Averaging Down Piramid

Averaging Down Piramid adalah sama seperti Averaging Down biasa yang sering disebut dalam website ini, yaitu beli kembali di harga yang lebih murah yang telah ditentukan sebelumnya (setiap turun 30% dari harga beli terakhir)

Bedanya, Averaging Down Piramid menggandakan pembelian terhadap LOT nya atau Rupiah nya.

Biasanya artikel pada web ini menggunakan sistem Averaging Down dengan Nominal yang sama. Namun sebenarnya ada juga Sistem Averaging Down yang atas pertimbangan Harga yang semakin murah, atau PBV yang semakin kecil, atau Dividen Yield yang semakin besar dilakukan secara Piramid, yaitu menggandakan (double up) dari pembelian terakhir.

Pada contoh ilustrasi diatas,
Averaging Down Normal berarti setiap kali Averaging Down, maka Nominal Rupiah nya sama dengan Nominal Rupiah dari Lot terakhir beli.
Beli 1 juta , lalu 1 juta , lalu 1 juta , lalu 1 juta dst

Averaging Down Piramid Lot berarti setiap kali Averaging Down, maka Lot nya yang dikali dua dari Lot terakhir beli.
Beli 10 Lot , lalu 20 Lot , lalu 40 Lot , lalu 80 Lot dst

Averaging Down Piramid Rupiah berarti setiap kali Averaging Down, maka Nominal Rupiah nya yang dikali dua dari Nominal Rupiah terakhir beli.
Beli 1 Juta , lalu 2 Juta , lalu 4 Juta , lalu 8 Juta dst


Jika kita mulai membeli di harga 1.000 dan harga terus turun sampai 343 Rupiah
Maka Averaging Down Normal total kita akan memiliki 78 Lot dengan Total Modal 4.227.000 Rupiah. Yang Artinya modal rata rata perlembarnya adalah 542 Rupiah.
Diharga 343 secara total kita mengalami Floating Loss -36.71%

Maka Averaging Down Piramid Lot total kita akan memiliki 150 Lot dengan Total Modal 7.104.000 Rupiah. Yang Artinya modal rata rata perlembarnya adalah 474 Rupiah.
Diharga 343 secara total kita mengalami Floating Loss -27.58%

Maka Averaging Down Piramid Rupiah total kita akan memiliki 356 Lot dengan Total Modal 15.126.200 Rupiah. Yang Artinya modal rata rata perlembarnya adalah 425 Rupiah.
Diharga 343 secara total kita mengalami Floating Loss -19.36%

Jika kita berpikir dari Koridor keyakinan kita atas emiten yang kita beli, semakin turun harga tentunya semakin menjadi kesempatan bagi kita.
semakin turun harga artinya lot yang kita dapatkan dengan nominal yang sama akan bertambah banyak. Apalagi jika nominal nya kita gandakan.
Demikian pun dengan lot yang digandakan.

Semakin turun harga, artinya Dividen Yield semakin besar, lot dapat semakin banyak pulak. berarti Dividen Yield yang semakin besar juga disertai dengan jumlah lembar yang lebih banyak lagi.

Fungsi dari Averaging Down sendiri adalah mempercepat waktu tunggu.
Jika dari harga 1.000 ke 700 kita diam tidak melakukan aksi, maka ketika harga kemudian kembali ke 1.000 kita tidak mendapatkan keuntungan apa apa selain balik modal (BEP)
Jika dari harga 1.000 ke 700 kita melakukan aksi membeli lagi, maka ketika harga kemudian kembali ke 1.000 kita bisa melakukan aksi realisasikan dulu keuntungan atas lot modal 700, sementara yang modal 1.000 bisa kita diamkan.

Nah, Averaging Down Piramid (baik Lot maupun Rupiah) bisa memberikan efek lebih dahsyat lagi secara kecepatan waktu maupun persentase realisasi keuntungan.

Berikut adalah perbandingan Averaging Down Normal, Averaging Down Piramid Lot & Averaging Down Piramid Rupiah.

Averaging Down Normal

Averaging Down Normal
* Dari 1.000 turun ke 700 hanya 1.000 lembar (10 lot) yang akan turun 300 Rupiah secara bersamaan,
TETAPI jika kemudian dari 700 naik ke 1.000 akan ada 2.600 lembar (26 lot) yang akan naik 300 Rupiah secara bersamaan.
* Modal dibutuhkan untuk Averaging Down jika harga turun dari 1.000 ke 343 adalah sebesar 4.227.000
* Di harga 343 Rupiah kita mengalami posisi Floating Loss sebesar -36.71%
* Di harga 515 Rupiah (Posisi AVG 343 Rupiah sudah bisa TP +50%) jika kita totalkan, masih mengalami posisi Floating Loss -4.97%

*INGAT!!! Jika di harga 343 mendadak delisting atau bangkrut, maka total kita akan kehilangan uang sebesar 4.227.000

Averaging Down Piramid Lot

Averaging Down Piramid Lot
* Dari 1.000 turun ke 700 hanya 1.000 lembar (10 lot) yang akan turun 300 Rupiah secara bersamaan,
TETAPI jika kemudian dari 700 naik ke 1.000 akan ada 3.000 lembar (30 lot) yang akan naik 300 Rupiah secara bersamaan.
* Modal dibutuhkan untuk Averaging Down jika harga turun dari 1.000 ke 343 adalah sebesar 7.104.000
* Di harga 343 Rupiah kita mengalami posisi Floating Loss sebesar -27.58%
* Di harga 515 Rupiah (Posisi AVG 343 Rupiah sudah bisa TP +50%) jika kita totalkan, sudah mengalami posisi Floating Profit +8.74%
* Baru Averaging Down Piramid Double up aja langsung +8.74% , apalagi kalau kita Triple Up (kali 3) ya? hihihihihihi

*TAPI INGAT!!! Jika di harga 343 mendadak delisting atau bangkrut, maka total kita akan kehilangan uang sebesar 7.104.000

Averaging Down Piramid Lot

Averaging Down Piramid Rupiah
* Dari 1.000 turun ke 700 hanya 1.000 lembar (10 lot) yang akan turun 300 Rupiah secara bersamaan,
TETAPI jika kemudian dari 700 naik ke 1.000 akan ada 4.000 lembar (40 lot) yang akan naik 300 Rupiah secara bersamaan.
* Modal dibutuhkan untuk Averaging Down jika harga turun dari 1.000 ke 343 adalah sebesar 15.126.200
* Di harga 343 Rupiah kita mengalami posisi Floating Loss sebesar -19.36%
* Di harga 515 Rupiah (Posisi AVG 343 Rupiah sudah bisa TP +50%) jika kita totalkan, sudah mengalami posisi Floating Profit +21.08%
* Baru Averaging Down Piramid Double up aja langsung +8.74% , apalagi kalau kita Triple Up (kali 3) ya? hihihihihi

*INGAT!!! Jika di harga 343 mendadak delisting atau bangkrut, maka total kita akan kehilangan uang sebesar 15.126.200

Dari 3 ilustrasi diatas, terlihat jelas bahwa jika kita bisa menemukan emiten baik, yang memberikan dividen rutin, dan yang boleh dibilang tidak mungkin Bangkrut / Delisting yang harganya turun terus (seperti baca: kisah gue bersama WIIM), maka sudah jelas jika kita sanggup untuk Averaging Down Piramid Rupiah akan lebih baik dibandingkan dengan Averaging Down Lot dan jauh lebih baik dibandingkan dengan Averaging Down Normal.
Semakin turun harga, artinya PBV semakin rendah
Semakin turun harga, artinya Dividen Yield semakin tinggi (asumsi dividen tetap).

Tetapi harus tetap diingat! Timbangan selalu sama beratnya
Setiap 2 keuntungan kecil, pasti ada kemungkinan selanjutnya sebuah kerugian besar.
Setiap 2 kerugian kecil, pasti ada kemungkinan selanjutnya sebuah keuntungan besar.

Averaging Down Piramid, hanya ada 1 kelemahan. Tetapi sangat BESARRRRR.
Yaitu jika sampai kita salah pilih dan emiten yang kita pilih sampai bangkrut atau delisting.

Berhati hatilah dengan Averaging Down Piramid, hitung dulu lalu hitung lagi lalu hitung lagi dan lagi dan lagi sampai yakin banget baru main begini.
Know What I Do and Do What I Know

Yang namanya Penyesalan itu selalu datang terlambat,
kalau datang didepan itu namanya Pendaftaran

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*