IHSG itu ada 900 Emiten, gak usah takut kehilangan saham Inceran
Sebuah kalimat yang sering gue tekankan di grup.
Kalau saham inceran kita keburu naik ya sudah kita cari lagi yang lain
Gak mungkin 900 emiten di IHSG naik semua atau turun semua.
Setiap saat pasti ada yang Naik dan yang Turun
Dengan 900 Emiten, kalau kita beli setiap emiten sebanyak 1 juta aja, total kita butuh modal 900 juta
Nah modal kita ada berapa?
Seperti contoh karena RDN gue pas lagi ada duit, gue coba cari apa ada saham baru yang bisa di beli atau saham lama yang bisa di averaging down atau di buyback
Kemudian keliatan lah BEST
BEST Ini terakhir gue jual Agustus 2019 dan sampai hari ini tidak pernah kembali ke porto gue lagi
Ternyata hari ini ada kesempatan Buyback (karena RDN ada duit)
274 Lot BEST yang sudah dijual di harga 301 pada Agustus 2019 (menurut catatan yang gue akui) kalau di buyback sekarang cuma perlu membayar 146 Rupiah (harga closing jumat kemarin)
Pada saat dijual di 301, dari 274 Lot BEST kita mendapatkan uang sebanyak 8.247.400 Rupiah
Sementara kalau di beli kembali di 146 kita hanya perlu mengembalikan uang sebanyak 4.000.400 Rupiah
Artinya apa?
Agustus 2019 kita diberikan pinjaman uang sebesar 8.2 juta
Maret 2023 kita cukup membayar 4 juta hutang kita dianggap lunas
Sementara uang 8.2 juta kalau sejak 2019 kita depositokan di bank aja minimal minimal dapat lah bunga 10%
*Ada kesempatan menjual TRIS 50% lebih tinggi dari harga beli
*Ada Kesempatan membeli kembali BEST 50% lebih rendah dari harga jual
Jual 1 yang jadi 1.50 untuk Beli 1 yang jadi 0.5
artinya jual 1 bisa beli 3
Sampai disini segala persyaratan Dividen dan Keystat sudah boleh diabaikan
Toh (ini juga gue sering bilang) selama belum delisting, harapan bisa jual untung selalu ada
Ada Kesempatan atau Tidak Ada Kesempatan
Harga Naik atau Harga Turun
Termasuk Hoki Kita atau Bukan Hoki Kita
Termasuk Jodoh Kita atau Bukan Jodoh Kita
Semua akan terjadi secara bergantian seiring waktu
Contoh DOID yang gue buyback Februari 2023 kemarin di harga 282 Rupiah https://kakdr.com/waktu/ sekarang sudah naik jadi 312 atau sudah untung 10.6% kalau direalisasikan.
Ini namanya giliran Hoki yang datang saat ini
Padahal gue buyback cuma berdasar kesempatan waktu itu aja
yaitu jual di jual di 945 beli kembali di 282
Beli kembali lebih murah 70% Pas ada Kesempatan
Nah kita tinggalkan putuskan, kesempatan ini kita mau ambil apa nggak?
Kalau gak mau diambil besok lusa kalau gantian Tidak ada Kesempatan yang datang kita jangan menyesal
Atau Contoh Giliran Jodoh yang datang saat ini
Sisa lot ADRO milik almarhum mertua yang gue pindah kapal ke UNTR Januari 2023 kemarin
Setelah release laporan keuangan yang super kinclong pun, ternyata masih bisa kita beli kembali dengan harga yang lebih murah
Waktu itu Jual 60 Lot ADRO di harga 3.120 untuk ditukarkan dengan 8 Lot UNTR di harga 24.550
Sedangkan hari ini setelah release LK yang walaupun hasilnya super kinclong
Ternyata kalau kita jual UNTR dan Buyback ADRO
Dengan menjual kembali 8 Lot UNTR di harga 28.125
Kita bisa membeli kembali 828.125100/3.020/100 = 74 Lot ADRO di harga 3.020
Malah lebih daripada di hold sampe sekarang
Jual 60 Lot ADRO Beli 8 Lot UNTR
Jual Kembali 8 Lot UNRT Beli Kembali 74 Lot ADRO
Ini namanya Jodoh
Nah kita tinggalkan putuskan, jodoh ini kita mau ambil apa nggak?
Kalau gak mau diambil besok lusa kalau gantian Tidak ada jodoh yang datang kita juga jangan menyesal
Jadi kalau kita beli saham rugi terus, itu salah kita bukan salah orang lain atau salah emiten
Yang suruh jual waktu posisi rugi siapa?
Kenapa jualnya nggak tunggu waktu posisi untung?
Saya gak bisa sabar kak
Yang salah siapa?
Kenapa yang lain bisa sabar, kenapa kita nggak bisa?
Ketika dijual di harga 312 kemudian harga malah lanjut naik ke 328
Kalau saat itu kita ketakutan hilang barang dan kita beli kembali di harga 328
Sekarang harganya 146 (floating loss 55%) itu salah kita
Yang suruh beli kembali 16 Rupiah lebih tinggi dari harga jual itu siapa?
Kenapa buybacknya di 328 kenapa bukan buyback di 91 (Harga terendah tahun 2020)?
Kita tidak akan pernah bisa dengan tepat menebak harga tertinggi dan harga terendah
Jadi gak usah mati matian cari cara
Lebih baik kita menggunakan patokan harga tertinggi dan harga terendah versi kita sendiri
Harga tertingginya (untuk dijual) adalah X
Harga terendahnya adalah Y (untuk dibeli) adalah Y
Setelah itu tambahkan senjata maut kita yaitu waktu
Kita tungguin sampai mencapai X baru kita jual atau sampai Y baru kita beli
Sementara menunggu apakah harus beli atau harus jual, IHSG masih ada 900 Emiten Lainnya, Jangan Takut
Booking Order hari Senin 6 Maret 2023
Gue bahkan uda gak liat indikator lagi
Bahkan langsung pasang Bid 147 (1 Rupiah diatas harga closing jumat kemarin)
Kita tunggu hasilnya hari senin
Klik di sini jika anda ingin memberikan donasi untuk membantu Kakdr meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini.
Terima Kasih
