Kondisi Downtrend Panjang IHSG akan selalu kita temukan selama kita masih di dunia saham
Pasar akan selalu menemukan alasan untuk menurunkan IHSG secara keseluruhan (bukan hanya 1 atau beberapa emiten tertentu) dalam jangka waktu yang cukup panjang
Dan biasanya kondisi seperti yang kebanyakan kita alami sekarang …
*Duit dingin uda hampir habis atau habis
*Masih pegang duit pun mau beli saham dividen yang sewajarnya sudah turun dalam … Tapi nyali sudah gak ada … Atau memang kondisi real lagi buruk sehingga harga masih ada kemungkinan turun
Tapi biasanya kondisi seperti sekarang justru banyak memberikan kesempatan untuk pemain diversifikasi lebar
Karena IHSG yang Downtrend atau Bearish artinya di bawa turun oleh gabungan saham saham (singkatan IHSG adalah index harga SAHAM GABUNGAN)
Dengan ada banyak saham saham yang dibawa turun
Berarti kita mempunyai kesempatan lebih banyak untuk bisa buyback 1 atau beberapa saham yang sudah pernah kita jual sebelumnya
Tanggal 27 Mei 2024 pas cum date dividen TGKA
Gue ada melakukan sort (kehilangan dividen 312 Perak) di harga 7.075 dengan harapan bisa buyback di kira kira 6.300 sampai 6.400
Ternyata rencana tidak berjalan mulus (tidak berarti gagal karena pengumuman dividen selanjutnya masih 1 tahun lagi) kemarin (28 mei 2024) harga justru tidak turun sehingga gue kembali melakukan sort jilid 2
Dengan rencana yang sama yaitu Buyback di 6.300 – 6.400
Beda nya ngesot jilid 2 ini gue mendapatkan juga dividen 312 Rupiah yang akan dibayarkan 7 Juni 2024 nanti
Nah karena melakukan 2 seri ngesot
Hasilnya gue kehilangan hampir semua lot gue
Dan jadi memegang duit yang berlebih
(di bursa harta kita adalah lot bukan Rupiah … Lot bisa menghasilkan dividen Rupiah tidak bisa)
Nahhhhhh …
Disini lah enaknya diversifikasi lebar
Downtrend IHSG kali ini juga membawa turun LTLS
Semakin banyak saham saham yang harganya dibawa turun
Semakin besar kemungkinan ada saham saham yang kita harapkan bisa buyback di dalamnya
September 2022 gue sempat melakukan TP3 +200% LTLS di harga 1.600
Dan sore ini (29 Mei 2024) harga LTLS ternyata sudah ikut turun sampai harga 990
Atau sudah turun 1.600 – 990 = 610 Rupiah
Setelah potong dividen yang hilang sejak november 2022 sebesar 25+50+35 = 110 rupiah pun selisih nya masih sebesar 610 – 110 = 500 Rupiah
Atau setara 500/1.600 = 31.25% lebih murah dibandingkan harga jual 1.600
Atau setara 500/990 = 50% dibandingkan modal beli (buyback) kan ?
Jadi seandainya kedepannya gue kehilangan TGKA
Dengan buyback LTLS sebenarnya sudah tidak ada masalah
Tapi karena LTLS baru cum date
Dividen selanjutnya juga masih 1 tahun lagi
Jadinya gue mencoba buyback dengan rumus Buyback 40% lebih rendah dari harga jual
Atau Buyback di 1.600*0.6 = 960 (tinggal turun 30 lagi)
Nahhhhhh …
Lalu apakah sudah pasti gue akan kehilangan TGKA?
Jangka pendek (minggu atau bulan) mungkin akan kehilangan barang
Tapi jangka menengah (berbulan-bulan) atau jangka panjang (tahun) belum tentu
Buktinya LTLS setelah melewati jangka panjang (2 tahun) barang yang awalnya hilang bisa kembali juga kan?
Lagian…
Sekarang sekarang ini karena penurunan panjang IHSG sudah muncul juga cukup banyak saham saham Bluechip, dengan keystat baik, dengan potensi dividen mendatang cukup besar untuk kita pilih untuk di beli
Jangan jangan karena banyaknya emiten baru yang menawarkan kelebihannya masing-masing
Angka buyback TGKA di 6.300 pun sudah tidak menarik lagi
Karena dengan asumsi dividen tahun 2025 adalah sama dengan tahun 2024 yaitu 312
Di Harga 6.300 dividen 312 itu cuma setara 4.95%
Yang tiba-tiba terasa kecil karena masih kalah dengan BI Rate yang sekarang sebesar 6.25%
Begitu lah kira kira
Selamat pagi
Tuhan memberkati Bunda mengasihi
Donasi untuk pemeliharaan blog kakdr.com
