Easy Way? Kakdr Way (Bagian 1)

Ik ben Garuda, Vishnoe vogel, die zijn vleugels, dan hoog boven uw eilanden (“Aku” adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu “) – Presiden Soekarno

GIAA, Emiten pertama yang akhirnya membuat gue masuk bursa.
Sebagai mantan penjudi yang akhirnya bertobat (karena bangkrut hihihihi), ketika itu bagi gue Bursa gak lebih daripada tempat judi juga. Cuma, ini tempat judi yang dilegalkan.

Tapi sebagai pengguna setia dari maskapai Garuda Indonesia, dan juga sebagai Warga Negara yang sangat cinta negara ini. Gue merasa kalau gue harus memiliki beberapa lembar dari Saham Garuda Indonesia.
Akhirnya bermodalkan duit 15jt, tahun 2011 gue resmi menjadi pemegang saham salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan awal 40 lot (waktu itu masih titip account temen) ketika GIAA IPO

Tapi setelah setahun berlalu, kok harga bukannya naik malah turun banyak? katanya saham ada dividen, kok ini gak ada? akhirnya karena penasaran dan juga gak rela duit gue malah berkurang, tahun 2012 gue pergi buka account sendiri.

Setor lagi duit 30jt…. gak pake lama modal tinggal 12jt lagi. mendadak bingung, mendadak panik. duit susah susah dicari, kok hilangnya gampang amattttt.

Gak Bisa!!!! Pokoknya duit gue harus kembali!!!
setengah mati gue cari duit, enak aja bursa main makan begitu aja…
Gue harus belajar, harus tau apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan saham saham milik gue.

Akhirnya gue menemukan sebuah forum yang waktu itu membawa Tagline Forum Diskusi Terbesar di Indonesia. Lalu gue juga bergabung dengan sebuah Group BBM Saham.

Tapi dari Forum & Group Saham tersebut, semua saran yang gue dapatkan itu sama.
gue harus belajar antara Fundamental Analisis atau Teknikal Analisis.
Makjang!!! setengah mati gue nungguin sampai bisa bebas dari sekolahan, sekarang uda lulus kuliah disuruh belajar lagi? Gamaoooo!!! gue uda gak mao belajar lagi pokoknya.
lagi pula kalau gue baru belajar, sementara yang lain uda jago jago, sampai kapanpun gue gak bakalan bisa kejar mereka.

Mereka punya ilmu Fundamental & ilmu Teknikal. Gue punya ilmu apa?
Gak punya ilmu apa apa!!! hihihihihi

Tapi gue punya pengalaman 17 tahun jadi Sales. Sudah sejak SMA gue jadi sales dan banyak diajarkan ilmu dagang oleh ncek ncek di pasar pagi dan glodok.

Di Daerah Glodok itu ada sebuah daerah yang dipanggil Toko Tiga? tau gak kenapa itu tempat disebut Toko Tiga?

Jadi ceritanya sejak Indonesia belum merdeka, ketika daerah glodok masih belum seperti sekarang. disana hanya ada 3 toko kelontong. Dan oleh masyarakat sekitar, daerah tersebut dipanggil dengan sebutan Toko Tiga. Hebatnya, 3 toko itu sampai sekarang masih ada. coba bayangkan, 3 toko itu bisa survive melewati sekian banyak generasi & perubahan jaman. Ngerti Fundamental Analisis? Nggak… Ngerti Teknikal Analisis? Apalagi….

Setelah hampir 2 tahun gue pelajari, gue melihat ada banyak persamaan antara jual beli di Dunia Dagang dengan proses jual beli di Bursa. yang membedakan cuma apa yang diperjual belikan.

Sampai akhirnya gue berpikir, kenapa ilmu yang sudah diajarkan sama ncek ncek glodok selama belasan tahun gak gue pake aja? kan cuma perlu ubah dikit dikit aja untuk menyesuaikan dengan kondisi Bursa.

Ada hal hal yang menurut gue kurang masuk akal dari masing masing pemikiran Fundamental dan Teknikal, yaitu pemikirannya terlalu kaku. Terlalu Text Book. Gak ada logika nya sama sekali.

Trading, dalam pengertian jual beli menggunakan Analisa Teknikal, tapi yang selalu dipikirkan adalah Cut Loss atau Stop Loss. Yang namanya dagang itu harus untung Pamannnn.
kalau belum belum yang dipikirin uda Cut Loss, kapan Take Profitnya? .
Kalau beli di 1.000 dengan target 900 harus Cut Loss, kenapa gak tunggu dibawah 900 aja baru beli?

Dari situ gue menemukan Konsep Anti Cut Loss

Investing, dalam pengertian Investasi menggunakan Analisa Fundamental, cenderung All In seluruh uang hanya ke 1 atau 2 saham yang menurutnya Paling Murah. Terlalu terpaku dengan yang namanya Value.
Jika membeli sebuah saham di harga 100 , sementara perhitungan Fair Value nya adalah 1.000, maka ketika harga sudah mencapai 500 nggak bakalan dilepas itu barang. ngotot mau tungguin sampai 1.000 baru Take Profit.

Sementara Ncek Ncek di Glodok mengajarkan gue, Perputaran itu Nomor Satu. Jangan cari barang yang paling murah. pokoknya yang penting murah (bukan murahan). Jangan mempertaruhkan semua duit ke satu atau dua barang yang paling murah, karena Hitungan Manusia tidak selalu sama dengan Hitungan Langit, sekali salah hitung bisa bangkrut kita.

Kalau lu dapat barang dengan modal 100 yang lu tau harga pasarannya adalah 1.000 , maka kalau ada yang mau beli sama lu itu barang seharga 500 buru buru jual.
Jangan ngotot harus jual 1.000.
Kalau lu jual itu barang di harga 500, lu bisa beli lagi 5 barang yang harganya 100 untuk dijual lagi seharga 500.
Lalu lu bisa beli lagi 25 barang yang harganya 100 untuk dijual lagi seharga 500.
Lalu lu bisa beli lagi 125 barang yang harganya 100 untuk dijual lagi seharga 500.

Karena modal 100 jual 500 itu artinya untung 400%
sementara kalau modal 100 harga uda 500 tapi lu ngotot tetap mau jual di 1.000 yang entah kapan baru bisa terjual, 500 ke 1.000 itu pun sebenar benarnya cuma naik 100% bukan naik 900% seperti hayalan lu.

Dari situ gue menemukan Konsep Diversifikasi Selebar lebarnya

Selain memperbesar Probabilitas Menjual Lebih Cepat, juga membuat kita kuat secara mental untuk berani mengambil keuntungan yang lebih besar.
Dan yang paling penting adalah Meminimalkan Resiko yang sekecil mungkin.

Inilah Dua Konsep dasar dari Kakdr Way, Anti Cut Loss dan Diversifikasi Lebar. Sesuai Hukum Dasar Ekonomi, bisa TePe sebesar besarnya dengan Risk sekecil kecilnya
Can’t Find a Way? It’s Kakdr Way

Lanjut ke : Easy Way? Kakdr Way (Bagian 2) – Basic Strategy

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

8 Comments

  1. Sangat menginsprasi sekali pamankuhh, semoga tidak pernah lelah memberikan ilmu2 dan pengalaman2 bermanfaat seperti ini, semoga doa ku untuk paman senantiasa di berkahi segala kebaikan dan selalu di lacarkan urusanya. dengan ini saya mengakui paman sebagai orang yg berpengaruh dalam hidup saya.

    Thankyouuu

  2. Paman adalah guru sahamku yang paling inspiratif karena ilmu Paman sangat pas dengan selera saya yang jenuh kalau menunggu saham bergerak naik turun. Kebetulan saya wara-wiri di Glodok dan paham dengan karakter ncek Glodok seperti yang Paman katakan.
    Doa saya untuk Paman semoga cuan dan cuan ya Paman..

  3. Keren tulisannya! Mirip sama saya yang penasaran sama pasar saham dari 2012 waktu baru awal kuliah. Bedanya sampe sekarang saya masih meraba-raba haha

    *btw fotonya di Waterfront Welington yak 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*