Mencatat Portofolio secara lengkap (Beli – Jual – Buyback sampai Perkembangan Equity) – Tutorial

Tutorial dari artikel Mencatat Portofolio secara lengkap (Beli – Jual – Buyback sampai Perkembangan Equity)

Untuk membandingkan perjalanan portofolio kita dengan IHSG, kita perlu untuk menyelaraskan dulu total ekuitas dari portofolio kita (ekuitas saham + tunai di RDI) dengan IHSG.

Total ekuitas portofolio kita menggunakan satuan Rupiah, sementara IHSG menggunakan satuan Index.
Oleh karena itu satuan Rupiah pada portofolio kita perlu diubah dulu menjadi satuan Index seperti IHSG supaya bisa dibandingkan kedepannya.

Nah, Index pada portofolio kita, kalau dalam dunia saham itu disebut NAB dimana terdapat sejumlah unit yang fungsi nya untuk menghitung kembali Nilai portofolio kita dalam satuan Rupiah nantinya.
Jadi yang pertama tama kita harus lakukan adalah mengubah satuan Rupiah kita menjadi NAB dan UNIT


I. Menentukan NAB dan UNIT Awal

Menentukan NAB dan UNIT Awal
Halaman untuk menentukan NAB awal dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Pertama tama, Tentukan dulu NAB kita mau mulai dari berapa? atau mau mulai dari Berapa Unit?

Rumus Total Unit * NAB = Total Equity Saham + Cash RDI

Dalam ilustrasi, gue menggunakan NAB adalah sesuai dengan IHSG tanggal 2 Agustus 2019 (6.340,18) sebagai ilustrasi saat kita mulai mencatat portofolio kita secara baik dan benar.
Mengapa? supaya kedepannya cukup melihat angka NAB dan IHSG saja kita sudah bisa langsung tahu apakah kinerja portofolio kita hasilnya lebih baik atau tidak jika dibandingkan dengan IHSG.
Jika kita tidak mau mulai NAB sesuai IHSG, tetapi kita ingin mulai dengan angka sendiri, seperti mulai dari 1.000 atau 100 atau 10.000 misalnya, kita tinggal ubah angka 6.340,18 pada kolom isian NAB.

Disini yang perlu diisi adalah:
1. Cari tau dulu ekuitas akhir saham kita pada hari kita mulai itu berapa?
2. Cash kita di RDI pada hari kita mulai itu berapa?
* Setelah #1 & #2 diisi, secara otomatis Kolom kuning pada Total Ekuitas + Cash akan menjumlahkan keduanya

3. Setelah itu kita tinggal mengisi kolom NAB, mau mulai dari NAB berapa?
dalam ilustrasi gue menggunakan IHSG tanggal 2 Agustus 2019 (6.340,18) sebagai angka awalnya.
* Setelah #3 diisi, secara otomatis kolom kuning pada UNIT akan menghitung berapa total UNIT yang kita miliki

Dari ilustrasi diatas, berarti sekarang kita sudah ketahui, bahwa Portofolio kita dimulai dari NAB 6.340,18 dimana dengan Total Ekuitas + Cash RDI sebanyak 20.000.000 maka kita mendapatkan 3.154,4846 Unit sebagai Unit awal kita.


II. Mencatat Portofolio Kita

Mencatat Transaksi Pembelian
Halaman untuk mencatat Portofolio dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Setiap kali melakukan pembelian, kita selalu mencatat di halaman Portofolio, yaitu informasi:

* Tanggal Beli
Gunanya adalah untuk mengetahui sejak kapan emiten tersebut kita beli
* PBV DER ROE emiten bersangkutan (disarankan tetapi tidak wajib)
Gunanya adalah untuk mengukur murah mahalnya emiten tersebut ketika kita ingin beli lagi (Averaging Down) atau jual (Take Profit).
Pengertian sederhana PBV DER ROE & Dividen bisa dibaca di sini
* Dividen terakhir yang dibagikan oleh emiten tersebut
Gunanya adalah sebagai bayangan berapa yield yang akan kita dapatkan (dengan asumsi dividen terakhir) jika di harga modal beli kita dan di harga sekarang.
* Code Emiten
* Lot
Mengetahui banyaknya lot yang kita beli / tersisa
* Harga
* Modal
Mengetahui Total Modal yang kita keluarkan untuk membeli baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Fee Beli
Mengetahui Total Fee Beli yang kita bayarkan baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Harga sekarang
* Ekuitas
Mengetahui posisi uang kita di harga terakhir baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Fee Jual
Mengetahui total Fee jika kita lakukan penjualan di harga sekarang baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Untung (Rugi)
Mengetahui langsung jika kita lakukan penjualan di harga terakhir, berapa keuntungan / kerugian yang kita alami baik secara per transaksi maupun secara total portofolio.
* Keterangan
Jika ada keterangan yang hendak diisi

Setelah data diisi lengkap, kolom lainnya (yang di blok kuning) secara otomatis akan menghitung seperti:

* Yield Dividen terakhir jika dibandingkan dengan harga beli
* Yield Dividen terakhir jika dibandingkan dengan harga sekarang
* Posisi %P/L adalah posisi Untung / Rugi secara persentas per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Modal Beli kita per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Fee Beli kita per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Ekuitas kita Jika kita jual pada harga terakhir per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Fee Jual jika kita Jual per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Posisi Untung atau (Rugi) jika kita Jual per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)
* Jumlah lembar saham kita per transaksi (lihat baris 4 & 5) maupun secara keseluruhan portofolio kita (lihat baris 1)

Perhatikan Total Equitas jika Jual (pada ilustrasi diatas), Angka inilah yang kita masukan sebagai Equity terakhir Saham (yang 10.000.000) ketika pertama kali kita hendak menentukan NAB dan UNIT Awal

Menyisipkan Baris

Jika kemudian terjadi pembelian kembali (baik pembelian Averaging Down maupun beli emiten baru) kita bisa mencatatnya di baris paling bawah (perhatian, jangan mencatat dibawah garis biru) dengan menambahkan baris baru.

Caranya adalah dengan klik kiri mouse kita pada kolom angka paling kiri, lalu klik kanan mouse dan pilih insert.

Jika kita ingin menyisipkan baris dibawah baris emiten ABCD misalnya, maka kita klik kiri mouse kita kolom angka 5 lalu klik kanan pada mouse dan pilih insert.

Tampilan setelah menyisipkan baris

Ini adalah tampilan setelah menyisipkan pembelian baru. Dari perubahan ini kita langsung bisa melihat bahwa kita melakukan Averaging Down ABCD di harga 700 Rupiah pada tanggal 5 Agustus 2019 dan kita juga membeli saham baru IJKL sebanyak 200 Lot pada harga 250 Rupiah.

Dari ilustrasi (asumsi kita sudah melakukan update harga terbaru) kita bisa langsung melihat bahwa:
* Saham ABCD yang kita beli di harga 1.000 masih mengalami Floating Loss sebesar -20.38% atau (1.021.100) Rupiah
* Saham ABCD yang kita beli di harga 700 sudah mengalami Floating Profit sebesar +13.74% atau 674.450 Rupiah
* Dan seterusnya
* Dimana secara keseluruhan, Portofolio kita sudah mengalami Floating Profit sebesar 3.02% atau 602.450 Rupiah.


III. Mencatat Total Ekuitas (Saham + Cash)

Tampilan Rekap Ekuitas total (bagian 1)
Halaman untuk mencatat Total Ekuitas dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Perhatian: Cash pada RDI selalu mengacu pada posisi Cash menurut sekuritas yang kita pakai. Bukan dihitung secara manual.

Ini adalah bagian kita mencatat total ekuitas (Saham + Cash) yang kita miliki.
Pada Tanggal 2 Agustus 2019 kita memulai mencatat portofolio kita dimulai dengan Ekuitas saham senilai 10.000.000 (lihat ilustrasi : “Mencatat Transaksi Pembelian”) dan sisa cash 10.000.000 (lihat ilustrasi : ” Menentukan NAB dan UNIT Awal”)

* Dimana Total Ekuitas kita pada tanggal 2 Agustus 2019 awal adalah sebesar 20.000.000 (Saham + Cash)
* Dimana NAB & Unit awal kita sudah tentukan yaitu dimulai dari NAB 6.340,18 sehingga dari total 20.000.000 itu menghasilkan 3.154,4846 Unit
Ini adalah Pencatatan paling pertama kita. Pencatatan dimana semua dimulai dari sini (lihat baris 4)

Pada Tanggal 2 Agustus 2019 Sore hari kita mengupdate harga saham yang terakhir dimana posisi Ekuitas senilai 10.000.000 (lihat ilustrasi : “Mencatat Transaksi Pembelian”) dan sisa cash 10.000.000 (lihat ilustrasi : ” Menentukan NAB dan UNIT Awal”)
Ini adalah Pencatatan Update paling pertama kita. Pencatatan dimana sudah terjadi update harga (lihat baris 5)
Disini tidak ada perubahan pada Ekuitas karena walaupun terjadi penurunan harga pada saham ABCD (turun 1 juta) dan kenaikan harga pada saham EFGH (naik 1 juta) tetapi secara total ekuitas adalah tetap 20.000.000 Rupiah.
* Lihat ilustrasi “Mencatat Transaksi Pembelian” baris 1
* Lihat ilustrasi “Mencatat Total Ekuitas (Saham + Cash)” baris 5

Lalu pada tanggal 5 Agustus 2019 terjadi transaksi beli (lihat ilustrasi “Tampilan setelah menyisipkan baris” ini secara otomatis akan menyebabkan cash berkurang, sehingga akhirnya pada tanggal 8 Agustus 2019 setelah kita update harga saham terakhir, hasilnya adalah seperti ilustrasi “Mencatat Total Ekuitas (Saham + Cash)” baris 6

Setelah terjadi Update pada tanggal 9 Agustus 2019, sekarang kita sudah bisa melihat untuk yang pertama kali.
* Bahwa pada tanggal 2 Agustus 2019, kita memiliki total ekuitas saham sebanyak 10.000.000 Rupiah dan Cash sebesar 10.000.000 Rupiah dengan Total Saham dan Cash adalah sebesar 20.000.000 Rupiah.
Total Unit pada saat itu adalah 3.154,4846 Unit dengan Nilai satu NAB nya adalah sebesar 6.340,18
IHSG saat itu berada di angka 6.340,18 (Closing IHSG 2 Agustus 2019)

* Bahwa pada tanggal 9 Agustus 2019, terjadi perubahan pada komposisi ekuitas saham sebanyak 20.600.000 Rupiah dan Cash sebesar 81.190 Rupiah dengan Total Saham dan Cash adalah sebesar 20.681.190 Rupiah.
Total Unit pada saat itu adalah 3.154,4846 Unit (tidak berubah karena tidak terjadi Top Up atau (Tarik) dengan Nilai satu NAB nya adalah sebesar 6.556,12.
Mengapa NAB bisa berubah? karena Total Ekuitas Saham + Cash naik menjadi 20.681.190, sementara Jumlah Unit nya tidak berubah.
IHSG saat itu berada di angka 6.282,13 (Closing IHSG 9 Agustus 2019)

Dengan terjadinya 2x update, sekarang kita sudah mulai bisa melihat.
* Bahwa semua dimulai dari tanggal 2 Agustus 2019, saat itu posisi NAB dan IHSG sama sama berada di angka 6.340,18
* Bahwa pada 9 Agustus 2019 secara Mingguan, IHSG mengalami penurunan sebesar -0.92% (lihat kolom L6) sementara NAB kita mengalami kenaikan sebesar +3.41% (lihat kolom J6)
* Bahwa pada 9 Agustus 2019 sejak mulai dicatat, IHSG mengalami penurunan sebesar -0.92% (lihat kolom O6) sementara NAB kita mengalami kenaikan sebesar +3.41% (lihat kolom N6)
* Bahwa pada 9 Agustus 2019 sejak mulai dicatat, terjadi selisih GAP sebesar +4.32%.
GAP adalah selisih pertumbuhan (naik/turun) NAB kita dikurangi pertumbuhan (naik/turun) IHSG sejak dimulai. Disini terlihat bahwa NAB kita mengalami kenaikan sebanyak +3.41% sementara IHSG mengalami penurunan sebesar -0.92% sehingga terjadi GAP sebesar +4.32%
* Rumus GAP : 3.41% – (-0.92%) = +4.32%


Sekarang pencatatan portofolio kita sudah memiliki bentuk, dengan sudah memiliki data seperti ini, kita juga sudah bisa membuat chart nya. Bagaimana caranya?

*Perhatian! Sebelum memulai membuat chart, pastikan terlebih dahulu file sudah disimpan (save) karena setelah membuat chart, file akan ditutup tanpa di simpan (save) lagi)

Menyembunyikan kolom yang tidak terpakai

Pertama tama, sembunyikan dahulu kolom B sampai kolom L.
Caranya adalah klik kiri mouse anda dan tarik mulai dari kolom bertuliskan B sampai kolom bertuliskan L, lalu klik kanan pada mouse dan pilih Hide

Memilih bagian yang mau dijadikan chart

Setelah jadi seperti ini, klik kiri dan tarik mouse anda dimulai dari kolom A2 sampai kolom P6 lalu pilih Insert (lingkaran kuning di bagian kiri atas) dan pilih gambar chart (lingkaran kuning di bagian kanan atas)

Setelah jadi chart

Setelah menjadi chart, bagi kita yang memiliki daya tangkap secara visual (gambar) lebih tinggi, kita jadi bisa melihat bahwa IHSG (garis biru) bergerak ke arah dibawah 0% sementara NAB kita (garis hijau) bergerak keatas 0%.
Garis GAP (Garis kuning) hanya bisa berada diatas Garis NAB (garis hijau) & Garis IHSG (garis biru) jika YTD IHSG minus, sementara NAB kita plus atau minus tetapi tidak sebanyak minus IHSG


III. TOP UP

Harus dimengerti bahwa:
1. Total Ekuitas adalah hasil dari Ekuitas Saham ditambah Cash
Dalam ilustrasi Total Ekuitas = 20.600.000 (Ekuitas Saham) + 81.190 (Cash) = 20.681.190
2. Total Ekuitas adalah NAB dikali Unit
Dalam ilustrasi Total Ekuitas = 6.556,12 (NAB) * 3.154,4846 (Total Unit) = 20.681.190
3. Jika terjadi perubahan pada harga saham, yang berubah adalah NAB nya
4. Jika terjadi Top Up atau (Tarik), yang berubah adalah UNIT nya

Jika pada tanggal 10 Agustus kita melakukan Top Up sebesar 10.000.000 Rupiah, artinya terjadi perubahan pada Cash dan juga Unit kita. NAB tidak berubah. Bagaimana caranya?

Tampilan jika terjadi Top Up

Perhatikan kolom kolom yang di blok biru

Ketika terjadi Top Up (lihat baris 7), terjadi penambahan pada Cash , Total Ekuitas & Unit kita. Sementara NAB & IHSG tidak berubah. Perubahan apa yang terjadi?
A. Kolom Modal Beli, Ekuitas Jika di Jual (lihat kolom B7 & C7), diisi manual seperti posisi sebelumnya.

B. Cash bertambah (lihat Kolom E7), sebelumnya posisi cash kita adalah 81.190 dengan terjadi Top Up sebesar 10.000.000 Rupiah, maka posisi cash kita berubah menjadi 10.081.190. Caranya mengisinya adalah:
Pada Kolom E7 kita isi Kolom E6 + 10.000.000 (lihat kolom rumus)

C. Top Up & Unit bertambah (lihat kolom P7 & Q7), sebelumnya posisi Total Unit kita adalah 3.154,4846 Unit dengan terjadi Top Up sebesar 10.000.000 Rupiah, maka terjadi penambahan sejumlah 1.525,2916 unit menjadi 4.679,7762 Unit. Cara mengisinya adalah:
1. Kolom P7 kita isi dengan angka 10.000.000 (nominal Top Up)
2. Kolom Q7 kita isi dengan rumus: Kolom P7 (nominal Top Up) dibagi Kolom I6 (NAB terakhir).
Terlihat bahwa pada tanggal 10 Agustus 2019 terjadi penambahan 1.525,2916 Unit (Akibat Top Up) sehingga Total Unit yang kita miliki sekarang berubah menjadi 4.679,7762)

D. Kolom Mingguan & Sejak Dimulai (Kolom I sampai Kolom O), Kolom Untung (Rugi) (Kolom G & H), tidak mengalami perubahan sama sekali karena yang terjadi adalah penambahan modal sendiri (Top Up) bukan karena perubahan harga.


IV. Tarik / Withdraw

Prosesnya sama seperti ketika terjadi Top Up, hanya saja (Tarik / Withdraw) terjadi pengurangan pada Cash , Total Ekuitas & Unit kita. Sementara NAB & IHSG tidak berubah.

Jika pada tanggal 11 Agustus kita melakukan Tarik / Withdraw sebesar 5.000.000 Rupiah, artinya terjadi perubahan pada Cash dan juga Unit kita. NAB tidak berubah. Bagaimana caranya?

Tampilan jika terjadi Top Up

Perhatikan kolom kolom yang di blok merah

Ketika terjadi Tarik / Withdraw (lihat baris 8), terjadi pengurangan pada Cash , Total Ekuitas & Unit kita. Sementara NAB & IHSG tidak berubah. Perubahan apa yang terjadi?
A. Kolom Modal Beli, Ekuitas Jika di Jual (lihat kolom B8 & C8), diisi manual seperti posisi sebelumnya.

B. Cash berkurang (lihat Kolom E8), sebelumnya posisi cash kita adalah 10.081.190 dengan terjadi Tarik / Withdraw sebesar 5.000.000 Rupiah, maka posisi cash kita berubah menjadi 5.081.190. Caranya mengisinya adalah:
Pada Kolom E8 kita isi Kolom E7 – 5.000.000 (lihat kolom rumus)

C. Unit berkurang (lihat kolom Q8), sebelumnya posisi Total Unit kita adalah 4.679,7762 Unit dengan terjadi Tarik / Withdraw sebesar 5.000.000 Rupiah, maka terjadi pengurangan sejumlah 762,6458 unit menjadi 3.917,1304 Unit. Cara mengisinya adalah:
1. Kolom P8 kita isi dengan angka -5.000.000 (nominal Tarik / Withdraw)
2. Kolom Q8 kita isi dengan rumus: Kolom P8 (nominal Tarik / Withdraw) dibagi Kolom I7 (NAB terakhir).
Terlihat bahwa pada tanggal 11 Agustus 2019 terjadi pengurangan 762,6458 Unit (Akibat Tarik / Withdraw) sehingga Total Unit yang kita miliki sekarang berubah menjadi 3.917,1304)

D. Kolom Mingguan & Sejak Dimulai (Kolom I sampai Kolom O), Kolom Untung (Rugi) (Kolom G & H), tidak mengalami perubahan sama sekali karena yang terjadi adalah pengurangan modal sendiri (Tarik / Withdraw) bukan karena perubahan harga.


V. Mencatat Penjualan (Take Profit)

Ilustrasi ada saham yang bisa di realisasikan keuntungan

Jika kemudian saham ABCD sudah naik sampai target jual kita. Misalkan pada tanggal 12 Agustus 2019 harga ABCD naik ke harga 1.060 dan kita putuskan untuk jual.

bagaimana cara mencatatnya setelah terjadi penjualan?

Halaman untuk mencatat Total Ekuitas dapat dilihat di sheet pada file di bagian bawah kiri

Ini adalah bagian dimana kita mencatat penjualan yang telah kita lakukan.
Pencatatan ini bisa memberikan kita informasi secara detail maupun keseluruhan mengenai:

* Tanggal Beli Emiten
* Lot
Jumlah Lot yang kita jual
* Harga
Modal kita ketika kita membeli
* Modal
Total Modal yang kita keluarkan untuk membeli saham tersebut
* Fee Beli
Total Fee beli yang kita keluarkan untuk membeli saham tersebut.
* Tanggal Jual
* Harga Jual
* Ekuitas
Total uang yang kita terima dari penjualan tersebut
* Fee Jual
Total Fee jual dan pajak penjualan atas penjualan tersebut.
* Untung (Rugi)
Untung atau (Rugi) bersih kita setelah dipotong fee beli, fee jual dan pajak jual
* %P/L (Kolom B)
Untung atau (Rugi) bersih secara persentase setelah dipotong fee beli, fee jual dan pajak jual yang dibagi dengan Total Modal Beli ditambah Fee Beli
* Jumlah Hari
Kita jadi bisa melihat, bahwa keuntungan atau (kerugian) atas transaksi penjualan tersebut direalisasikan dalam berapa hari

*Dalam template ini juga disediakan kolom tambahan Kolom Harga Sekarang & Kolom Naik Turun (kolom Q & R).
Fungsinya adalah untuk memberi kita informasi, di harga terakhir, sudah turun atau naik berapa persen jika dibandingkan dengan harga jual kita. Sehingga jika kita melihat bahwa harga sudah turun cukup dalam dari harga jual, kita bisa saja buyback dengan Nominal Jual yang sama atau Lot yang sama.
Contoh saham ABCD kita beli di harga 700 Rupiah, dan sudah kita realisasikan keuntungan +50% di harga 1.060 (dapat uang 7.420.000).
Tetapi harga sekarang sudah turun kembali ke harga 700 Rupiah.
A. Jika kita beli kembali sebanyak 70 lot, maka total uang yang dibutuhkan untuk membeli kembali 70 Lot itu hanya 4.900.000 sementara ketika dijual, uang yang kita peroleh adalah sebesar 7.420.000.
Artinya Lot yang kita jual telah kembali, dan masih ada sisa uang sebesar 2.520.000
B. Jika kita beli kembali sebanyak 7.420.000 berarti kita bisa membeli kembali sebanyak 106 Lot. Jual 70 Lot, Buyback (beli kembali) 106 Lot.
Artinya tahun depan jika emiten ABCD membagikan dividen, kita akan mendapatkan dividen 36 Lot lebih banyak dibandingkan ketika belum dijual.


V. Mencatat Pembelian Kembali (Buyback)

Bursa adalah pasar, harga selalu bergerak naik dan turun. Hanya saja dalam perjalanannya, waktu yang diperlukan dalam naik turunnya tidaklah pasti. Bisa cepat bisa juga lambat.

Pada halaman penjualan kita bisa sediakan 2 kolom baru untuk menghitung harga sekarang jika di bandingkan dengan harga jual kita saat itu (lihat kolom Q & R).
Dalam ilustrasi, setelah kita jual ABCD di harga 1.060 (modal beli 700) lalu ternyata setelah itu harga turun kembali ke 700 Rupiah.
Disini kita bisa melihat kembali sheet Penjualan, dan dengan segera kita bisa mengetahui bahwa kita pernah menjual emiten ABCD di harga 1.060 pada tanggal 12 Agustus 2019. Sementara harga sekarang tinggal 700 Rupiah.
Jika kita mengisi harga sekarang di kolom P, kita akan segera mengetahui bahwa:
* Jika kita buyback sebanyak lot terjual (70 Lot) hanya membutuhkan modal 4.900.000 untuk membeli kembali. Masih tersisa uang 2.520.000 sebagai keuntungan.
* Jika kita buyback sebanyak Nominal yang kita dapatkan saat menjual di 1.060, kita bisa beli kembali sebanyak 106 Lot (jual hanya 70 lot).

Lalu bagaimana cara mencatat Pembeliannya?

Lihat kembali ke Bagian : II. Mencatat Portofolio Kita

Pencatatan Pembelian Kembali (Buyback) kita catat seperti biasa, hanya saja di kolom keterangan kita tambahkan catatan bahwa saham ABCD yang kita beli di harga 700 pada tanggal 05 September 2019 adalah Buyback.
Diberikan keterangan bahwa pembelian 70 Lot tersebut adalah buyback atas 70 Lot saham ABCD yang sudah kita jual sebelumnya.
* Lihat Baris 6

Tetapi jangan lupa untuk mencatatkan transaksi penjualan yang sudah di buyback…. agar kedepannya tidak terjadi double buyback.

Mencatat transaksi Buyback

Mencatat di Tabel Buyback & Menghapus Tabel Penjualan

Untuk mencatatkan transaksi Buyback, kita perlu mempersiapkan lagi 1 Tabel Buyback (lihat tabel buyback mulai baris 14)

Emiten terjual yang sudah buyback (dalam ilustrasi adalah emiten ABCD) kita catatkan pada tabel Buyback.
Tanggal Jual pada Tabel Penjualan (12-Aug-19) diisi pada kolom tanggal sebelah kiri, sementara Tanggal Buyback kita isi dengan tanggal ketika kita membeli kembali emiten ABCD tersebut.
Setelah dicatat di Tabel Buyback, jangan lupa untuk menghapus transaksi pada Tabel Penjualan yang sudah kita pindahkan ke Tabel Buyback.

Setelah Transaksi pada Tabel Penjualan dihapus

Pada Kolom Tabel Buyback, kita bisa melihat bahwa emiten ABCD yang kita jual pada tanggal 12-Aug-19 sudah kita buyback kembali (dalam ilustrasi adalah sebanyak Lot terjual) pada tanggal 5-Sep-19 atau 24 hari setelah kita jual. Dengan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 2.489.172 atau +50.70%

Ketika kita melihat transaksi pada Tabel Buyback, dan ingin melihat posisi emiten ABCD kita sekarang, kita bisa kembali pada sheet pembelian.

Melihat kembali sheet pembelian

Pada sheet pembelian, kita bisa dengan jelas melihat bahwa emiten ABCD yang kita buyback pada tanggal 5 September 2019 sebanyak 70 Lot di harga 700 itu sekarang secara floating berasa pada posisi Floating Loss -0.48%

Kira kira begitulah cara Mencatat Portofolio secara lengkap (Beli – Jual – Buyback sampai Perkembangan Equity) ala KakdrWay.
Dengan mencatat yang baik, kita jadi bisa dengan jelas mengetahui alur cerita porotofolio kita secara umum dan emiten kita secara khususnya.
Dengan mengetahui baik khusus maupun umum, kita bisa melihat dengan jelas apakah sebenarnya Total Equity kita berinvestasi saham itu sudah benar atau masih perlu diperbaiki, apakah sudah memberikan keuntungan atau belum.
Dengan mencatat yang baik, bisa menjadikannya sebagai bahan evaluasi kita kedepannya.

Selamat membuat catatan sendiri!

Atau dapatkan File Lengkap + Tutorial dalam bentuk Pdf + Bimbingan Online gratis selama 6 bulan di Tokopedia

Bagikan :
About Kakdr 174 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Strategy Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*