Harga itu Gelombang

Harga cuma bergerak Naik atau Turun seperti gelombang

Dan kita adalah Papan nya

Jika kita bisa menempatkan diri diatas air maka kita akan selamat
Tapi jika kita menempatkan diri kita didalam air maka ada kemungkinan kita bisa hancur berkeping keping

Beli semampu hilang (uang)
Bisa sabar (waktu)
Kontrol emosi (mental dan mindset)
Dividen Rutin (ongkos tunggu)
Bisa pake Kalkulator

Biasakan berhitung dengan persen

Kalau awalnya kita beli di harga 200
Bukan turun 10 tick (misalnya) tambah beli
Karena fraksi di harga 200 itu sekali turun 1 rupiah
Dengan fraksi 1 Rupiah per tick
Maka turun 10 tick itu cuma turun 10 Rupiah
Tapi turun 10% (misalnya) baru tambah beli
Di Harga 200 turun 10% itu turun nya 20 Rupiah

Nah, turun 10% kita tambah beli
Atau turun 5% sudah tambah beli
Atau turun 50% baru tambah beli
Semua kembali ke kondisi RDN dan Sisa uang dingin kita masing-masing

Si A punya kesanggupan tiap turun 10% sudah bisa tambah beli
Kita cuma sanggup turun 50% baru bisa tambah beli

Yang benar yang mana?
Turun 10% sudah tambah beli atau turun 50% baru tambah beli
Disini seringkali faktor HOKI lah yang berperan penting

Jika kita anggap setiap titik adalah 1 tahun

Jika kita beli di titik 0 tahun di harga 4.400
Di tahun 1 ketika harga sedang turun sampai 930 kita diamkan
Tahun ke 2 ketika harga naik kembali ke 4.000 kita masih tidak bisa keluar karena posisi kita masih Floating Loss 4.000/4.400 = 9%
Tahun ke 3 kembali Floating Loss 3.500/4.400 = 20%
Tahun ke 4 akhirnya kita Floating Profit 5.400/4.400 = 22%
Tapi ada kemungkinan di sini kita akan mempertimbangkan antara keuntungan (yang 22% jika direalisasikan) dengan waktu tunggu
Waktu tunggu 4 tahun masa untungnya cuma 22%?
Tahun ke 5 KALAU di tahun ke 4 kita merasa Reward dan Waktu Tunggu tidak cocok dan tidak kita realisasikan keuntungan, sekarang kita kembali ke kondisi Floating Loss 1.400/4.400 = 68%

Tapi jika di tahun 1
Di harga 900
Ketika posisi Floating Loss 900/4.400 = 80% kita melakukan Aksi Averaging Down

Maka di tahun ke 2
Ketika harga naik ke 4.000
Saat itu secara keseluruhan kita sudah posisi untung cukup besar
Kita sudah bisa keluar tanpa harus mempertimbangkan Reward dan Waktu Tunggu nya tidak cocok

Disinilah fungsi Averaging down sangat penting
Memang kita menambahkan resiko dengan melakukan Averaging Down
Tapi seringkali tanpa menambahkan resiko , harapan untuk mengubah rugi menjadi untung sangat kecil kemungkinannya bisa terjadi

Jika sanggup, lakukan Averaging Down sebanyak uang pembelian sebelumnya
Jika berat, lakukan Averaging Down sebanyak lot pembelian sebelumnya
Jika masih berat, lakukan Averaging Down sebanyak 50% lot pembelian sebelumnya, atau 25% atau 10% atau terserah lah berapa persen , semampu kita hilang lagi aja
Selamat pagi Tuhan memberkati

Donasi untuk pemeliharaan blog kakdr.com

About Kakdr 479 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply