Cerita Kakdr – Minggu ke-40 2021

Minggu 26 September 2021 – Selalu catat sendiri transaksi jual beli saham kita

Biasakan mencatat sendiri transaksi jual beli kita, jangan mengandalkan catatan sekuritas. Karena kita tidak tahu persis metode yang digunakan oleh sekuritas kita dalam pencatatannya.
Gue pribadi menggunakan 2 sekuritas berbeda, dan setiap sekuritas memiliki metode pencatatan mereka masing masing.
Kebanyakan mencatat dengan metode modal beli rata rata, tapi ada yang menambahkan unsur fee beli ada yang tidak.

Fee jual beli tidak dimasukan dalam hitungan

Seperti ilustasi diatas, jika setelah turun ke 666 (kita averaging down) kemudian harga naik kembali ke 1.000,
A. Kita menjual 30 lot dengan menganggap kalau kita mau menjual 30 lot modal 666 (metode LIFO) dengan keuntungan 50%
B. Tapi sekuritas (biasanya sekuritas memakai metode Average), penjualan 30 lot AAAA itu akan dianggap modal adalah 800 sehingga keuntungannya adalah 25%.
Sampai disini sebenarnya tidak ada masalah, karena secara rupiah keuntungannya adalah sama yaitu 1.002.000

Jika kemudian setelah terjual di harga 1.000 harga turun kembali ke 666,
A. Kita membeli 30 lot dengan anggapan kalau kita buyback 30 lot yang dijual di harga 1.000. Disini lot yang terjual kita kembali dan mendapatkan keuntungan 50% secara rupiah. (lihat baris 13 & 14)
B. Tetapi Sekuritas akan menghitung dengan metode Averaging. Jadi 50 lot AAAA kita akan dianggap modal menjadi 719 oleh sekuritas (lihat baris 17 – penjelasannya di baris 20 & 21)

Jika setiap kali kita menjual, kita selalu menjual semua lot kita, tidak masalah. Tetapi jika kita sering jual beli sebagian sampai 1 titik kita sudah tidak tahu lagi sebenarnya modal kita itu berapa. Sementara sekuritas dia tetap merata2kan modal dari lot tersisa ditambah lot yang baru dibeli.

Jadi bisa terjadi kemungkinan sampai satu saat kita jual rugi pun kita tidak sadar.
Inilah alasan kakdrway selalu menyarankan catat sendiri transaksi jual beli kita.


Minggu 26 September 2021 – Mencatat transaksi jual beli itu Penting

Seringkali gue mengingatkan (mereka sebut gue kaset rusak) hal yang sama berulang ulang, bahwa mencatat itu sangat penting.
Dengan mencatat sejak beli lalu jual sampai akhirnya buyback, kita jadi tahu riwayat emiten di portofolio kita.

Seperti contoh INCI dalam ilustrasi diatas. INCI sudah gue beli sejak Oktober 2017 di harga 410 Rupiah. Tidak berhasil TP1 TP2 & TP3 sejak beli hingga akhirnya tiap tahun cuma makan dividen aja (2018 = 6 , 2020 = 20 , 2021 = 25)

Sampai akhirnya April 2021 berhasil TP di harga 1.025 dengan keuntungan 146% ditambah dividen sebanyak 51 Rupiah.
Lalu September 2021 berkesempatan buyback kembali di harga 640 atau 37% lebih murah dari harga jual.
Jual di 1.025 , Buyback di 640 artinya keuntungan nya adalah 385 Rupiah

Mengapa buyback di 640?
Seperti dalam strategi KakdrWay mengenai Buyback (bisa dibaca di sini) alasannya adalah dengan buyback lot kita bisa kembali (selama keystat masih baik yaa). INCI juga termasuk salah satu emiten yang rutin membagikan dividen.
Jika berdasarkan strategi Buyback di turun 33% (untuk INCI gue menggunakan angka 35%) dari harga jual, Maka harga buybacknya adalah di 1.025 – 35% = 666 Rupiah.
Tetapi Agustus 2021 kemarin INCI baru membagikan dividen sebesar 25 Rupiah, dan kita juga menghendaki mendapatkan dividen tersebut. Oleh karena itu GTC Beli nya kita gue turunkan lagi sebanyak 25 Rupiah
666 – 25 = 641 dibulatkan menjadi 640

Di Bursa kita (retail) hanya memiliki 2 keunggulan (tapi ini adalah senjata pamungkas) yaitu:
1. Uang Dingin
2. Waktu

Selama tidak delisting, setiap emiten (baik maupun buruk) memiliki kemungkinan untuk naik tinggi. Ada banyak contoh yang bisa kita lihat dalam kejadian sehari hari.
Emiten jelek pun bisa di goreng terbang ke langit
Emiten baik pun bisa di turunkan sampai ke selokan
Pengalaman di dunia saham lebih dari 10 tahun, Emiten yang delisting dari IHSG tidak lebih dari 10 emiten. Dari 700+ Emiten didalamnya
10/700*10% = 1.4%
Hanya ada 1.4% kemungkinan kita memiliki emiten yang terkena delisting.
Tetapi berdasarkan pengalaman, belum pernah ada emiten yang rutin membagikan dividen yang di delisting. Jadi kemungkinan kita memiliki emiten delisting dalam porto kita sebenarnya adalah tidak ada (NOL)


Yang penting jangan tangkap burung terbang aja, apalagi yang sudah terbang ke langit.
Ada Naik ada Turun, Ada Turun Banyak berarti ada Naik Banyak.
Yang perlu kita lakukan hanya menunggu dengan sabar (waktu) dan menggunakan uang dingin (jangan sampai ditengah jalan kita harus menjual saham dengan posisi rugi karena kebutuhan mendadak).
Toh selama menunggu kita akan mendapatkan uang tunggu (dividen)


Senin 27 September 2021 – Buyback -33% artinya untung +50%

Ini juga yang gue sering dibilang kaset rusak di grup. Karena ngulang ngulang terus
Dengan buyback di harga jual turun 33% itu artinya kita tetap untung 50%.
Maksudnya gimana?

Misalnya deh di tanggal 22 September kita menjual 100 Lot TRIS di harga 258 (sebenarnya jual di 258 tetapi dicatat oleh Ipot 257 karena dipotong fee jual)
Dengan menjual 100 lot di 258 kita mendapatkan uang sebesar 2.580.000
Jika kemudian harga TRIS turun kembali ke 172, nah disini kita bisa buyback dengan memiliki 2 pilihan.

A. Buyback sebanyak lot dijual
Jika kita membeli kembali 100 lot di harga 172 Rupiah maka total uang yang kita keluarkan kembali adalah 1.720.000
masih ada sisa uang sebesar 860.000 (2.580.000 – 1.720.000)
Nah sisa uang tersebut adalah keuntungan.
Untung 860.000 Rupiah
Modal 1.720.000
% Untung Rupiah = 860.000 / 1.720.000 * 100% = 50%
B. Buyback sebanyak uang didapat
Jika kita membeli kembali TRIS di harga 172 sebanyak 2.580.000 Rupiah, maka kita bisa buyback sebanyak 150 Lot (2.580.000/172/100)
Nah kelebihan lot itu adalah keuntungan
Jual 100 Lot
Buyback 150 Lot
% Untung Lot = 100% – ((150-100)/100*100%)) = 50%

Inilah 2 opsi yang kita miliki.
Lalu kapan harus buyback sebanyak lot? kapan baru buyback sebanyak uang didapat?
Pada dasarnya ini adalah keputusan kita sendiri, kita merasa buyback yang mana yang paling ideal?
Tapi secara sederhananya, kita bisa memutuskan dengan mempertimbangkan keystat (PBV, DER, ROE, & Dividen Yield)
* Jika ketika buyback keystat emiten kurang baik atau tidak sesuai selera kita dan atau emiten tidak pernah membagikan dividen, disini kita bisa memutuskan untuk buyback lot terjual.
Keuntungan uang nya kita pakai buat beli emiten lain
* Jika ketika buyback keystat emiten nya baik dan sesuai selera kita dan atau emiten rutin membagikan dividen, disini buyback uang yang didapat saat dijual tentu lebih baik, karena itu artinya jika emiten membagikan dividen lagi tahun depan (atau interim) selanjutnya dividen yang akan kita dapat 50% lebih banyak (secara lot) dari sebelumnya.


Selasa 28 September 2021 – Bursa adalah Pasar

diambil dari : sumber
Bursa adalah pasar

di pasar yang biasanya di tanya pembeli adalah :
Bang, harga telur nya sekarang berapa?
BUKAN
Bang, nilai telur nya besok berapa?

Kalau kemarin harga sebuah telur adalah 1.000 dan hari ini harganya 3.000 pembeli pasti akan bertanya :
Loh bang kok kemarin 1.000 sekarang sudah 3.000?
BUKAN
Jadi besok nilainya jadi 50.000 ya bang karena BISA menetas jadi ayam?

Bisa dan Pasti itu adalah 2 hal yang berbeda
Bisa menetas jadi ayam bisa BISA IYA juga BISA TIDAK

Tujuan trit ini adalah mengingatkan (terutama buat mayoritas yang cuma baca tanpa mengerti lalu langsung percaya) bahwa harga sebuah telur jelas sudah naik berkali-kali lipat, sementara menetas jadi ayam nya itu baru harapan (kalau gak mau di bilang hayalan)

Sama seperti trit gue di $UNVR yang mengingatkan bahwa setiap 1 Rupiah bisa menghasilkan 1 rupiah (ROE 100%) itu 1 rupiah nya Unilever bukan 1 rupiah yang kita bayar kan
https://stockbit.com/post/6340462
https://stockbit.com/post/6812330

begitu lah kira kira…
Bursa adalah Pasar

Yang ditanya pembeli ke tukang telur adalah
Bang sekarang harga telur berapa?
bukan Bang besok nilai telur berapa?

Kecuali kita adalah ahli telur, yang bisa mengetahui bahwa besok atau lusa telur ini pasti akan menetas jadi ayam.
sekarang beli 3.000 besok jadi 50.000
Tapi kalau kita bukan ahli telur, kalau kita hanya pembeli pada umumnya,
Telur ya telur, Ayam ya Ayam
Beli telur ya seharga telur pada harga normal, kalau ternyata besok jadi ayam itu namanya bonus


Rabu 29 September 2021 – Happy TP1 Paman Roby

Hari ini giliran Paman Roby…
Dengan TP1 di UNTR & PTBA dengan asumsi Paman Roby menerapkan strategi 2X TP (+50% & +100%) masing masing 50% lot, Jika setiap emiten Paman Roby membeli sebanyak 1.000.000 rupiah (total 2jt rupiah), maka uang nya sudah kembali adalah sebessar 1.620.000 dan masih menyisakan UNTR & PTBA masing masing sebanyak 500.000 Rupiah.
PTBA : Saham 500.000 + Cash 805.000 (500.000*1.61)
UNTR : Saham 500.000 + Cash 815.000 (500.000*1.63)
*juga akan mendapatkan dividen interim sebesar 335 Rupiah Cum Date 6 Oktober 2021).

Dengan uang sebesar 1.620.000 yang dimiliki, Paman Roby bisa menambah lagi atau Averaging Down 1 biang baru sebesar 1.000.000 Rupiah dan masih ada sisa uang sebanyak 620.000
Semoga bisa segera TP2 ya Paman. Atau turun lagi 33% biar bisa buyback.


Rabu 29 September 2021 – Tepe… Tepe… Buyback

bisa dibaca di artikel KakdrWay – TEPE… TEPE… BUYBACK


Sabtu 2 Oktober 2021 – Penutup Cerita Kakdr Minggu Ini

Ngesot ADES
TP2 ITMG

Minggu ini ditutup dengan cukup menggembirakan. Semua porto naik melebihi kenaikan IHSG walaupun terkena penurunan HEXA yang cukup dalam karena efek Cum Date Dividen.

Waktu jual 19 lot ADES kita dapat duit 5.499.005
Waktu buyback dengan duit 5.209.880 bisa dapat 20 lot
Untung Lot Untung Uang kan?
Anggap aja dapat dividen interim karena ADES sudah 8 tahun tidak pernah membagikan dividen.

Uangnya darimana?
Salah satunya bisa dari TP2 ITMG
Cukup dengan menjual ITMG setara Modal Beli 2.600.000 kita uda bisa dapat uang 5.200.000 karena efek cuan 100% nya…


= ====== ========
Cerita Kakdr Mingguan : DISINI
Sharing & Konsultasi : Group Telegram (No SP!)
Ngintip Porto Kakdr : DISINI (All Open, Harian – Mingguan – Emiten Emiten)
Belanja Online di Toko Kakdr : Ideal Official – Tokopedia
Belanja Online di Toko Kakdr : Inviti Office Chair – Tokopedia

About Kakdr 277 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*