Target, Compound dan (Waktu)

Compoung 15% pertahun selama X Tahun

Jika kita memiliki uang 100 juta yang ingin kita investasikan di saham, berapa sih pertumbuhan ideal per tahunnya?

Idealnya adalah 15% pertahun (menurut gue), angka 15% per tahun itu sudah lebih besar hampir 3x lipat dibandingkan dengan bunga deposito atau 2x lipat lebih jika dibandingkan dengan inflasi sebesar 7%.
Jika kita berhasil mengembangkan uang kita sebesar 15% selama 5 tahun berturut turut saja, maka uang kita yang awalnya sebesar 1.000 Rupiah akan menjadi 2.011 Rupiah diakhir tahun ke 5. Atau naik sebesar 100% dalam 5 tahun.

Lalu bagaimana caranya memastikan 15% per tahun itu bisa tercapai dengan resiko paling minimal?

Yaitu dengan memecahkan 100jt itu menjadi beberapa bagian (diversifikasi) dannnnn memberikan waktu sebanyak yang diperlukan. Dengan menambahkan jurus langit yaitu “Compounding (bunga majemuk)”.

Kalau kita investasikan seluruh 100 juta itu ke hanya 1 (atau 2) emiten, Resikonya itu sangat besar.
anggaplah tahun pertama sampai tahun ketiga kita berhasil tumbuh 15% per tahun (tumbuh +52% selama 3 tahun) tetapi pada tahun ke empat turun 15%, maka di akhir tahun ke empat total pertumbuhan kita hanya tinggal 29.2%.

Mengapa bisa demikian? Coba Hitung…..
1. Modal awal 1.000 Naik 50% jadi berapa uang kita?
2. Modal awal 1.500 Turun 50%, sisa berapa uang kita?

Inilah efek terbalik dari bahasan Mental dan Mantul pada post Easy Way? Kakdr Way (Bagian 3) – Math Way

Tetapi jika kita memecah 100 juta tersebut menjadi 10 emiten misalnya masing masing sebesar 10 juta, dengan screening standard ala Kakdr Way seperti pada post Easy Way? Kakdr Way (Bagian 2) – Basic Strateg terutama dividen adalah faktor terpentingnya, Faktor Resiko bisa kita gantikan dengan faktor Waktu.

Ilustrasi menggunakan Emiten BJTM tanggal 15 Maret 2019

Mari kita menggunakan pahami melalui contoh nyata. Gue menggunakan BJTM tanggal 15 Maret sebagai ilustrasi.

Dengan memecah 100 juta tabungan kita menjadi 10 bagian, maka BJTM adalah 1 dari 10 bagian tersebut.

Minor Target : 15% per tahun
Major Target : 100% di tahun ke 5 (1.270 Rupiah)

Berdasarkan pengalaman gue lebih dari 5 tahun di bursa, selama pemilihan emiten sudah benar (gak usah cari yang murah, yang penting benar).
* 50% kemungkinan berhasil memperoleh keuntungan 100% di tahun ke dua sampai tahun ke tiga (diluar dividen).
* 30% kemungkinan berhasil memperoleh keuntungan 100% di tahun ke tiga sampai tahun ke empat (diluar dividen).
* 10% kemungkinan berhasil memperoleh keuntungan 100% di tahun ke empat (diluar dividen).
* 10% kemungkinan berhasil memperoleh keuntungan 100% di tahun ke lima (diluar dividen).

Jadi kalau tanggal 15 Maret 2019 kemarin kita membeli senilai 10jt BJTM di harga 635, maka jika di bulan maret 2024 harga BJTM bisa mencapai 1.270, itu artinya kita sudah berhasil dengan target pertumbuhan 15% per tahun (Minor Target) kita sekaligus 100% per 5 tahun (Major Target)

Tetapi jika sebelum maret 2024 (misalnya tahun 2021) harga BJTM sudah mencapai 1.270, maka disini kita sudah menang waktu dan menang kesempatan.
10 juta yang awalnya kita belikan BJTM, pada tahun 2021 sudah menjadi 20 juta yang kita bisa jual lalu belikan menjadi 2 emiten lain BJTA dan BJTB masing masing 10jt di harga 635 lagi (ini hanya ilustrasi).
Dan jika (ini hanya jika) di akhir tahun 2024 BJTA dan BJTB berhasil naik ke 1.270 juga, maka kita sudah bisa menjual nya dengan mendapatkan uang sebesar 40 juta rupiah.

Jadi dari tahun 2019, dengan uang 10 juta yang awalnya kita hanya targetkan 15% per tahun atau 100% per 5 tahun, hanya dengan waktu capai yang lebih cepat 3 tahun, Major Target yang sebesar +100% berhasil naik menjadi +300%

Tetapi itu semua hanyalah ilustrasi, karena kita tidak akan bisa menebak mana emiten yang PASTI bisa memberikan kita pertumbuhan seperti yang kita inginkan.
Karena Kakdr Way meyakini bahwa harga tidak hanya dipengaruhi oleh yang namanya Under Value, dan Murah secara fundamental saja. Tetapi juga akibat dari oleh Hukum Permintaan dan Penawaran. Hukum Dasar Ekonomi.
* Demand > Supply maka Harga Naik
* Demand < Supply maka Harga Turun

Nah dalam ketidak pastian pencapaian itulah kita harus memperbesar probabilitas.
Yaitu dengan menyebar (diversifikasi) dan memperpanjang waktu (agar kemungkinan tercapai lebih besar).

** Jika di tahun ke 5 harga BJTM belum mencapai harga 1.270 (Major Target +100%) maka kita bisa menambahkan waktu 1 tahun lagi, tetapi target harga kini bukan lagi 1.270 tapi adalah 1.468
** Jika di tahun ke 6 harga BJTM belum mencapai harga 1.468 (Major Target +165%) maka kita bisa menambahkan waktu 1 tahun lagi, tetapi target harga kini bukan lagi 1.468 tapi adalah 1.689
** Dan seterusnya, lihat ilustrasi ke dua

Make Sense?

Bagikan :
About Kakdr 174 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Strategy Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

4 Comments

  1. Sebelumnya terimakasih buat kakdr untuk artikelnya yang sangat membantu saya, saya mau tanya, tentang artikel ini bagaimana caranya kalau mau dikombinasikan dengan nabung saham setiap bulannya, soalnya kalau dengan cara pisau jatuh pembelian lagi setiap turun 30%, terimakasih

    • Ketika RDI kita ada cash, kita bisa Averaging Down emiten yang sudah turun X% sesuai rencana kita.

      Tetapi jika tidak ada yang perlu di Averaging Down, ada 2 cara yang bisa kita pakai:
      1. menambah emiten baru
      2. Jika tidak berniat menambah emiten baru, duit tersebut bisa kita masukan dulu ke tabungan yang memberikan bunga tetap,
      Jika nanti terjadi koreksi atau ada emiten yang perlu di averaging down, dana tersebut baru di pakai.

      IHSG terdapat lebih dari 600+ emiten.
      Tidak perlu takut gak ada saham murah, yang ditakutkan itu duit nya yang gak ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*