Tuan A B C dan D sepakat membentuk PT ABCD dengan modal awal 1.000.000.000 Rupiah yang sumber dana nya berasal dari
Tuan A 510.000.000
Tuan B 225.000.000
Tuan C 225.000.000
Tuan D 40.000.000
Yang kemudian dalam Akte Notaris PT ABCD di terbitkan sebanyak 10.000.000 lembar saham yang mewakili modal 1 Miliar Tersebut
Modal = 1.000.000.000 Rupiah
Lembar Saham = 10.000.000 Lembar
Nilai (Nominal) per Lembar Sahamnya adalah 1.000.000.000/10.000.000 = 100 Rupiah per Lembar Saham sehingga kepemilikan masing-masing menjadi
Tuan A = 5.100.000 lembar atau 51%
Tuan B = 2.250.000 lembar atau 22.5%
Tuan C = 2.250.000 lembar atau 22.5%
Tuan D = 400.000 lembar atau 4%
*kepemilikan adalah dibanding Total 10.000.000 lembar saham yang diterbitkan
Ketika sedang mencari ruko untuk dijadikan tempat usaha, ada 2 pilihan ruko
Ruko 2 Lantai
Ruko 3 Lantai
kemudian Tuan A B C dan D melakukan rapat untuk memutuskan mau beli ruko yang mana
Tuan B C dan D memilih ruko 3 lantai
Tuan A memilih ruko 2 lantai
Akhirnya ruko 2 lantai yang di pilih
kenapa?
Karena walaupun Tuan B C dan D lebih memilih ruko 3 lantai,
tetapi hak suara mereka bertiga itu cuma 22.5% + 22.5% + 4% = 49%
Sementara ruko 2 lantai yang dipilih Tuan A memiliki 51% hak suara
Kemudian karena membutuhkan modal kerja tambahan Tuan A B C D sepakat tambah modal
Dibutuhkan modal tambahan 1.000.000.000 Rupiah lagi
Disepakati untuk menerbitkan lagi sebanyak 10.000.000 Lembar
Artinya nilai nominal per lembar nya disini adalah 1.000.000.000/10.000.000 = 100 Rupiah per Lembar nya
Tuan A memiliki Hak Tebus sebanyak 5.100.000 Lembar
Dengan catatan harus setor duit sebanyak 5.100.000*100 = 510.000.000 untuk menebus haknya
Tuan B memiliki Hak Tebus sebanyak 2.250.000 Lembar
Dengan catatan harus setor duit sebanyak 2.250.000*100 = 225.000.000 untuk menebus haknya
Tuan C memiliki Hak Tebus sebanyak 2.250.000 Lembar
Dengan catatan harus setor duit sebanyak 2.250.000*100 = 225.000.000 untuk menebus haknya
Tuan D memiliki Hak Tebus sebanyak 400.000 Lembar
Dengan catatan harus setor duit sebanyak 400.000*100 = 40.000.000 untuk menebus haknya
Tetapi karena (entah karena apa karena ini cuma karangan)
Tuan A memutuskan hanya menebus 3.900.000 Lembar dari Hak nya yang sebanyak 5.100.000 Lembar (ada sisa 1.200.000 lembar yang tidak ditebus)
Tuan B menebus seluruh hak nya yang sebanyak 2.250.000 Lembar
Tuan C menebus seluruh hak nya yang sebanyak 2.250.000 lembar
Tuan D memutuskan untuk tidak menebus Hak nya (ada sisa 400.000 lembar yang tidak ditebus)
Ada sisa 1.200.000 + 40.000 = 1.600.000 Lembar Saham Tidak di Tebus yang akhirnya di tebus oleh Tuan B dan C masing masing sebanyak 800.000 Lembar
Tuan A Tebus 3.900.000 Lembar dengan uang 390.000.000
Tuan B Tebus 2.250.000 + 800.000 = 3.050.000 Lembar dengan uang 305.000.000
Tuan C Tebus 2.250.000 + 800.000 = 3.050.000 Lembar dengan uang 305.000.000
Tuan D tidak menebus haknya
Total 10.000.000 Lembar Saham Baru yang diterbitkan habis terserap dan PT ABCD mendapatkan tambahan modal kerja sebanyak 1.000.000.000 Rupiah
Setelah itu karena kebutuhan, PT ABCD mencari ruko lagi
Ada 2 pilihan ruko lagi
Ruko 2 Lantai
Ruko 3 Lantai
Dalam Rapat,
Tuan A dan D memilih ruko 2 lantai
Tuan B dan C memilih ruko 3 lantai
Akhirnya ruko 3 lantai yang dipilih
Kenapa bisa begitu?

Ketika membeli ruko pertama (atau sewa), Tuan A memiliki hak suara sebanyak 51%
Walaupun Tuan B C dan D tidak setuju tapi mereka tetap kalah dalam suara
Karena total suara mereka cuma 49%
Sementara ketika membeli ruko kedua (atau sewa) suara Tuan A terdilusi karena dia tidak menebus seluruh hak Tebus saham baru nya
Sisa Hak Tebus Tuan A dan D yang kemudian ditebus oleh Tuan B dan C membuat hak suara mereka bertambah
Sehingga walaupun dalam pengambilan keputusan ruko kedua walaupun Tuan A di dukung oleh Tuan D
Suara gabungan Tuan B dan C masih lebih besar
Di Bursa Kita adalah Tuan D
Ketika Tuan A hanya menebus 3.900.000 lembar dari hak 5.100.000 lembarnya
Walaupun sudah menebus 3.900.000/5.100.000*100% = 76.47% haknya
Tuan A terkena efek dilusi yang menyebabkan dia kehilangan suara mayoritas nya
Hak Suara yang tadinya adalah sebesar 51% terdilusi menjadi tinggal 45%
Sementara ketika Tuan D karena tidak menebus haknya sama sekali Hak Suaranya juga terdilusi dari 4% menjadi 2%
Tetapi sebenarnya Tuan D menebus atau tidak menebus, tidak berpengaruh banyak.
Hak suaranya tetap minoritas
Karena cuma antara Hak Suara menjadi 2% (karena tidak ditebus) atau tetap 4% (kalau ditebus)

Misalnya deh kita ambil contoh BJBR
Total saham beredarnya adalah 10.5 miliar lembar
kita punya berapa lembar?
1.000.000 Lembar?
1 juta lembar dari 10.5 miliar lembar pun hak suara kita cuma 0.00095% hak suara
Terdilusi 50% pun haknya menjadi 0.000475%
Ini kalau kita punya 1.000.000 Lembar
Kalau cuma punya 100.000 Lembar?
Kalau cuma punya 10.000 Lembar?
Kalau cuma punya 1.000 Lembar?
atau kalau cuma punya 1 Lot di Porto Kita?
Jadi ditebus atau nggak pun (seandainya BJBR Right Issue) kita tetap cuma Team Hore kan?
Yang harus kita pikirkan itu adalah Harga Teoritis nya setelah Right Issue
Karena disini kita bukan Tuan A B C atau D
Yang ketika menebus Hak nya menggunakan Nilai Nominal
Sementara kita harus menebus Hak kita dengan menggunakan Harga
Makanya disini minimal minimal kita harus paham…
Nilai Buku (BV) itu apa?
Harga (PBV) itu apa?
Nilai Nominal itu apa?
Harga itu apa?
Awalnya PT ABCD menerbitkan 10.000.000 lembar saham dengan Nilai Nominal 100 Rupiah
Saat itu Nilai dari 1.000.000 Lembar adalah 100*10.000.000 = 1.000.000.000 Rupiah
Kemudian diterbitkan lagi 10.000.000 lembar baru dengan nilai nominal 100 Rupiah juga
Total menjadi 10.000.000+10.000.000 = 20.000.000 lembar
Total Modal menjadi 1.000.000.000+1.000.000.000 = 2.000.000.000 Rupiah
Nilai Nominal per lembarnya adalah 2.000.000.000/20.000.000 = 100 Rupiah
20 juta lembar saham dengan nilai nominal (rata rata) 100 Rupiah per lembarnya
Tetapi kalau pada saat penerbitan saham kedua (right issue) saat itu diputuskan harga tebus nya adalah 50 Rupiah (Total Modal yang ditambahkan adalah 50*10.000.000 = 500.000.000 Rupiah)
Maka Total menjadi
10.000.000 + 10.000.000 = 20.000.000 Lembar
1.000.000.000 + 500.000.000 = 1.500.000.000 Rupiah
Nilai Nominal per lembarnya adalah 1.500.000.000/20.000.000 = 75 Rupiah
20 juta lembar saham dengan nilai nominal (rata rata) 75 Rupiah per lembarnya
Sampai di disini yang kita bicarakan adalah Nilai Nominal
Sementara di bursa, untuk mendapatkan selembar saham, yang harus kita bayar adalah Harga bukan Nilai Nominal
Nilai Nominal itu ibarat Nilai Buku
Jadi disini selain harus mengerti perbedaan Nilai Buku (BV) dan Harga (PBV)
kita juga harus mengerti perbedaan Nilai Nominal dan Harga
Ini uda gak bisa di tawar tawar lagi

Penjelasan:
Tahun 2010 ketika BJBR Listing di Bursa
Waktu itu emiten menerbitkan sejumlah saham dengan nilai nominal 250 Rupiah (A)
Yang kemudian ditawarkan ke public dengan Harga 600 Rupiah (B)
Sekarang kalau kita mau memiliki nya, selembar saham BJBR di hargai 1.375 Rupiah (C)
Harga Teoritis
Anggap lah total saham di terbitkan sebuah emiten (AAAA) adalah 1.000.000 lembar
kita beli sebanyak 1 lembar di harga 1.375
Kemudian AAAA mengumumkan akan menerbitkan 1.000.000 lembar saham baru yang harga tebusnya adalah 625
Kalau awalnya kita punya 1 lembar saham AAAA yang kita beli dengan harga 1.375
Kemudian kita tebus lagi 1 lembar hak tebus di harga 625
kita tentu akan menganggap kita memiliki 2 lembar AAAA dengan harga beli rata-rata adalah (1.375+625)/2 = 1.000 Rupiah selembar nya kan?
Kalau kemudian harga nya tetap di angka 1.375 ya kita jual aja semuanya dapat untung 375 Rupiah atau 37.5%
Tetapi semua orang juga berpikiran seperti itu
Dan pasar juga tau
Kemarin (saat cum date)
Ada 1.000.000 lembar saham AAAA yang di hargai 1.375 Rupiah
Malam nya (saat exdate)
Ada penambahan 1.000.000 lembar baru yang di hargai 625 Rupiah
Hari ini (Saat Exdate)
berarti ada 2.000.000 lembar saham AAAA dengan rincian :
1.000.000 lembar harga 1.375
1.000.000 lembar harga 625
Sehingga rata-rata 2.000.000 lembar harganya adalah (1.375+625)/2 = 1.000 per lembar nya
Oleh pasar hari ini harganya langsung disesuaikan menjadi 1.000
Inilah Harga Teoritis
Karena kalau harga tetap di perdagangkan di harga 1.375 ya gak ada yang mau beli, tapi semua mau jual
Nahhhhhh…
Harga teoritis ini lah yang harus kita pikirin…
Kalau kita beli selembar saham AAAA di harga 1.375
Lalu kita tidak Tebus Hak kita,
Berarti modal beli selembar AAAA Kita tetap 1.375
Sementara besoknya harganya langsung turun menjadi 1.000 Rupiah (karena efek harga teoritis)
Jadi karena tidak di Tebus, kita langsung mengalami posisi Floating Loss 1.000/1.375 = 27.2%
Tetapi kalau kita tebus hak kita,
Berarti modal rata rata selembar AAAA kita menjadi ((1*1.375)+(1*625))/2 = 1.000 Rupiah
di harga teoritis 1.000 kita tidak mengalami posisi Floating Loss
Tapi untuk itu kita Harus menambahkan modal lagi (untuk tebus)
Tetapi kalau kita mengerti mengenai apa itu Right Issue (di mengerti bukan di hafal)
Right Issue itu tidak selalu berakibat jelek
Right Issue malah bisa menciptakan kesempatan seperti yang biasa dilakukan oleh para Akhlakless di https://t.me/kakdrway
Kalau kita punya 2 lembar saham AAAA yang kita beli di harga 1.375
Yang kemudian mengumumkan Right Issue dengan rasio 1:1 (saham lama ada 1 juta lembar, mau terbit lagi 1 juta lembar) dengan harga tebus 625
Oleh para akhlakless di KakdrWay Akademi kalau gak ada niat tebus, bisa di Sort – Tebus
Misalnya mereka punya 2 lembar saham yang dibeli di harga 1.375
Oleh mereka di jual dulu 1 lembar (misalnya di harga 1.375 juga)
Disini mereka mendapatkan uang sebesar 1.375
Sisa 1 lembar saham punya hak tebus 1 lembar
Mereka tebus 1 lembar hak nya di harga 625
Disini mereka mengeluarkan uang sebesar 625
Masih ada sisa uang 1.375 – 625 = 750
Mereka kembali punya 2 lembar saham
Yang kalau dicari rata rata harga per lembarnya adalah
((1*1.375)+(1*625))/2 = 1.000 Rupiah
Modal beli yang tadinya 1.375 Rupiah
Setelah di Sort – Tebus turun menjadi 1.000 Rupiah
Harga Teoritis setelah Exdate juga turun menjadi 1.000 Rupiah
Mereka berhasil menurunkan modal beli yang tadinya 1.375 menjadi 1.000 Rupiah Tanpa harus mengeluarkan uang tambahan
Klik di sini jika anda ingin memberikan donasi untuk membantu Kakdr meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini.
Terima Kasih
Be the first to comment