Klik tautan ini Jika pembaca merasa isi dan materi blog kakdr.com berguna dan memberikan manfaat,
Dan ingin memberikan donasi (untuk membantu meringankan biaya pemeliharaan dan pengembangan blog ini)
Terima Kasih
Kalau masih ragu jangan beli
Kalau uda beli jangan ragu lagi
di lanjutkan dengan kalimat Sekali Layar Terkembang…
Mindset yang terus menerus di ulang tujuannya adalah untuk menghadapi keadaan Senin Selasa Rabu Kamis minggu ini
Porto kita yang sejak awal tahun sampai akhir minggu lalu baik baik saja tiba-tiba berbalik 180 derajat hilang semua atau bahkan menjadi minus
Kalau abis beli terus turun gue harus gimana?
Kalau naik gue mau jual untung berapa persen?
2 Kalimat selanjutnya ini adalah supaya ketika tiba-tiba keadaan berbalik kita sudah tau harus ngapain
Tanpa planning kalau naik kalau turun, Minggu ini kita pasti akan bertindak berdasarkan Basic Insting yaitu Fear and Greed
Senin di tabok masih kuat
Selasa di tabok masih kuat
Rabu di tabok uda lemes
Kamis di tabok lagi mental uda jatuh…
Cut Loss
Jumat Rebound
Kejadian begini selama kita masih di bursa, minimal 1x atau 2x dalam setahun pasti akan terus terjadi
Kenapa Rebound selalu terjadi ketika kebanyakan menyerah?
Karena pasar itu selalu menjadi penyeimbang
Dikala Demand lebih besar dia akan menjadi Supply untuk mengimbangi
Dikala Supply yang lebih besar dia akan beralih menjadi Demand untuk mengimbangi
Senin Selasa Rabu Kamis ketika masih banyak yang semangat beli atau mungkin sudah nekat spekulan pake duit yang sebenarnya dia tidak miliki,
pasar akan imbangi terus dengan Supply
Kamis sore mental uda jatuh
Jumat ketika banyak yang mau jualan pasar imbangi lagi dengan beli kembali
Pasar punya sumber daya uang dan stock yang sangat besar
Jadi dia punya kemampuan membeli (keluar uang) maupun menjual (keluar barang) tak terbatas
Contoh kita punya uang 10.000 Rupiah
Kita beli selembar saham ABCD di harga 2.000
Disini uang kita sisa 8.000
Pasar turunin harganya jadi 1.900 kita beli selembar lagi
Uang kita sisa 6.100 Rupiah
Pasar turunin lagi harganya jadi 1.800 kita beli selembar lagi
Uang kita sisa 4.300
Pasar turunin lagi harganya jadi 1.700 kita beli selembar lagi
Uang kita sisa 2.600
Pasar turunin lagi harganya jadi 1.600 kita beli selembar lagi
Uang kita sisa 1.000
Pasar turunin lagi harganya jadi 1.500
kita uda gak sanggup beli lagi
SAAT ITU Pilihan kita tinggal dua
Pasrah
Jual kembali ke pasar di harga 1.500
Pembelian dari 2.000 sampai 1.600 kita akhirnya jual kembali di harga 1.500
Belilah semampu Hilang
Kalimat ini juga sudah jadi make sense kan sekarang?
Kalau di harga 1.500 kita nekat pinjam uang (pakai margin) untuk beli selembar lagi
Pasar tinggal turunin lagi ke 1.400
Kita pinjam uang lagi buat beli selembar lagi
Pasar masih punya kemampuan turunin sampai 50 perak
Dan kemudian ajak kita tidur bareng
Sanggup kah kita?
Yang Paling Penting itu Nafas
Abis beli harga langsung turun ataupun langsung naik itu sifatnya cuma ilusi
Tidak Nyata selama belum kita realisasikan
Kita realisasikan pun, kalau kemudian kita belikan saham lain, sifatnya kembali menjadi ilusi
Contoh…

13 Maret kemarin, gue sort PJAA di harga 632
yang kemudian uangnya gue belikan INDF di 6.100 dan BIRD di 1.800
Ngesot PJAA hasilnya adalah salah karena hari ini harga malah closing di 635 (rugi)
Beli INDF hasilnya benar karena hari ini di tutup di harga 6.125
Beli BIRD hasilnya salah karena hari ini di tutup di harga 1.725
Tapi apakah ini sudah menjadi hasil akhir?
Belum Kawan…
Benar dan Salah saat ini hanya kalau kita realisasikan
Selama belum di realisasikan, semua ini cuma ilusi doang
Besok kalau PJAA lanjut naik ke 700 misalnya berarti salah nya menjadi semakin nyata
Tapi kalau PJAA malah turun ke 600 berarti salah malah berubah menjadi benar
Yang kalau kemudian tidak kita realisasikan, untung bisa aja berubah lagi menjadi rugi atau malah jadi semakin untung
Merealisasikan Benar (nggak ada opsi salah karena gue anti cut loss) itu harus pake hitung, jangan pake feeling
Misalnya deh kita beli INDF di harga 6.100
Sekarang 6.125 gue jual dulu deh
Kita harus hitung dulu
Beli 6.100 jual 6.125 itu untungnya berapa persen?
(6.125-6.100)/6.100*100% = 0.4%
Kalau kita jual keliatannya untung padahal rugi
karena fee jual beli aja 0.5%
belum termasuk materai
Ketika kita membeli INDF
kita sudah pasti punya alasan kenapa gue beli?
Dividen Misalnya
Nah, kalau misalnya kita beli INDF atas dasar perkiraan dividen 278 (hasil hitungan EPS DPR DPS)
berarti target untung kita adalah 278/6.100*100% = 4.5%
Kalau kemudian harga naik ke 6.300
posisi sudah untung (6.300-6.100)/6.100*100% = 3.2% kita realisasikan
Kalau gitu rencana dibuat untuk apa?
Rencana untung kita adalah 278
Kalau misalnya sekarang harganya diatas 6.100+278 = 6.378 okelah kita realisasikan,
karena rencananya tunggu dividen 278 ternyata sekarang sudah dapat melalui capital gain
Rencana itu dibuat untuk di realisasikan
Untung (kalau sudah tercapai) itu untuk di realisasikan, bukan di screen shot

Atau seperti hari selasa 15 Maret 2023
Gue jual AKRA di 1.390 dan Beli MAIN di 440
Tutup minggu AKRA turun ke 1.385 atau turun 0.35%
sementara MAIN turun ke 430 atau turun 0.22%
Kalau kita liat dari perbandingan turunnya harga AKRA dan MAIN setelah dijual dan dibeli
disini hasilnya adalah benar karena penurunan AKRA lebih besar dari penurunan MAIN
Tapi ini bukan masalah adu turun siapa yang turun lebih banyak
Dasarnya apa?
Kenapa lu jual AKRA yang uda jelas jelas setahun bagi dividen 2X
malah untuk beli MAIN yang uda jelas jelas gak pernah bagi dividen
Oooo karena mau puasa, mau lebaran kebutuhan akan ayam akan meningkat
ini bukan jawaban
Gue beli MAIN adalah karena 2 alasan
Tutup Tahun 2022 Main ada di harga 490, waktu gue beli harganya ada di 440 atau 10% lebih murah
Posisi gue di MAIN kebetulan belum penuh porsinya, dengan tambah beli MAIN, selain kesempatan penuhin porsi, modal belinya juga ikut turun dari 649 menjadi 608
Sementara gue jual AKRA adalah karena alasan sudah Floating Profit 105% (dibeli April 2020 di harga 673)
Jadi disini maksud dan tujuan gue jual AKRA untuk beli MAIN adalah jual yang FP 105% (1 jadi 2.05) untuk beli yang FL 32% (1 jadi 0.68)
1.000 jadi 2.050 selanjutnya untuk naik 50% harus naik 2.050*0.5 = 1.025 ke 3.075
1.000 yang jadi 680 selanjutnya untuk naik 50% cukup naik 680*0.5 = 340 ke 1.020
Ini adalah dasar dan alasan nya

Tanggal 16 gue kembali melakukan aksi jual beli
disini gue menganggap (planning) sebagai rebalancing porto
Gue jual seluruh AKRA di harga 1.345 dengan keuntungan 98% untuk membeli UNTR, ASGR dan FREN

Anggaplah Dividen AKRA tahun ini adalah 100% DPR (berdasarkan sejarah hanya 50% dan 60%)
Dividen 104 Rupiah di harga 1.345 (harga jual gue) adalah sebesar 7.7%
UNTR yang gue beli berpotensi memberikan dividen yield (berdasarkan usulan) sebesar 6.000/27.000 = 22.2
ASGR adalah ngesotan di 1.018 atau buyback lebih rendah 10%
Potensi keuntungan AKRA (dari dividen) 7.7%
Potensi keuntungan UNTR (dari dividen) 22.2%
Realisasi keuntungan ASGR 10% belum ditambah potensi dividen
Jadi transaksi 3 hari minggu ini dilakukan dengan alasan dan hitungan yang jelas
Dan perencanaan selanjutnya
Jika kemudian turun gimana?
Jika kemudian naik mau jual di berapa?
Benar atau Salah?
Kalau per hari ini (jumat 17 Maret 2023)
Ngesot PJAA = Salah
Buyback INDF = Benar
Buyback BIRD = Salah
Tambah Beli MAIN = Salah
Ngesot AKRA di 1.390 = Benar
Ngesot AKRA di 1.345 = Salah
Tambah Beli UNTR = Benar
Buyback ASGR = Benar
Tapi ini adalah per kemarin
Besok lusa belum tentu masih sama
Yang benar bisa jadi salah atau malah tambah benar
Yang salah bisa jadi benar atau malah tambah salah
Hal ini tidak bisa kita hindarkan karena sama seperti harga yang setiap saat bisa naik dan turun, untung rugi (selama belum direalisasikan) juga mengandung 2 kemungkinan
Yang penting kita pastikan aja,
Jangan jual kalau harga masih dibawah harga beli
Jangan beli kalau harga masih diatas harga jual
Dua Tahun
Ini juga kalimat yang sering gue tekankan
Ketika kita baru mulai berkebun,
Bibit kemudian akan tumbuh menjadi tunas
kemudian akan tumbuh menjadi pohon kecil
Dan ini membutuhkan waktu
Ketika masih berupa tunas atau pohon kecil, posisinya sangat rentan
kena angin sedikit roboh
kena hujan sedikit tumbang
Tapi ini memang proses alami nya
Sampai kemudian ketika sudah tumbuh menjadi pohon besar, angin dan hujan mungkin bisa merontokan daun dan buah, tapi tidak dengan pohonnya
Minggu ini banyak kawan kawan yang portonya mendadak berbalik minus
Yang ringan untung YTD jadi hilang atau berbalik rugi (ilusi)
Yang agak berat untung Setahun jadi hilang atau berbalik rugi (ilusi)
Sementara gue karena sudah melewati waktu, walaupun mengalami penurunan porto, masih ada kesempatan untuk rebalancing
Jual pohon yang masih berdiri kokoh untuk merawat pohon yang sudah miring atau tumbang
Makanya gue sering bilang, kalau belum 2 tahun abaikan aja floating profit atau floating loss nya
Fokus ke top up
Fokus ke bibit baru
atau tambah beli (averaging down) kalau sudah ada emiten yang Floating Loss 33% atau lebih
Sabarlah 2 Tahun….

Ini adalah contoh lain
Justru karena IHSG rontok gue baru punya kesempatan buyback KBLM
2 Posisi ngesot di 281 dan 335
karena IHSG nya naik turun baru punya kesempatan buyback di harga 302 (10% lebih murah) dan 266 (5% lebih murah) dan 252 (10% lebih murah)
Dengan banyaknya pohon di kebun yang sudah tumbuh kuat, kita jadi punya lebih banyak pilihan
Ibarat banjir datang menerjang kebun kita
Bibit dan pohon kecil mati terendam kita tidak bisa hindari karena kekuatan alam (bursa) diluar kuasa kita
Tapi kita masih punya beberapa pohon yang sudah tumbuh besar yang masih ada buah yang bisa kita makan atau kita jual
Kalau masih ragu jangan beli dulu
Kalau sudah beli jangan ragu lagi
Planning kalau naik dan turun wajib disiapkan sebelum tombol buy di pencet
Dengan 3 persyaratan yang wajib dipenuhi,
besok lusa IHSG mau tiba tiba terbang atau tiba tiba nyungsep kita sudah tau apa yang harus kita lakukan
Be the first to comment