Standby Cash adalah hal utama bagi Trader maupun Investor
Sementara buat gue, standby cash lebih baik berupa lot (aliran Zero RDN)
ps. Zero RDN harus di kombinasikan dengan Porto Diversifikasi
Menurut gue sama aja, ketika butuh duit sahamnya kan bisa dijual
Yang penting jangan sampai jual lebih rendah dari modal beli aja
Kalau di RDN, cash kita mendapatkan bunga
Kalau berupa Lot cash kita mendapatkan selisih jual beli ketika diperlukan dan ketika ada kesempatan

Seperti contoh ini adalah transaksi jual beli Ipot gue minggu ini
ITMG yang di beli kembali (ketika ada kesempatan) mendapatkan selisih jual beli sebesar 3.649.386 – 3.446.536 = 202.850 yang bisa dianggap bunga jika uang nya di taro di RDN

Kesempatan Buyback TLKM ini juga menghasilkan bunga
Ketika di sort 78 Lot sebanyak 78 Lot
Saat itu kita mendapatkan uang sebesar 30.798.425
Ketika dibeli kembali sebanyak 50 Lot kita mengeluarkan uang sebesar 18.915.872
Sementara ketika di jual, 50 lot itu kita mendapatkan uang sebesar 50/78*30.798.425 = 19.742.580
Ada selisih untung sebesar 19.742.580 – 18.915.872 = 826.708 (anggap bunga RDN atau anggap dividen interim juga boleh)

Demikian pun cerita TPMA (transaksi 5 januari abaikan karena tidak berhubungan dengan cerita minggu ini)
Dari 100 Lot TPMA yang dijual Desember 2022 kita mendapatkan uang sebanyak 100/400*18.905.016 = 4.726.254
Sementar ketika di beli kembali minggu ini, kita mengeluarkan uang sebesar 4.268.094
Ada selisih lagi sebesar 4.726.254 – 4.268.094 = 458.160
Intinya adalah RDN kita selalu dalam Posisi Nol
jadi seandainya setelah di jual (harus jual untung) harga terbang sebenarnya sudah tidak berpengaruh, karena uang tersebut memang adalah Dana Cadangan, bukan Dana Investasi
Toh ketika di jual, kita hanya menjual seperlunya untuk menutupi RDN Minus
Jadi dari transaksi buyback minggu ini, kita sudah mendapatkan selisih sebesar
202.850 (ITMG) + 826.708 (TLKM) +459.160 (TPMA) = 1.488.715 (anggap bunga RDN)

Dan posisi Cash kita tetap Zero atau Minus
Nah, kita tinggal cari lagi
Saham apa di porto kita yang minggu ini lagi naik?
Yang kira kira naiknya terlalu tinggi sehingga berpotensi turun kembali
Atau yang kelebihan porsi yang bisa di benerin posisi nya
Untuk di Sort
Tapi seandainya hilang barang jangan dikejar! (jangan takut kehilangan barang atau menyesal sudah ngesot)

Nah, contoh dari hasil update porto minggu ini,
kita kan tau emiten emiten di porto kita yang naik
ada 11 emiten yang naik
Kita tinggal liat aja
- Apakah ada yang sudah bisa di TP?
- Kalau gak ada, apakah ada saham kelebihan porsi yang bisa kita manfaatkan untuk kurangi porsi?
- Kalau gak ada, apakah ada saham yang kita sudah hapal pola naik turunnya yang bisa dimanfaatkan?
- Kalau gak ada juga…
ya sudah sort aja dikit dikit setiap emiten
RDN Minus sebesar 21.214.241 kalau di bagi 11 emiten untuk dijual,
masing masing emiten cuma perlu jual sebanyak 21.214.241/11 = 1.928.567 Rupiah.
Yang kalau sudah dijual, jangan lupa langsung pasang GTC buyback
Misalnya deh kita menjual TUGU sebanyak 10 Lot di harga 2.110 (harga penutupan jumat kemarin) dan mendapatkan uang sebesar 2.110.000
Lalu kita langsung pasang GTC buyback misalnya di 2.110*0.95 = 2.000
Jika berhasil buyback maka 10 lot TUGU yang di buyback di harga 2.000 membutuhkan uang sebesar 2.000.000
Sementara ketika di jual kita mendapatkan uang 2.110.000
Timbul lagi selisih (untung) sebesar 2.110.000 – 2.000.000 = 110.000
Kalau Berhasil…
Kalau gagal?
ya uda berarti jodoh 10 lot cuma sampai disitu
Naik atau Turun (harga)
Gambar atau Angka (lempar koin)
Semua ini adalah probabilitas 50:50
Cuma antara Dapat atau Tidak Dapat
Berhasil atau Gagal
Kalau kita sort 1 emiten
maka kita hanya memiliki 1X kesempatan (50%) Berhasil
Kalau kita sort 11 emiten
maka kita jadi memiliki 11X kesempatan (50%) Berhasil
ps. demikian pun kemungkinan kehilangan barang
Pokoknya kita hanya perlu mematuhi 2 Hukum
Jual Harus Lebih Tinggi dari Harga Beli
Beli kembali Harus Lebih Rendah dari Harga Jual
Aman kita pasti…
yang membedakan cuma antara dapat untung atau untung lebih banyak
Be the first to comment