Menetralisir Kerugian Waktu

Klik tautan ini Jika pembaca merasa isi dan materi blog kakdr.com berguna dan memberikan manfaat,
Dan ingin memberikan donasi (untuk membantu meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini)

Terima Kasih

Setiap kali kita merealisasikan keuntungan (berupa rupiah) sebenarnya saat bersamaan kita juga merealisasika kerugian yaitu berupa waktu
Untuk mendapatkan keuntungan Rupiah
Tanpa kita sadari sebenarnya kita sudah membayarnya (mengorbankan) dengan waktu
Jadi disini seharusnya kita juga harus punya 1 patokan berapa sih harga waktu kita?

Sebagai seorang penangkap pisau jatuh (ini berarti gue sedang menangkap downtredn atau bearish) anti cut loss
ditambah tidak menggunakan analisa fundamental maupun teknikal
Diversifikasi lebar pulak
Kemungkinan sampai salah beli sudah tidak bisa dihindarkan lagi
Tetapi berdasarkan pengalaman yang gue lalui, jual beli saham dengan analisis apapun juga bisa salah.
Jadi disini daripada berusaha mengubah ubah metode supaya bisa me nol kan kemungkinan beli saham yang nyangkut gue lebih memilih untuk mencari antisipasi jika terjadi resiko yang bisa membuat gue tetap bisa keluar tanpa rugi.

Jadi apapun hasilnya, gue bisa tetap untung
Kecuali kalau sampai delisting gue kalah semua

Ketika kita membeli sebuah saham dan ternyata harganya malah turun, disini posisi kita sebenarnya sudah kalah 0-1 duluan
Sama seperti pertandingan sepak bola
Ketika sudah posisi ketinggalan 0-1, mau gak mau kita harus mengorbankan pertahanan untuk menambahkan posisi menyerang

Kalau kita malah memperkuat pertahanan, maka posisi kita cuma antara 2
Seri atau Tambah Kalah
Tidak ada opsi menang kecuali HOKI
Dan gue nggak pernah memasukan Indikator Hoki untuk mengharapkan menang

Setiap tahun gue selalu mencadangkan sebagian dari keuntungan tahunan, atau dari dividen atau dari sisa RDN untuk menambah posisi saham saham yang sudah nyangkut bertahun tahun
Tujuannya adalah supaya nanti ketika berhasil merealisasikan keuntungan (kalau gak keburu delisting) bisa untung rupiah tapi nggak rugi waktu

Seperti contoh kemarin dengan sisa RDN, setelah gue liat liat gak ada yang bisa dibelikan , kebetulan RICY sedang turun dan belum rebound
gue tambahkan ke posisi RICY gue yang sudah nyangkut sejak 2018

Pertama kali gue beli RICY adalah tahun 2018 di harga 165
Baru beli 2jt harga kemudian naik, jadi gue tambah beli yang menyebabkan modal beli gue naik menjadi 181
Dan ternyata malah turun kembali sampai 124 Rupiah yang membuat gue terpaksa melakukan averaging down di harga 124

Dari sini kita bisa belajar 2 kesalahan yang kita lakukan
yang pertama adalah Averaging Up itu kalau pas apes damagenya bisa sangat besar
yang kedua adalah :
Kalau kita liat tabel dibawah, ada terjadi penjualan sebanyak 410 Lot
Disini kita belajar kalau averaging down, usahakan averaging down sebanyak nominal (duit) jangan sebanyak lot agar hasil bisa lebih maksimal

Tapi selain belajar dari kesalahan, kita juga bisa belajar dari yang sudah benar
410 Lot Biang RICY di harga 181
410 Lot AVG1 Ricy di harga 124
ini berarti AVG1 dilakukan ketika posisi Biang Floating Loss 31.4%

Dan ketika di sort di harga 140 saat itu posisi biang berada di posisi Floating Loss 22.65%. Kalau:
Setelah di sort harga melanjutkan kenaikan berarti posisi floating loss biang kita akan semakin kecil dan membuka kesempatan untuk bisa merealisasikan TP1 TP2 TP3
Setelah di sort harga turun kembali sampai posisi biang kita Floating Loss 33% lagi kita bisa buyback sebagai AVG1

Jadi sampai tahun 2020 ternyata hasil dari ngesot di harga 140 adalah harga turun kembali, sehingga gue bisa buyback
Dan kemudian tahun 2020 karena sudah 3 tahun nyangkut gue putuskan untuk menggabungkan Biang & AVG1 menjadi Biang
Nah disini gue uda mulai proses menetralkan waktu nih

Kalau kita anggap Untung Waktu + Untung Uang 1 tahun adalah 18%
maka selama 3 tahun, secara compounding seharusnya sudah untung 64%
Untungnya disini adalah gue mulai Ricy dengan porsi yang gue sanggup hilang
Dengan digabungkan jadi 1 pun seandainya hilang gue masih sanggup

Disini, setelah digabungkan tahun 2020
Modal yang awalnya adalah 181 berhasil ditarik turun sampai 119 atau turun sebanyak 34.2%
Tapi Ingat penurunan modal beli yang sebesar 34.2% itu harus disertai dengan menambahkan resiko
Resiko nya apa?
Resiko nya adalah jika sampai delisting yang harusnya cuma hilang 2.310.000 naik menjadi 16.921.800 atau naik 632%

Penurunan modal beli (Reward) sebesar 34.2%
Disertai dengan kenaikan resiko sebesar 632%
Inilah kenapa diatas gue pake kalimat
Setiap tahun gue selalu mencadangkan sebagian dari keuntungan tahunan, atau dari dividen atau dari sisa RDN untuk menambah posisi saham saham yang sudah nyangkut bertahun tahun
Jadi seandainya sampai terjadi delisting, paling nggak yang hilang itu bukan modal kita
Tapi hasil usaha (untung)

Tahun 2022 kemarin, sebenarnya sudah ada kesempatan TP1
Tapi karena belum jodoh (dan ini bukan cuma dialami oleh gue atau kita saja, tapi bisa menimpa siapaun dengan metode apapun) harga sempat menyentuh 162
Tapi antrian gue gak kena dan akhirnya turun kembali sampai 75 Rupiah

Sekarang kita liat ya…
Tahun 2018 duit yang dipakai untuk beli RICY adalah 2.310.000
Yang kalau tahun 2018 berhasil untung 50%
Maka untungnya adalah 2.310.000*0.5 = 1.155.000

Tapi 2022 duit yang dipakai untuk beli RICY adalah 19.095.690
Yang kalau berhasil TP untung kemarin
Untungnya adalah sebesar 19.095.600*0.5 = 9.547.800

Tahun 2018 kalau untung = 1.155.000
Tahun 2022 kalau untung = 9.547.800
Ada kenaikan sebanyak 9.547.800/1.155.000*100% = 8.26X
sampai disini Kenaikan Resiko yang 632% (atau 6.32X) jadi sudah tertutup kan?)

Nah, karena tahun 2022 gagal TP
Modal RICY yang tadinya adalah 113 (tutup tahun 2019)
Sekarang turun lagi menjadi 101
Atau turun lagi sebanyak 101/113*100% = 10.6%

Diiringi dengan penambahan resiko sebanyak 22.400.694/15.881.290 = 41%
Reward Risk nya adalah 41% vs 10.6%
dibandingkan tahun 2020 adalah 632% vs 34.2%

Tahun 2023 ini artinya sudah 6 tahun
Kalau dihitung compound 18% per tahun artinya sudah harus TP minimal dengan keuntungan 169%
Maka Target TP1 50% uda gak bisa dipake lagi
Tapi minimal minimal harus TP1 100%

Tetap menggunakan metode TP1 TP2 TP3
Tetapi +50% +100% +200% berubah menjadi +100% +200% +300%
Kalau berhasil rata rata gabungan TP1 TP2 TP3 adalah untung 200%
berarti masih lebih tinggi dari perhitungan compounding 18% per tahun selama 6 tahun yang 169%

Apakah mungkin RICY bisa naik sampai 200?
Sekarang harga 75 berarti harus naik 166% loh….
entahlah bisa apa nggak
Tapi gue menggunakan metode ini di
MLPL https://kakdr.com/cerita-mlpl-di-bursa-waktu-itu-milik-kita/
MPPA https://kakdr.com/cerita-mppa-di-bursa-waktu-itu-milik-kita/
yang ternyata jangankan 166%
1.000% pun terjadi

Tapi kapan?
Entahlah
Yang jelas sekarang di posisi 75 Rupiah
Kalau bisa bertahan cukup lama disitu
gue punya kesempatan untuk tambah posisi (ini bisa menurunkan modal beli rata rata secara drastis karena posisi floating loss yang cukup dalam)

Selama harga bertahan di 75 atau lebih rendah
setiap penambahan resiko 2 juta (tambah posisi)
bisa menarik turun modal sebesar 2.9%

Dengan turunnya modal, berarti TP1 +100% nya juga ikut turun
Jika di harga beli 101 untuk bisa untung 100% harga harus naik ke 203
Maka di harga beli 98 untuk bisa untung 100% harga cukup naik ke 197
Diharga 203
2.220 Lot RICY dengan modal beli 101 Rupiah bisa menghasilkan keuntungan 22.519.040
di Harga 197
2.500 Lot RICY dengan modal beli 97 Rupiah bisa menghasilkan keuntungan 24.589.430

Tambahan….

Coba lihat posisi yang di blok Hitam
Sebelum di sort
Setelah berhasil buyback

Sebelum di sort, posisi Biang & AVG1 RICY saat itu adalah seperti ini
Biang posisi FL 22.96% (AVG standard KakdrWay adalah FL33%)
Nah, disini ngesot yang kita lakukan adalah ketika posisi AVG1 adalah Floating Profit 12.45%
410 Lot dibeli dengan uang 5.084.000 dan ketika dijual kita mendapatkan uang 5.740.000

Jika setelah di sort di harga 140 kemudian harga turun kembali ke 121
dimana posisi Biang kembali Floating Loss 33%
Maka disini kita bisa melakukan AVG1 ulang sekaligus memperbaiki harga Dan kita bisa mendapatkan Lot lebih banyak dengan uang yang kita dapatkan ketika jual di 140
Dengan uang 5.740.000 di harga 121 kita bisa mendapatkan kembali 474 lot…
64 lot lebih banyak di banding saat di jual

Ilustrasi RICY ini sekaligus menjelaskan teknikal yang disebut SOS
Sell On Strength
Dalam setiap bearish pasti ada sedikit uptrend didalamnya
ini bisa kita manfaatkan untuk jual dulu dengan tujuan memperbaiki posisi harga beli
Dalam setiap Bullish pasti ada sedikit downtrend didalamnya
ini kita bisa manfaatkan untuk buyback dengan tujuan cari untung tambahan 5% 10%

Semerah merahnya IHSG pasti ada emiten ARA
Sehijau hijaunya IHSG pasti ada emiten ARB

Pokoknya jual harus lebih tinggi dari harga beli
Dan beli harus lebih rendah dari harga jual
kita biarkan waktu yang menyusun komposisinya
kalau ada kesempatan kita ambil
kalau gak ada kesempatan kita main candy crush

About Kakdr 479 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply