Tutorial – Mencatat Portofolio (lengkap) dengan NAB (Beli – Jual – Top Up – WD s/d Chart)

Mumpung Awal Tahun 2021 belum dimulai, gue jadikan trit ini sebagai trit tutorial mencatat Portofolio (step by step) A to Z

Bagi yang ingin mulai mencatat portofolio ala MI bisa baca dari atas.
Step by Step sejak pembentukan UNIT & NAB, mencatat Pembelian, mencatat Penjualan, mencatat Ekuitas per Periode (harian, mingguan atau bulanan bebas sesuai kemauan) dan mencatat Dividen yang kalau pencatatannya benar bisa membuat chart membandingkan kinerja IHSG dengan Portofolio kita setiap tahunnya seperti contoh dibawah ini (real chart)

File untuk di Download :

Password File : kakdrway


==========

LANGKAH 1 :

Mencaritahu Equity akhir (sekaligus menjadi equity awal 2021) saham yang masih ada di Portofolio kita

Pergi ke sheet 2A
Isi Fee Jual & Fee Beli
Isi semua emiten yang masih kita miliki
  • Pergi ke sheet (halaman) 2A Mencatat Pembelian.
  • Isi dahulu Fee Beli & Fee Jual di kolom V (1X saja berlaku untuk selamanya)
  • Isi semua saham yang masih ada di portofolio kita
    Usahakan mengisi lengkap terutama Kolom A (Tanggal Beli) dan Kolom K (Modal Beli) supaya kita bisa mengetahui pasti sebenarnya saat ini emiten emiten ini dalam posisi FL atau FP.
    Tetapi jika tidak tahu, anggap aja tanggal belinya adalah 30 Desember 2020, dan Modal Beli adalah harga penutupan 30 Desember 2020
  • Setelah selesai mencatat Emiten yang ada di portofolio kita, kemudian cari tahu sisa Cash di RDN kita
Data sendiri

Ini adalah posisi Equity tutup tahun gue (real porto) berdasarkan catatan gue sendiri.
Equity akhir berdasarkan harga Closing 30 Desember 2020 = 475.744.000
Cash RDN = 1.609
Total : 475.744.000 + 1.609 = 475.745.609
Kemudian kita Cek dengan catatan Sekuritas, apakah sudah sama?

Membandingkan dengan pencatatan Sekuritas


Oke… sudah sama ya…..
Sekarang kita ke Step selanjutnya, yaitu Menentukan NAB dan UNIT Awal

==========

LANGKAH 2 :

Menentukan NAB & Unit Awal

Pergi ke sheet 1
Isi data yang telah kita kerjakan di LANGKAH 1
  • Pergi ke Sheet (halaman) 1 Menentukan NAB Awal
  • Isi Kolom Equity Terakhir Saham
  • Isi Cash pada RDI (RDN)
  • Total Ekuitas + Cash otomatis akan menjumlahkan equity saham + cash (rumus, jangan diubah)
  • Isi kolom NAB dengan angka 5.979,07
    Tujuannya adalah supaya bisa mulai sama sama dari titik yang sama dengan IHSG
  • Unit otomatis akan diperoleh dengan membagi Total Ekuitas + Cash dengan NAB (rumus, jangan diubah)
  • Nah, disini kita sudah mengetahui bahwa tahun 2021 nanti kita akan mulai dengan:
    * 79.568,4963 Unit
    * NAB (harga) per Unit adalah 5.979,07 Rupiah


Oke… sekarang kita pindah ke Sheet (halaman) mencatat Rekap Ekuitas per periode
Rekap per periode ini bebas, kita bisa mengupdate porto per hari, atau per minggu atau per bulan atau per kuartal atau per semester terserah kita.
Tapi Kakdrway merekomendasikan untuk update setiap minggu yaitu di hari jumat sore setelah bursa tutup

==========

LANGKAH 3 :

Mencatat Ekuitas Total periodik

Pergi ke Sheet (halaman) 3 Rekap Ekuitas Total
Isi Kolom U dengan Fee Jual Beli sesuai sekuritas
Isi Kolom B C E sesuai data akhir yang telah di kumpulkan di LANGKAH 1
Isi NAB dan IHSG dengan 5.979,07
Total Unit Awal otomatis oleh rumus
  • Pergi ke Sheet (halaman) 3 Rekap Equitas Total
  • Isi Kolom Fee Jual & Fee Beli sesuai Fee sekuritas masing masing
  • Isi Tanggal dengan 1 January 2021
  • Isi kolom Modal Beli, Kolom Jika Dijual & Kolom Cash sesuai dengan data yang telah ditentukan
  • Isi Kolom NAB dengan 5.979,07 (1x saja selanjutnya sudah pakai rumus)
  • Selebihnya akan di hitung otomatis oleh rumus yang telah di buat.

==========

Mencatat TOP UP

Top Up
Cash pada RDN bertambah ketika kita melakukan Top Up

Saat melakukan Top Up, terjadi penambahan pada Cash kita, yang menyebabkan bertambahnya Total Ekuitas.

  • Yang berubah pada saat kita melakukan Top Up adalah:
  • Kolom Cash bertambah
  • Kolom Total Ekuitas bertambah
  • Kolom Unit bertambah
  • Perhatian! NAB Tidak berubah
Isi kolom Cash dengan formula Cash terakhir ditambah Top Up
Contoh di ilustrasi: =E4+1000000

Perhatikan Kolom yang di Blok Biru
Di Kolom Cash tambahkan posisi cash terakhir dengan jumlah top up , atau bisa dengan menggunakan rumus excel =E4+1000000
Ketika kolom Cash berubah, Kolom Untung / (Rugi) Mingguan (kolom G5) akan menghasilkan angka 1.000.000 Hapus 1.000.000 karena ini adalah Top Up bukan keuntungan akibat perubahan Ekuitas Saham

Pada Kolom Top Up (Kolom P) isi juga dengan 1000000

Perhatikan Kolom yang di Blok Biru
Setelah itu, pergi ke kolom Top Up (Tarik) (Kolom P)
isi dengan angka 1000000 (nominal top up yang kita lakukan)
Setelah Kolom Top Up (Tarik) diisi, secara otomatis Kolom Unit akan muncul angka karena rumus.

Darimana Angka 167,2501 Unit tersebut?
Sebelum kita melakukan pencatatan Top Up, NAB terakhir berada di angka 5.979,09
Jadi 1.000.000 Rupiah yang kita top up jika dibagikan dengan 5.979,09 akan menghasilkan 167,2501 Unit
1.000.000 / 5.979,07 = 167,2501
INGAT!!! Ketika Melakukan Top Up, yang berubah itu UNIT nya, NAB tidak berubah.

Isi Kolom IHSG sama dengan angka IHSG diatasnya

Perhatikan Kolom yang di Blok Biru
Setelah itu, pergi ke kolom IHSG (Kolom K) isi dengan angka IHSG sebelumnya.
Setelah selesai, pastikan Kolom NAB (%) dan Kolom IHSH (%) angkanya adalah 0.00%
Angka 5.979,08 di Kolom NAB secara otomatis oleh rumus.

==========

MENCATAT PEMBELIAN

Contoh Transaksi Pembelian

Ketika kita melakukan Pembelian, pencatatan dilakuan di Sheet 2A. Mencatat Pembelian
Ketika terjadi pembelian, Posisi Cash akan berkurang, tapi itu tidak perlu dicatat segera. Bisa nanti ketika kita merekap di sheet 3.Rekap Ekuitas Total

Pergi ke sheet 2A Mencatat Pembelian

Sebaiknya Pencatatan dilakukan berurutan secara Alphabetical, agar kita gak usah scroll naik turun untuk mencari emiten emiten tertentu ketika dibutuhkan.
Dalam ilustrasi, kita sudah punya emiten QQQQ dan SSSS oleh karena itu emiten RICY kita sisipkan diantara keduanya.
Caranya menyisipkan nya adalah dengan mengarahkan mouse kita ke angka 5 lalu klik kanan pada mouse dan pilih Insert Row atau Sisipkan Baris

Contoh mencatat pembelian baru sekaligus menyelipkan baris secara alphabetical

Beginilah tampilan Sheet 2A. Mencatat Pembelian kita setelah kita mencatat pembelian RICY dengan menyisipkan diantara saham QQQQ dan SSSS.

Demikian pun jika kita ingin menyisipkan pencatatan pembelian TOTO caranya sama seperti kita mencatat pembelian RICY

Tetapi jika pembelian TOTO itu adalah pembelian lanjutan dari rencana yang belum selesai, Misalnya rencana beli 1 juta rupiah, tetapi waktu itu baru beli 600.000 karena Cash sudah tidak ada, dan hari ini kita baru berkesempatan menambah 400rb. Maka caranya adalah dengan menyisipkan sekaligus menggabungkannya.

Contoh Menyisipkan 2 baris

Untuk Menyisipkan sekaligus menggabungkan pembelian terdahulu kita harus menyisipkan 2 baris sekaligus (lihat ilustrasi)
Cara meyisipkan 2 baris, arahkan mouse ke angka 8 (klik kiri) lalu tarik ke angka 9 dengan tetap menahan klik kiri.

Menggabungkan 2 Pembelian menjadi 1

Setelah tersedia 2 bari baru, isi Lot dan Modal Beli pembelian baru. Setelah itu jumlahkan Lot sebelumnya dengan lot yang baru dibeli (lihat J9 yang di blok Biru)
Jumlahkan juga Modal beli sebelumnya dan modal beli yang baru (lihat L9 yang di blok biru)

Setelah itu Kolom Harga (Kolom K9) diisi dengan formula =1072000/4500 atau =L9/J9

Dapat deh lot dan modal toto yang baru dari hasil penggabungan.
Setelah digabung, kita memiliki 45 Lot TOTO dengan modal beli rata2 238 Rupiah.
Setelah Selesai, jangan lupa isi kolom baris 9 yang masih kosong.

Yang terakhir, hapus baris yang tidak diperlukan lagi

Menghapus baris yang sudah tidak terpakai

Cara menghapus baris sama dengan cara menambahkan baris.
Arahkan kursor ke baris 7 lalu klik kiri dan tarik turun mouse sampai baris 8. Lalu klik kanan Mouse dan pilih Delete / Hapus

Selesai deh….
kita sudah berhasil menggabungkan 2 pembelian TOTO
* 25 Lot modal 240
* 20 Lot modal 236
Menjadi 45 Lot Modal 238

==========

MENCATAT PENJUALAN

Contoh Transaksi Penjualan

Ketika terjadi transaksi penjualan, ada 2 sheet yang harus di catat yaitu:
Menambah pencatatan di Sheet 2B. Mencatat Penjualan
Mengurangi Lot Penjualan di Sheet 2A. Mencatat Pembelian

Sheet 2A. Mencatat Pembelian

Misalkan ini adalah posisi awal TSPC kita, disini ada informasi Tanggal Beli, Lot dijual, Modal Beli yang kita butuhkan untuk melakukan pencatatan di Sheet 2B. Mencatat Penjualan.

Catat Penjualan di Sheet 2B. Mencatat Penjualan

Kolom A , C , E kita isi dengan data ketika terjadi pembelian (dari sheet 2A. Mencatat Pembelian)
Kolom D , H , I kita isi dengan data ketika terjadi penjualan
Dari Sheet ini, kedepannya kita jadi bisa melihat ketika dibutuhkan.
Pernah beli TSPC di harga 1.525 pada tanggal 17 September 2020 yang kemudian sudah di jual di harga 2.300 tanggal 12 January 2021
Di Kolom N kita juga bisa melihat berapa hari TSPC ada diportofolio kita sampai kita jual.

Sesuaikan sisa lot di sheet 2A. Mencatat Pembelian

Setelah melakukan pencatatan di sheet 2B. Mencatat Penjualan, kita harus mengurangi jumlah Lot kita di sheet 2A. Mencatat Pembelian sebanyak yang kita jual.
Dalam ilustrasi ini karena yang dijual hanya 28 Lot, maka jumlah lot di kolom J kita potong sebanyak 28 Lot sehingga hanya tersisa 28 Lot.
Tetapi jika yang terjual adalah semuanya, maka baris 4 langsung dihapus aja.

==========

MENCATAT PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK)

Contoh transaksi pembelian (kembali) / Buyback

Ketika kita membeli kembali saham yang telah kita jual sebelumnya (scroll keatas untuk membaca MENCATAT PENJUALAN – kebetulan ini ada yang Buyback)

Ketika terjadi transaksi pembelian kembali (buyback), ada 2 sheet yang harus di catat yaitu:
Mengubah pencatatan di Sheet 2B. Mencatat Penjualan
Menambah Lot Pembelian Kembali di Sheet 2A. Mencatat Pembelian

Pindahkan data dari tabel PENJUALAN ke tabel BUYBACK

Jika sebuah pembelian kita anggap Pembelian Kembali (Buyback) maka Pencatatan di sheet 2B. MENCATAT PENJUALAN yang awalnya kita isi di tabel PENJUALAN harus dipindah ke tabel BUYBACK.
Jangan lupa data di tabel PENJUALAN di hapus kalau sudah dipindah ke tabel BUYBACK.
Tujuannya adalah agar kita tahu kalau penjualan atas emiten tersebut (TSPC) sudah kita beli kembali. Agar kedepannya tidak terjadi double buyback.

Mencatat Pembelian di Sheet 2A. MENCATAT PEMBELIAN

Setelah melakukan pemindahan pencatatan di sheet 2B. MENCATAT PENJUALAN, saatnya kita melakukan pencatatan di sheet 2A. MENCATAT PEMBELIAN

Untuk pencatatan Pembelian Kembali (Buyback) bisa dilakukan dengan 2 cara:
1. Kita mau anggap pembelian tersebut sebagai modal beli baru
2. Kita gabungkan modal lama dan modal baru jadi 1

Jika kita lebih pilih opsi 1 , kita bisa catat terpisah seperti contoh diatas, di kolom keterangan kita kasih keterangan “Buyback, Modal 1.525 Jual 2.300” misalnya, atau terserah mau keterangan apa yang memudahkan kita untuk mengetahui ceritanya kedepannya

Kalau kita ingin menggabungkan menjadi 1, maka kita tinggal hitung ulang aja, total berapa lot, total modal beli berapa, jadinya modal selembarnya berapa.
Kalau kita menggabungkan menjadi 1 , konsekuensinya adalah modal beli kita kemungkinan besar akan menjadi naik.
Ketika modal naik, maka harga take profit selanjutnya juga naik,
Untuk Tanggal (kolom A) jika kita menggabungkan menjadi 1, gue biasanya mengubah juga tanggal beli nya menjadi tanggal terakhir beli.

Selesai Deh….
Nantikan Update Selanjutnya…..


==========

UPDATE PORTOFOLIO & MEMBUAT CHART PERIODIK

Tahun 2021 ini kita sudah mencatat Saldo Awal, Unit Awal, Nab Awal
* lihat “Langkah 3 : Mencatat Ekuitas Total periodik”
Juga sudah melakukan Top Up
* lihat “Mencatat TOP UP”
Juga sudah melakukan Aksi Beli
* lihat “Mencatat Pembelian”)

Nah, untuk membuat Chart, pertama kita harus selesaikan dulu Poin 3 , Poin 5 , Poin 6 (jika ada)
Setelah itu kita update porto kita di sheet 2A. Mencatat Pembelian
Setelah itu, baru kita pindahkan data Modal Beli , Jika di Jual , Cash di RDN , ke sheet 3. Rekap Ekuitas Total

Data menurut Sekuritas
Pergi ke Sheet 3 Rekap Ekuitas Total
Pindahkan Data dari Sheet 2A. Mencatat Pembelian
Jika sudah selesai diisi, bandingkan dengan data dari sekuritas apakah cocok atau tidak
  • Pada halaman 3 Rekap Ekuitas Total:
  • Isi tanggal dengan saat kita melakukan update portofolio
  • Isi Total Modal Beli
  • Isi Total Jika di Jual
  • Isi Posisi Cash pada RDN
  • Kolom D, F, G, H akan terisi secara otomatis
Kolom P Q R abaikan saja, semuanya sudah rumus
Isi Kolom IHSG (Kolom K) dengan posisi Closing IHSG pada saat kita melakukan Update Portofolio

Kolom P, Q, R abaikan saja karena ini bukan transaksi Top Up / Withdraw

  • Cukup isi Posisi terakhir IHSG ketika kita melakukan update
  • Kolom I, J, L, M, N, O otomatis akan terisi

Selesai mengisi, sekarang saatnya kita meng generate Chart nya.

Yang kita butuhkan hanya Kolom A, M, N, O

Yang dibutuhkan untuk meng generate Chart ada 3 kolom yaitu:
Tanggal (Kolom A)
NAB Sejak Dimulai (Kolom M)
IHSG Sejak Dimulai (Kolom N)
GAP Sejak Dimulai (Kolom O)
Selain kolom A, M, N, O kolom lain di sembunyikan saja
Baris Top Up atau Withdraw juga tidak terpakai, jadi jangan lupa disembunyikan juga

ps. SIMPAN / SAVE TERLEBIH DAHULU sebelum memulai proses meng generate Chart.
Setelah selesai meng generate chart, tutup file tanpa di Simpan / SAVE lagi

Setelah selesai, Blok dari Kolom Tgl (kolom A3) sampai kolom GAP (O6)
Setelah itu klik Menu Insert di Excel lalu pilih Insert Line or Area Chart lalu pilih saja salah satu dari 2D Line sesuai selera

Contoh Chart setelah di generate

Penjelasan Garis NAB , IHSG & GAP
*Garis GAP di teritori Negatif artinya kinerja NAB lebih rendah daripada kinerja IHSG
*Garis GAP di teritori Positif tetapi dibawah garis IHSG artinya kinerja NAB lebih tinggi dari IHSG tapi tidak sebesar IHSG
*Garis GAP di teritori Positif dan diatas garis IHSG artinya kinerja NAB lebih tinggi dan lebih besar dari IHSG
*Garis GAP hanya bisa berada di paling atas jika IHSG minus dan NAB plus

Nah…..
Jadi deh Chart Portofolio kita dengan menggunakan metode NAB.
Dimana NAB Awal 2021 kita mulai sama dengan IHSG Awal 2021.
Jadi kita bisa langsung membandingkan kinerja Portofolio kita dengan IHSG secara menyeluruh….

Selesai deh….

Nantikan update cara mencatat selanjutnya.
Atau jika ada ingin ditanyakan bisa ditanyakan di grup telegram DISINI

Website kakdr.com ini sepenuhnya adalah free, tetapi jika anda ingin berdonasi untuk membantu meringankan biaya Hosting & Domain web ini bisa dengan :
MenTrakteer Kakdr Eskrim Disini

atau
Belanja Online kebutuhan rumah tangga di Ideal Official Store Tokopedia di Disini
(Dapatkan Cashback 5% s/d Rp. 50.000 dengan menggunakan kode voucher: IDEAkakdrway )
atau



============ Artikel Asli ============
Tutorial dari artikel Mencatat Portofolio secara lengkap (Beli – Jual – Buyback sampai Perkembangan Equity)

Untuk membandingkan perjalanan portofolio kita dengan IHSG, kita perlu untuk menyelaraskan dulu total ekuitas dari portofolio kita (ekuitas saham + tunai di RDI) dengan IHSG.

Total ekuitas portofolio kita menggunakan satuan Rupiah, sementara IHSG menggunakan satuan Index.
Oleh karena itu satuan Rupiah pada portofolio kita perlu diubah dulu menjadi satuan Index seperti IHSG supaya bisa dibandingkan kedepannya.

Nah, Index pada portofolio kita, kalau dalam dunia saham itu disebut NAB dimana terdapat sejumlah unit yang fungsi nya untuk menghitung kembali Nilai portofolio kita dalam satuan Rupiah nantinya.
Jadi yang pertama tama kita harus lakukan adalah mengubah satuan Rupiah kita menjadi NAB dan UNIT


I. Menentukan NAB dan UNIT Awal

Menentukan NAB dan UNIT Awal
Halaman untuk menentukan NAB awal dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Pertama tama, Tentukan dulu NAB kita mau mulai dari berapa? atau mau mulai dari Berapa Unit?

Rumus Total Unit * NAB = Total Equity Saham + Cash RDI

Dalam ilustrasi, gue menggunakan NAB adalah sesuai dengan IHSG tanggal 2 Agustus 2019 (6.340,18) sebagai ilustrasi saat kita mulai mencatat portofolio kita secara baik dan benar.
Mengapa? supaya kedepannya cukup melihat angka NAB dan IHSG saja kita sudah bisa langsung tahu apakah kinerja portofolio kita hasilnya lebih baik atau tidak jika dibandingkan dengan IHSG.
Jika kita tidak mau mulai NAB sesuai IHSG, tetapi kita ingin mulai dengan angka sendiri, seperti mulai dari 1.000 atau 100 atau 10.000 misalnya, kita tinggal ubah angka 6.340,18 pada kolom isian NAB.

Disini yang perlu diisi adalah:
1. Cari tau dulu ekuitas akhir saham kita pada hari kita mulai itu berapa?
2. Cash kita di RDI pada hari kita mulai itu berapa?
* Setelah #1 & #2 diisi, secara otomatis Kolom kuning pada Total Ekuitas + Cash akan menjumlahkan keduanya

3. Setelah itu kita tinggal mengisi kolom NAB, mau mulai dari NAB berapa?
dalam ilustrasi gue menggunakan IHSG tanggal 2 Agustus 2019 (6.340,18) sebagai angka awalnya.
* Setelah #3 diisi, secara otomatis kolom kuning pada UNIT akan menghitung berapa total UNIT yang kita miliki

Dari ilustrasi diatas, berarti sekarang kita sudah ketahui, bahwa Portofolio kita dimulai dari NAB 6.340,18 dimana dengan Total Ekuitas + Cash RDI sebanyak 20.000.000 maka kita mendapatkan 3.154,4846 Unit sebagai Unit awal kita.


II. Mencatat Portofolio Kita

Mencatat Transaksi Pembelian
Halaman untuk mencatat Portofolio dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Setiap kali melakukan pembelian, kita selalu mencatat di halaman Portofolio, yaitu informasi:

* Tanggal Beli
Gunanya adalah untuk mengetahui sejak kapan emiten tersebut kita beli
* PBV DER ROE emiten bersangkutan (disarankan tetapi tidak wajib)
Gunanya adalah untuk mengukur murah mahalnya emiten tersebut ketika kita ingin beli lagi (Averaging Down) atau jual (Take Profit).
Pengertian sederhana PBV DER ROE & Dividen bisa dibaca di sini
* Dividen terakhir yang dibagikan oleh emiten tersebut
Gunanya adalah sebagai bayangan berapa yield yang akan kita dapatkan (dengan asumsi dividen terakhir) jika di harga modal beli kita dan di harga sekarang.
* Code Emiten
* Lot
Mengetahui banyaknya lot yang kita beli / tersisa
* Harga
* Modal
Mengetahui Total Modal yang kita keluarkan untuk membeli baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Fee Beli
Mengetahui Total Fee Beli yang kita bayarkan baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Harga sekarang
* Ekuitas
Mengetahui posisi uang kita di harga terakhir baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Fee Jual
Mengetahui total Fee jika kita lakukan penjualan di harga sekarang baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Untung (Rugi)
Mengetahui langsung jika kita lakukan penjualan di harga terakhir, berapa keuntungan / kerugian yang kita alami baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Keterangan
Jika ada keterangan yang hendak diisi

Setelah data diisi lengkap, kolom lainnya (yang di blok kuning) secara otomatis akan menghitung seperti:

* Yield Dividen terakhir jika dibandingkan dengan harga beli
* Yield Dividen terakhir jika dibandingkan dengan harga sekarang
* Posisi %P/L adalah posisi Untung / Rugi secara persentas per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Modal Beli kita per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Fee Beli kita per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Ekuitas kita Jika kita jual pada harga terakhir per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Fee Jual jika kita Jual per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Untung atau (Rugi) jika kita Jual per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Jumlah lembar saham kita per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)

Perhatikan Total Equitas jika Jual (pada ilustrasi diatas), Angka inilah yang kita masukan sebagai Equity terakhir Saham (yang 10.000.000) ketika pertama kali kita hendak menentukan NAB dan UNIT Awal

Menyisipkan Baris

Jika kemudian terjadi pembelian kembali (baik pembelian Averaging Down maupun beli emiten baru) kita bisa mencatatnya di baris paling bawah (perhatian, jangan mencatat dibawah garis biru) dengan menambahkan baris baru.

Caranya adalah dengan klik kiri mouse kita pada kolom angka paling kiri, lalu klik kanan mouse dan pilih insert.

Jika kita ingin menyisipkan baris dibawah baris emiten ABCD misalnya, maka kita klik kiri mouse kita kolom angka 5 lalu klik kanan pada mouse dan pilih insert.

Tampilan setelah menyisipkan baris

Ini adalah tampilan setelah menyisipkan pembelian baru. Dari perubahan ini kita langsung bisa melihat bahwa kita melakukan Averaging Down ABCD di harga 700 Rupiah pada tanggal 5 Agustus 2019 dan kita juga membeli saham baru IJKL sebanyak 200 Lot pada harga 250 Rupiah.

Dari ilustrasi (asumsi kita sudah melakukan update harga terbaru) kita bisa langsung melihat bahwa:
* Saham ABCD yang kita beli di harga 1.000 masih mengalami Floating Loss sebesar -20.38% atau (1.021.100) Rupiah
* Saham ABCD yang kita beli di harga 700 sudah mengalami Floating Profit sebesar +13.74% atau 674.450 Rupiah
* Dan seterusnya
* Dimana secara keseluruhan, Portofolio kita sudah mengalami Floating Profit sebesar 3.02% atau 602.450 Rupiah.


III. Mencatat Total Ekuitas (Saham + Cash)

Tampilan Rekap Ekuitas total (bagian 1)
Halaman untuk mencatat Total Ekuitas dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Perhatian: Cash pada RDI selalu mengacu pada posisi Cash menurut sekuritas yang kita pakai. Bukan dihitung secara manual.

Ini adalah bagian kita mencatat total ekuitas (Saham + Cash) yang kita miliki.
Pada Tanggal 2 Agustus 2019 kita memulai mencatat portofolio kita dimulai dengan Ekuitas saham senilai 10.000.000 (lihat ilustrasi : “Mencatat Transaksi Pembelian”) dan sisa cash 10.000.000 (lihat ilustrasi : ” Menentukan NAB dan UNIT Awal”)

* Dimana Total Ekuitas kita pada tanggal 2 Agustus 2019 awal adalah sebesar 20.000.000 (Saham + Cash)
* Dimana NAB & Unit awal kita sudah tentukan yaitu dimulai dari NAB 6.340,18 sehingga dari total 20.000.000 itu menghasilkan 3.154,4846 Unit
Ini adalah Pencatatan paling pertama kita. Pencatatan dimana semua dimulai dari sini (lihat baris 4)

Pada Tanggal 2 Agustus 2019 Sore hari kita mengupdate harga saham yang terakhir dimana posisi Ekuitas senilai 10.000.000 (lihat ilustrasi : “Mencatat Transaksi Pembelian”) dan sisa cash 10.000.000 (lihat ilustrasi : ” Menentukan NAB dan UNIT Awal”)
Ini adalah Pencatatan Update paling pertama kita. Pencatatan dimana sudah terjadi update harga (lihat baris 5)
Disini tidak ada perubahan pada Ekuitas karena walaupun terjadi penurunan harga pada saham ABCD (turun 1 juta) dan kenaikan harga pada saham EFGH (naik 1 juta) tetapi secara total ekuitas adalah tetap 20.000.000 Rupiah.
* Lihat ilustrasi “Mencatat Transaksi Pembelian” baris 1
* Lihat ilustrasi “Mencatat Total Ekuitas (Saham + Cash)” baris 5

Lalu pada tanggal 5 Agustus 2019 terjadi transaksi beli (lihat ilustrasi “Tampilan setelah menyisipkan baris” ini secara otomatis akan menyebabkan cash berkurang, sehingga akhirnya pada tanggal 8 Agustus 2019 setelah kita update harga saham terakhir, hasilnya adalah seperti ilustrasi “Mencatat Total Ekuitas (Saham + Cash)” baris 6

Setelah terjadi Update pada tanggal 9 Agustus 2019, sekarang kita sudah bisa melihat untuk yang pertama kali.
* Bahwa pada tanggal 2 Agustus 2019, kita memiliki total ekuitas saham sebanyak 10.000.000 Rupiah dan Cash sebesar 10.000.000 Rupiah dengan Total Saham dan Cash adalah sebesar 20.000.000 Rupiah.
Total Unit pada saat itu adalah 3.154,4846 Unit dengan Nilai satu NAB nya adalah sebesar 6.340,18
IHSG saat itu berada di angka 6.340,18 (Closing IHSG 2 Agustus 2019)

* Bahwa pada tanggal 9 Agustus 2019, terjadi perubahan pada komposisi ekuitas saham sebanyak 20.600.000 Rupiah dan Cash sebesar 81.190 Rupiah dengan Total Saham dan Cash adalah sebesar 20.681.190 Rupiah.
Total Unit pada saat itu adalah 3.154,4846 Unit (tidak berubah karena tidak terjadi Top Up atau (Tarik) dengan Nilai satu NAB nya adalah sebesar 6.556,12.
Mengapa NAB bisa berubah? karena Total Ekuitas Saham + Cash naik menjadi 20.681.190, sementara Jumlah Unit nya tidak berubah.
IHSG saat itu berada di angka 6.282,13 (Closing IHSG 9 Agustus 2019)

Dengan terjadinya 2x update, sekarang kita sudah mulai bisa melihat.
* Bahwa semua dimulai dari tanggal 2 Agustus 2019, saat itu posisi NAB dan IHSG sama sama berada di angka 6.340,18
* Bahwa pada 9 Agustus 2019 secara Mingguan, IHSG mengalami penurunan sebesar -0.92% (lihat kolom L6) sementara NAB kita mengalami kenaikan sebesar +3.41% (lihat kolom J6)
* Bahwa pada 9 Agustus 2019 sejak mulai dicatat, IHSG mengalami penurunan sebesar -0.92% (lihat kolom O6) sementara NAB kita mengalami kenaikan sebesar +3.41% (lihat kolom N6)
* Bahwa pada 9 Agustus 2019 sejak mulai dicatat, terjadi selisih GAP sebesar +4.32%.
GAP adalah selisih pertumbuhan (naik/turun) NAB kita dikurangi pertumbuhan (naik/turun) IHSG sejak dimulai. Disini terlihat bahwa NAB kita mengalami kenaikan sebanyak +3.41% sementara IHSG mengalami penurunan sebesar -0.92% sehingga terjadi GAP sebesar +4.32%
* Rumus GAP : 3.41% – (-0.92%) = +4.32%


Sekarang pencatatan portofolio kita sudah memiliki bentuk, dengan sudah memiliki data seperti ini, kita juga sudah bisa membuat chart nya. Bagaimana caranya?

*Perhatian! Sebelum memulai membuat chart, pastikan terlebih dahulu file sudah disimpan (save) karena setelah membuat chart, file akan ditutup tanpa di simpan (save) lagi)

Menyembunyikan kolom yang tidak terpakai

Pertama tama, sembunyikan dahulu kolom B sampai kolom L.
Caranya adalah klik kiri mouse anda dan tarik mulai dari kolom bertuliskan B sampai kolom bertuliskan L, lalu klik kanan pada mouse dan pilih Hide

Memilih bagian yang mau dijadikan chart

Setelah jadi seperti ini, klik kiri dan tarik mouse anda dimulai dari kolom A2 sampai kolom P6 lalu pilih Insert (lingkaran kuning di bagian kiri atas) dan pilih gambar chart (lingkaran kuning di bagian kanan atas)

Setelah jadi chart

Setelah menjadi chart, bagi kita yang memiliki daya tangkap secara visual (gambar) lebih tinggi, kita jadi bisa melihat bahwa IHSG (garis biru) bergerak ke arah dibawah 0% sementara NAB kita (garis hijau) bergerak keatas 0%.
Garis GAP (Garis kuning) hanya bisa berada diatas Garis NAB (garis hijau) & Garis IHSG (garis biru) jika YTD IHSG minus, sementara NAB kita plus atau minus tetapi tidak sebanyak minus IHSG


III. TOP UP

Harus dimengerti bahwa:
1. Total Ekuitas adalah hasil dari Ekuitas Saham ditambah Cash
Dalam ilustrasi Total Ekuitas = 20.600.000 (Ekuitas Saham) + 81.190 (Cash) = 20.681.190
2. Total Ekuitas adalah NAB dikali Unit
Dalam ilustrasi Total Ekuitas = 6.556,12 (NAB) * 3.154,4846 (Total Unit) = 20.681.190
3. Jika terjadi perubahan pada harga saham, yang berubah adalah NAB nya
4. Jika terjadi Top Up atau (Tarik), yang berubah adalah UNIT nya

Jika pada tanggal 10 Agustus kita melakukan Top Up sebesar 10.000.000 Rupiah, artinya terjadi perubahan pada Cash dan juga Unit kita. NAB tidak berubah. Bagaimana caranya?

Tampilan jika terjadi Top Up

Perhatikan kolom kolom yang di blok biru

Ketika terjadi Top Up (lihat baris 7), terjadi penambahan pada Cash , Total Ekuitas & Unit kita. Sementara NAB & IHSG tidak berubah. Perubahan apa yang terjadi?
A. Kolom Modal Beli, Ekuitas Jika di Jual (lihat kolom B7 & C7), diisi manual seperti posisi sebelumnya.

B. Cash bertambah (lihat Kolom E7), sebelumnya posisi cash kita adalah 81.190 dengan terjadi Top Up sebesar 10.000.000 Rupiah, maka posisi cash kita berubah menjadi 10.081.190. Caranya mengisinya adalah:
Pada Kolom E7 kita isi Kolom E6 + 10.000.000 (lihat kolom rumus)

C. Top Up & Unit bertambah (lihat kolom P7 & Q7), sebelumnya posisi Total Unit kita adalah 3.154,4846 Unit dengan terjadi Top Up sebesar 10.000.000 Rupiah, maka terjadi penambahan sejumlah 1.525,2916 unit menjadi 4.679,7762 Unit. Cara mengisinya adalah:
1. Kolom P7 kita isi dengan angka 10.000.000 (nominal Top Up)
2. Kolom Q7 kita isi dengan rumus: Kolom P7 (nominal Top Up) dibagi Kolom I6 (NAB terakhir).
Terlihat bahwa pada tanggal 10 Agustus 2019 terjadi penambahan 1.525,2916 Unit (Akibat Top Up) sehingga Total Unit yang kita miliki sekarang berubah menjadi 4.679,7762)

D. Kolom Mingguan & Sejak Dimulai (Kolom I sampai Kolom O), Kolom Untung (Rugi) (Kolom G & H), tidak mengalami perubahan sama sekali karena yang terjadi adalah penambahan modal sendiri (Top Up) bukan karena perubahan harga.


IV. Tarik / Withdraw

Prosesnya sama seperti ketika terjadi Top Up, hanya saja (Tarik / Withdraw) terjadi pengurangan pada Cash , Total Ekuitas & Unit kita. Sementara NAB & IHSG tidak berubah.

Jika pada tanggal 11 Agustus kita melakukan Tarik / Withdraw sebesar 5.000.000 Rupiah, artinya terjadi perubahan pada Cash dan juga Unit kita. NAB tidak berubah. Bagaimana caranya?

Tampilan jika terjadi Top Up

Perhatikan kolom kolom yang di blok merah

Ketika terjadi Tarik / Withdraw (lihat baris 8), terjadi pengurangan pada Cash , Total Ekuitas & Unit kita. Sementara NAB & IHSG tidak berubah. Perubahan apa yang terjadi?
A. Kolom Modal Beli, Ekuitas Jika di Jual (lihat kolom B8 & C8), diisi manual seperti posisi sebelumnya.

B. Cash berkurang (lihat Kolom E8), sebelumnya posisi cash kita adalah 10.081.190 dengan terjadi Tarik / Withdraw sebesar 5.000.000 Rupiah, maka posisi cash kita berubah menjadi 5.081.190. Caranya mengisinya adalah:
Pada Kolom E8 kita isi Kolom E7 – 5.000.000 (lihat kolom rumus)

C. Unit berkurang (lihat kolom Q8), sebelumnya posisi Total Unit kita adalah 4.679,7762 Unit dengan terjadi Tarik / Withdraw sebesar 5.000.000 Rupiah, maka terjadi pengurangan sejumlah 762,6458 unit menjadi 3.917,1304 Unit. Cara mengisinya adalah:
1. Kolom P8 kita isi dengan angka -5.000.000 (nominal Tarik / Withdraw)
2. Kolom Q8 kita isi dengan rumus: Kolom P8 (nominal Tarik / Withdraw) dibagi Kolom I7 (NAB terakhir).
Terlihat bahwa pada tanggal 11 Agustus 2019 terjadi pengurangan 762,6458 Unit (Akibat Tarik / Withdraw) sehingga Total Unit yang kita miliki sekarang berubah menjadi 3.917,1304)

D. Kolom Mingguan & Sejak Dimulai (Kolom I sampai Kolom O), Kolom Untung (Rugi) (Kolom G & H), tidak mengalami perubahan sama sekali karena yang terjadi adalah pengurangan modal sendiri (Tarik / Withdraw) bukan karena perubahan harga.


V. Mencatat Penjualan (Take Profit)

Ilustrasi ada saham yang bisa di realisasikan keuntungan

Jika kemudian saham ABCD sudah naik sampai target jual kita. Misalkan pada tanggal 12 Agustus 2019 harga ABCD naik ke harga 1.060 dan kita putuskan untuk jual.

bagaimana cara mencatatnya setelah terjadi penjualan?

Halaman untuk mencatat Total Ekuitas dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Ini adalah bagian dimana kita mencatat penjualan yang telah kita lakukan.
Pencatatan ini bisa memberikan kita informasi secara detail maupun keseluruhan mengenai:

* Tanggal Beli Emiten
* Lot
Jumlah Lot yang kita jual
* Harga
Modal kita ketika kita membeli
* Modal
Total Modal yang kita keluarkan untuk membeli saham tersebut
* Fee Beli
Total Fee beli yang kita keluarkan untuk membeli saham tersebut.
* Tanggal Jual
* Harga Jual
* Ekuitas
Total uang yang kita terima dari penjualan tersebut
* Fee Jual
Total Fee jual dan pajak penjualan atas penjualan tersebut.
* Untung (Rugi)
Untung atau (Rugi) bersih kita setelah dipotong fee beli, fee jual dan pajak jual
* %P/L (Kolom B)
Untung atau (Rugi) bersih secara persentase setelah dipotong fee beli, fee jual dan pajak jual yang dibagi dengan Total Modal Beli ditambah Fee Beli
* Jumlah Hari
Kita jadi bisa melihat, bahwa keuntungan atau (kerugian) atas transaksi penjualan tersebut direalisasikan dalam berapa hari

*Dalam template ini juga disediakan kolom tambahan Kolom Harga Sekarang & Kolom Naik Turun (kolom Q & R).
Fungsinya adalah untuk memberi kita informasi, di harga terakhir, sudah turun atau naik berapa persen jika dibandingkan dengan harga jual kita. Sehingga jika kita melihat bahwa harga sudah turun cukup dalam dari harga jual, kita bisa saja buyback dengan Nominal Jual yang sama atau Lot yang sama.
Contoh saham ABCD kita beli di harga 700 Rupiah, dan sudah kita realisasikan keuntungan +50% di harga 1.060 (dapat uang 7.420.000).
Tetapi harga sekarang sudah turun kembali ke harga 700 Rupiah.
A. Jika kita beli kembali sebanyak 70 lot, maka total uang yang dibutuhkan untuk membeli kembali 70 Lot itu hanya 4.900.000 sementara ketika dijual, uang yang kita peroleh adalah sebesar 7.420.000.
Artinya Lot yang kita jual telah kembali, dan masih ada sisa uang sebesar 2.520.000
B. Jika kita beli kembali sebanyak 7.420.000 berarti kita bisa membeli kembali sebanyak 106 Lot. Jual 70 Lot, Buyback (beli kembali) 106 Lot.
Artinya tahun depan jika emiten ABCD membagikan dividen, kita akan mendapatkan dividen 36 Lot lebih banyak dibandingkan ketika belum dijual.


V. Mencatat Pembelian Kembali (Buyback)

Bursa adalah pasar, harga selalu bergerak naik dan turun. Hanya saja dalam perjalanannya, waktu yang diperlukan dalam naik turunnya tidaklah pasti. Bisa cepat bisa juga lambat.

Pada halaman penjualan kita bisa sediakan 2 kolom baru untuk menghitung harga sekarang jika di bandingkan dengan harga jual kita saat itu (lihat kolom Q & R).
Dalam ilustrasi, setelah kita jual ABCD di harga 1.060 (modal beli 700) lalu ternyata setelah itu harga turun kembali ke 700 Rupiah.
Disini kita bisa melihat kembali sheet Penjualan, dan dengan segera kita bisa mengetahui bahwa kita pernah menjual emiten ABCD di harga 1.060 pada tanggal 12 Agustus 2019. Sementara harga sekarang tinggal 700 Rupiah.
Jika kita mengisi harga sekarang di kolom P, kita akan segera mengetahui bahwa:
* Jika kita buyback sebanyak lot terjual (70 Lot) hanya membutuhkan modal 4.900.000 untuk membeli kembali. Masih tersisa uang 2.520.000 sebagai keuntungan.
* Jika kita buyback sebanyak Nominal yang kita dapatkan saat menjual di 1.060, kita bisa beli kembali sebanyak 106 Lot (jual hanya 70 lot).

Lalu bagaimana cara mencatat Pembeliannya?

Lihat kembali ke Bagian : II. Mencatat Portofolio Kita

Pencatatan Pembelian Kembali (Buyback) kita catat seperti biasa, hanya saja di kolom keterangan kita tambahkan catatan bahwa saham ABCD yang kita beli di harga 700 pada tanggal 05 September 2019 adalah Buyback.
Diberikan keterangan bahwa pembelian 70 Lot tersebut adalah buyback atas 70 Lot saham ABCD yang sudah kita jual sebelumnya.
* Lihat Baris 6

Tetapi jangan lupa untuk mencatatkan transaksi penjualan yang sudah di buyback…. agar kedepannya tidak terjadi double buyback.

Mencatat transaksi Buyback

Mencatat di Tabel Buyback & Menghapus Tabel Penjualan

Untuk mencatatkan transaksi Buyback, kita perlu mempersiapkan lagi 1 Tabel Buyback (lihat tabel buyback mulai baris 14)

Emiten terjual yang sudah buyback (dalam ilustrasi adalah emiten ABCD) kita catatkan pada tabel Buyback.
Tanggal Jual pada Tabel Penjualan (12-Aug-19) diisi pada kolom tanggal sebelah kiri, sementara Tanggal Buyback kita isi dengan tanggal ketika kita membeli kembali emiten ABCD tersebut.
Setelah dicatat di Tabel Buyback, jangan lupa untuk menghapus transaksi pada Tabel Penjualan yang sudah kita pindahkan ke Tabel Buyback.

Setelah Transaksi pada Tabel Penjualan dihapus

Pada Kolom Tabel Buyback, kita bisa melihat bahwa emiten ABCD yang kita jual pada tanggal 12-Aug-19 sudah kita buyback kembali (dalam ilustrasi adalah sebanyak Lot terjual) pada tanggal 5-Sep-19 atau 24 hari setelah kita jual. Dengan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 2.489.172 atau +50.70%

Ketika kita melihat transaksi pada Tabel Buyback, dan ingin melihat posisi emiten ABCD kita sekarang, kita bisa kembali pada sheet pembelian.

Melihat kembali sheet pembelian

Pada sheet pembelian, kita bisa dengan jelas melihat bahwa emiten ABCD yang kita buyback pada tanggal 5 September 2019 sebanyak 70 Lot di harga 700 itu sekarang secara floating berasa pada posisi Floating Loss -0.48%

Kira kira begitulah cara Mencatat Portofolio secara lengkap (Beli – Jual – Buyback sampai Perkembangan Equity) ala KakdrWay.
Dengan mencatat yang baik, kita jadi bisa dengan jelas mengetahui alur cerita porotofolio kita secara umum dan emiten kita secara khususnya.
Dengan mengetahui baik khusus maupun umum, kita bisa melihat dengan jelas apakah sebenarnya Total Equity kita berinvestasi saham itu sudah benar atau masih perlu diperbaiki, apakah sudah memberikan keuntungan atau belum.
Dengan mencatat yang baik, bisa menjadikannya sebagai bahan evaluasi kita kedepannya.

Selamat membuat catatan sendiri!

About Kakdr 265 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

12 Comments

  1. Kalo portfolio kita bercampur sama trading gmn ya? Saya juga pake margin (3x equity) bahkan cash selalu dalam posisi minus.

    • Kalau campur trading, mau gak mau harus update setiapp hari.
      Karena setiap hari pasti ada transaksi jual dan beli.

      Untuk pemakaian margin itu tidak masalah, karena ketika diupdate posisi cash kita adalah minus (-)
      Kecuali kalau terjadi Top Up / Withdraw itu baru harus dicatat

  2. Makasih ncek,saya udah coba buat portofolionya. Walaupun hanya untuk liat grafik perkembangan portonya agar kita bisa melihat apakah porto mengalahkan IHSG atau tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*