Konsep Dagang Glodok Yang di Terapkan di Bursa

Dalam dunia dagang, yang paling penting selain Cash Flow adalah Stock
Satuan harta pedagang itu adalah Stock bukan Rupiah

Gue punya Stock Pisau 1.000 Pcs
bukan
Gue punya Stock Pisau 10 juta

Stock itu harus dijaga ketersediaannya untuk kelancaran proses Jual – Beli
Karena yang terjadi dalam perdagangan itu adalah Jual Beli Pisau nya BUKAN Jual Beli Duitnya

Demikian pun di Bursa
kalau dalam dunia dagang, harta kita adalah Pisau, Gunting, Sendok Garpu dll
Maka di dunia saham, harta kita adalah emiten emiten
Yang ketersediaannya harus selalu diusahakan ADA

Contohnya adalah GPRA ini
Kalau kita anggap 23 April 2018 adalah pertama kali kita Buka Toko
Maka pada hari itu kita Mengubah Harta Kita yang 10.036.032 Rupiah Menjadi 95.400 Lembar GPRA

Yang kemudian seiring waktu terjadi proses jual beli (dagang)

Dan 5 Tahun kemudian (tahun 2022)
Kita Jadi memiliki 177.000 Lembar GPRA

Yang kalau kita uangkan kembali di harga 110 (harga closing 14 Oktober 2022) menjadi 19.470.000 atau berkembang (untung) sebesar 94% (Modal 10.036.032)

Sama sekali tidak menambah modal
Murni hanya proses Beli – Jual – Beli – Jual

Kebanyakan dari pedagang grosir ATK maupun Pecah Belah
Dagang tahunan…
Tapi Saldo Rekening nya selalu menyedihkan
paling cuma cukup buat bayar gaji dan kebutuhan hidup
Tapi gudangnya nambah terus
Dan setiap nambah gudang, gak pake lama pasti uda penuh lagi

Pasti akan penuh lagi…
Karena tahun 2018 kita cuma punya 95.400 Buah Pisau
(atau kalau di dunia bursa kata Pisau berubah menjadi Kode GPRA)
Tapi Tahun 2022 jadi punya 177.000 Buah
Nah, bayangkan kalau dagangan kita bukan cuma Pisau (GPRA)
Tapi ada sendok, garpu, sapu, pengki, sabun, dll dll dll

Barang Gak Laku?
Selama tidak rusak / basi
gak ada ceritanya barang gak laku
Belum waktunya, bukan Nggak Laku

Kalau bulan puasa, kita jualan pohon natal diskon 50% pun pasti gak laku
Kalau bulan desember, kita jualan keperluan puasa diskon 50% pun pasti gak laku

Lalu mending dagang kebutuhan puasa atau dagang kebutuhan natal?
Dagang dua dua nya

Strateginya aja yang berbeda

Waktu Bulan Puasa, kita jual kebutuhan puasa dengan keuntungan sebesar2nya
Uang nya kita pakai buat beli kebutuhan natal dengan harga semurah murahnya

Nanti Bulan Desember, kita jual kebutuhan natal dengan keuntungan sebesar2nya
Uang nya kita pakai buat beli kembali kebutuhan puasa yang sudah habis terjual waktu bulan puasa kemarin
dengan harga semurah murah nya

Lalu di bursa, bagaimana cara kita menentukan mana emiten bulan puasa mana emiten bulan natal?

Liat aja history harganya
yang lagi naik terus berarti itu adalah kebutuhan (emiten) yang sedang terjadi (bulan natal misalnya)
yang lagi turun terus berarti itu adalah kebutuhan (emiten) yang sudah lewat (bulan puasa misalnya)

Di Bursa ada Ratusan jenis soto
Ada Soto Ayam, Soto Daging, Soto Bening dll juga Coto dan Tauto

Ada 800 jenis Soto di Bursa
Kenapa kita harus memilih hanya 1 macam Soto?
Kenapa gak cobain berbagai macam?

uda gak nyambung….
sampai disini dulu hihihihi

Tapi intinya adalah di bursa adalah 800 emiten

Dan 800 emiten itu memiliki 1 persamaan yaitu harganya cuma antara naik dan turun

dari sini aja kita mulai
Jual (atau jangan beli) yang sedang naik
Beli (atau jangan jual) yang sedang turun

Sedangkan dari sifatnya juga cuma 2 macam yaitu bisa rusak/basi atau tidak bisa rusak
kita beli aja emiten emiten yang tidak bisa rusak.
cara menentukan bisa rusak/basi atau tidak yang paling mudah adalah

  1. liat dari dividen
  2. liat dari keystat (pbv der roe)

Uda gitu aja
Yang paling penting itu bukan bisa rusak atau tidak nya
Tapi sifat uang kita
Panas atau Dingin
Tapi emosional kita
Bisa sabar menunggu bulan puasa yang akan datang atau tidak

Untuk Kaset Rusak lainnya bisa dibaca di : KakdrWay Kaset Rusak
Untuk belajar bersama di : KakdrWay Akademi
Belanja Online di Toko Kakdr (Official Store) : Ideal Official

About Kakdr 336 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply