Averaging Down – Catat di Pisah JANGAN di Gabung

Ini adalah perbedaan yang Kelihatannya Kecil Tapi akibatnya Besar mencatat Averaging Down Terpisah dengan di Gabung

Jika kita membeli sebuah pisau jatuh (harga sudah turun 50% dari harga tertingginya) dengan Plan:
Take Profit jika mencapai target Floating Profit +50%
Averaging Down jika mencapai target Floating Loss -33%

Dengan mencatat terpisah, jika kita membeli pertama kali di harga 500 dan harga malah turun,

Maka AVG1 baru perlu dilakukan di harga 335 (500*0.67) dengan target baru:
Take Profit jika harga kemudian naik kembali ke 503

AVG2 jika harga melanjutkan penurunan ke 224

perhatikan…
Dengan mencatat terpisah,
Di Harga 335 posisi AVG1 kita adalah 0%

Tetapi dengan mencatat tergabung, 100 Lot Biang di harga 500 dan 150 Lot Biang di harga 335 akan berubah menjadi :
250 Lot Biang di harga 401

dimana di harga 335 kita langsung mengalami posisi Floating Loss kembali sebesar -16.46%

Take Profit
Jika di Catat Terpisah,
Realisasi keuntungan +50% AVG1 sudah bisa dilakukan jika harga naik ke 503

Jika di Gabung,
Realisasi keuntungan +50% baru bisa dilakukan jika harga naik ke 602

Averaging Down
Jika di Catat Terpisah,
AVG2 baru perlu dilakukan jika harga lanjut turun ke 224 dan kita hanya perlu membeli sebanyak 5.000.000 Rupiah lagi

Jika di Gabung,
Averaging Down sudah perlu dilakukan jika harga turun ke 269 dan kita perlu membeli lagi sebanyak 10.000.000 Rupiah

Sampai disini, mungkin mental kita masih kuat…
Rasional masih menguasai Emosional

Esok itu Mistery
Jika harga ternyata lanjut turun sampai 224 Rupiah
Maka di harga 224 kita hanya perlu melakukan AVG2 sebanyak 5 juta lagi
Total 1 Biang + 2x AVG adalah sebesar 15 juta

Take Profit AVG2 harga cukup naik kembali ke 336
AVG3 jika harga melanjutkan penurunan ke 150

Tetapi dengan mencatat di gabung, di harga 269 kita kembali harus melakukan Averaging Down karena posisi sudah FL 33% kembali
Dan disini kita harus membeli sebanyak 10 juta juga
*Kalau catat terpisah AVG2 cukup beli 5 juta

Take Profit
Jika di Catat Terpisah,
Realisasi keuntungan +50% AVG2 sudah bisa dilakukan jika harga naik ke 336
Jika di Gabung,
Realisasi keuntungan +50% baru bisa dilakukan jika harga naik ke 483

Averaging Down
Jika di Catat Terpisah,
AVG3 baru perlu dilakukan jika harga lanjut turun ke 150 dan kita hanya perlu membeli sebanyak 5.000.000 Rupiah lagi
Jika di Gabung,
Averaging Down sudah perlu dilakukan jika harga turun ke 216 dan sekarang kita perlu membeli sebanyak 20.000.000 Rupiah

Sampai disini kita pasti uda goyang…
Awalnya cuma beli 5 juta
Tapi kok (kalau harga ternyata lanjut turun sampai 216) sekarang jadi harus beli 20 juta sekali beli???

Jadi beginilah kira2 perbedaan
Melakukan Averaging Down dengan di catat terpisah (dengan Plan AVG setiap pembelian terakhir turun 33%)
Dengan
Melakukan Averaging Down dengan terus menggabungkan seluruh lot menjadi 1 (biang)

Kita tidak pernah tahu apakah pisau jatuh yang kita beli sudah turun cukup dalam atau malah masih bisa turun lebih dalam

Gue pernah tangkap LPPF dari 13.300 sampai 800
Gue pernah tangkap ADES dari 2.700 sampai 600
Gue masih nyangkut di JIHD yang gue beli di 1.790 sejak 2013 sampai sekarang belum berhasil kabur

Mencatat terpisah dan digabung itu keliatannya sepele,
cuma beda 1 baris pencatatan doang

Tapi kalau pas apes….
Akibatnya bisa berbeda bagai Langit & Selokan

Nah, kecuali kita memang niat menambah porsi biang (dilakukan atas kesadaran penuh) ini beda cerita

Misalnya kita sekarang punya posisi pisau jatuh seperti ini….

Biang 26 juta
AVG1 8 juta

disini atas pertimbangan tertentu (waktu atau momentum atau apapun itu) kita memutuskan menjadikan Biang dari 26 juta menjadi 30 juta misalnya)

Misalnya kita menggabungkan 240 Lot AVG1 ke Biang untuk mencukupi porsi menjadi 30 juta

Posisi nya menjadi begini setelah di rekayasa

Biang
Yang tadinya 960 Lot senilai 26.250.000
Menjadi 1.200 Lot senilai 30.522.000

AVG1
Yang tadinya 500 Lot senilai 8.900.000
Menjadi 260 Lot senilai 4.628.000
Nah, disini mumpung posisi AVG1 lagi Floating Loss 9.98% kita tambah beli lah misalnya sebanyak 25.400.000 lagi sehingga Biang & AVG1 sama sama senilai 30 juta sekaligus kesempatan untuk tarik turun modal AVG1

Misalkan kita tambah beli lagi 1640 lot di harga 161 senilai 26.404.000

Setelah dirapihin, kita jadi punya Biang & AVG1 masing masing sebesar 31 juta
Dimana AVG1 dilakukan ketika posisi Biang Floating Loss 36.2% (lebih dari -33%)
jadi cantik kan posisinya?

Nilai Biang & AVG1 sekarang seimbang di harga 30 juta
Modal Biang yang tadinya adalah 273 bisa turun menjadi 254
Modal AVG1 yang tadinya adalah 178 bisa turun menjadi 163

Ini juga termasuk salah satu pemahaman yang salah sejak awal yang di alami oleh pendatang baru (selain cut loss itu wajib).
Kan kita bisa melakukan pencatatan sendiri.
Bisa di catat di Excel atau catat di buku

membuka banyak account otomatis dana investasi kita tersebar.
Apalagi dana investasi kita masih kecil, secara otomatis semakin mengurangi daya beli kita

Misalkan kita punya dana investasi 10 juta tapi di 1 account.
Disini kita bisa membeli 2 lot saham yang harganya sampai 50.000 per lembar nya

Tapi kalau kita pecah di misalnya 5 account masing-masing sebesar 2 juta
Maka sekarang maksimal harga saham yang bisa kita beli adalah 10.000 per lembar

Pilihan emiten yang bisa di beli dengan harga sampai 50rb tentu lebih banyak daripada emiten emiten yang bisa dibeli dengan harga maksimal 10rb

Di bursa…
Selain waktu, Senjata Pamungkas retail yang kedua adalah Banyaknya Pilihan Dengan Dana Super Terbatas

baca pelan pelan…
Karena ini selain butuh Kalkulator juga butuh logika…

DIPAHAMI JANGAN DI HAFAL

Untuk Kaset Rusak lainnya bisa dibaca di : KakdrWay Kaset Rusak
Untuk belajar bersama di : KakdrWay Akademi
Belanja Online di Toko Kakdr (Official Store) : Ideal Official

About Kakdr 336 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply