Defense is the best Offense

Ini adalah artikel terakhir gue mengenai saham di tahun 2019 ini.

Kinerja porto gue di Indopremier & Mirae sudah bisa dipastikan akan ditutup dengan plus selama 5 tahun berturut turut semenjak tahun 2015 walaupun tahun 2019 masih tersisa 2 minggu lagi. Bagaimana dengan portofolio Paman Bibi sekalian?
Plus juga kah? Happy cuan Paman & Bibi….
Minus kah? kalau gitu mari kita persiapkan rencana dari sekarang agar tahun depan sudah bisa plus lebar.

Sebagai artikel penutup tahun 2019 sekaligus pembuka tahun 2020, gue mau kembali mengulang kaset rusak ala KakdrWay yaitu Yang Penting Jangan Rugi Dulu, Karena dengan Tidak Rugi Artinya Sudah Untung.

Apapun yang kita lakukan dalam usaha mencari uang, pasti selalu diiringi dengan 2 kemungkinan, yaitu: Untung atau Rugi. Tidak ada sesuatu yang sudah pasti untung atau sudah pasti rugi.
Nah daripada kita menebak nebak yang bisa memberikan keuntungan, namun hasilnya malah rugi 2x karena salah tebak, lebih baik kita coba menghilangkan kemungkinan rugi dengan mengantisipasinya.

Bagaimana cara menghilangkan kemungkinan rugi? Yaitu dengan menutup 1 negatif poin tersebut dengan beberapa plus poin sekaligus.

Apa saja plus poin tersebut?

1. Sediakan Waktu yang cukup
Memang benar harga saham itu berhubungan erat dengan valuasi (fundamental) sebuah perusahaan, juga benar berhubungan dengan prediksi matematika (teknikal).
Tetapi saham itu ditransaksikan di sebuah tempat yang disebut pasar (bursa). Pasar adalah tempat bertemunya penjual (pemilik barang) dan pembeli (membutuhkan barang). Seringkali harga sebuah barang dijual di harga yang dibawah nilainya atau juga malah dijual jauh diatas nilainya.
Menjual jas hujan di musim kemarau sangatlah sulit. Yang membutuhkan tidak ada sementara penjualnya ada banyak, walaupun harga diturunkan tetap tidak akan membantu karena pasar memang sedang tidak membutuhkan jas hujan (Supply > Demand).
Tetapi di musim hujan, permintaan jas hujan akan mengalami peningkatan, akhirnya stok semakin berkurang sehingga akhirnya harga akan terus naik dan tetap laku (Supply < Demand).
Jadi dalam hal tertentu, saham yang kita miliki turun terus itu bukan karena jelek, tetapi memang belum waktu nya untuk naik.
Jadi dalam hal ini, kita memberikan waktu yang cukup menunggu sampai musim berubah.

2. Uang Dingin
Tetapi musim hujan dan musim kemarau itu tidak selalu tepat datangnya, terkadang datang terlalu cepat, terkadang datang terlambat. Tidak jarang juga terkadang datang sangat terlambat tetapi selesainya lebih cepat.
Oleh karena itu, Uang yang kita pakai untuk membeli saham itu layaknya adalah uang dingin. Uang yang tidak diperlukan dalam waktu minimal 2 tahun. Uang yang jika saat itu dianggap hilang pun tidak mempengaruhi ekonomi dan kehidupan kita.
Terkadang ada hal tertentu yang bisa terjadi tanpa terduga, tanpa kita siap mempersiapkan diri. bisa saja musim hujan tidak datang malah musim salju yang datang. Bisa jadi setelah musim kemarau, ternyata musim tidak kemarau tapi juga tidak hujan. Oleh karena itu kita harus meyakini bahwa jika uang yang kita gunakan untuk membeli saham itu sanggup walaupun harus melewati beberapa musim kemarau tanpa diiringin pergantian musim hujan.

Dari 2 Poin diatas, sekarang adalah saatnya menentukan kapan mulai membeli jas hujan, dan bagaimana memilih jas hujan yang baik, sehingga jika disimpan lama pun tidak rusak

3. Dividen Rutin.
Uang dan Waktu yang kita pakai itu mengandung nilai, harus ada ganti rugi atas terbuangnya waktu kita, harus ada imbal hasil atas uang kita yang tertahan karena menunggu waktunya tiba.
Mau gak lu deposito duit lu dibank gak dapat bunga?
Begitulah kira kira.

4. (Pisau Jatuh) Harga sudah terdiskon minimal 50% dari harga tertingginya
Saat yang tepat membeli jas hujan adalah saat musim kemarau. Jika menjelang musim penghujan sebuah jas hujan bisa dijual di harga 1.000 maka di pertengahan musim hujan, harganya bisa naik sampai 1.500.
Jadi jika kita ingin mulai membeli jas hujan, lebih baik belilah disaat harganya di 666 Rupiah, maksimal 750 Rupiah (turun 50% dari 1.500). Intinya lebih murah lebih baik.

Kenapa beli di maksimal 666? Supaya minimal kita bisa jual di 1.000 yang menjadi harga normalnya dengan mendapatkan keuntungan 50%.

Lalu bagaimana jika harga turun ke 466?
Nah kalau di harga 666 aja kita uda berani beli, lalu kenapa di harga 466 (turun 30% dari 666 Rupiah) kita malah jadi ragu?
Dengan uang 666.000 jika kita beli jas hujan di harga 666, maka kita cuma bisa mendapatkan 1.000 buah jas hujan. Tetapi di harga 466 dengan uang 666.000 kita bisa dapatkan sampai 1.429 buah jas hujan jika kita beli lagi.
Kalau beli di harga 666 kita harusnya jual di harga 1.000 baru mendapatkan keuntungan 50%, bukankah jika kita beli lagi di harga 466 Rupiah, kalau sama mencari keuntungan 50% juga kita hanya perlu jual di harga 700 Rupiah?
Baca : Standard Averaging Down & Take Profit ala KakdrWay

Tetapi sebelum membeli di harga diskon, ketahui dulu kenapa harga bisa turun 50%? apakah turun karena hukum permintaan vs penawaran? ataukah turun karena barangnya memang jelek atau bahkan rusak.
Apakah ini pisau jatuh ataukah memang sengaja dijatuhkan karena sudah rusak?

Lalu bagaimana cara paling sederhana mengecek apakah jas hujan yang akan kita beli itu memiliki kualitas yang baik?
Nilailah dari 3 Poin dibawah ini:
* Baca dulu Pengertian sederhana PBV DER & ROE

5. PBV < 1X
Kalau lu merasa newbie, merasa gak pinter baca laporan keuangan, cara paling gampang menentukan mahal murahnya sebuah saham adalah dengan berpatokan dengan prinsip Harga = Nilai
Harga Wajar (PBV) = Nilai Buku (BV)
Jadi kalau menurut keystat, Nilai buku nya adalah 100 Rupiah, maka dibawah 100 itu disebut murah (dibawah nilai buku), sementara diatas 100 itu disebut mahal (diatas nilai buku)

6. DER <1
Untuk mendirikan & menjalankan sebuah perusahaan, kita perlu modal.
Modal bisa berasal dari modal sendiri, dan bisa juga berasal dari modal hutang. Nah modal hutang inilah DER.
Modal sendiri ditambah modal hutang ditambah keuntungan hasil usaha = Aset. Nah Aset ini adalah Nilai buku (BV)
Sederhananya begitu hihihihi
Nah jadi misalnya setelah menjalankan perusahaan, akhirnya perusahaan punya aset berupa modal sendiri sebesar 2 juta ditambah modal hutang sebesar 1 juta. Maka total asetnya adalah 3 juta.
Lalu jika dijual di harga PBV 0.5X misalnya.
maka atas nilai buku 3 juta tersebut, kita hanya perlu membayar sebanyak 1.5jt
Jika setelah kita beli ternyata emiten itu langsung tutup usaha, maka seluruh aset perusahaan akan dijual.
Dapat duit 2 juta, bayar hutang 1 juta
Masih ada sisa duit 1 juta untuk dibagikan kepada kita pemegang sahamnya.
Jadi fungsi dari melihat DER ini adalah kita langsung menganggap emiten tutup usaha setelah kita beli sahamnya.

7. ROE (yang penting harus) Positif
Untung rugi dalam sebuah usaha itu wajar, tetapi manajemen perusahaan yang baik, harus tetap bisa memastikan kalau kinerja tahun berjalan perusahaan jangan sampai rugi.
Gak untung gak apa apa, yang penting jangan sampai rugi.
Jika modal kerja perusahaan terdiri dari:
A. Modal sendiri 1 juta
B Modal hutang 1 juta
maka ketika terjadi kerugian, yang berkurang itu modal sendiri, bukan modal hutang.
Hutang itu tetap harus dibayar pokok dan bunga nya.
Jika dengan modal sendiri 1 juta, mau cari keuntungan 1 juta untuk bayar hutang, maka diperlukan keuntungan setara 100% modal.
Tetapi jika kemudian modal sendiri berkurang menjadi 500 ribu, maka mau cari keuntungan 1 juta untuk bayar hutang, maka keuntungannya jadi harus setara 200% modal baru bisa menghasilkan keuntungan 1 juta.

Kira kira beginilah kaset rusaknya,
Defense is the Best Offense
jangan pikirkan mau untung berapa dulu, tetapi fokus pada yang penting jangan rugi dulu.
Karena dengan tidak rugi artinya sudah untung.
Perluasan dari artikel ini bisa dibaca di artikel artikel pada kategori Basic Strategi dan Mindset, Logika & Matematika

Mumpung tahun 2020 masih ada 2 minggu lagi, ayo persiapkan rencana dan strategi mulai dari sekarang.
Pokoknya tahun depan tidak boleh rugi!

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*