lot modal 1.583
KEMUDIAN gue gabung lagi jadi 1
MENJADI 180 lot dengan modal 1.338
di harga 1.410 posisinya adalah Floating Profit 4.89%
Planning kedepannya adalah
JIKA
Harga bisa naik lagi sampai 2.020 gue akan lakukan TP1 +50%
Harga turun kembali ke 895 gue akan buyback sekaligus aksi Averaging Down AVG1
Jadi kira kira begini strategi memperbesar Untung secara nilai
Berbeda dengan harga , dimana kita nggak punya kuasa sama sekali untuk menaikan atau menurunkan (cuma bisa berharap)
Harga Jual itu 100% kuasa di tangan kita
kita mau jual untung atau jual rugi = 100% keputusan kita
kita mau gabung atau nggak = 100% di tangan kita
yang penting setelah pencet tombol sama dengan di kalkukator, hasilnya Positif artinya suda benar
Buyback ketika ada kesempatan
CUAN dividen
CUAN Dividen Interim
Buyback pakai duit CUAN
Hari ini porto kantor setelah kemarin merealisasikan TP1 BNBA melakukan Buyback BBNI yang sempat di sort TAPI hanya berhasil buyback sebagian
2.200 lembar BBNI yang di sort bulan Desember 2022 di harga 9.475 (harga jual yang gue akui)
Pada Februari 2023 berhasil buyback 1.000 Lembar di harga 8.900 (harga buyback yang gue akui)
Dengan berhasil buyback di 8.900
artinya ada selisih keuntungan ngesot sebanyak 9.475 – 8.900 = 575 Rupiah
yang KEMUDIAN ditambah Dividen lagi sebanyak 392
Sementara buyback hari ini di harga 8.900 juga
hanya mendapatkan keuntungan selisih ngesot sebesar 575
TETAPI kehilangan dividen sebesar 392
ARTINYA keuntungan selisih ngesot adalah sebesar 575 – 392 = 183 Rupiah
2.200 lembar yang di sort di harga 9.475 waktu Desember 2022 sebenarnya sudah memberikan keuntungan sebesar 99%
Tetapi karena TP2 (+100%) sudah dilakukan bulan April 2022
jadinya penjualan kembali di bulan desember harus dianggap ngesot (spekulasi jual untuk mendapatkan keuntungan tambahan jika berhasil buyback)
Dengan modal beli 4.725 Rupiah
Dividen 392 Rupiah artinya Dividen Yieldnya adalah sebesar 392/4.725*100% = 8.29%
tetapi karena berhasil buyback maka (anggap) dividen yang kita dapatkan menjadi lebih besar
Yaitu
Buyback pertama (sebelum cum date dividen) adalah (9.475-8.900)+392/4.725100% = 20.4% yield Sementara buyback kedua (setelah cum date dividen) adalah sebesar (9.475-8.900)/4.725100% = 12.15%
2.200 lembar BBNI yang di sort, apalagi alasannya kalau bukan karena RDN minus
Tetapi kalau kita bisa berhitung, kehilangan dividen TIDAK berarti kehilangan Potensial Gain
Kehilangan Potensial Gain itu seringkali bisa diubah dengan Waktu
Dalam waktu pendek, mungkin kita kehilangan potensial gain
Tapi dengan memperpanjang waktu, kita bisa mengubah potensial gain menjadi realized gain
Dan KEBETULAN
Buyback hari ini , KEBETULAN kemarin baru TP1 BNBA
Berarti buyback hari ini menggunakan sebagian / seluruh keuntungan dari BNBA
TIDAK menggunakan Modal Sendiri
Cerita BBNI & BNBA malam ini adalah salah satu alasan gue menerapkan metode ZERO RDN
Karena berdasarkan pengalaman, Diversifikasi lebar memperbanyak kemungkinan
Semakin banyak emiten
artinya semakin banyak kesempatan Take Profit
Semakin banyak Take Profit
artinya semakin banyak kesempatan Buyback
Take Profit artinya 1 jadi 1.5
Buyback artinya 1 jadi 0.5
Sepasang Take Profit dan Buyback
artinya mengubah 1 menjadi 3
Menjual 1 yang jadi 1.5
Bisa beli TIGA 1 yang jadi 0.5
Harga itu cuma ada Naik dan Turun
Setelah Naik Harga PASTI akan Turun
Setelah Turun Harga PASTI akan Naik
yang membedakan hanya panjang waktu nya
cepat atau lambat
Ketika harga sedang dibawa turun
Ketika kita sedang mengalami Floating Loss
Mau direalisasikan kerugian atau tidak itu keputusan kita
Demikian pun ketika harga sedang dibawa naik
Ketika kita sedang posisi Floating Profit
Mau direalisasikan atau diliatin doang itu juga keputusan kita
14 Juli 2023
Habis Panen Jangan Lupa Tanam
Ini adalah transaksi perjalanan BNBA di porto bini gue
Setelah panen pada Desember 2021
kemudian terjadi tanam mulai Mei 2022 sampai Mei 2023
Dan bulan Juli 2023 kembali bisa panen
Nah, sama seperti kebun singkong, ketika di panen akan menjadi lubang kosong
Yang kalau di biarkan tanah tersebut akan terus kosong, oleh karena itu lubang kosong itu harus segera diisi dengan benih baru
Pagi ini ketika melihat transaksi jual beli dan pergerakan harga harga emiten sambil ngopi…
kebetulan gue menemukan ada BJBR yang sedang turun dan harga nya belum naik kembali
Coba lihat catatan, ternyata ada BJBR yang sudah dibeli sejak tahun 2019 dan KEBETULAN posisinya lagi floating loss 9%
Walaupun sejak dibeli BJBR masih dalam posisi Floating Loss 1.299 – 1.185 = 115
Tetapi sudah mendapatkan cashback (dividen) sebesar 392 Rupiah
atau kalau di total total sebenanya tidak rugi
Walaupun BJBR sedang dilanda berita negatif potensi piutang tak tertagih (karena BUMN Karya) yang bisa merugikan BJBR kedepannya
Tapi itu adalah kedepannya, sesuatu yang mungkin terjadi TAPI belum tentu terjadi
Yang pasti, dari sejarah kita bisa melihat bahwa sejak 2019 ketika dibeli, BJBR tidak pernah absen membagikan dividen
- Kebetulan abis panen BNBA (Panen)
- Kebetulan BJBR lagi floating loss (Lubang Kosong)
- Kebetulan BJBR sedang turun
- Kebetulan tidak pernah absen bagi dividen
Muncul KESEMPATAN
Sama seperti harga yang bisa naik bisa turun
Demikian pun yang terjadi dalam proses usaha setiap perusahaan, bisa iklim baik bisa iklim kurang baik
Dan semua pasti akan selalu terjadi bergantian
BNBA ini sudah memberikan bukti
setelah turun turun turun (a)
akhirnya naik juga kan(b)?
Nah, anggap aja BJBR juga sama
karena sama sama 4 huruf
12.000 lembar yang dijual bulan juli 2023
Mendapatkan uang sebanyak 15 juta Rupiah
atau Modal yang kita keluarkan untuk membeli 21.000 lembar BNBA sejak 17 oktober 2022 sampai 9 Mei 2023 SUDAH KEMBALI dan masih menyisahkan 21.000 – 12.000 = 9.000 lembar di porto kita
Jadi disini kita bisa memanfaatkan BJBR yang sedang turun turun turun(a)
UNTUK dibeli
DENGAN uang hasil jualan BNBA
Setelah itu tunggu giliran akhirnya naik juga kan?(b)
Kesannya seperti Kakdr nggak waras
masa beli saham cuma karena BNBA naik dan BJBR kebetulan sedang turun
Tapi berdasarkan pengalaman, memang begini
Habis naik ya turun
Habis turun ya naik
Yang Jelas
BJBR sudah terbukti membagikan dividen setiap tahunnya
Kalau setelah dibeli ternyata malah turun semakin dalam
ternyata lagi tidak membagikan dividen lagi
ya sudah, kita masih punya pelindung terakhir yaitu WAKTU
Membeli di harga yang sedang turun
Dengan uang yang sama kita bisa mendapatkan lebih banyak lembar
Dengan uang 1.000.000 Rupiah
di harga 1.300 (harga ketika dibeli tahun 2019) kita bisa mendapatkan 1.000.000/1.300 = 769 lembar
sekarang di harga 1.190 uang 1.000.000 bisa mendapatkan 1.000.000/1.300 = 840 lembar
840 – 769 = 71 lembar lebih banyak
BJBR hanya contoh
bukan rekomendasi jual beli
Kita tinggal sort aja catatan kita
cari yang secara hitungan paling menguntungkan
misalnya cari yang
- Floating Loss kategori paling dalam
- Dividen yield nya cukup besar
- Porsi nya masih dalam batas kesanggupan kita hilang
Mau BJBR
atau BJBS
atau BJBT
atau ABCD
atau LISA LUSI NINA SAMA SAJA
yang penting setelah tombol sama dengan di pencet HASILNYA tidak minus
Biarkan Waktu yang mengubah salah menjadi benar
