Begini Cara Averaging Down Gue

Bagian I (merupkan satu kesatuan dalam pencatatan namun pada post ini dipecah karena keterbatasan ruang

Bagian II (merupkan satu kesatuan dalam pencatatan namun pada post ini dipecah karena keterbatasan ruang

Menurut gue, titik Average Down setiap Minus 30% dari harga beli terakhir adalah angka yang paling Ideal. Dan yang menjadi patokan Averagenya adalah VALBUYnya yang disamakan Bukan LOTnya yang disamakan (lihat tabel bagian I). ada 2 hal yang menjadi penyebab dasarnya:


1. Batas Auto Reject Atas bursa kita adalah 25%, Jika setelah kita melakukan aksi Averaging Down dan kemudian harga mengalami kenaikan sampai menembus batas atas. Maka barang yang kita beli di Modal terakhir (700) sudah memberikan kita keuntungan sebesar Plus 25%, sementara Floating Loss barang kita di Modal sebelumya (1.000) tinggal Minus 12.5%.
Modal 1.000 Harga Sekarang 875 = Minus 125 (Floating -12.5%)
Modal 700 Harga Sekarang 875 = Plus 175 (Floating +25%)

2. Jika setelah melakukan aksi Averaging Down dan kemudian harga mengalami kenaikan sampai Harga Tingkat Modal Sebelumnya (1.000). Maka barang yang kita beli di Modal terakhir (700) sudah memberikan kita keuntungan sebesar Plus 42%, sementara barang dengan modal sebelumnya (1.000) sudah Kembali Modal.
Modal 1.000 Harga Sekarang 1.000 = Balik Modal
Modal 700 Harga Sekarang 1.000 = Plus 300 (Floating +42%)

* Lihat Tabel Efek Mental & Mantul di Post Menangkap Pisau Jatuh Berkualitas Dan Teknik Averaging Down nya

Pencatatan itu sangat penting dilakukan, ini DUIT bukan DAUN!!!
Kalau kita tidak catat secara rinci, maka kita hanya bisa melihat kalau posisi kita di emiten AAAA mengalami Floating Loss yang sangat dalam.

Tapi kalau kita bisa lihat secara rinci, kita jadi tahu posisi kita itu sebenarnya bagaimana.
Oooooooo gue punya 1 Tingkat FL -65.84% , 1 Tingkat FL -51.14% , 1 Tingkat FL -30.20% & 1 Tingkat FL -0.28%. Yang kalau ditotal semua ada di Posisi FL -36.82% (lihat Tabel Bagian 2)

Kita juga jadi bisa melihat, bahwa walaupun Harga Turun Banyak, tetapi diiringi dengan kenaikan Dividen Yield (asumsi AAAA adalah emiten rajin bagi dividen. lihat lagi post Menangkap Pisau Jatuh Berkualitas Dan Teknik Averaging Down nya)
Kita juga jadi bisa langsung melihat kalau PBV ikut turun banyak (sering2lah update PBV DER & ROE supaya kita gak buta).

Kita jadi bisa melihat justru di Barang di Harga Average Down terakhir itu ada banyak kesempatan dan keuntungan yang lebih besar JIKA kita bisa sabar. kita bisa menentukan Target Jual JIKA Harga sudah naik sampai PBV Sekian, atau JIKA Harga sudah naik sampai Yield Tinggal Sekian

Dalam Ilustrasi Bagian ke I , Kalau kita bisa melihat Dividen Yield sebesar 14.69% Net untuk barang yang kita beli di harga 343, maka andaikan kemudian harga naik sampai Modal 343 sudah memberikan keuntungan (FP) 50% pun kita sudah malas mau jualnya. ngapain gue TePe 50%…. tungguin 3 tahun dari dividen juga sudah dapat 50% nya.

Kira kira seperti itulah cara gue Averaging Down. Merah atau Hijau itu sama saja, Selama tidak kita mengambil tindakan MEREALISASIKANnya.

Disclaimer: Tulisan dalam Blog ini bukan sesuatu yang bersifat Pasti, tapi hanya merupakan cerita berdasarkan pemikiran & pengalaman. jangan ditelan mentah mentah, tapi harus dipikirkan juga apakah ini masuk akal atau tidak, aplikabel atau tidak.

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

1 Comment

  1. Punya ane baru floating loss 16%, moga ga nunggu lama buat turun 30% buat average down lagi. Tapi harus tabah liat merah-merah bertahun-tahun ya paman….wkwkwk

1 Trackback / Pingback

  1. Kakdr Way (Ncek Glodok Style) – Basic Strategy – KAKDR WAY (NCEK GLODOK STYLE)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*