
Kemarin (setelah berpikir diakhir minggu) gue memutuskan untuk melakukan aksi Tukar Guling yang memanfaatkan pemahaman (menurut gue) Probabilitas & “Probabilitas”
- Naik & Turun itu 50:50 terjadi bergantian
- Memperbanyak Emiten = Memperbanyak Probabilitas

BBNI yang gue jual sudah posisi untung (sudah naik) 100%
Floating Profit 100% yang sudah di tangan sekarang memiliki kemungkinan lebih besar untuk turun kembali.
Sedangkan seandainya yang terjadi kebalikannya (naik kembali) maka untuk kembali mendapatkan keuntungan sebesar 50% harga harus naik lagi sampai 9.500*1.5 = 14.250
Jadi kalau kita urutkan berdasarkan kejadian waktu adalah:
4.725 – Naik ke 9.450 – Naik ke 14.250
Atau kalau kita hitung dari 4.725 ke 14.250 sudah terjadi kenaikan sebesar 201.58%
DLTA lebih didasarkan atas waktu sideways yang sudah cukup panjang
ditambah Potensi Dividen yang lebih besar (dengan asumsi Dividen tahun 2023 sama dengan tahun 2022)
Potensi DY DLTA yang sebesar 7.84% artinya sudah sebesar 7.84/1.55% = 5X Potensi DY BBNI yang sebesar 1.55% (uda cek EPS 3Q 2022 yang secara hitungan memang mirip dengan EPS 3Q 2022)
Jadi disini gue pindah ke DLTA adalah lebih ke main aman
Sementara BBKP & PEHA lebih ke perhitungan mendapatkan lebih banyak akibat penurunan harga dan kenaikan yang diperlukan
Kita anggap BBNI BBKP & PEHA awalnya adalah sama sama seharga 1.000
Dengan posisi Floating Profit 100% artinya harga PEHA sudah naik sampai 2.000 Rupiah
Dengan posisi Floating Loss 38% artinya harga DLTA & BBKP sudah turun ke harga 620
Selanjutnya jika kita mengharapkan BBNI memberikan keuntungan tambahan lagi sebesar 50% maka harga harus naik lagi sampai 2.000*1.5 = 3.000
1.000 naik ke 2.000 naik ke 3.000
Sementara BBKP & PEHA untuk mendapatkan keuntungan 50% harga cukup naik ke 620*1.5 = 930
1.000 turun ke 620 naik ke 930
Ini namanya sudah untung 50% , walaupun sebenarnya masih turun 7% jika di bandingkan dari harga 1.000
Selain itu, jika kita tidak melakukan aksi antisipasi
PEHA yang dari 1.208 turun ke 746 (turun 38%)
(746-1.208)/1.208*100%
Selanjutnya untuk mengharapkan kembali modal saja PEHA harus bisa naik sebanyak 61.9%
(1.208-746)/745*100%
Dibutuhkan kenaikan sebesar 61.9% hanya untuk kembali modal, dan itupun kita masih rugi waktu
Sementara jika kita menargetkan Take Profit +38% juga…
Ingat aja, Risk & Reward itu minimal harus 1:1
Jika kita sanggup menahan Floating Loss sampai 10% maka kita juga harus sanggup menahan Floating Profit minimal 10% atau 20% (2x nya) baru direalisasikan keuntungannya, kalau nggak secara jangka panjang pasti kita kalah
Karena sudah menahan floating loss sampai -38%
maka sudah seharusnya kita menahan Floating Profit sampai +38% atau +76% (2x +38%)
Untuk mengubah Floating Loss -38% menjadi Floating Proft +38%
Harga PEHA harus naik ke 1.208*1.38 = 1.667
atau di harga sekarang 745, masih diperlukan kenaikan sebesar 123% baru kita bisa merealisasikan keuntungan +38%
Sementara untuk mengubah menjadi Floating Profit 76% harga masih harus naik ke 1.208*1.76 = 2.126
atau masih dibutuhkan kenaikan sebesar 184%
Apalagi BBKP yang sejak dibeli pertama kali (biang) di harga 277
di harga 109 sudah mengalami penurunan bukan hanya 38%
Tetapi sudah mengalami penurunan sebesar 60%
Untuk mengembalikan penurunan 60% diperlukan kenaikan sebesar 150% hanya untuk kembali modal

Sekedar hitung2an
jika di posisi sekarang kita tidak melakukan aksi Menambah Resiko (Averaging Down)
Maka untuk kembali modal saja, BBKP harus naik ke 218 Rupiah
Atau dari harga sekarang di 112
harga masih harus naik lagi sebanyak (218-112)/112*100% = 94%
Sementara jika kita melakukan Averaging Down
Maka untuk kembali modal sekarang BBKP cukup naik ke 164 Rupiah
Atau dari harga sekarang di 112
harga cukup naik sebanyak (164-112)/112*100% = 46%

Nah, dengan menjual BBNI dengan keuntungan 100%
artinya jika awalnya kita membeli BBNI sebanyak 2.7 juta (samain dengan nilai uang pembelian BBKP senilai 2.7jt)
Artinya kita melakukan Averaging down ini bukan dengan modal kita, tapi dari keuntungan

Dari harga 277 (biang) Turun ke 177
saat itu yang turun 277 – 177 = 100 Rupiah adalah sebanyak 100*100 = 10.000 lembar
10.000*(277-177) = turun 1.000.000
Dari harga 177 (AVG1) Turun ke 109
saat itu yang turun 177 – 109 = 68 Rupiah adalah sebanyak (100+157)100 = 25.700 lembar
25.700*(177-109) = turun lagi 1.747.600
Secara total sudah terjadi penurunan 1.000.000+1.747.600 = 2.747.600
Tetapi dari 109 jika kemudian naik kembali ke 164
saat itu yang naik 164-109 = 55 Rupiah adalah sebanyak (100+157+255)*100 = 51.200 lembar
51.200*(164-109) = naik 2.816.000
Langsung balik modal kan?
Inilah enaknya memanfaatkan matematika naik dan turun
1.000 turun ke 500 itu namanya turun 50%
Tapi dari 500 naik ke 1.000 itu namanya naik 100%
Bursa itu Kasino
Yang membedakan
Dibursa yang menyatakan kita menang atau kalah adalah Bandar
Sementara di Bursa kita sendiri yang menentukan kita menang atau kalah

Di Kasino ketika kita membeli BBKP di harga 277 dan ternyata turun
maka saat itu kita dinyatakan kalah dan uang kita langsung diambil
Ketika kita membeli lagi BBKP di harga 177 dan ternyata turun lagi
maka kita di nyatakan kalah lagi dan uang kita langsung diambil lagi
Baru ketika kita membeli lagi di harga 109 dan (anggap) naik ke 164
kita dinyatakan menang, tetapi uang kekalahan di harga 277 dan 177 tidak dikembalikan
Tetapi di bursa…
Ketika kita beli di harga 277 dan 177 dan ternyata turun
uang kita baru diambil KETIKA kita mengakui kekalahan
Jika kita tidak akui, uang itu tidak bisa diambil
Sementara ketika kita beli di harga 109 dan ternyata naik
kita bisa ambil dulu uang kemenangan tersebut
Sementara tarohan di harga 177 dan 277 Tetap Belum diambil selama kita Tidak Mengakui Kekalahan Tersebut
Sementara di bursa kita punya 1 senjata pamungkas yaitu WAKTU
Latihan pantat aja supaya sanggup duduk panjang
Akhirnya, secara probabilitas cerita diatas baru sebatas teori, baru sebatas hayalan atau opini
Hasil akhirnya gimana?
mari kita tunggu jawabannya besok lusa
Be the first to comment