Harta dan Harga

Jika sekarang kita memiliki uang tunai sebesar 200.000.000 Rupiah, maka kita bisa bilang bahwa “Saya punya harta sebesar 200.000.000 Rupiah”.
Lalu jika uang 200.000.000 tersebut kita belikan sebuah rumah, maka kini kita harus bilang “saya punya harta sebuah rumah” bukan “saya punya harta rumah seharga 200.000.000”
* Sebelum membeli rumah, satuan harta kita adalah Rupiah.
* Setelah dibelikan rumah, satuan harta kita adalah Buah.

Jika kemudian setelah dibeli harga rumah tersebut naik ataupun turun, harta kita tetaplah sama.
Yaitu sebuah rumah.
Jumlah Rumahnya tetap, Harganya yang naik atau turun.

Jika kita jual rumah kita tersebut dikala harga sedang turun, maka saat itu kita kembali melakukan perubahan harta kita dari Rumah menjadi Rupiah.
Tetapi kini harta Rupiah kita menjadi lebih rendah dari saat pertama (sebelum membeli rumah) karena kita telah melakukan aksi jual disaat harga rumah sedang turun (Jual Rugi).

Tetapi Jika kita jual rumah kita tersebut dikala harga sedang naik, maka saat itu kita kembali melakukan perubahan harta kita dari Rumah menjadi Rupiah.
Tetapi kini harta Rupiah kita menjadi lebih tinggi dari saat pertama (sebelum membeli rumah) karena kita telah melakukan aksi jual disaat harga rumah sedang naik (Jual Untung).

Demikian pun dengan di saham.
Ketika awalnya kita memasukan uang sebesar 20.000.000 Rupiah kedalam RDI (Rekening Dana Investor) kita, maka saat itu harta kita adalah berupa 20.000.000 Rupiah

Harta kita saat ini adalah 20 juta Rupiah


Lalu kemudian uang tersebut kita gunakan untuk membeli saham ABCD & WXYZ Misalnya….

Hanya ilustrasi

Nah, sekarang harta kita sudah bukan lagi 20.000.000 Rupiah. Harta kita sekarang adalah 100 Lot (10.000 Lembar) saham ABCD dan 100 Lot (10.000 Lembar) saham WXYZ.
Dimana menurut catatan sebelum sebelumnya (*ini ilustrasi), emiten ABCD selalu membagikan dividen sebesar 25 Rupiah (2.25% yield net jika dibandingkan dengan harga beli kita) setiap tahunnya.

Lalu harga berubah, mekanisme pasar bekerja. Permintaan > Penawaran = harga naik, Permintaan < Penawaran = harga turun

Hanya ilustrasi

Harga ABCD turun ke 800, harga WXYZ turun ke 700.
Kita mulai panik….
Gawat!!! gue uda rugi 5 juta!!!
Kalau gak Cut Loss ntar ruginya tambah banyak!

Rugi itu kalau kita realisasikan! Mau 800 mau 700 mau 200 harta kita tetap 100 Lot (10.000 lembar) ABCD dan 100 Lot (10.000 lembar) WXYZ.
Yang ketika saat ini, kita bisa bilang harta gue 200 lot saham (20.000 lembar) yang nilainya sekarang adalah 15.000.000.
Waktu itu belinya 20.000.000

Harga naik turun itu selalu terjadi di pasar. Wajar….
Kalau LOT kita yang naik turun, itu kita boleh takut. hihihihii

Hanya ilustrasi

BURSA adalah PASAR
Tempat bertemunya penjual dan pembeli. Ada turun pasti ada naik.
Turun maksimal adalah sampai NOL.
Beli ABCD & WXYZ di harga 1.000, maksimal dia bisa turun cuma 1.000 Rupiah.
Tapi maksimal Naiknya tidak ada batasan.
Selama emiten tersebut tidak delisting, kemungkinan untuk naik kembali bahkan menjadi untung tetap terbuka kemungkinan.
Coba lihat ilustrasi diatas, ABCD dan WXYZ awalnya kita beli dividennya memberikan kita yield sama sama sebesar 2.25%.
Dengan naiknya harga ABCD, yieldnya justru turun menjadi 1.73% jika kita beli lagi
Dengan turunnya harga WXYZ, yiedlnya justru naik menjadi 3.21% jika kita beli lagi.

Contoh ilustrasi

Ini adalah salah satu contoh dari kemungkinan membalikan kerugian menjadi keuntungan itu tetap ada selama emiten tidak delisting.
harga yang dari 1.600 jatuh sampai 50 rupiah tetapi akhirnya bisa naik kembali ke 1.000 karena emiten tersebut tidak sampai delisting.
Dengan gunakan Strategi Dasar AVG & TP ala KakdrWay kita masih bisa mendapatkan keuntungan.
baca ilustrasi : What If – BUMI dengan Kakdr Way

Tetapi dari sejarah harga banyak emiten di bursa, naik turunnya emiten itu sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk mencari keuntungan.
Hanya saja, karena ini adalah menyangkut uang kita, menyangkut harta kita, maka kita harus bisa mengurangi resiko seminimal mungkin.
Kita harus bisa menemukan poin poin pengaman sebanyak mungkin seperti:
1. Harga yang sudah turun banyak, Dividen yang rutin , PBV ,DER dan ROE seperti Syarat & Strategi Dasar Pemilihan Emiten ala KakdrWay
2. Tidak membatasi waktu. Kita tunggu sampai waktu nya tiba untuk bisa memberikan kita keuntungan yang pantas seperti pada artikel Target, Compound dan (Waktu)

Dengan memberikan waktu yang cukup, dengan memperbanyak emiten seperti artikel Ayo Berkebun (Nabung) Saham – ANS kita akan mendapatkan semakin banyak kemungkinan memiliki emiten emiten yang naik.
Seperti pada ilustrasi diatas, ABCD naik ke 1.300 sehingga memberikan kita keuntungan 30% jika kita realisasikan. Sementara ada WXYZ yang masih turun ke 700 sehingga akan menyebabkan kerugian jika kita realisasikan juga.
* perhatikan, jumlah LOT diatas adalah 200 Lot

Ilustrasi menjual

Sekarang perhatikan mengenai Dividen: (asumsi dividen adalah sama sama 25 rupiah)
*Ketika kita membeli ABCD di harga 1.000 dividen yieldnya terhadap modal dan harga saat itu adalah 2.25% net. Tetapi karena sudah naik sebesar 30% ke 1.300 maka dividen yieldnya terhadap harga saat itu tinggal 1.73% jika kita beli lagi
*Ketika kita membeli WXYZ di harga 1.000 dividen yieldnya terhadap modal dan harga saat itu adalah 2.25% net. Tetapi karena sudah turun sebesar 30% ke 700 maka dividen yieldnya terhadap harga saat itu naik menjadi 3.21% jika kita beli lagi

Sekarang perhatikan mengenai mengenai harga:

Jika dalam keadaan begini kita merealisasikan kerugian WXYZ dan kemudian uang nya kita belikan ABCD,
* Dengan membeli emiten yang harganya sudah naik, maka kemungkinan untuk turun akan menjadi lebih besar. Ada naik pasti ada turun, ada naik dan naik pasti ada turun dan turun. Ini kerugian pertama.
* Maka yang awalnya kita memiliki harta sebanyak 200 lot sekarang tinggal 154 lot. Harta kita sudah hilang 46 Lot.
Perhatikan juga kolom “Val Buy”, Awalnya kita memiliki 200 Lot (ABCD & WXYZ) yang kita gunakan harta kita senilai 20.000.000 untuk membelinya, tetapi kini sisa 154 Lot. Uang yang kita gunakan untuk membelinya pun tinggal 17.000.000.
3.000.000 nya kemana? Hilang akibat tindakan Jual Rugi (Cut Loss) kita terhadap WXYZ dan kemudian membeli ABCD. Secara Rupiah pun kita kehilangan. Ini kerugian kedua
* Di posisi ini dividen yang akan kita dapatkan (asumsi ABCD & WXYZ tetap membagikan dividen) awalnya adalah 20.000 lembar * 25 rupiah (bruto) kini tinggal mendapatkan dividen 15.400 lembar * 25 Rupiah (bruto). Ini kerugian ketiga

Tetapi jika kita merealisasikan keuntungan ABCD dan kemudian uang nya kita belikan WXYZ,
* Dengan membeli emiten yang harganya sudah turun, maka kemungkinan untuk naik akan menjadi lebih besar. Ada turun pasti ada naik, ada turun dan turun pasti ada naik dan naik. Ini keuntungan pertama.
* Maka yang awalnya kita memiliki harta sebanyak 200 lot sekarang menjadi 243 lot. Harta kita sudah bertambah 43 Lot.
Perhatikan juga kolom “Val Buy”, Awalnya kita memiliki 200 Lot (ABCD & WXYZ) yang kita gunakan harta kita senilai 20.000.000 untuk membelinya, tetapi kini menjadi 243 Lot, uang yang kita gunakan untuk membelinya tetap 20.000.000. Tetapi sekarang kita masih memiliki harta berupa 3.000.000 Rupiah.
3.000.000 nya darimana? bertambah akibat tindakan Jual Untung (Take Profit) kita terhadap ABCD dan kemudian membeli WXYZ. Secara Rupiah pun kita bertambah. Ini keuntungan kedua
* Di posisi ini dividen yang akan kita dapatkan (asumsi ABCD & WXYZ tetap membagikan dividen) awalnya adalah 20.000 lembar * 25 rupiah (bruto) kini bisa mendapatkan dividen 24.300 lembar * 25 Rupiah (bruto). Ini keuntungan ketiga.


Kira kira begitulah pemikiran dasarnya.
Setiap tindakan membeli pasti mengandung 2 kemungkinan. Benar beli (Untung) dan Salah beli (Rugi).
Nah, selama emiten yang kita beli sudah memiliki banyak poin pengaman, kita bisa menghilangkan kemungkinan salah beli dengan menukarkannya dengan waktu. Biarkan waktu yang akan merubah kerugian menjadi keuntungan.
Tetapi harus menunggu berapa lama? Nah inilah yang kita tidak bisa menjawabnya, bisa sehari, seminggu, setahun atau bahkan mungkin 10 tahun. Oleh karena itu kita harus minta kompensasi juga terhadap waktu tunggu yang sudah kita berikan. Berupa apa?
Ya berupa Dividen…..

Ingat ingat aja….
Ketika kita menyetorkan 20.000.000 kedalam RDI kita, saat itu kita memiliki harta sebesar 20.000.000 rupiah.
Ketika kemudian 20.000.000 itu kita belikan ABCD & WXYZ masing masing sebanyak 100 lot. maka saat itu harta kita bukan lagi 20.000.000 rupiah tetapi adalah 200 Lot Saham.
Yang penting pemilihan emitennya sudah benar aja.

Kakdr Way – Yang Penting Jangan Rugi Dulu , Karena dengan tidak rugi artinya sudah untung.

ps. Artikel ini juga berhubungan erat dengan artikel KIRI – KANAN
KIRI = HARTA
KANAN = HARGA

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*