Easy Way? Kakdr Way (Bagian 2) – Basic Strategy

sambungan dari post Easy Way? Kakdr Way (Bagian 1)

Diversifikasi selebar lebarnya
Bagi mereka yang memiliki dasar yang kuat akan Fundamental Analisis (bisa baca dan mengerti isi laporan keuangan) ataupun Teknikal analisis (bisa membaca chart dan mengetahui arah selanjutnya), Diversifikasi lebar itu mungkin tidak bisa menghasilkan hasil yang maksimal.

Tapi bagi kita yang tidak punya ilmu, atau cuma sekedar tau kulit doang, Memperkecil Resiko Sekecil Mungkin adalah yang Paling Penting dipikirkan terlebih dahulu.

Jangan pikirin Cuan dulu, tapi yang Terpenting adalah jangan sampai Rugi dulu. Karena dengan Tidak Rugi, artinya Sudah Untung

Mengapa anti Cut Loss?
Banyak sekali yang tidak menyadari, bahwa dalam setiap transaksi jual beli, untung maupun rugi, kita pasti akan dikenakan biaya jual/beli.
dengan rata2 biaya jual dan beli sebesar 0.5%, setiap 10X jual dan beli, total biaya sudah mencapai 5%.
Jangan anggap remeh biaya jual beli.

Jika kita asumsikan setiap bulannya kita melakukan 10X transaksi saja dengan nilai 10jt / transaksi, maka setiap bulannya kita sudah habis 50.000 (Lima Puluh Ribu).
Dikit? iya dikit kalau sebulan, tapi kalau setahun jadi 600.000 (Enam Ratus Ribu)

Iya kalau 10X transaksi itu cuan semua, kalau berakhir Cut Loss semua? 600.000 biaya jual beli tadi masih harus ditambah dengan jumlah kerugian kita. (kakdr: jangan lupa, ini kan ceritanya kita gak punya ilmu. hihihihihi)

Grafik IHSG sejak Tahun 1998

Disamping itu kalau kita perhatikan… pergerakan naik dan turunnya harga harian atau mingguan walaupun naik turun, ataupun naik banyak ataupun turun banyak, tetapi secara jangka panjang grafiknya tetap menjulang keatas.
Tahun 1998 IHSG berada di posisi 400an , Tahun 2018 sudah 6000an.
Naik 15X dalam 20 Tahun.

Harus diketaui bahwa IHSG adalah singkatan dari Index Harga Saham GABUNGAN yang artinya angka dari IHSG itu adalah kumpulan dari seluruh saham di bursa. IHSG tidak akan bisa naik jika harga emiten emitennya tidak ikut naik tinggi.

Nahhhhh, berbekal 2 pemahaman diatas,
1. Diversifikasi Lebar (untuk memperkecil resiko)
2. Chart IHSG sejak Tahun 1998
Anti Cut Loss itu adalah sesuatu hal yang sangat sangat masuk diakal. selama Uang yang kita pakai bersifat tidak dibutuhkan dalam jangka waktu dekat (uang dingin) dan saham pilihan kita itu baik (gak usah baik sekali juga gpp)

Berbekal pengalaman lebih dari 6 tahun, akhirnya Kakdr Way sampai pada kesimpulan Emiten Kategori Baik adalah sebagai berikut:

1. UANG DINGIN
Uang yang dipakai haruslah uang yang benar benar tidak diperlukan dalam waktu dekat. Esok itu Mistery, kita hanya bisa menebak besok akan bagus atau buruk tapi hasil pastinya tetap besok baru bisa diketahui. oleh karena itu Kakdr Way selalu mengasumsikan yang buruk dulu yang terjadi.

2. WAKTU
Lihat kembali chart IHSG sejak Tahun 1998. Selama uang kita bersifat dingin, di bursa Waktu itu Milik Kita.
Selama dasar pemilihan emiten kita benar (akan dijelaskan di Poin 3), cepat atau lambat Harga pasti akan menyesuaikan ke Harga Wajarnya

3. SCREENING STANDARD ala Kakdr Way

3a. Harga Sudah Turun Minimal minimal 50% dari harga tertinggi 5 tahun nya
Jika kita asumsikan NOL adalah titik terendah, maka jika harga suatu saham sudah turun 50% dari harga tertingginya, penurunan maksimal untuk sampai titik NOL adalah tinggal turun 50% lagi.
Tetapi jika harga sudah turun 50% dari titik tertinggi nya dan kemudian kembali ke titik tertingginya, itu berarti telah terjadi kenaikan sebesar 100%
* 100 turun ke 50 = Turun 50% (MINUS 50%)
* 50 Naik ke 100 = Naik 100% (PLUS 100%)
Perbedaan 100 ke 50 dan 50 ke 100 ini terkesan hal sepele, tapi malah menjadi kekuatan utama dari Kakdr Way. Coba pahami baik baik.

Ilustrasi dalam bentuk cerita dapat dibaca di: Pengertian Sederhana PBV DER ROE & DIVIDEN ala Kakdr

3b. Dividen Rutin
Kita tidak bisa tau kapan saham yang kita miliki akan memberikan kita cuan, bisa seminggu, bisa sebulan, bisa setahun atau bahkan bertahun tahun.
Oleh karena itu, kita harus mendapatkan Ongkos Tunggu. Dividen ini adalah sebagai Ongkos Tunggu kita sampai bisa TePe.
Disamping itu, Dividen Rutin juga bisa menjadi indikator kalau Perusahaan yang sahamnya kita miliki itu memiliki GCG atau Tata Kelola Perusahaan yang baik.

3c. PBV <1 (Semakin Kecil Semakin Baik)
PBV adalah singkatan dari Poin Book Value atau sederhananya adalah Nilai Buku. Nilai Buku itu harusnya adalah 1 (Satu) , tapi kemudian bisa menjadi 2X atau 3X atau 0.5X itu adalah akibat dari mekanisme Permintaan & Penawaran yang terjadi di pasar.
Tujuan dari PBV < 1 ini adalah sebagai patokan bahwa kita bisa menjual saham kita minimal ketika harga sudah mencapai PBV 1

3d. DER <1 atau 100% (Semakin Kecil Semakin Baik)
DER adalah singkatan dari Debt to Equity Ratio atau sederhananya adalah Nilai Hutang dibandingkan Modal Sendiri.
Jika modal kakdr adalah sebesar 10.000.000 (Sepuluh Juta) sementara Hutang adalah 5.000.000 (Lima Juta), Maka DER = 50%. Artinya Hutang adalah 0.5X Modal atau disebut DER = 50%.
Tujuan dari DER < 1 adalah jika terjadi kejadian terburuk, yaitu perusahaan sampai bangkrut, maka penjualan Aset setelah dipotong hutang masih ada sisa untuk dibagikan kepada kita pemegang saham kelas teri.

3e. ROE >0 (Semakin Besar Semakin Baik)
ROE adalah singkatan dari Return on Equity atau sederhananya adalah Cuan dibandingkan Modal Sendiri.
Jika modal kakdr adalah sebesar 10.000.000 (Sepuluh Juta) sementara Hutang adalah 5.000.000 (Lima Juta) dan diakhir tahun usaha Kakdr bisa menghasilkan keuntungan sebesar 1.000.000 (Satu Juta), Maka itu artinya ROE adalah 10%.
Tujuan dari ROE > 0 ini adalah supaya kita bisa tau kalau perusahaan Tidak Sampai Rugi. Kakdr Way tidak menargetkan cuan harus sekian persen, namanya dagang itu Naik dan Turun, kadang untung besar kadang untung kecil, kadang bisa BEP pun uda bagus.
Yang penting jangan sampai rugi aja….

Ilustrasi dalam bentuk cerita dapat dibaca di: Pengertian Sederhana PBV DER ROE & DIVIDEN ala Kakdr

ps. berdasarkan Logika.
* PBV > 1 dapat diterima jika Dividen Yield rata rata 3 tahun terakhir minimal 2X PBV.
Misalnya PBV adalah 2X sementara Dividen Yield rata rata 3 tahun terakhir adalah 4% maka keadaan ini bisa diterima
* DER > 1 dapat diterima jika ROE 10X lebih besar dari DER.
Misalnya DER adalah 2X sementara ROE adalah 20% maka keadaan ini bisa diterima

Kira kira cuma begini aja Screening Standard Kakdr Way. gak usah repot repot sampai download Laporan Keuangan untuk menghitungnya, hampir semua Aplikasi maupun Forum yang berhubungan dengan saham sudah menyediakan rekapannya.

Can’t Find a Way? It’s Kakdr Way

ps. Artikel pada web ini mengandung iklan, dengan melihat (klik) iklan dari salah satu artikel yang dibaca dapat membantu kami membiayai pemeliharaan dan keberlangsungan web ini.
Terima Kasih



Bagikan :
About Kakdr 174 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Strategy Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

6 Comments

  1. Sore kakdr,
    Terimakasih buat ilmunya.
    Sudah dicatat syaratnya,
    PBV<1, DER1.
    Dengan catatan,
    Bila DER>1 maka min ROE 10x dari DER.
    Pertanyaannya, bagaimana utk banking yang DER biasanya > 1?
    Apakah bisa diterapkan juga?
    Misalnya utk BBKP, Apakah masuk dalam screening kakdr.

    Terimaksih,
    Jabat erat.

    • Julius:
      khusus untuk bank DER memang tidak bisa dipakai, karena bank itu justru mengumpulkan (berhutang) dana dari masyarakat.
      BBKP ini setiap screening pasti masuk, hanya saja baru tahun lalu terjadi kasus LK Fiktif itu yang harus menjadi pertimbangan betul betul (GCG Buruk)
      tapi kalau bisa sabar seharusnya cukup menarik kok BBKP ini.

    • ARIEF : terima kasih atas responnya, doain ya supaya gue gak bosen nulis hihihihihi,
      karena sebenarnya gue lebih suka berbicara daripada menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*