Floating Loss & Realized Gain


Sebagai seorang Anti Cut Loss-er , Dividen sebagai ongkos tunggu itu sangatlah penting.
Dividen itu bisa didapat dari keputusan RUPS atau dari Interim…
Atau Kita Cari Sendiri ketika ada kesempatan yang sifatnya sudah pasti

Sama seperti yang gue share kemarin kemarin mengenai Right Issue BBYB,
Setelah Cum Date, selain akan membentuk harga teoritis baru, juga akan merubah Nilai Buku Teoritisnya

Setelah Cum Date, dengan asumsi semua pemegang saham mengeksekusi hak nya maka Nilai Buku BBYB akan berubah menjadi 329

Nah, Dengan Nilai Buku 329 dan Harga 900an
Ini artinya PBV nya adalah sebesar hampir 3X lipat
Sementara BUMD (Jabar dan Jatim) atau Bank Swasta (Danamon atau Niaga) Rata2 PBV nya dibawah 1X

Ini lah yang menjadi dasar Sort setelah cum date diharga berapapun selama harganya masih diatas 650 rupiah

Dengan modal beli rata2 adalah 1.345
Dengan Data EPS 3Q 2022 seperti ini

Ngesot dengan resiko kehilangan barang itu sangat kecil (tapi tetap ada kemungkinan)

Dengan ngesot 25 Lot di harga 930
Dan Tebus 25 Lot juga di harga 650
disini artinya kita melakukan aksi merealisasikan dulu keuntungan (real) sebanyak (930-650)*2.500 = 700.000

Diharga 855 , Kerugian 4.410.000 itu adalah ILUSI
Dia baru disebut Rugi Jika Kita realisasikan
Tapi selama kita biarkan, Lot nya tetap 90 lot
Sementara 700.000 selisih ngesot 25 lot diatas itu sifatnya REAL

700.000 itu ada di RDN kita

Nah, dengan posisi FL 36.43% di harga 855
Besok lusa harga tetap bisa naik juga bisa turun
Kalau turun gimana?
Inilah yang harus kita siapkan planningnya
Kalau naik gak usah di pikirin dulu
*Kalau naik sedikit berarti FL akan mengecil
*Kalau naik banyak ada harapan keluar tanpa rugi

Dengan argumen analisa diatas

  • PBV masih terlalu tinggi
  • Dividen hampir pasti gak bagi karena EPS masih minus
    Dari sini kita buat aja Planning Averaging Down ketika sudah FL 50%
    Atau lebih besar lagi (bebas terserah planning masing masing)

Jika sampai harus melakukan Averaging Down di harga 670 disini kita akan mendapatkan 2 keuntungan

  1. Uang sebesar 12.105.000 yang dibutuhkan untuk Averaging Down, 700.000 nya bukan dari modal sendiri, tapi dari (anggap) dividen
  2. di harga 1.345 dengan uang sebesar 12.105.000 kita hanya mendapatkan 90 lot
    Tetapi di harga 670 dengan nilai yang sama kita bisa mendapatkan 181 lot (2X lebih banyak)
    2 Poin ini sifatnya adalah REAL walaupun kita harus akui juga bahwa ini juga adalah menghibur diri hihihihihi
    Karena gimana hitungpun, kita tetap dalam posisi nyangkut


Jadi selanjutnya gimana?

Kalau dilihat dari Shareholder Composition sebenarnya agak risky
karena porsi masyarakan dikit lagi uda mau 50%+
(warning buat yang belum punya…. JANGAN GENIT)

Tapi karena kita (gue) anti cut loss
Mau gak mau cuma bisa melakukan Averaging Down…

Dengan membebaskan waktu…

Karena walaupun secara data gak ada yang beres…
Tapi secara fakta pernah terjadi dari 491 naik sampai 2.332
atau naik sebesar 374%

Waktu tunggu 2017 sampai 2021 (5 Tahun)
Siapa Tahu….. 5 tahun lagi ada kejutan lagi naik sebesar 374%?
Esok itu Mistery
Di Bursa, apapun bisa terjadi , Selama Tidak Delisting

Dengan asumsi modal adalah 1.340
Dengan asumsi Averaging di lakukan setiap pembelian terakhir Floating Loss 50% (ingat catat terpisah)
Dengan history harga terendah 5 tahun adalah 491 Rupiah

Maka kita hanya perlu melakukan 1X Averaging Down di harga 670
Averaging Down selanjutnya baru dipelukan di harga 335
atau berarti sudah turun lagi 31% dari 491 Rupiah

About Kakdr 436 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply