Turun 30% = Cuan 50%

Tepatnya adalah 33.3%
Jika awalnya kita membeli saham sebuah emiten di harga 1.000 Rupiah sebanyak 10 Juta Rupiah (100 Lot), kemudian harga turun ke 666 Rupiah dan kita beli lagi sebanyak 10 Juta Rupiah (151 Lot)

* Maka jika kemudian harga naik kembali ke 1.000 Rupiah, kita sudah bisa merealisasikan keuntungan atas pembelian AVeGe1 sebesar 5 Juta Rupiah (Realized Profit +50%), sementara yang modal 1.000 Rupiah bisa kita biarkan dalam posisi Balik Modal (Rugi Fee)

* Maka jika di harga 1.000 kita jual semuanya, dengan total modal kita yang 20.094.708 (termasuk Fee Beli) itu, kita mendapatkan Keuntungan sebesar 4.970.610 Rupiah atau +25%

* Maka jika di harga 1.000 setelah kita jual (sebagian atau semuanya) dan ternyata harga turun kembali ke 666, kita bisa buyback lot terjual dan diposisi itu kita masih memiliki uang sejumlah selisih Total Perolehan dikurangi total Buyback (baca : https://kakdr.com/buy-tepe-buyback/ )

Inilah enaknya menangkap Pisau Jatuh

Tetapi harus diingat, namanya aja Pisau Jatuh. Artinya Resiko yang kita hadapi cenderung besar. Oleh karena itu kita perlu memiliki “Pengaman” sebelum mulai menangkap.

Salah satunya adalah Harga yang sudah turun minimal 50% dari harga tertingginya.

Salah dua nya adalah Uang kita haruslah uang dingin.

Salah tiganya adalah diperlukan kesabaran.

Salah empatnya adalah PBV DER ROE dannnnnn DIVIDEN.
Baca https://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-2-basic-strategy/

Banyak dari kita yang cenderung merasa takut terhadap yang namanya rugi. Walaupun kerugian itu bersifat Floating (Ilusi).
Kerugian itu baru terjadi jika kita ambil tindakan merealisasikan.

Padahal kita semua tahu bahwa harga saham saham di bursa termasuk IHSG setiap hari juga mengalami naik dan turun.

Bursa adalah Pasar.
* Tidak semua dihitung berdasarkan Nilai sebenarnya. Tetapi juga ada
* Hukum Ekonomi disana. Hukum Permintaan dan Penawaran.
* Juga ada unsur sifat dasar manusia (baca : https://kakdr.com/kia-su-kia-si/ )
* Juga ada unsur Big Player, yang dengan kekuatan uangnya bisa menarik harga Naik atau Turun tanpa dasar fundamental yang jelas.
* Big Player juga bisa nyangkut. Bedanya, kalau kita retail Cut Loss, paling benjol dikit. Tetapi Big Player kalau Cut Loss bisa koma dia, oleh karena itu Big Player ketika mau jualan, kemungkinan besar dia akan menaikkan harga dulu ke titik tertentu supaya bisa keluar dengan kerugian seminimal mungkin. Nah disitulah keuntungan kita sebagai retail.
Mau masuk ataupun keluar sekali pencet bisa all clean

Jadi selama saham yang kita pegang itu tidak delisting, peluang itu selalu terbuka lebar. Kita hanya membutuhkan kesabaran dan uang dingin.

Misalnya kita membeli 100 Lot saham AAAA di harga 1.000.
Dan di harga 666 kita terpaksa membeli lagi 151 Lot di harga 666.
Maka secara total kita jadi memiliki 251 Lot saham AAAA.

Kebanyakan?
Ubah sudut pandang kita….

Jangan anggap kita memiliki 251 Lot saham AAAA

Tapi kita anggap memiliki 100 Lot saham AAAA dan 151 Lot saham AAAB

Simple kan?
Tapi tetap harus diingat!
Namanya sudah Menangkap Pisau Jatuh
Sebelum menangkap, buka mata lebar lebar!
Analisa dan Pikir dulu baik baik, jangan sembarang liat pisau jatuh langsung tabrak.
Tabraklah Pisau Jatuh yang memiliki fundamental baik, yang memiliki sejarah dividen baik.

Diversifikasi lebar sangat dianjurkan jika hendak menangkap pisau jatuh.
Karena Diversifikasi lebar itu artinya kita memperbesar peluang.
Dengan Diversifikasi lebar resiko kita menjadi lebih kecil.
Dengan Diversifikasi lebar (banyak saham tapi nilainya kecil), kita jadi punya keberanian dan mental untuk Take Profit dengan persentase yang lebih besar.

Minimal Risk, Maximal Gain

Copoo?
Sebodo amat!!!
Di bursa gue cari duit bukan cari gengsi.

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

3 Comments

  1. Halo bro, terima kasih untuk tulisan2nya yang menginspirasi.
    Saya ada pertanyaan mengenai averaging down.

    Seperti contoh kasus diartikel, kita beli saham AAA sebanyak 100 lot di harga 1000, lalu saham AAA tsb turun menjadi 666.
    Lalu kita menemukan saham BBB yang harganya juga kebetulan 666, dan berpotensi naik ke 1000.

    Nah pertanyaannya,
    All things being equal fundamentally for AAA dan BBB,
    Apa bedanya avg down di saham AAA vs beli emiten baru BBB (dgn dana yg sama)?
    Toh profit yg kita expect sama?

    Thanks!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*