
Sudoku adalah permainan mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak.
Kalau kita Mengerti aturan (rumus) dan logika melingkarnya, maka jika kemudian angka angka di kotak kanan di hapus dan kita disuruh isi kembali pasti bisa kita isi kembali dengan benar.
Tetapi kalau angka angka tersebut kita Hafal maka hafalan kita akan menjadi percuma seandainya papan permainannya yang diganti dengan susunan angka baru
Di Bursa juga demikian, kalau kita mengerti Angkanya Dari Mana? itu artinya kita sudah lebih dari 1 langkah dibandingkan pesaing kita yang lain.
Seperti contoh tadi ketika gue lagi baca baca di stream Stockbit dan menemukan informasi LPPH akan membagikan dividen 525 per lembar saham (A)
Pasti kita akan bertanya
Bener gak bisa bagi dividen 525 per lembar
Untung tahun lalu ada segitu gak?
Sampai kemudian kita menemukan angka yang bisa menjadi kunci ke perhitungan selanjutnya yaitu Labar Bersih mencapai Rp. 1,4 Triliun Rupiah (B)
Kalau kita sudah ngerti rumus dan logika nya, maka secara otomatis kita pasti akan mencari tau total lembar saham nya berapa banyak?
Nah, sekarang kita sudah dapat 2 angka yaitu laba bersih 1.4 Triliun dan Total Saham 2.3 Miliar Lembar
dan dari sini kita sudah bisa menghitung Laba Bersih Per Lembar Saham nya yaitu sebesar 1.400/2,364 = 592 Rupiah Per Lembar atau juga disebut Earning Per Share (EPS)
Berarti Dividen 525 masuk akal, karena keuntungan per lembar tahun 2022 adalah sebesar 592 Rupiah
Nah kemudian kita lanjut ke data EPS DPS dan DPR untuk cek ulang,
biasanya emiten ini membagikan dividen berapa persen dari keuntungan (EPS) sih?
Disini ternyata kita menemukan masih banyak kolom yang kosong
KALAU kita paham
Maka kolom kolom yang kosong itu kita sudah bisa cari tau angkanya
Seperti contoh Kolom X1 dengan angka 594 itu adalah EPS TTM
maksudnya adalah rata rata EPS 3 Kuartal jika di setahunkan
Dengan bisa berhitung sendiri, berarti kita sudah bisa mendapatkan angka yang lebih akurat
sebenarnya 592 bukan 594
*ps 594 juga nggak akurat banget karena kita menghitung dengan angka 1.4 Triliun tapi angka sebenarnya pasti nggak bulat 1.400.000.000.000 dan Total Lembar saham pun nggak bulat bulat 2.364.000.000 lembar
Dari kolom X1 yang sudah ketemu angka 592
Selanjutnya kita bisa mencari tahu kolom X2
Kalau keuntungan setahun adalah 592
Sementara keuntungan Q1 Q2 dan Q3 adalah 55, 294, dan 57
Maka keuntungan Q4 (X2) sudah bisa dihitung juga
592 – 55 – 294 – 57 = 186 Rupiah adalah untung Q4 2022
Kita juga sudah bisa menghitung berapa angka X3
Dengan EPS 592 Rupiah dan DPS 525 Rupiah
Maka DPR nya adalah 525/592*100% = 88.68%
Sampai disini tinggal 1 langkah terakhir yaitu Menarik apa Nggak Dividen Yieldnya?
Rumus mencari Dividen Yield adalah DPS/Harga Beli * 100%
525/5.000*100% = 10.5% Dividen Yield (asumsi beli di harga 5.000)
Nah disini sebelum yang lain tau, kita sudah tau duluan.
Sementara yang lain masih menunggu update angka, masih menunggu pengumuman resmi apakah beneran sanggup bagi dividen 525 Perak, kita sudah tau duluan
Dengan tau duluan, artinya kita bisa beli duluan
Kita dapat makan daging Steak
Sementara yang lain masih harus menunggu data resmi, keputusan resmi.
Kemungkinan besar saat itu harga sudah terapresiasi (atau terdepresiasi kalau ceritanya terbalik) saat baru mau beli
Yang lain paling dapat sisa daging di tulang atau kalau pas apes malah dapat cuci piring
Di Pahami Jangan Di Hafal
Klik di sini jika anda ingin memberikan donasi untuk membantu Kakdr meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini.
Terima Kasih
