Semakin lama kita di bursa, semakin besar kemungkinan kita akan mengalami yang namanya salah beli.
Baik salah beli yang tidak di sengaja, emiten yang histori kinerja baik tiba tiba menjadi buruk
maupun salah beli karena disengaja , sudah tau resiko lebih besar tetapi mungkin karena khilaf atau terbawa emosional (serakah) di paksa beli juga dengan mengabaikan faktor resiko

Seperti contoh yang gue alami dengan CGAS , setelah bertahun tahun mensyaratkan tidak boleh membeli emiten yang listing kurang dari 2 tahun akhirnya gue khilaf juga
Syarat pisau jatuh sudah terpenuhi, dari harga tertingginya di 930 ketika dibeli di 394 sudah turun 57%
Dan langsung mengalami Floating Loss 54.1%
Sebenarnya disaat floating loss 30%an gue sudah merasakan kemungkinan besar masih akan mengalami floating loss lebih dalam
Tetapi gue gak mau lagi melanggar aturan lain yang sudah dibuat yaitu Anti Cut Loss jadi gue biarkan saja
Setiap saat adalah pertigaan, harga tetap bisa naik atau turun
Jadi walaupun kemungkinan besar (anggaplah sampai 99%) harga akan turun tetapi masih ada 1% kemungkinan (faktor esok itu mistery) bisa balik modal atau malah berbalik untung

Gue menjalankan metode Anti Cut Loss
biasanya Cut Loss gue gantikan dengan Averaging Down
Ketika mengalami Floating Loss sekian persen , gue beli lagi dengan harapan kalau kemudian harga naik kembali ke harga pembelian sebelumnya, posisi yang seharusnya balik modal bisa berubah menjadi untung secara keseluruhan https://kakdr.com/turun-30-cuan-50/
Tetapi karena gue uda gak punya keyakinan terhadap CGAS ini gue memilih menggunakan antisipasi lain yaitu dengan memecah resiko dengan memperbanyak kemungkinan

Gue anti cut loss , ketika di beli di harga 394 dan dijual di 184
Saat itu sudah tidak usah diperdebatkan lagi kalau itu adalah merealisasikan kerugian (melakukan cut loss)
Tetapi ketika dibelikan emiten lain, realisasi kerugian itu bisa kita batalkan dengan mencatatkan harga beli tidak berdasarkan harga beli sebenarnya, tetapi disesuaikan
129 Lost HUMI gue beli sebenarnya dengan uang 12958100 = 748.200
Tetapi gue anggap uang yang sebenarnya dikeluarkan adalah 40394100 = 1.576.000 (modal sebenarnya 40 Lot CGAS)
Sehingga ketika di beli langsung mengalami posisi Floating Loss 52.71%
Seharusnya tidak floating loss tetapi dianggap floating loss (HUMI)
Seharusnya cut loss menjadi tidak cut loss (CGAS)

Alasan utama gue menukar separoh dari CGAS menjadi HUMI adalah ASUMSI penurunan lanjutan jika sama sama (ingat ini cuma asumsi) turun ke 50
Jika kemudian cgas dan humi sama sama turun ke 50
Maka humi cuma bisa turun maksimal 14% lagi
Sementara cgas masih bisa turun sampai 72%

Jika kemudian harga CGAS dan HUMI sama sama turun ke 50
Maka saat itu kalau menukarkan kembali HUMI ke CGAS
kita bisa beli kembali 129 CGAS
Sehingga total CGAS yang kita miliki adalah 129+40 = 169 Lot

Secara keseluruhan
Kita mengalami Floating Loss (secara uang) sebesar 87.36%
Tetapi Lot kita bertambah 169/80 = 111%
Dengan pertambahan lot ini, selanjutnya CGAS tidak perlu naik ke 394 lagi untuk kembali modal (39480100 = 3.152.000)
Tetapi cukup naik ke 3.152.000/169/100 = 186 sudah bisa balik modal
Dan jika harga CGAS naik kembali ke 394 kita malah sudah untung 394/131 = 198%

Setelah hitungan nya cocok, gue liat ke profile CGAS dan HUMI
ada 2 indikator yang gue liat disini yaitu DER dan Komposisi pemegang saham
perlu di pahami, bahwa dalam kondisi ini sebenarnya gue uda posisi KALAH
ibarat pertandingan sepak bola gawang gue uda keburu kebobolan 1 gol
sehingga untuk berbalik menang sudah tidak bisa lagi membobol kembali gawang lawan dengan 1 gol tetapi minimal 2 gol
Dari sisi HUTANG kedua emiten yang sama sama baru listing kurang dari 2 tahun adalah
CGAS 1.71X – HUMI 0.62X disini HUMI lebih baik
Dari sisi komposisi kepemilikan saham
Pengendali HUMI masih memegang 76% kepemilikan
Sementara pengendali CGAS sisa 32%
*posisi per 31 Januari 2024
kalau kita asumsikan kedua emiten sama-sama memiliki GCG kurang baik
dimana tujuannya adalah menjadikan masyarakat sebagai pemegang saham mayoritas
Maka dengan sisa kepemilikan 32% dan harga 184
pengendali (P) CGAS masih punya ruang 184 – 50 = 134 Rupiah untuk mendistribusikan seluruh 572 juta lembar miliknya
Sementara pengendali (P) HUMI hanya punya ruang 58 – 50 = 8 Rupiah untuk mendistribusikan seluruh 13.8 Miliar lembar miliknya
Jadi kalau Pengendali HUMI mau mendistribusikan kepemilikan nya, harga HARUS dinaikkan dulu
ps. disini kita cuma bisa menganalisa berdasarkan data yang ada
Sementara bagaimana strategi sebenarnya pengendali kita gak akan bisa tau
ini namanya usaha, bukan suatu kepastian
Dengan mengubah 1 buah 4 huruf menjadi 2 buah 4 huruf
Artinya kita sudah mengubah 2 kemungkinan menjadi 4 kemungkinan
Yang tadi nya adalah
CGAS naik
atau CGAS turun
Menjadi
CGAS naik – HUMI naik
CGAS naik – HUMI turun
CGAS turun – HUMI naik
CGAS turun – HUMI turun
Jika kemudian
CGAS naik HUMI naik
Artinya disini Floating Loss kita berkurang (anggap sebagai plus poin)
CGAS naik HUMI turun
kita bisa menjual CGAS untuk di belikan HUMI
disini faktor safety Kita ada di DER & Kepemilikan Pengendali HUMI yang lebih baik dari CGAS
CGAS turun HUMI naik
kita bisa menjual HUMI dan membeli kembali lebih banyak lot CGAS
CGAS turun HUMI turun
1 kemungkinan ini yang merugikan kita dari 4 kemungkinan yang terjadi.
Tetapi kan di awal kita sudah berangkat dari asumsi CGAS & HUMI sama-sama turun ke 50
Dimana jika sampai turun ke 50
HUMI cuma bisa turun 13% lagi
Sementara CGAS masih bisa turun sampai 72%
Semua ini cuma rencana,
dari berapapun banyaknya kemungkinan yang bisa terjadi
akhirnya cuma ada 2 kemungkinan yang akan terjadi
yaitu BENAR atau SALAH
Lalu bagaimana selanjutnya?
kita tunggu jawabannya besok lusa
Yang bisa kita lakukan sekarang (kecuali cut loss karena gue anti Cut Loss) cuma memanfaatkan senjata pamungkas kita di bursa (dan adalah satu satunya senjata kita) yaitu WAKTU
Karena setiap hari nya hanya ada 2 kemungkinan yang akan terjadi dengan keputusan kita yaitu keputusan benar atau salah
dan benar atau salah setiap hari di reset
Selama hasil nya adalah keputusan salah kita anggap aja harta kita adalah lot
Karena ketika membeli sebuah emiten, sebenarnya saat itu kita sudah mengubah satuan harta kita dari Rupiah menjadi Lot
Sampai suatu saat menjadi keputusan benar (entah kapan) saat itu baru kita realisasikan
Cerita panjang lebar, kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah gue kehilangan seluruh duit di CGAS dan HUMI
tapi perlu diketahui, cerita sepanjang ini duitnya cuma 3 juta
atau sekitar 0.3% dari total investasi gue di porto mirae
atau cuma setara fee jual beli seluruh aset
jadi gue gak ada beban sama sekali
Benar salah gue tetap untung
Seandainya keputusan nya salah, gue untung pengalaman
lain kali jangan genit, emosi dan serakah harus di perbaiki lagi
Seandainya keputusan nya benar,
selain untung pengalaman, juga (mudah2an) untung duit
Donasi untuk pemeliharaan blog kakdr.com
Be the first to comment