Euro Trip 2019 – Semua dimulai dari sini

Bandara Soekarno Hatta Terminal 3, akhirnya kami (gue dan ipie) berada disini. Ruang tunggu berapa? Qatar Airways menunggu penerbangan yang akan membawa kami menuju Doha dan dilanjutkan ke Zurich Swiss.

Setelah 10 bulan googling, mulai dari hunting tiket murah, ngubek ngubek google maps mempelajari letak berbagai kota/negara di daratan Eropa, mencari tahu kuliner khasnya dan bahasa yang dipakai, kemudian mulai mencari tahu mengenai akomodasi, mengenai transportasi dalam kota dan antar kota atau antar negara, sampai akhirnya mempelajari jarak dan waktu tempuh antar kota/negara.
Setelah 3x ganti itinerary barulah menemukan rute yang dirasa pas.

Awalnya kami ingin melakukan perjalanan ini dengan nyetir sendiri seperti tradisi roadtrip kami selama 4 tahun terakhir. Tetapi atas pertimbangan banyaknya negara yang akan di kunjungi yang berarti harus mempelajari banyak peraturan berkendara setiap negara yang akan di singgahi atau dilewati, belum lagi masalah posisi setir (Eropa setir dikiri sementara Indonesia setir di kanan) akhirnya kami memutuskan perjalanan kali ini kita TrainTrip aja. Sekalian cobain sistem kereta api Eropa yang katanya sangat baik. Lagipula kalau sewa mobil sih mobilnya memang keren keren, tapi biaya sewa mobil dan biaya bensin nya mihil bingitzzz hihihihihi

Hobi roadtrip ini dimulai tahun 2014, waktu itu cuma pengen tahu rasanya roadtrip itu kayak apa sih? Gimana rasanya nyetir sendiri (sama keluarga) jarak jauh?
Akhirnya coba nyetir dari Jakarta sampai Semarang, eh tau taunya kebablasan sampai ke Bali. hihihihihi
Roadtrip selanjutnya lebih gahar lagi, kebablasannya bahkan sampai Lombok!
Dan setelah beberapa roatrip selanjutnya (Jalur Utara, Selatan, Trans Jawa uda pernah rasain semua) tau taunya tahun 2018 uda lagi nyetir di New Zealand.

Roadtrip New Zealand 2018 – Jejak kota 21 hari nyetir

Waktu hunting tiket, taunya cuma mau ke eropa. Tapi negara mana? kekota mana? Gak Tau! Dapat tiket murah kemana, ya kita kesitu hihihihi.

kenapa Eropa? Nantikan jawabannya beberapa hari lagi ya hihihihihi

Dari pengalaman beberapa kali roadtrip keliling Jawa dan New Zealand, kami sampai pada kesimpulan kalau Jadwal tidak usah terlalu padat, yang penting adalah kualitas kunjungannya, bukan kuantitas kunjungannya. Kalau gak puas kan bisa pergi lagi :p

Tentukan dulu mau kemana. Ketika berpindah tempat bisa sekalian mampir kemana? itung itung sekalian lurusin kaki. Disana ada apa? Kulinernya apa? Wisata (terutama yang gratisan hehehe) yang menarik dan antiknya apa?

Enaknya jalan sendiri adalah kita bebas mengatur waktu. Menentukan mau kemana, mau berapa lama? mau mulai jalan jam berapa? mampir kemana? tidur dimana secara fleksibel. Kalau dirasa enak kita bisa lamaan dikit tapi kalau ternyata gak ada apa apa bisa langsung jalan lagi.

Seperti saat perjalanan menuju Queenstown dari Franz Josef (New Zealand) kami baru bisa check in di hotel jam 1 subuh karena keasikan berfoto dan bermain di sebuah danau yang membeku. Sampai lupa waktu wkwkwkw.

Yang terutama adalah No rutinitas 6 7 8 setiap harinya!
Jam 6 morning call, jam 7 sarapan, jam 8 berangkat.

Tiket pesawat kami dapatkan di sebuah perhelatan travel fair, Jakarta Zurich PP 8 juta dengan Qatar Airways. Bayar pake kartu kredit BCA dapat cashback 500 ribu. Bisa cicil 6X tanpa bunga pulak. Bayangkan, terbang total 30 jam lebih dengan pesawat Airbus A350-900 cuma 7.5 juta per orang uda pergi pulang… Bungkussssss.
Selesai bayar tiket pesawat, baru cari cari booth yang jual asuransi karena untuk apply visa Schengen wajib di cover asuransi selama perjalanan.

Selanjutnya mulai deh tanya tanya mbah Google. Eropa itu apa, Zurich itu dimana, ada apa disana, kota terdekat selanjutnya dimana, negara terdekat dimana, termasuk negara yang berlaku Visa Schengen atau tidak, sehingga akhirnya terbentuk lah rute yang menurut kami cukup menyenangkan dan ekonomis hehehe.
Selain Google kami juga menggunakan bantuan beberapa aplikasi seperti Agooda, Airbnb, Booking.com , DB Navigator , Omnio , Rail planner , Tokopedia, Traveloka & TripAdvisor.

Bagian terberat ini hampir keseluruhan dikerjakan oleh ipie, belahan hati gue hehe. Dari sini ini ke situ naik apa, jam berapa, connecting train/bus nya gimana, naiknya dari mana, turunnya dimana, hotel terdekat dimana, apakah dekat pusat kota atau tidak, gampang cari makan atau tidak, di kota tujuan mau ngapain aja, mau kemana dan lain lain sebagainya.
Dan yang paling pentingnya adalah sesuai budget apa nggak? inilah mengapa gue bilang kerjaan ipie paling berat wkwkwkwk.
Sementara bagian terberat lainnya, gue yang kerjakan yaitu serahkan kartu kredit. hihihihihi

Akhirnya di bulan Oktober kami mengurus Visa Shchengen, lalu november kami membeli Eurail Global Pass dan memesan tiket kereta yang tidak di cover oleh Eurail Global Pasa yang kami beli. Terakhir mulai ngubek ngubek mencari senjata pamungkas yang paling penting untuk perjalanan ini yaitu paket data internet.

Kami mempersenjatai diri kami dengan 2 kartu paket data untuk perjalanan kali ini.

1 kartu dengan quota data 12 giga (tidak bisa tethering) dan 1 kartu dengan quota 20 giga (bisa tethering) Kedua kartu ini memiliki masa berlaku 30 hari sejak diaktifkan pertama kali dan bisa dipakai di 31 negara di eropa. Juga ada bonus bebas bicara selama 3.000 menit plus bonus 3.000 SMS. Harga ke 2 kartu ini gak sampe 900rb. gak mahal kan? hihihihihi

Oke deh, sampai disini dulu cerita “Euro 2019 – Semua dimulai dari sini”. Sebentar lagi sudah mau boarding. Nantikan cerita kami selanjutnya saat kami tiba di Zurich nanti ya. Stay tuned & Keep Update.

Akhir kata, Happy Holiday Paman & Bibi sekalian.

Baca cerita lanjutannya di : Day 1 – Zurich (Swiss) 13 Desember 2019
Cerita lengkap bisa dibaca di Euro Trip 2019

Artikel ini adalah cerita gue sebagai Kakdr, nantikan cerita yang lebih menarik versi Ipie ya. Untuk Foto & Video lengkapnya bisa dilihat di Facebook dan Youtube

About Kakdr 238 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*