Orang Gila – by Bunga

Artikel ini merupakan hasil tulisan Sobat gue di Stockbit yang minta namanya di samarkan

Dulu di desa tempat saya tinggal ada orang gila, namanya Munir. Begitu terkenalnya dia, sampai2 nama “Munir” menjadi semacam generalisasi bagi setiap perbuatan2 aneh yang dilakukan oleh warga desa.

“wah, sudah jadi Munir dia!” begitu kata orang2 saat melihat orang lain berbuat aneh.

Munir adalah pengembara, masuk dan keluar kampung, mencari makan dan tempat tidur. Bajunya jarang diganti, dan rambutnya berantakan tak terawat. Baunya? jangan ditanya. Kencing dan berak sembarangan.

Bicaranya tidak koheren, namun saat diajak dialog untuk urusan esensial, terutama makan, kami masih bisa saling mengerti.

Tokoh2 di desa kami sebenarnya ingin mengurus dan merawat Munir, namun karena ia datang dan pergi tanpa pengumuman, maka sulit bagi aparat desa untuk menjadualkan pertemuan dan membawa Munir ke tempat yang lebih aman. Daya jelajah Munir yang tinggi semakin mempersulit kami menebak dimana dan kapan ia akan berdiam sebelum kembali mengembara.

Kadang kami mendengar kabar dia sedang di sebuah desa sekitar 35 kilometer jauhnya, lalu dua hari kemudian, dia sudah berbaring di bangku penonton stadion desa kami, hanya untuk menghilang entah kemana esok paginya.

Namun seorang tokoh, kebetulan guru matematika, mulai mengamati, hari demi hari, minggu demi minggu, hampir berbulan lamanya.

Dalam sebuah kesempatan, Pak Guru memaparkan hasil pengamatannya. Ternyata pergerakan Munir tidak se-acak yang kami kira.

Dalam jangka pendek, hari ke hari, ia memang sulit ditebak, namun ketika data itu diperluas menjadi minggu bahkan bulan, pola2 pergerakannya menjadi semakin terbaca, bahkan tertebak.

Berbekal data ini, Pak Guru menyusun semacam “ramalan” kapan Munir akan datang ke desa kami dan berdiam cukup lama untuk dapat kami amankan. Setelah mengalami dua kali pengujian, aparat desa pun teryakini, dan benar saja, kunjungan ketiga terjadi relatif tepat waktu, sesuai dengan predikis Pak Guru.

Saat itu, aparat telah siap sedia, dan Munir berhasil diamankan tanpa kerepotan yang berarti.

Sejak saat itu, Munir kabarnya dibawa ke sebuah panti di Kota, dimana dia menjalani hidup yang lebih sempit namun lebih selesa. Entah apa kabarnya sekarang.

Ben Graham pernah bilang bahwa Mr. Market itu seperti orang gila, tidak bisa kita tebak perilakunya. Namun dengan sedikit pengamatan dan statistika sederhana, bahkan “orang gila” ini pun dapat kita pegang ekornya dan kita antisipasi pergerakannya.

Pada akhirnya, dengan input data yang mencukupi dan alat analisis yang memadai, kita akan melihat munculnya pola2 berulang dari setiap kegilaan yang dilakukan oleh Mr. Market.

Dan jika kita sudah berhasil mengenali pola2 itu, berbekal peralatan yang tepat dan persiapan yang matang, kita dapat menangkap dan mengeksploitasi apapun yang ditawarkan oleh Mr. Market untuk keuntungan kita sendiri.

Yang penting, kita tidak malah terjebak menjadi Mr. Market itu sendiri, ikut2an gila. Yang penting kita menjelma menjadi seperti Pak Guru matematika dari desa kami, yang memilih keluar dari pusaran masalah, dan melihatnya dari kejauhan, dalam ketenangan dan kesabaran, menemukan pola2 berulang dan bertindak tepat sasaran atasnya.

Tabik.

baca juga : Esok itu Mistery – Harga itu Jangan Ditebak, tetapi Diantisipasi

About Kakdr 265 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*