
Sebelum tombol Buy / Sell di confirm
kita sudah harus tau sebenarnya kita lagi ngapain
Kita beli alasan nya apa?
Kalau sampai abis beli harga turun (nyangkut) harus gimana?
Seandainya abis beli harga naik mau untung berapa?
Tanpa ini, sebenarnya di bursa ini kita gak beda dengan lagi berjudi
Kalau kita sudah ada planning
kita uda gak perlu bingung lagi
sort atau jangan?
kan planning nya uda ada
Seperti gue yang anti cut loss
Ketika beli, gue uda siap dengan rencana kalau sampai nyangkut
karena gue sudah memutuskan untuk anti cut loss
berarti Averaging Down adalah langkah antisipasi gue
https://kakdr.com/averaging-down-33-3/
karena gak ada cerita cut loss
maka selain averaging down
gue juga harus memastikan sanggup hilang duit itu seandainya sampai delisting
Seperti contoh tadi pagi ketika RICY release LK Q1 2024
QoQ = -29 vs +10
Dengan data yang ada, saran dari kawan kawan itu sebenarnya sangat masuk akal
Tapi mengapa kita beli RICY
bagaimana cerita Ricy kita sendiri yang paling tau
400 Lot RICY yang ada di mirae yang di beli di harga 74 sebenarnya adalah buyback dari penjualan di harga 112
3 September 2020 beli di harga 101
9 Janari 2024 jual di harga 112
22 April 2024 buyback di 76 Rupiah
Ini adalah jalan cerita lengkap RICY di porto mirae
Sebagai seorang anti cut loss, gue sudah tidak ada cerita cut loss
paling cabut GTC Averaging Down
atau tawar Averaging Down di harga lebih rendah
Selain buyback di Mirae , sebenarnya gue juga ada buyback di IPOT
Karena RICY di Mirae sudah tidak bisa di apa apain
gue coba liat cerita RICY di IPOT
Dari 2x buyback di tanggal 30 April dan 2 Mei
67.000 lembar yang di buyback di harga 73 dalam posisi Floating Loss
Tetapi 209.400 lembar buyback di tanggal 2 Mei
ada 100.000 lembar (1.000 lot) yang modal buyback nya adalah 67 Rupiah
Closing Sesi 1 posisi BID RICY ada di angka 70 Rupiah
atau 1.000 lot yang dibeli di harga 67 kebetulan posisi untung 70/67 = 4.4%
Yang untung kabur dulu!
Kebetulan beberapa hari yang lalu nongol MPAT HRUF PSSI di grup
dividen yield 10.3% katanya
dan setelah di cross check ternyata potensinya memang segitu
Kebetulan juga ada porto seorang kawan yang sudah hampir setahun ini dalam pengawasan gue
Dan kebetulan kawan itu punya JKON yang kondisi nyangkut cukup dalam
Jadi sudah sejak beberapa hari yang lalu gue uda ada posisi GTC JKON & PSSI
Kebetulan hari ini GTC JKON & PSSI kena
Jadi gue….
BUKAN!
Ini bukan kebetulan
Ini adalah gue tau sebenarnya gue lagi ngapain
JKON & PSSI cuma dasar dan alasan
LK RICY Q1 2024 cuma dasar dan alasan
Gue butuh dasar & alasan untuk jual RICY di harga 70
kenapa 1.000 lot yang di beli kembali di harga 67 harus dijual kembali di 70 yang cuma untung 4.4%?
Padahal 1.000 Lot yang di beli di 67 Rupiah itu adalah buyback ngesotan di harga 114
atau setelah berhasil buyback 67/114 = 41% lebih rendah
kenapa cuma untung 4.4% mau diambil?
Karena LK Q1 2024 RICY yang babak belur
Karena DER RICY yang 6X
Karena Potensi dividen PSSI sebesar 10%
Karena JKON ATL 5 Tahun
Lalu bagaimana dengan RICY selanjutnya?
Sekarang gue punya posisi
1.200 Lot RICY dengan modal beli 69 Perak
Gue juga punya posisi 1.000 Lot RICY yang dijual di harga 70
Harga pasti harus bergerak naik dan turun
Seandainya kemudian RICY melanjutkan kenaikan ke 69*1.1 = 76 gue akan jual kembali 1.200 lot yang tersisa di porto
Seandainya malah turun kembali ke 700*.9 = 63 gue akan buyback 1.000 yang dijual hari ini
Seandainya setelah dijual di harga 76 Harga lanjut naik
Gue masih punya sisa 400 lot di Mirae
itu nantilah baru dipikirkan rencananya apa
Donasi untuk pemeliharaan blog kakdr.com
