Site icon KakdrWay

Contoh menangkap pisau jatuh dengan planning sederhana

Klik tautan ini Jika pembaca merasa isi dan materi blog kakdr.com berguna dan memberikan manfaat,
Dan ingin memberikan donasi (untuk membantu meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini)

Terima Kasih

BMTR ini termasuk kategori pisau jatuh dengan planning TP dan AVG yang tidak terlalu membutuhkan perhitungan
di Harga 274 sejak harga tertinggi nya akhir tahun 2018 sudah terlihat jelas angka 550 (750 abaikan aja)
Sementara harga terendahnya di 161 adalah tahun 2020 yang adalah tahun covid
Dari sini kita sudah bisa keliatan kalau setelah dibeli harga jatuh kembali ke 161 (atau lebih rendah)
ini artinya harus terjadi sebuah kejadian besar lagi
Dan kita hanya perlu mempersiapkan rencana Averaging Down 1X di harga 274*0.67 = 183

Sementara untuk planning TP nya
dengan metode TP1 TP2 TP3
Jika harga kembali ke 550 artinya sudah keliatan potensi untung 100%
Sementara target TP1 kita hanya +50% atau harga cukup naik ke 274*1.5 = 411

nah sekarang kita ukur…
Anggap kita akhirnya bisa jual dengan keuntungan 100% (TP2) setelah X tahun

Kalau setelah di beli kita harus menunggu 4 tahun baru bisa jual dengan untung 100%
Maka secara compounding artinya pertumbuhan per tahun adalah sebesar 18%

Ini kalau 4 tahun…
Kalau 3 tahun doang?
Kalau 2 tahun doang?
Kalau 1 tahun doang?

Lalu kita tinggal cek keystat
PBV 0.3x
Andaikan harga turun ke 183 yang membuat kita harus melakukan AVG1
Berarti PBV nya tinggal 183/274*0.3 = 0.2X

ROE nya 7.6% berarti emiten ini hasil usaha 1 tahun tidak rugi

Sementara kalau kita liat book value nya yang 895
Dengan harga beli 274
Anggap abis beli delisting potensial loss (risk) kita adalah 274 – 0 = 274 Rupiah
Anggap abis beli harga kembali ke 895 potensial gain (Reward) kita adalah 895 – 274 = 621

Sudah bisa keitung…
Risk vs Reward = 274 : 621
atau 1 : 2.26

Dari sisi EPS juga sejak 2019 emiten ini setiap kuartal nya tidak pernah rugi (EPS minus)
Cuma ada 1 masalah besar yaitu emiten juga tidak pernah membagikan dividen
Jadi kita sudah tidak bisa mengharapkan ongkos tunggu selama menunggu

Dari sisi shareholder composition juga ada sedikit kelemahan yaitu tidak ada pihak yang menguasai 50% + 1 suara
Dimana komposisi masyarakat mencapai 47% (menurut gue) ini cukup gede

Jadi sekarang kita sudah ada gambaran plus minus nya

Plus nya adalah :
Potensi untung (dengan membebaskan waktu) secara compounding
Risk vs Reward nya yang 1:2.26
Keystat nya oke
EPS selalu plus

Sementara minus nya ada 2 yaitu tidak pernah bagi dividen dan tidak ada pihak yang menguasai 50% + 1 lembar

Tinggal pake analisa terakhir yaitu Analisa Logika
menurut kita dengan semua plus minus nya kita bisa terima gak?
Kalau bisa terima ya kita beli
Kalau gak bisa ya kita cari lagi yang lain

Semua indikator yang dipakai itu sifatnya tidak absolut
PBV 0.3x misalnya tidak berarti harus kecil
kalau menurut kita masih ketinggian ya kita tunggu lagi sampai level yang menurut kita rendah. 0.2x misalnya
Tapi kalau menurut kita 0.4x sudah rendah sekarang 0.3x ya uda tabrak aja gak usah antri antri lagi

Atau emiten tidak pernah membagikan dividen
Kalau menurut kita itu masalah besar ya jangan di beli
Tapi kalau kita bersedia menunggu tanpa ongkos tunggu ya beli aja

Yang penting adalah IF nya
IF Naik gimana
IF turun gimana
Jadi ketika kemudian harga bergerak ke arah if naik ataupun if turun kita uda nggak bingung lagi karena kita uda punya rencana antisipasi nya

Exit mobile version