1.000 ke 500 & 500 ke 1.000 – Dipahami jangan dihafal

1.000 turun ke 500 itu namanya TURUN 50%

tetapi

500 naik ke 1.000 itu namanya NAIK 100%

Kalau kita bisa memahami maksud dan cara penggunaan dari perbedaan letak 2 angka diatas, sebenarnya kita sudah bisa mencari selisih.

Jika kita membeli sebuah saham di harga 1.000 (lihat kolom M3) yang kemudian harganya turun sampai 500 (lihat kolom P3), maka di harga 500 kita mengalami posisi Floating Loss sebesar 50% (lihat kolom J3)
Jika kita beli sebanyak 1 juta, kita mengalami floating loss sebesar 500.000

Jika kita membeli sebuah saham di harga 500 (lihat kolom M5) yang kemudian harganya naik sampai 1.000 (lihat kolom P5), maka di harga 1.000 kita mengalami posisi Floating Profit sebesar 100% (lihat kolom J5)
Jika kita beli sebanyak 1 juta, kita mengalami Floating Profit sebanya 1.000.000


Sekarang kita anggap 20 Lot AAAA sebagai Averaging Down

Jika di harga 1.000 kita membeli 10 lot (1 Juta Rupiah), maka di harga 500 posisi kita saat itu adalah floating loss 500.000 atau -50% (lihat kolom J3)

Jika di harga 500 kita beli lagi sebanyak 20 lot (1 Juta Rupiah juga), maka di harga 500 secara total kita tetap mengalami posisi floating loss 500.000 tetapi secara persentase tinggal -25% (lihat kolom J6)

Penurunan floating loss secara persentase itu adalah akibat lebih banyaknya lot yang didapat dengan uang yang sama ketika kita melakukan Averaging Down
* di harga 1.000 uang 1 juta dapat 10 lot (kolom L3)
* di harga 500 uang 1 juta dapat 20 lot (kolom L4)
* Total 2 juta dapat 30 lot (kolom L6) sehingga mengakibatkan modal rata2 turun menjadi 666 Rupiah. ***2.000.000 / 30 / 100 = 666


Jika kemudian harga naik kembali ke 1.000

Jika kemudian kita bisa cukup sabar menunggu sampai harga kembali ke 1.000 Rupiah, maka pada saat itu secara total posisi kita sudah mengalami floating profit sebesar 50%

Mengapa bisa begitu?
* Karena ketika terjadi penurunan dari 1.000 ke 500, yang turun saat itu hanya 1.000 lembar (10 lot) (lihat kolom L3)
* Tapi ketika terjadi kenaikan kembali dari 500 ke 1.000, yang naik saat itu adalah 3.000 lembar (30 lot) (lihat kolom L6) karena kita sudah melakukan averaging down.
* Jika di posisi harga 500 kita tidak melakukan tindakan, maka ketika harga kembali ke 1.000 kita hanya kembali ke posisi balik modal (lihat kolom J3 & S3)

Dengan melakukan Averaging Down di harga 500, maka harga cukup naik ke 667 Rupiah, kita sudah bisa menjual tanpa harus mengalami kerugian (ps. belum hitung fee jual beli)


Dividen gak bisa bohong
Laporan keuangan bisa dibikin cantik (jika mau), tetapi Dividen itu baru bisa dibagikan jika uangnya memang benar ada.

EPS besar tapi DPR Nol tidak ada gunanya buat kita, karena duitnya masuk rekening perusahaan bukan masuk rekening kita.
EPS kecil tapi DPR rutin lebih berguna buat kita, karena duitnya masuk ke rekening kita.
Yang butuh makan butuh jalan jalan bukan cuma management atau pengendali, Penanam modal juga butuh…

Biasanya emiten yang secara historikal rutin membagikan dividen setiap tahunnya, tradisi tersebut akan terus berlanjut.

Contoh emiten yang setiap tahun membagikan dividen

Carilah emiten emiten yang rutin membagikan dividen seperti BJBR ini, sukur sukur bisa ketemu yang emitennya setiap tahun selalu naik.

Dengan membeli emiten emiten yang rutin membagikan dividen, penurunan harga itu bisa jadi justru menguntungkan kita.
* selain bisa membeli lebih banyak lot, Turunnya harga artinya menaikan Dividen Yield (lihat kolom J3 & J4).
Diharga 1.000 dengan asumsi Dividen kedepannya adalah 50 kita bisa mendapatkan dividen yield sebesar 5% (belum potong pajak dividen)
Diharga 500 dengan asumsi Dividen kedepannya adalah 50 kita bisa mendapatkan dividen yield sebesar 10% (belum potong pajak dividen)
* Selama menunggu harga naik kembali, setiap tahunnya kita ibaratkan diberikan ongkos tunggu. Anggap aja deposito

Begitulah kira kira….
Dipahami jangan dihafal.

Baca juga : Esok itu Mistery – Harga itu Jangan Ditebak, tetapi Diantisipasi

About Kakdr 265 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*