
Keputusan Paman Mr. Cuklat tidak merealisasikan keuntungan 101.37% ini juga yang setiap kali gue lakukan terhadap emiten emiten yang berdasarkan sejarah rutin membagikan dividen dengan DPR tinggi.
Alasannya apa?
Karena dengan dividen yield tinggi, modal kita sudah bisa kembali dalam beberapa tahun Hanya dari Dividen.
Sejak 2021 BSSR sudah membagikan dividen sebesar
Dividen Dolar $0.07759 setara 1.125 dengan kurs 14.500 ditambah Dividen Rupiah sebesar 633 Rupiah
Total 1.758.
Dengan modal beli sebesar 2.855 berarti Dividen Yield yang diterima sudah sebesar 61%
atau 30% per tahun
Atau… 3 Tahun pun sudah balik modal
Jadi ngapain di TP lagi?
Dengan mematok TP1 = 10x Dividen Yield kita bisa menghindari kemungkinan terjadi kehilangan barang setelah dijual
Seperti contoh MBAP
Tahun 2021 MBAP membagikan total dividen sebesar 453 Rupiah (115 + 338)
Dengan modal beli adalah 2.623 artinya dividen yield nya adalah sebesar 453/2.623 = 17.2%
Artinya TP1 yang tadi nya adalah +50% berubah menjadi 17.2%*10 = +172%
Dengan Dividen Yield Tinggi, ketika kita mau jual, tentu kita akan cek dulu, biasanya emiten ini membagikan dividen di bulan berapa?
Nah, ketika kemudian MBAP kembali membagikan dividen sebesar 523 Rupiah (Dividen RUPS) maka Dividen Yieldnya naik lagi menjadi 523/2.623 = 19.9%
atau TP1 nya naik lagi dari +172% menjadi +199%
Batal TP1 lagi…
Sampai kemudian dibagikan lagi dividen interim sebesar 1.030
Dividen Yieldnya naik lagi menjadi 1.553/2.623 = 59.2%
Atau TP1 kembali naik menjadi +592%
Sampai disini, secara logika kita pasti sudah memutuskan untuk tidak lagi memikirkan kapan TP1 MBAP (dan juga BSSR)
Jika kita mematok misalnya 5% adalah Dividen Yield yang wajar.
Sebenarnya jika saat pengumuman dividen , setelah dihitung misalnya Dividen Yieldnya adalah sebesar 15% (ingat, dividen yang akan dibagikan bukan total dividen tahun berjalan)
Maka jika kita membeli saat itu, walaupun kemungkinan besar akan nyangkut pada saat exdate kita ibarat sudah mendapatkan dividen 3 tahun kedepan
Target minimal kita adalah 5% per tahun
Dengan dividen yang akan dibagikan sebesar 15%
nyangkut ya sudah nyangkut aja…
Toh ketika kita membeli sebuah saham kita sudah mengubah satuan harta kita dari **Rupiah Menjadi Lot
Ketika mengalami posisi Floating Loss, yang penting tidak kita realisasikan Lot kita Tetap Kok
Kan kita akan (ibarat) dapat cashback 15% dari pembelian tersebut
Kalau kemudian harganya turun sangat dalam
Cashbacknya dipake aja buat tambah lot
Biasanya emiten emiten memiliki kebiasaan nya sendiri sendiri dalam kebijakan membagikan dividen
- Ada emiten yang berapapun keuntungannya, setiap tahun selalu membagikan dividen dengan DPR yang sama
- Ada emiten yang berapapun keuntungannya (termasuk rugi), pokoknya setiap tahun besaran dividennya sama
- Ada emiten yang selalu membagikan sebagian besar dari keuntungan setiap tahun
- Ada emiten yang setiap tahun dividennya dibagi menjadi 2x atau lebih
- Ada emiten yang misalnya tidak setiap tahun membagikan dividen, tapi di rapel sekaligus dalam 1 tahun dalam yield besar
Data2 dividen bisa kita temukan di banyak sumber, tinggal googling aja bentaran juga tau
Gue pribadi suka semua kecuali poin nomor 5
Makan Dividen itu Enak Kawan…
Untuk Kaset Rusak lainnya bisa dibaca di : KakdrWay Kaset Rusak
Untuk belajar bersama di : KakdrWay Akademi
Belanja Online di Toko Kakdr (Official Store) : Ideal Official
