Kiri dan Kanan

ilustrasi 1

*Seluruh ilustrasi pada artikel ini menggunakan asumsi harga beli adalah 1.000 Rupiah dan Dividen 35 Rupiah


Coba perhatikan Kolom I dan Kolom K
Kolom I (Kiri – Total Modal) itu adalah hasil dari kita mengubah satuan harta kita dari Rupiah menjadi Lot atau Lembar saham emiten tertentu.
Kolom K (Kanan – Sisa Modal) itu adalah hasil jika kita mengubah kembali satuan harta kita dari Lot menjadi Rupiah

Kolom K itu sifatnya dinamis, artinya angka terus berubah seiring dengan terjadinya proses jual beli di bursa. Jika harga naik maka kolom K akan ikut naik dan akan turun jika harga turun
Sementara Kolom I itu bersifat tetap, artinya apapun yang terjadi di kolom K, nilai dari Kolom I itu tidak akan berubah (kecuali jika terjadi Stock Split atau Reverse Stock Split). Harga naik ataupun turun jumlah Lot atau lembar atau Modal Beli kita tidak akan berubah.
Selama tidak di jual maka setiap tahunnya kita akan memperoleh dividen sebanyak 35 Rupiah dikalikan 20.000 lembar

Sekarang coba perhatikan Kolom I6 dan K6.
Kolom I6 adalah jumlah dari uang kita yang kita belikan emiten AAAA & BBBB masing masing 10 juta dengan sisa uang 5 juta. Total 25 juta


Jika kita menjual emiten AAAA (Take Profit) dan membelikan 100 Lot emiten CCCC di harga 1.000, maka yang akan terjadi adalah:

ilustrasi 2

Dengan menjual AAAA kita akan mendapatkan uang sebesar 15.000.000 Rupiah, yang jika kemudian kita belikan 100 Lot CCCC di harga 1.000, maka akan tersisa uang sebesar 5.000.000

Sekarang coba perhatikan Kolom I19 (ilustrasi 2), bandingkan dengan Kolom I6 (ilustrasi 1). Dengan menjual AAAA di harga 1.500 dan membeli BBBB, Grand Total uang kita di kolom I telah berubah dari 25.000.000 menjadi 30.000.000 (ada kenaikan 5 juta rupiah) sementara Grand Total di Kolom K jumlahnya sama yaitu 27.000.000.
Dengan Aksi Take Profit AAAA, uang yang kita gunakan untuk membeli emiten di portofolio kita sudah naik dari yang awalnya 25.000.000 menjadi 30.000000.
Jika kemudian keadaan ilustrasi 2 kita biarkan setiap tahunnya kita tetap akan mendapatkan dividen 35 Rupiah kali 20.000 lembar.

Jika kita menjual AAAA yang sudah untung dan membiarkan BBBB pada posisi nyangkut dengan asumsi bahwa pemilihan emiten sudah benar, kenaikan harga hanya tinggal tunggu waktu.
baca : http://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-2-basic-strategy/
baca : http://kakdr.com/pengertian-pbv-der-roe-dividen/


Tetapi jika kita malah menjual emiten BBBB (Cut Loss) dan membelikan 100 Lot emiten CCCC di harga 1.000, maka yang akan terjadi adalah:

Ilustrasi 3 & 4


Dengan menjual BBBB kita akan mendapatkan uang sebesar 7.000.000 Rupiah, yang jika kemudian kita belikan 100 Lot CCCC di harga 1.000 (lihat kolom F27), maka kekurangannya kita harus ambil dari sisa cash kita yang awalnya adalah sebesar 5.000.000 (lihat ilustrasi 1 kolom I5).
Kita tetap memiliki 20.000 Lembar saham secara keseluruhan, setiap tahunnya kita tetap mendapatkan dividen 35 Rupiah dikali 20.000 lembar. TETAPI itu artinya ada yang harus kita korbankan. yaitu cash kita yang tadinya 5.000.000 kini tersisa 2.000.000.

Jika kita tidak mau menggunakan sisa cash kita yang 5.000.000 itu artinya kita hanya bisa membeli 70 Lot CCCC (lihat kolom F37). Dalam posisi ini posisi cash kita tetaplah 5.000.000
TETAPI itu tetap ada yang harus kita korbankan. yaitu 100 Lot BBBB ditukar dengan 70 Lot CCCC. Dividen yang awalnya kita terima 35 Rupiah kali 20.000 sekarang berubah menjadi 35 Rupiah kali 17.000 lembar.

Dengan Aksi Cut Loss BBBB, uang yang kita gunakan untuk membeli emiten di portofolio kita menjadi turun dari yang awalnya 25.000.000 menjadi 22.000000. Apapun opsi yang kita pilih.


Sekarang coba bayangkan, jika kita memiliki 2 tangan, dan ada 100 buah kaleng yang harus kita pindahkan dari ruang A ke ruang B.
maka jika setiap kali memindahkan, kita bisa memindahkan 2 kaleng sekaligus. sehingga total kita perlu bolak balik 50X untuk memindahkan 100 kaleng tersebut.
Tetapi sekarang jika kita potong sebelah tangan kita. hanya tersisa 1 tangan yang bisa digunakan. Maka sekarang kita harus 100X bolak balik untuk memindahkan 100 kaleng tersebut.

Inilah yang terjadi jika kita terlalu sering Cut Loss.
Mungkin kita menganggap hanya cutloss 5%. tetapi harus diingat dengan Cut Loss 5% itu artinya selanjutnya kita membutuhkan profit 5.26% hanya untuk kembali ke modal awal.
Jika kita melakukan cut loss 5% sebanyak 5x berturut turut, maka jika modal awal kita adalah 1.000.000 rupiah, setelah 5x Cut Loss masing masing 5% tersisa 773.780 Rupiah.
5X Cut Loss kita kehilangan modal sebesar 22.62%
dengan kehilangan 22.62% modal, artinya hanya untuk kembali ke modal awal saja, kita butuh mencari keuntungan sebesar 29.23%.
efek turun naik bisa dibaca di : http://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-3-math-way/

Cut Loss bukan satu satunya solusi. selama emiten yang kita pilih memiliki track record baik (dividen rutin), memiliki fundamental yang baik (PBV DER ROE) kita dapat menukarkan resiko cut loss dengan waktu.
Harga itu hanya ada Naik atau Turun.
Jika hari ini turun, maka esok kemungkinan naik lebih besar.
Jika esok masih turun, maka esok kemungkinan naik menjadi lebih besar lagi.
Kita hanya perlu menunggu saatnya tiba. Toh selama menunggu, kita diberikan ongkos tunggu berupa dividen.


Lalu bagaimana ilustrasi jika kita menjual emiten AAAA (Take Profit) dan Averaging Down BBBB?

Fungsi dan Tujuan Averaging Down (selama emiten yang kita pilih benar) dapat di baca di: http://kakdr.com/turun-30-cuan-50/
Ingat!!! pemilihan emiten yang benar itu sangat penting!!!

Coba perhatikan Kolom B48 dan B49:
Dengan asumsi dividen adalah 35 Rupiah.
*Maka ketika kita membeli di harga 1.000 Dividen Yield (Ongkos Tunggu Take Profit) yang kita dapatkan setiap tahunnya adalah sebesar 3.15%.
*Jika kita averaging Down di harga 700, maka Dividen Yield (Ongkos Tunggu Take Profit) nya akan naik menjadi 4.5%
*Jika kita averaging Down lagi di harga 490, maka Dividen Yield (Ongkos Tunggu Take Profit) nya akan naik menjadi 6.42%
*Dan seterusnya, semakin turun harga, semakin naik dividen yieldnya.

Template AVG Plan & TePe Plan dapat di Download di: http://kakdr.com/avg-tp-plan-template-ala-kakdrway-upd-april-2019/

Naik dan Turun itu seperti Siang dan Malam.
Pasti ada siang dan malam, pasti ada turun dan naik.
yang penting kelakuan kita baik (PBV<1, DER<1, ROE Positif, DIVIDEN Rutin) sampai akhirnya semua pasti akan baik baik saja. Hanya masalah waktu.

Tetapi jika kelakuan kita tidak baik (PBV Tinggi, DER Tinggi, ROE Negatif, DIVIDEN tidak pernah bagi) mau siang kek, mau malam kek, cuma tinggal tunggu waktu hukuman datang.

About Kakdr 240 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*