Ketika Mendadak Ragu di Tengah Jalan

semua harga Beli & Jual sampai 11 Desember 2017 harus dibagi 5 karena ada SS 1:5 pada 12 Juli 2018

GEMA ini adalah contoh yang dialami hampir semua retail (termasuk gue) ketika baru masuk bursa

Gak tau sebenarnya apa yang di sedang lakukan di bursa,
Pokoknya cuma beli dengan target besok jual untung (kalau rugi gak dipikirin)

24 Juli 2012 beli di 345
26 Juli 2012 naik ke 378 langsung dijual

24 Agustus 2012 harga lanjut naik ke 400 malah dibeli kembali
Jual dapat duit 378 Beli Kembali malah harus keluarin duit 400

7 Juni 2013 ketika Harga akhirnya naik sampai 520 bukan nya di TP malah di Averaging Up
Akhirnya malah nyangkut karena setelah di Averaging Up harga turun kembali

Sampai 20 Agustus 2014 masih menerapkan metode keyakinan turun beli turun beli

Sampai akhirnya baru menyadari ternyata GEMA itu adalah toko furniture Vivere yang sering gue liat butik nya di taman anggrek dan setiap kali lewat toko nya selalu sepi
Runtuh lah semua keyakinan…

Setelah turun beli terakhir di harga 310
Begitu harga naik ke 336 langsung dijual
Padahal beli 310 jual 336 itu untungnya gak sampe 10%
Sementara dari 680 (beli tertinggi) sampai 310 pernah mengalami Floating Loss sampai 54%

Kalau Rugi (Resiko) rugi nya 54%
Kala Untung (Reward) untungnya = 8%
Dagang begini antara untung 80.000 Rupiah atau rugi 540.000 hasil akhirnya uda ketahuan… cuma masalah cepat atau lambat aja (bangkrut nya)

Kalau dagang dengan rasio +8% vs -54%
Ini artinya setiap 7x dagang 1x Rugi aja secara total kita rugi
6*untung – 1*rugi
6*80rb – 1*540rb = 480rb – 540rb = rugi 60rb

24 Agustus 2015 ketika harga naik ke 336 lalu turun kembali ke 320
Spekulasi ngesot dengan posisi Floating Loss dan ternyata harga malah naik kembali

Sampai disini uda merasa kok gue banget kan?

  1. Abis beli harga naik jadi euforia – malah averaging up
  2. Setelah averaging up harga turun tambah semangat – turun serok turun serok
  3. Sampai akhirnya mulai ragu (karena uda kehabisan napas atau baru menemukan data lain yang ternyata diluar dugaan)
  4. Akhirnya setelah turun serok terakhir, harga mantul dikit langsung jual
  5. Setelah jual harga ternyata turun kembali, spekulasi jual posisi rugi eh harga malah terbang

Tapi Kawan,
Pokoknya Jangan Sampai Bangkrut Dulu
Seiring waktu kita akan belajar dan mendapatkan pengalaman
Setelah menyadari melakukan kesalahan (ketika ngesot posisi Floating Loss) kita jadi belajar 1 hal
Spekulasi ngesot posisi Floating Loss itu cuma antara Rugi atau Nggak Untung
Opsi untung nya cuma 1/3 kemungkinan

Seiring waktu kita bisa semakin menahan diri, bisa semakin disiplin
Setelah belajar dari ngesot floating loss yang ternyata (akhirnya belajar) cuma antara rugi atau tidak untung
kita baru bisa menahan diri sampai akhirnya penjualan berikutnya di 498 (26 April 2017) akhirnya jual untung tapi sudah 10% (ini uda pake patokan dan menerapkan disiplin)

Dan akhirnya baru bisa take profit bertahap (ini belajar juga seiring waktu) sampai merasakan profit bagger (toh selama menunggu kita dapat ongkos tunggu)

Ini adalah posisi terakhir GEMA di porto gue (sesuai harga beli yang gue akui)

ada sisa 40 lot (setelah Stock Split 1:5) dengan modal beli 95 Rupiah yang sekarang posisi Floating Profit 136%
di Blok Ungu artinya jangan dijual lagi, buat kenang2an aja
Toh kalau dijual juga cuma dapat 904.000

Dan ini adalah catatan penjualannya (belum ada yang di buyback)

Ngesot posisi Floating Loss gue blok merah font putih adalah untuk mengingatkan dulu gue pernah bego tapi seiring waktu kita belajar

Kerugian karena Bego = 233.511 Rupiah
Tapi keuntungan karena mau belajar = seperti angka di gambar

Penjualan di harga 330 adalah harga yang sudah disesuaikan dengan SS 1:5
GTC buyback nya ada di harga 330*0.67 = 220

Sementara penjualan di harga 960 dan 740 ini masih belum disesuaikan dengan SS 1:5
Nantilah kalau GTC di 220 dapat baru dihitung lagi buyback di 960 dan 740 bagi 5 kali 0.67 angka nya berapa

Kalau masih ragu jangan beli dulu
Kalau sudah beli jangan ragu lagi
Tapi di tengah jalan kemungkinan untuk menjadi ragu tetap ada
Oleh karena itu beli sesanggup hilang itu sangat penting
Supaya gak kalah mental karena ketika ragu itu datang , duit yang nyemplung sudah terlalu besar

Tambahan:
Tapi seringkali apa yang kita lihat dengan realita didalamnya itu tidak sama

Butik Vivere yang setiap kali gue liat gak pernah ada orang tapi kenyataannya nggak tutup tutup
bahkan di gading serpong malah punya gedung sendiri

Berarti gue sedang beropini dengan pengetahuan gue yang terbatas

Demikian pun ketika kita baca opini orang (mereka lebih suka menyebut nya analisa)…
Apakah sudah pasti benar?
Apakah bukan opini dari katak yang sedang dalam tempurung?

Baca itu harus
Tapi juga harus berimbang
Harus mau baca opini pro dan kontra
Setelah itu kita sendiri yang mengambil keputusan
Menurut gueeee yang benar yang mana?

Cerita berdasarkan pengalaman aja,
Karena gue juga pernah mengalami
Yang membedakan adalah gue bisa bertahan untuk bisa menceritakan pengalaman, sementara yang lain gak punya kesempatan bercerita karena keburu terpental dari bursa

Klik di sini jika anda ingin memberikan donasi untuk membantu Kakdr meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini.
Terima Kasih

About Kakdr 479 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply