Matematika – A Turun ke X & X Naik ke A

Coba perhatikan tabel diatas. Jika kita membeli selembar saham :
A.
Di harga 1.000 dan dijual di 900 artinya kita rugi 10%
Di harga 900 dan dijual di 1.000 artinya kita untung 11.11%
* ada selisih persentase antara rugi dan untung sebesar 11.1%
B.
Di harga 1.000 dan dijual di 800 artinya kita rugi 20%
Di harga 800 dan dijual di 1.000 artinya kita untung 25%
* ada selisih persentase antara rugi dan untung sebesar 25%
C.
Di harga 1.000 dan dijual di 700 artinya kita rugi 30%
Di harga 800 dan dijual di 1.000 artinya kita untung 42.86%
* ada selisih persentase antara rugi dan untung sebesar 42.86%

Perhatikan, Selisih persentase antara rugi dan untung pada Poin A B C semakin lama semakin besar.

Inilah akibatnya kalau kita sering cut loss karena suka sembarang beli saham, tanpa kita tau sebenarnya apa yang sedang dilakukan.

Kalau kita kehilangan separoh uang kita, maka untuk kembali modal saja kita harus berusaha mencari double dengan uang tersisa.


Sekarang ayo kita coba ubah sudut pandang kita. Yaitu dengan hanya membeli saham yang sedang turun.
PS. Pemilihan emiten yang benar & Perencanaan Matang sangat penting!
baca : http://kakdr.com/syarat-strategi-dasar-pemilihan-emiten-ala-kakdrway/

Membeli emiten yang sedang turun itu seperti prinsip dasar ekonomi, dengan modal sekecil kecilnya, mendapatkan untung sebesar besarnya.
Si A Rugi 10% artinya kita Untung 11.1%
Si B Rugi 20% artinya kita Untung 25%
Si C Rugi 50% artinya kita Untung 100%

Harga naik turun itu terjadi setiap hari. Bursa itu ibarat Pagi dan Malam. Tetap ada yang bisa hidup dan mendapatkan keuntungan dari pilihan kehidupan Pagi / Malamnya.
Yang penting tau mengapa & bagaimana dia hidup di Pagi / Malam yang dia pilih.

Di bursa amerika dikenal istilah Sort Selling, yaitu kita bisa jual dulu walaupun tidak punya barang tersebut. yang kemudian ketika nanti turun kita bisa beli untuk bayar hutang yang kita sudah jual sebelumnya. Mencari selisih dari sort

Tapi IHSG tidak memiliki opsi tersebut. Hanya ada 1 arah.
Bisa jual hanya kalau punya barang.
Oleh karena itu membeli disaat harga sudah turun untuk dijual ketika harga naik lebih cocok dilakukan.
Ingat!!! Pemilihan emiten yang benar & Perencanaan Matang sangat penting!

Salah pilih, maka konsekuensinya adalah antara Cut Loss atau Sabar tunggu naik kembali.
Oleh karena itu pemilihan emiten itu sangat penting, Dividen itu sangat penting.



Reverse

Tabel ini juga dapat kita gunakan untuk mengingatkan kita selalu waspada dan berpikir berulang ulang ketika hendak membeli sebuah saham yang sudah naik tinggi.
A.
Jika kita membeli saham yang sudah naik dari 900 ke 1.000 maka jika kemudian harga kembali ke 900 kita akan mengalami Floating / Realized Loss sebesar 10%
B.
Jika kita membeli saham yang sudah naik dari 800 ke 1.000 maka jika kemudian harga kembali ke 800 kita akan mengalami Floating / Realized Loss sebesar 20%
C.
Jika kita membeli saham yang sudah naik dari 500 ke 1.000 maka jika kemudian harga kembali ke 500 kita akan mengalami Floating / Realized Loss sebesar 50%

Sebelum membeli sebuah saham yang harganya sudah naik dari 500 ke 1.000 (Naik 100%), Pikirkan dulu akibatnya.
Jika sampai kemudian harga turun kembali ke 500,
Maka untuk balik modal saja saham tersebut dikemudian hari harus bisa naik 100%.
Hanya untuk kembali modal doang.

Tambahan :
Jika kita sudah terbiasa berpikir logika A ke X dan X ke A dari 2 sisi, sampai akhirnya kita dengan bantuan banyak emiten, bisa bermain di 2 kapal.
Yaitu menjual A yang sudah naik tinggi ke X
Untuk dibelikan A lain yang sudah turun dalam ke X
untuk kemudian di jual lagi A lain lagi yang sudah naik tinggi ke X
untuk kemudian di belikan lagi A lain lagi yang sudah turun dalam ke X

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*