
Ini adalah perbandingan pertumbuhan porto ipot dan mirae gue tahun 2022
Antara titik tertinggi tahun 2022 dan tutup tahun 2022
Titik tertinggi pertumbuhan total porto ada di bulan september
Jika total pertumbuhan di titik tertinggi nya (September 2022) adalah sebesar 1.625.860
Maka di tutup nya (Desember 2022) adalah turun menjadi 1.000.000

Ini seirama dengan IHSG yang juga mencapai titik tertinggi nya di bulan September 2022 (naik 11.19%)
Dan turun kembali sampai tahun 2022 ditutup dengan kenaikan tinggal 4.09%
Nah, coba sekarang kita lihat
Dari titik tertingginya di bulan september yang 11.19%
Sampai tutup tahun yang tersisa 4.09%
Terjadi penurunan sebesar 63.45%
Tetapi dari sisi portofolio, Secara keseluruhan (capital gain dan dividen gain) hanya terjadi penurunan sebesar 38%
Ini terjadi karena tidak terjadi penurunan di sisi Dividen Gain
Dividen Gain itu sifatnya sudah real
IHSG dan Portofolio kita kemudian mau naik ataupun turun, angkanya sudah Fixed
Sama seperti kita merealisasikan TP1 TP2 TP3
Ketika mencapai untung 50% kita sudah kunci keuntungan tersebut (tidak kita biarkan dia naik turun lagi)

Dititik pertumbuhan tertinggi (tumbuh 1.625.860)
Dividen Gain adalah 423.721
atau sebesar 26% dari total pertumbuhan
Ketika pertumbuhan turun ke 1.000.000
Dividen Gain tetap 423.721
atau sebesar 42% dari total pertumbuhan
Jadi disini fungsi dividen adalah
- Menahan portofolio ketika jatuh
- Sementara ketika portofolio naik, persentase nya terhadap total pertumbuhan mengecil tapi di kompensasi dengan Capital Gain nya bertambah
Sementara dari sisi Capital Gain yang seirama dengan IHSG yang turun
IHSG turun sebesar 63%
Capital gain hanya turun sebesar 52%
ini adalah berkat dividen juga
Ketika portofolio kita sedang turun (capital gainnya turun)
ada uang uang baru yang masuk ke RDN kita yang berasal dari Dividen
Uang uang dividen ini
Jika tidak kita pakai sifatnya adalah mengurangi penurunan capital gain
Sementara Jika kita pakai untuk dibelikan saham, disini ada 2 kemungkinan yang akan terjadi
- Sehabis beli langsung nyangkut
disini penurunan yang terjadi tidak mengurangi capital , tetapi mengurangi dividennya - Sehabis beli langsung naik
nah… disini kita ibarat double reward
Sudah dapat tambahan tenaga dari dividen
Dapat lagi tambahan tenaga dari capital gain dari dividen
Jadi disinilah keuntungan kita (retail) dibandingkan dengan IHSG
Kita bisa mendapatkan Dividen
IHSG TIDAK DAPAT DIVIDEN
Jadi ketika IHSG jatuh (asumsi porto kita juga bergerak seirama)
Dia akan jatuh tanpa penahan (dividen nya IHSG gak dapat)
Sementara porto kita jatuh dengan penahan (dividen)


Buktinya ada di Garis GAP
Garis GAP hanya bisa naik kalau
- Kenaikan IHSG < kenaikan porto kita
- Penurunan IHSG > penurunan porto kita
Kalau kita hilangkan faktor Dividen
Porto kita pasti akan jatuh lebih dalam dari IHSG
Kenapa?
Karena penurunan IHSG sehari hari itu paling banter 0.x% sampai 1.x%
Sementara porto kita itu dalam sehari bisa turun sampai 7% kalau sampai ARB
Jadi disini Dividen sudah membuktikan Plus Poin nya
Kalau kita tambahkan Plus Poin Waktu (Timeframe Panjang)
Kalau kita tambahkan Plus Poin Uang Dingin
Kemudian kita hitung pakai Kalkulator Compounding
sebenarnya cerita sampai kalah itu hampir gak ada

Logika Bego Bego
Kalau misalnya 30 Desember 2022 kemarin kita beli saham AAAA di harga 1.000
Pokoknya kita mau untung 15% per tahun
Maka Jika
Sebelum 31 Desember 2023 harga sudah naik ke 1.150 dan kita realisasikan
Kita sudah untung Capital Gain DAN SISA WAKTU GAIN
Sampai 31 Desember 2023 harga belum mencapai 1.150 tetapi sebelum 31 Desember 2024 harga sudah naik ke 1.323 dan kita realisasikan
Kita tetap sudah untung Capital Gain 15% per tahun (compound 2 tahun) DAN SISA WAKTU GAIN DITAMBAH DIVIDEN GAIN 1 Tahun
Sampai 31 Desember 2024 harga belum mencapai 1.323 tetapi sebelum 31 Desember 2025 harga sudah naik ke 1.521 dan kita realisasikan
Kita tetap sudah untung Capital Gain 15% per tahun (compound 3 tahun) DAN SISA WAKTU GAIN DITAMBAH DIVIDEN GAIN 2 Tahun
Kulit Pantat Tebelin Aja
Be the first to comment