Day 2 – Lucerne (Swiss) 14 Desember 2019

Lanjutan dari cerita: Day 1 – Zurich (Swiss) 13 Desember 2019

Shuttle bus kembali ke Zurich Airport

Setelah sarapan pagi di hotel, kami menggunakan jasa shuttle gratis dari hotel menuju kembali ke airport. Dari situ kami kemudian berjalan menuju stasiun kereta untuk naik kereta menuju kota Lucerne. Jaraknya tidak jauh, keluar dari terminal keberangkatan nyebrang jalan sudah masuk ke area stasiun.

Stasiun kereta Zurich Airport

Kami sengaja datang agak pagi karena di stasiun ini kami akan mengaktifkan Eurail Global Pass yang sudah kami beli di Indonesia untuk pertama kalinya. Untung datang pagian, karena disini kami sempat kebingungan aktifinnya dimana? hihihihi.
Ada beberapa mesin penjual tiket otomatis, dan sebuah tempat menjual tiket manual. Masa iya aktifinnya disana? akhirnya keliling sana keliling sini tanya tanya, baru deh akhirnya coba coba antri deh di counter manual.

Ternyata benar. Disitulah tempatnya. Proses aktifasi pun dimulai. pertama tama ditanya kenapa naik kereta? kenapa gak pake pesawat aja? kenapa pilih Eural Global Pass? datang berapa orang? umur berapa aja? kenapa gak bawa anak? dan masih banyak pertanyaan pertanyaan lain yang membingungkan….

Enggak deh, nggak ditanyain gitu2an kok. Hihihihi….
Cuma di mintain pasport, terus ditanya perjalanan pertama mau kemana, lalu di ajarin bagaimana cara mengisi Journey Details setiap kali menggunakan kereta. Udah gitu doang.

Eurail Global Pass yang sudah di aktivasi

Setelah selesai, mbaknya ngajarin cara cari kereta.
“Lu liat di papan itu, kereta dari sini ke sini itu jam berapa? ada di gate berapa? nah terus lu tunggu deh disitu” kira kira begitulah yang diajarin mbak cantik yang membantu kami mengaktifkan pass kami saat itu.

Kereta antar kota (Inter Rail) pertama kami adalah IR75. Berangkat dari gate 3 jam 10.15 dan jadwal tiba jam 11.25
Kereta Swiss itu secara umum terbagi menjadi 2 kelas, yaitu 1st class dan 2nd class. kita bisa mengetahui dimana letak gerbong kelas 1 atau kelas 2 kereta tersebut dari papan petunjuknya. seperti contoh di gambar, gerbong kelas 1 berada di section B dan C sementara gerbong kelas 2 berada di section C dan D

Penampakan Gerbong kelas 1

Ini adalah gerbong dan bangku kereta kelas 1.
Konsepnya perkereta apian Swiss kurang lebih sama seperti kita naik kereta dari Gambir menuju Surabaya misalnya. Perjalanan dari Gambir sampai Surabaya akan ditempuh dalam waktu sekian jam, dan sepanjang perjalanan akan berhenti di stasiun Cirebon, Semarang, dan akhirnya Surabaya.

Jadwal perhentian sebelum sampai Luzern

Kereta IR 75 dari Zurich menuju Lucerne yang kami tumpangi akan berhenti dulu di 5 stasiun sebelum tiba di Lucerne.

Tiba di stasiun Lucerne kami pindah kereta antar dalam kota untuk menuju stasiun kriens, tempat hotel kami berada. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang 210 meter menurut Google. Eh ternyata jalan nya ditutup sehingga kami harus muterin jalan sampai 1 kilometer lebih sambil narik 2 koper, Jalan nya nanjak pulak. Sesuatu banget loh rasanya hihihihihi.

Akhirnya tiba juga di hotel, Check in dan diberikan city pass gratis untuk kami bisa keliling kota Lucerne dengan semua modal transportasi. Lumayan…. gratisss… gosa bayar.

Makan siang

Istirahat sebentar kami keluar hotel dan makan siang. 2 burger , 1 coca cola, 1 kentang. 330 ribu wkwkwkwkkw

Abis itu pengen cobain bus. Jalan kaki lagi…. 1 kilo lagi hihihi…. Akhirnya kami kembali lagi ke Stasiun Lucerne. Stasiun kereta dan stasiun bus Lucerne letaknya sama kek Zurich Main Station, sebelah sebelahan doang. Kemudian kamipun menghabiskan tenaga terakhir hari ini dengan berkeliling mengunjungi beberapa tempat sekitar sambil tunggu makan malam dan lalu balik ke hotel.

Cape jalan, perut kenyang, apalagi cuaca makin dingin, akhirnya kami memutuskan kembali ke hotel. Kembali ke Stasiun kereta Lucerne untuk naik kereta menuju stasiun Kriens, jalan kaki sekilo lagi, Akhirnya sampai di Hotel.

Baca cerita lanjutannya di : Day 3 – Gunung Titlis (Swiss) 15 Desember 2019
Cerita lengkap bisa dibaca di Euro Trip 2019

Artikel ini adalah cerita gue sebagai Kakdr, nantikan cerita yang lebih menarik versi Ipie ya.
Foto lengkap perjalan ini bisa dilihat di Facebook
Video lengkap trip ini bisa dilihat di Youtube
Please Follow & Like ya.

Update peta perjalanan

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*