Klik tautan ini Jika pembaca merasa isi dan materi blog kakdr.com berguna dan memberikan manfaat,
Dan ingin memberikan donasi (untuk membantu meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini)
Terima Kasih
ps. ini adalah tindakan spekulasi dan sedikit membohongi diri sendiri
sebisa mungkin hindari kecuali kepepet
Terkadang kita mungkin khilaf, beli terlalu banyak dan sekarang sudah posisi Floating Loss cukup dalam, sudah mendekati saatnya Averaging Down tapi kita gak siap
Untuk itu harga beli (dan posisi) terpaksa kita rekayasa untuk memperpanjang nafas dan memperkecil nilai uang yang harus kita keluarkan untuk Averaging Down masa mendatang
Misalnya awalnya kita membeli 100 lot saham ABCD di harga 1.000 (total duit 10 juta)
Sekarang harganya sudah turun jadi 700
Berarti turun 30 Rupiah lagi kita sudah harus menyiapkan 10 juta lagi untuk AVG1
Sementara secara Teknikal harga masih kecenderungan Downtrend
Nah, 100 lot ABCD (biang) dengan harga beli real adalah 1.000
Kita atur ulang menjadi (ceritanya) Biang dan AVG1 dengan total uang tetap 10 juta
2*10 = ((1*15)+(1*5))/2
Membeli 2 pcs barang di harga 1.000
dengan
Membeli 1 pcs di harga 1.500 dan 1 pcs di harga 500
Harga rata-rata nya adalah sama yaitu 1.000
100 Lot ABCD yang di beli dengan harga 1.000
Total uang nya adalah 10 juta
40 Lot kita rekayasa harga beli nya jadi 1.250 (misalnya)
Total uang nya adalah 5.000.000
Kalau Total Modal sebenarnya adalah 10 juta di potong 5jt berarti masih ada 10 – 5 = 5jt lagi
Sementara dari 100 lot yang sudah terpakai 40 lot berarti masih ada sisa 60 lot lagi
Sisa uang yang harus di hitung = 5jt
Sisa lot yang harus di hitung = 60 lot
Berarti harga beli nya adalah 5.000.000/60/100 = 834
Dengan mengubah Biang menjadi Biang dan AVG1
Awalnya
109 Lot harga 1.000 = 10jt
Menjadi
40 Lot harga 1.250 = 5jt
60 Lot harga 834 = 5jt
Total 10jt juga
Biang = 1.250
AVG1 = 834
Artinya (**ceritanya) kita sudah melakukan Averaging Down 834/1.250 = 33% lebih rendah dari harga biang
Kalau tidak di rekayasa, Modal biang 1.000 sekarang 700 berarti kalau turun 30 perak lagi ke 670 kita harus melakukan Averaging Down sebanyak 10 jt
Sementara setelah di rekayasa menjadi harga beli 1.250 (biang) dan 834 (AVG1) maka AVG2 baru perlu di lakukan jika harga turun ke 834*0.67 = 558

Disini kita merekayasa harga beli Tanpa mengubah uang sebenarnya yang kita keluarkan yaitu 10 juta.
Floating Loss hasil rekayasa dan asli pun sama yaitu 3 juta
Plus Minus nya adalah
Kalau kita tidak rekayasa
kita harus siapkan uang 10 juta untuk melakukan AVG1 jika harga turun lagi 30 Rupiah ke 670
Sementara setelah di rekayasa
Kita baru perlu melakukan AVG1 jika harga turun lagi 141 Rupiah ke 559 dan cukup menyiapkan uang sebanyak 5 juta
Tetapi harus diingat, Resiko Selalu Berbanding Lurus Dengan Reward
Keuntungan yang kita dapatkan dari perpanjangan napas (gak usah beli lagi di 670 tapi baru harus beli di 559) itu disertai konsekuensi nya yaitu posisi Biang kita yang awalnya Floating Loss 30% sekarang berubah menjadi Floating Loss 44%
Floating Loss 30% menjadi 44%
Terjadi kenaikan sebanyak 44/30 = 50% inilah konsekuensi yang harus kita terima

Jika kemudian ternyata harga naik kembali ke 1.000
Kalau tidak di rekayasa
Posisinya sudah tidak rugi lagi (tapi belum untung)
Sementara kalau di rekayasa
Posisi biang masih Floating Loss 20%
ini adalah konsekuensi nya
Posisi AVG1 sudah Floating Profit 19.9% Tapi dari uang 5 juta Bukan 10 juta
Jadi kawan, buang jauh jauh mindset Cut Loss Cut Loss Cut Loss
Untung rugi itu cuma sudut pandang
3 – 4 adalah minus
tapi kalau kita balik
4 -3 jadi plus
Gue punya barang dagangan sebotol susu yang besok expired
Modal gue 10.000
Kemarin berhasil dijual di harga 12.000
Gue untung 12.000 – 10.000 = 2.000
Kemarin gak terjual, besok expired
Hari ini gue jual obral di harga 5.000
Gue untung 5.000 – 0 = 5.000
karena besok nilainya sudah jadi NOL

Ketika kita dalam posisi membeli melebihi kesanggupan hilang (10 juta sebelum direkayasa)
ketika harga kembali ke 1.000
Bingung kita pasti
Mau dijual kok uda abis waktu gak dapat untung
Nggak dijual tapi nanti kalau turun kembali gue floating loss lagi
kebanyakan tidak dijual, lalu harga turun kembali ke (misalnya) 950 akhirnya dijual karena akhirnya kalah mental
balik modal gak mau dijual, akhirnya jual rugi 5% baru puas
Tapi kalau duitnya masih dalam kesanggupan kita hilang
Jernih banget tuh kita bisa liat
itu posisi AVG1 sudah Floating Profit 20%
Kalau gue jual sekarang :
Kemudian harga turun kembali ke 834 gue bisa buyback
Kemudian harga lanjut naik ke 1.250 posisi biang gue balik modal

Seandainya ketika harga kembali ke 1.000 kita tidak bisa memutuskan jual dulu atau jangan jual dulu
Kemudian harga turun ke 950 pun kita masih bisa melihat dengan jernih
Jual dulu deh di harga 950 masih untung 14% mudah mudahan abis itu harga turun lagi ke 950*0.9 = 855 gue buyback.
Jadilah ngesot
Kalau abis di sort ternyata harga lanjut naik ke 1.250 gue hilang barang
ya uda barang hilang tapi konsekuensi nya biang gue uda nggak rugi (tapi gak untung juga)
Waktunya aja yang di mainkan
Harga itu cuma ada naik dan turun
Demikian pun dengan untung rugi
Naik Turun , Untung Rugi itu probabilitas
Jual Untung atau Jual Rugi itu Keputusan
ps sekali lagi
Kalau gak kepepet banget JANGAN main rekayasa
Karena disini jual untung sifatnya tidak real… tapi Ilusi (bohongin diri sendiri)
Tapi terkadang ada yang namanya kebutuhan mendadak yang harus ada…
buat pengetahuan aja mana tau suatu saat dibutuhkan Merekayasa Harga
Be the first to comment