Target adalah sebuah angka pertumbuhan yang kita harapkan untuk dicapai setiap tahunnya (atau periode) di bursa.
Tetapi sebagai retail yang tidak mampu menggerakkan harga, maka target yang kita tentukan belum tentu bisa tercapai
Seperti kalau kita nyetir sendiri dari rumah ke rumah mertua, karena kemudi di tangan kita, maka kita bisa menyesuaikan kecepatan agar bisa tiba tepat waktu.
Tetapi ketika kemudi di tangan orang lain…
Dalam menentukan target, kita juga harus realistis.
Kalau beberapa tahun terakhir pertumbuhan porto kita berkisar 10% sampai 15% misalnya
Berarti untuk tahun tahun kedepan pertumbuhan rata-rata ya 10% sampai 15%
Kita tidak bisa mengharapkan tahun tahun mendatang bisa naik sampai 20% atau 25% tanpa merubah strategi atau metode investasi kita.
Seperti angka 18% yang gue sebut di Cerita Stockbitor
Angka 18% itu adalah rata rata pertumbuhan selama bertahun tahun
Ingat, Rata Rata bukan Konstan
ada tahun diatas 18%
ada tahun dibawah 18%
yang kalau dirata ratakan adalah 18%
yang kalau dalam istilah investasi disebut CAGR
Compounded Anual Growth Rate
Idealnya, pertumbuhan seperti ini lah yang kita harapkan
Tahun 2020 duit 1.000.000 jadi 1.180.000 (naik 18%)
Tahun 2021 duit 1.180.000 jadi 1.392.400 (naik 18%)
Tahun 2022 duit 1.392.400 jadi 1.643.000 (naik 18%)
Tetapi di bursa, karena Supirnya bukan kita
kita tidak bisa memastikan bisa tumbuh konstan seperti yang kita inginkan (idealnya)
18% yang di capai, juga bukan terjadi secara konstan di setiap portofolio
dari 4 porto yang gue pegang
Ada 2 porto (ipot & mirae gue) yang pertumbuhannya melebihi pertumbuhan 18% per tahun
Tapi ada juga 2 porto (ipot bini dan kantor) yang pertumbuhannya tidak mencapai pertumbuhan 18% per tahun.
Tetapi secara keseluruhan, rata rata pertumbuhan ke 4 porto mencapai 18% per tahun.
Tetapi sekali lagi…
Target pertumbuhan itu adalah sesuatu angka yang kita tentukan sendiri untuk berusaha di capai
Secara keseluruhan memang bisa tumbuh 18% per tahunnya
Tetapi Ipot kantor & Ipot bini masih membutuhkan waktu panjang untuk bisa mencapai angka ideal 18% per tahunnya
Karena dari sejarah sejak 2020
Ipot Bini hanya 1X melebihi 18%
Sementara Ipot Kantor belum pernah
Jadi disini kita harus realistis, bahwa secara alami, pertumbuhan ke dua portofolio memang belum bisa mencapai 18%
Jadi jangan dipaksa
Ilmu dan pengetahuan kita mengenai bursa yang kita tambah
Jangan Spekulasi nya yang ditambah
Kalau kita mau menerima kenyataan bahwa dalam 3 tahun terakhir pertumbuhan portofolio kita adalah 15%
maka dengan realistis mengakui pertumbuhan tersebut
Coba lihat
sebenarnya dengan target 15% per tahun
Ipot Kantor & Ipot Bini gue itu sudah tercapai
Compounding 15% per tahun selama 3 tahun adalah 152.09%
Sementara compounding 3 tahun Ipot bini adalah 155.38% (tercapai)
dan compounding 3 tahun Ipot kantor adalah 153.11% (tercapai juga)
Nah, (untuk menghibur diri) coba lihat pertumbuhan IHSG sejak 2020
Sejak 2020 sampai YTD IHSG itu sebenarnya cuma tumbuh 7.96%
Sementara porto kita tumbuh 53.11%
Artinya walaupun target yang kita inginkan tidak tercapai
Tapi sebenanya masih jauh lebih baik dibanding dengan IHSG
Sekarang coba kita bandingkan juga dengan instrumen investasi lainnya
31 Desember 2019 harga 1 USD adalah 13.933
Hari ini 15.582 atau tumbuh sebesar 11.84%
31 Desember 2019 harga 1 Gram Logam Mulia adalah 762.000
Hari ini 1.006.000 atau tumbuh sebesar 32.02%
Atau jika tahun 2020 duit tersebut kita depositokan sampai sekarang
tingkat pertumbuhannya adalah sebesar 22.5% (belum potong pajak bunga)
Jadi masih lebih baik juga kan?
ps. Tapi jangan bandingkan sama harga bensin dan harga makan di resto hihihihi
Oke….
Sekarang bicara yang sudah berlalu kita jangan pikirkan lagi
Walaupun sudah menang, tapi itu sudah terjadi
Sekarang bagaimana dengan Tahun 2023?
JIKA kita menggunakan IDEALNYA sebagai patokan
Maka akhir tahun 2023 nanti
Uang 1.000.000 di tahun 2020 seharusnya sudah menjadi 1.938.800 Rupiah
Artinya
Ipot & Mirae gue tahun 2023 nanti cukup naik 11% sudah setara pertumbuhan 18% pertahun (CAGR) selama 4 tahun berturut turut
Tetapi Ipot Kantor & Bini membutuhkan kenaikan sebesar 25% dan 27%!
Sementara kenyataannya sejak tahun 2020 hanya 1x berhasil tumbuh 18%
sisanya 15% pun gak tercapai
Inilah yang gue sering bilang,
Pasang target juga harus realistis
harus liat kenyataan yang sudah sudah
Kalau memang cuma bisa tumbuh 10%
ya uda kita tetap patok 10% SAMBIL kita berusaha lebih baik lagi tahun depan
Kalau memang cuma bisa tumbuh 10%
ya uda kita tetap patok 10% aja TAPI duit investasinya kita double up
Modal 10jt untung 10% = untungnya 1jt
Modalnya dijadikan 20jt untung 10% = untungnya 2jt
Kalau modal 10jt gak bisa cari untung 2jt
Kita pake modal 20jt aja buat cari untung 2jt
Ingat, yang kita kejar memang persen
Tapi yang kita makan itu Rupiah nya
Logika Bego Bego….
Kalau merasa ilmunya belum cukup
ngumpetin dulu aja di saham saham model begini…
Dengan target pertumbuhan 15% per tahun
berarti tinggal cari 10% lagi (5% uda dari dividen)
Kapan?
kita main compound lagi….
itu artinya tingkat pertumbuhan nya sudah setara 15% per tahun selama 5 tahun (5% nya dari dividen)
itu artinya tingkat pertumbuhan nya sudah setara 15% per tahun selama 5 tahun (5% nya dari dividen)
Nah….
sekarang ngerti kan kenapa gue sering bilang Abis Beli Doain Turun?
Sekedar gambaran aja…
Dalam 3 tahun terakhir, IHSG itu cuma naik 7.96%
Sementara inflasi anggaplah 5%
berarti inflasi sampai tahun 2023 adalah sebesar 21.55%
JIKA Tahun 2023 IHSG mengejar kenaikan setara inflasi tahun 2020 sampai 2023
MAKA IHSG harus naik sebesar 13%
Nah, dengan asumsi emiten di porto kita selaras dengan IHSG
berarti tahun 2023 nanti potensi pertumbuhan portofolio 13% sudah keliatan.
Belum ditambah dividen
