Mental dan Mantul (Buy Lower Sell Higher)

Tahun 2020 gue buka dengan merealisasikan penjualan perdana SDPC dengan keuntungan sebesar 52.38% dan buyback KBLM dengan realisasi keuntungan sebesar 32.57%

SDPC yang gue beli bulan Maret 2019 seharga 105 Rupiah, berhasil gue jual sebagian di harga 160 Rupiah, sementara KLBM yang gue jual bulan Desember 2019 di harga 350 gue buyback di harga 264.

Ada seorang paman yang bertanya di Grup Telegram Kakdrway Akademi mengapa gue jual SDPC dan mengapa gue buyback KBLM.
Begini:

KBLM, misalkan deh kita menjual 100 Lot KBLM saat itu (desember 2019) dan beli kembali (buyback) di harga 266 Rupiah, maka ketika kita menjualnya di harga 350 Rupiah kita mendapatkan uang sebesar 3.500.000 Rupiah tetapi kita kehilangan lot sebanyak 100 Lot. Sementara ketika kita beli kembali di harga 266 Rupiah, kita hanya mengeluarkan modal sebesar 2.660.000 dan kita mendapatkan kembali 100 Lot kita.
* Dengan buyback 100 Lot maka tahun 2020 jika KBLM membagikan dividen, kita akan mendapatkan juga dividennya.
* Dengan menjualnya senilai 3.500.000 dan membeli kembali dengan modal 2.640.000 yang artinya ada tersisa uang sebesar 860.000. Ingat beli kembali dengan modal 2.640.000 Artinya atas tindakan buyback ini kita berhasil mendapatkan keuntungan sebesar 32.57%
rumus : (3.500.000 – 2.640.000) / 2.640.000

SDPC, misalkan deh kita membeli sebanyak nominal KBLM terjual di harga 105 Rupiah, maka dengan uang 3.500.000 kita bisa mendapatkan SDPC sebanyak 333 Lot. Sementara ketika kita menjualnya di harga 160 Rupiah (anggaplah jual semua) maka kita akan mendapatkan uang sebesar 5.328.000
Lot kita hilang, tetapi uang yang awalnya 3.500.000 Rupiah kini telah berubah menjadi 5.328.000 Rupiah. Terdapat selisih jual beli (keuntungan) sebesar 1.828.000

Berdasarkan artikel Banyak Emiten Banyak Kesempatan dengan memperbanyak emiten, artinya kita memiliki semakin banyak kesempatan untuk bisa take profit saham saham yang sedang naik tinggi, tetapi harus diingat juga semakin banyak kemungkinan kita memiliki saham saham yang sedang turun dalam.
Nah, dalam hal ini kita memanfaatkan kemungkinan (probabilitas) ini agar naik maupun turun bisa menjadi positif poin buat kita.

Gue memiliki portofolio dengan 120+ emiten didalamnya. Setiap saat pasti ada aja emiten emiten yang sudah perlu di Averaging Down dan yang sudah siap di realisasikan keuntungannya.
Disaat IHSG sedang kurang baik seperti akhir akhir ini, tentunya emiten yang perlu di averaging down jumlahnya akan lebih banyak daripada emiten yang siap di panen. Inilah alasan mengapa gue seringkali menyarankan rutin menabung dengan membuat artikel Tapi sebulan saya cuma bisa nabung 500rb paman… Uang hasil menabung inilah ditambah dengan uang hasil take profit yang kita gunakan untuk Averaging Down atau menambah emiten baru yang sedang jatuh dalam.

Sekarang mari kita coba menghitung dengan ilustrasi kejadian berurut, Jual KBLM dulu untuk beli SDPC dan kemudian menjual SDPC untuk buyback KBLM. Ada 2 skenario yang akan kita hitung disini yaitu:
Jual semua dan Jual secukupnya.

Ilustrasi jual semua

Jika kita mengilustrasikan di awalnya menjual 100 Lot KBLM di harga 350 dan seluruh uangnya kita belikan SDPC (*lihat aksi 1) maka ketika kita menjualnya lagi seluruh SDPC di harga 160 kita bisa membeli kembali 201 Lot KBLM (lihat aksi 2) di harga 264.
* Ada realisasi kenaikan lot sebesar 101%
* Artinya tahun mendatang dividen yang akan kita terima di tahun 2020 (jika belum dijual) naik 101% dari tahun 2019

Sementara jika kita mengilustrasikan di awalnya menjual 100 Lot KBLM di harga 350 dan seluruh uangnya kita belikan SDPC (*lihat aksi 1) maka cukup dengan menjualnya lagi 165 Lot SDPC di harga 160 kita sudah bisa membeli kembali 100 Lot KBLM (lihat aksi 2) di harga 264.
* 100 Lot KLBM kembali dan kita masih memiliki 168 Lot SDPC
* Artinya tahun mendatang dividen yang akan kita terima di tahun 2020 bukan hanya dari KBLM tetapi juga dari SDPC

Sekarang coba kita rangkum hasil dua perhitungan ilustrasi diatas.
baca pengertian : Harta dan Harga

Pada ilustrasi jual semua beli semua:
* Uang yang awalnya adalah sebesar 3.500.000 (dengan menjual 100 Lot) telah berubah menjadi 201 lot ketika kita buyback di 264 (total nominal 5.306.400). Artinya ada kenaikan 101% Lot
* Potensi dividen yang akan kita terima di tahun 2020 (dengan asumsi sama dengan tahun 2019) yang awalnya adalah sebesar 100.000 (100 Lot * 100 Lembar * 10) kini telah naik menjadi 201.000 (201 Lot * 100 Lembar * 10 Rupiah)
* Secara keseluruhan, terdapat kenaikan pada sisi Lot maupun Harta yang bersifat Real

Sementara pada ilustrasi jual dan buyback 100 Lot:
* Uang yang awalnya adalah sebesar 3.500.000 (dengan menjual 100 Lot) telah berubah menjadi 100 lot KBLM dan 168 Lot SDPC ketika kita buyback di 264 (total nominal 4.404.000). Artinya ada tambahan lot baru dari emiten lain, yang artinya kita telah memperkecil resiko sekaligus memperbesar probabilitas.
* Potensi dividen yang akan kita terima di tahun 2020 (dengan asumsi sama dengan tahun 2019) yang awalnya adalah sebesar 100.000 (100 Lot * 100 Lembar * 10) kini telah berubah menjadi 150.400 (100 Lot * 100 Lembar * 10 Rupiah) ditambah (168 Lot * 100 Lembar * 3 Rupiah)
* Secara keseluruhan, terdapat penambahan pada sisi Lot maupun Harta yang bersifat Real

Satu hal penting yang harus diingat adalah, Bursa adalah Pasar. Tidak ada satu aliran pun yang bisa dengan akurat menebak arah harga. Emiten dengan fundamental baik hanya memiliki kemungkinan besar untuk naik, tetapi tidak pasti naik. Emiten dengan fundamental jelek hanya memiliki kemungkinan besar untuk turun, tetapi tidak pasti turun.
Jadi harga jangan ditebak! tetapi di antisipasi. Kalau turun kita harus bagaimana? kalau naik kita mau take profit dimana.

Kapan? Nah ini yang kita tidak bisa tebak, ini yang kita tidak bisa pastikan.
Jadi yang kita perlukan hanyalah menyiapkan rencana, menyiapkan antisipasi, memilih emiten yang baik dan benar menurut kita, dan menjalankannya. Hasil akhirnya seperti apa? Esok itu mistery

Ingat aja satu hal:
Ketika membeli sebuah saham, maka kita telah merubah satuan harta kita dari Rupiah menjadi Lot.
Jadi jika kedepannya harga turun sehingga menyebabkan kerugian, maka kerugian itu baru terjadi jika kita merealisasikannya. Yaitu dengan menjualnya di harga yang lebih rendah dari harga beli.
Tetapi jika kita menunggu sampai harga naik lebih tinggi dari harga kita beli, maka ketika kita realisasikan, itu bukan lagi disebut Rugi tetapi Untung. Oleh karena itu sebelum membeli sebuah saham, pastikan dulu bahwa emiten tersebut memiliki keystat yang baik dan yang sangat penting adalah rutin membagikan dividen sebagai ongkos tunggunya.

About Kakdr 241 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*