Tahun 2000 A dan B memutuskan untuk membentuk sebuah usaha
A menyetor uang sebanyak 500jt
B menyetor uang sebanyak 500jt
Total modal awal usaha adalah sebesar 1.000.000.000
Kemudian di hadapan notaris, modal setoran awal tersebut di ubah menjadi Saham
Karena usaha tersebut hanya di miliki oleh A dan B
dan tidak ada niat untuk memperjual belikan saham kepada pihak baru
maka pengubahan 1 miliar rupiah menjadi saham itu di lakukan secara sederhana
Misalnya diubah menjadi Saham Seri A sebanyak 1.000.000 lembar saham dengan NILAI NOMINAL sebesar 1.000 Rupiah per lembar nya
A memiliki 500rb lembar
B memiliki 500rb lembar
Setelah 20 tahun berusaha, A & B memutuskan untuk menjadi perusahaan terbuka
Aset bersih perusahaan sekarang sudah menjadi 10 miliar
Artinya setiap lembar saham sekarang sudah bernilai 10.000
Nah, karena mau menjadi perusahan terbuka, 1.000.000 lembar saham itu terlalu sedikit
Karena satuan di bursa adalah Lot (100 lembar)
1.000.000 lembar itu hanya setara 10.000 lot
oleh karena itu lot nya harus di perbanyak
1jt lembar saham awal kemudian di pecah 100X menjadi 100jt lembar
Karena lembar saham nya di pecah menjadi 100X
Maka Nilai Nominal yang awalnya adalah 1.000 Rupiah harus di bagi 100X menjadi 10 Rupiah
Awalnya 1.000.000 lembar * 1.000 = 1.000.000.000
Di pecah menjadi 100.000.000 lembar * 10 = 1.000.000.000
Awalnya 1.000.000 lembar atau 10.000 lot dengan nilai nominal 1.000
Menjadi 100.000.000 lembar atau 1.000.000 lot dengan nilai nominal 10
Sekarang Saham perusahaan sudah menjadi 100.000.000 lembar atau 1.000.000 lot
Nilai aset bersih perusahaan yang sekarang adalah 10 miliar jika dibagi dengan 100.000.000 lembar akan menghasilkan Nilai 100 Rupiah per lembar
Nah, 100 Rupiah per lembar ini kemudian disebut Nilai Buku atau di keystat disebut Book Value
Tujuan setiap usaha adalah menghasilkan keuntungan
Memiliki sebuah usaha (perusahan) yang mampu mencetak keuntungan secara konsisten setiap tahunnya
Jika tahun 2000 dengan bermodalkan 1 miliar
Dan tahun 2020 sudah berubah menjadi 10 miliar
Ketika A dan B memutuskan untuk menjadi perusahaan terbuka tentu NGGAK MAU menjual saham perusahan seharga nilai buku (100 rupiah)
Mereka tentu mau menjual dengan harga lebih tinggi dari 100 rupiah karena pertimbangan potensi pertumbuhan perusahan tahun tahun kedepan
Setelah di hitung hitung, A dan B memperkirakan 10 tahun kedepan Aset Bersih perusahan bisa naik lagi menjadi 100 Miliar misalnya
Nah 100 Miliar ini kemudian dibagi dengan 100.000.000 lembar (saham yang sudah di pecah)…
ketemu angka 1.000
1.000 ini lah harga yang kemudian di tawarkan ke publik
Harga 1.000
Nilai Buku 100
Berarti harganya (1.000) 10X lebih tinggi dari nilai buku (100)
Nah Nilai 1.000 Rupiah per lembar ini kemudian disebut Harga atau di keystat disebut Price Book Value
