
Semua berawal dari sini
Cerita Kenaikan Hari ke 6 (Tanggal 24 Januari 2023)
Kita pasti sering membaca istilah Uptrend & Downtrend dalam dunia saham.
Yaitu kecenderungan harga sebuah saham untuk naik terus atau turun terus.
Naik dalam waktu cukup panjang disebut uptrend, kalau kenaikan nya cenderung semakin besar (secara persentase) disebut bullish
Sementara untuk turun disebut Downtrend atau Bearish
hanya Uptrend/Bullish dan Downtrend/Bearish yang akan selalu terjadi karena setiap saat harga hanya akan bergerak Naik atau Turun.
Kalau sudah naik terus, kemungkinan besar yang terjadi selanjutnya adalah turun… demikian pun sebaliknya.

Seperti contoh sejak 16 januari sampai kemarin (24 januari) porto gue selalu naik setiap hari dan (coba perhatikan) kenaikan dari hari ke hari cenderung lebih besar.
Dari tanda tanda begini kita sudah bisa tau bahwa porto kita dalam posisi uptrend (kecenderungan naik)

Kenaikan 6 hari berturut-turut itu sangat memungkinkan terjadi karena penurunan selama 7 hari berturut-turut pun pernah terjadi
Kebanyakan dari kita pada saat mengalami Downtrend…
cenderung sanggup bertahan di awalnya tapi kemudian menyerah di akhir nya
Sementara ketika sedang mengalami Uptrend…
cenderung tidak kuat mendiamkan (jual terlalu cepat) dan menyesal di akhir nya.
Kebiasaan ini yang harus kita ubah.
Kalau tidak di ubah (di balik) sampai kapanpun kemungkinan kita untuk bisa untung adalah sangat kecil kalau gak mau dibilang gak ada
Justru ketika porto kita sedang mengalami Downtrend (kecenderungan turun) kita harus melakukan top up karena secara probabilitas selanjutnya uptrend atau minimal berhenti turun yang kemungkinan besar akan terjadi
Misalnya deh sebuah saham dari harga 1.000 mengalami Downtrend sampai 800 (turun 20%)
Jika kemudian harga naik kembali ke 1.000 maka kenaikan dari 800 itu secara matematika mengalami kenaikan 25%
Jika kita membeli saham tersebut di harga 1.000 sebanyak 1 lot
di Harga 800 kita beli lagi 1 lot
Maka jika kemudian harga naik kembali ke 900 secara keseluruhan kita sudah tidak mengalami kerugian
Yang beli di harga 1.000 masih rugi 100
Yang beli di harga 800 sudah untung 100
Kalau kita bisa mengatur napas dengan baik,
Turun itu adalah berkah
di Harga 1.000
uang 1.000.000 kita bisa mendapatkan 1.000 lembar
*1.000.000/1.000 = 1.000
jika kemudian harga turun ke 800
uang 1.000.000 sekarang sudah bisa mendapatkan 1.250 lembar
*1.000.000/800 = 1.250
Nah, ketika harga dari 1.000 turun ke 800
Yang turun 200 itu adalah 1.000 Lembar
-200*1.000 = -200.000
Tetapi (jika kemudian) harga naik kembali ke 1.000
Yang naik 200 itu adalah 2.250 Lembar
+200*2.250 = +450.000

Kita ambil contoh ASII
Awal tahun 2023 ketika IHSG terus turun, saat itu ASII dari 5.700 ikut turun ke harga 5.225
Atau terjadi penurunan 8.3%
Jika di harga 5.225 kita beli (bukan cut loss) maka ketika harga naik kembali ke 5.700 kita sudah mendapatkan keuntungan 9.1%
Ketika turun ke 5.225
Kebanyakan kita nggak tau kenapa harga ASII turun
atau kenapa IHSG dibawa turun
Yang kita tau adalah Kita Gak Tau
Karena ketidak tahuan KENAPA TURUN
Akhirnya kita akan mencari cari alasan (Untuk Cut Loss)
Yang selalu terjadi adalah begini…
Inilah pentingnya sebelum membeli sebuah saham, kita sudah harus punya dasar alasan nya dulu
Kita harus selalu menganggap setelah dibeli akan langsung nyangkut
dengan demikian kita pasti sudah punya rencana, sudah punya persiapan jika seandainya bener bener nyangkut
Biasanya, jika setelah dibeli kita langsung mengalami FLoating Profit
keyakinan kita akan semakin tinggi
Dengan keyakinan yang semakin tinggi
Semakin berani kita tambah beli (Averaging Up)
Tapi setelah dibeli langsung Floating Loss
Atau setelah tambah beli harga turun
Keyakinan kita langsung runtuh
Langsung Cut Loss
Padahal setiap kali, keyakinan kita itu TIDAK didasari analisa (hitungan) yang kuat
bahkan tidak ada hitungan sama sekali
Cerita Kenaikan Hari ke 7 (Tanggal 25 Januari 2023)

Hari ini porto gue kembali bisa mencatatkan kenaikan (7 hari berturut-turut)
Jadi kita sudah membuktikan sendiri kan kalau up trend (kecenderungan naik) memang benar
Uptrend dan Downtrend atau Bullish dan Bearish memang dibutuhkan oleh pasar.
Karena dengan adanya pergerakan harga, baru bisa menimbulkan selisih (untung / rugi)
Dan pasar masih akan berlanjut sampai waktu yang panjang kedepannya
Ketika terjadi Bearish (penurunan dalam) pada dasarnya sudah ada jangka waktu yang di rencanakan
Misalnya harga dari 1.000 mau dibawa turun ke 500
Nah penurunan ini kemudian akan terjadi dalam waktu tertentu.
Misalnya dalam waktu 1 bulan atau 6 bulan atau 1 tahun atau bahkan lebih
tidak mungkin kenaikan tinggi dan penurunan dalam langsung selesai dalam 1 hari.
Kalau sehari sudah selesai besok pasar mau ngapain?
jadi misalnya dari 1.000 turun ke 500
turun 500 tiap hari akan dibawa turun 10 Perak selama 50 hari
hari 1 turun 10
hari 2 turun 10
hari 3 turun 10
dst sampai turun ke 500
atau hari 1 turun 10
hari 2 turun 10
hari 3 turun 10
hari 4 naik 10
hari 5 turun 20
dst sampai turun ke 500
Penurunan dalam itu bisa terjadi dalam waktu cepat juga bisa sampai tahunan
Kita sering membaca istilah distribusi dan akumulasi
Nah panjang pendek nya jangka waktu tergantung ke lama nya distribusi dan akumulasi
Kalau sudah di bawa turun ternyata tidak berhasil di akumulasi kembali ya perubahan trend akan lebih lama terjadi
tetapi kalau sudah berhasil di akumulasi kembali ya akan cepat perubahan trend nya
Sekarang gini….
Misalnya awalnya kita mempunyai 10% kepemilikan saham atas sebuah emiten
Katakanlah kita sudah berhasil menjual semuanya di harga 1.000
Lalu kemudian harga turun ke 500 Rupiah
Kalau kita beli kembali
Artinya kita sekarang bisa memiliki 20% kepemilikan saham atas emiten tersebut kan?
berani gak kita beli kembali?
Kalau kemudian 20% kepemilikan tersebut berhasil kita jual lagi di harga 1.000
Dan kemudian berhasil kita beli kembali di harga 500
Maka 40% dari total lembar saham sudah menjadi milik kita
Sebenarnya…..

Ketika pertama kali kita mengalami ARB (turun 7%)
maka saat itu penurunan 7% itu adalah sebesar 7.000.000

Ketika terjadi penurunan 2 hari berturut turut
Penurunan 7% hari kedua itu sudah bukan 7.000.000 lagi
Tapi tinggal turun 6.500.000
Penurunan 7% hari ke 3 sudah tinggal turun 6.000.000
Jadi setiap hari ARB
Angka sama sama 7%
Tapi Nilai (duitnya) sudah semakin kecil
Tetapi karena memiliki Emosi, Memiliki Rasa Takut
Ketika dibawa turun berhari hari
Walaupun penurunan secara rupiah semakin mengecil
Tetapi tekanan terhadap emosional kita semakin membesar
Yang akhirnya membuat kita sudah tidak bisa berpikir rasional lagi

Kita ambil contoh GGRM ini
masih terasa kan efek penurunan nya sampai sekarang?
Karena kita sudah mengalami akumulasi tekanan selama berbulan bulan
Sampai kita tidak menyadari kalau YTD GGRM itu sebenarnya naik
Sudah tidak turun lagi

Nah, tutup tahun 2022
Harga GGRM di 18.000
Saat itu posisi kita di GGRM Floating Loss 8.9jt
Per hari ini Sebenarnya sudah terjadi kenaikan 1.9jt
Tetapi Logika kita tidak berhasil mengetahuinya
Karena yang kita lihat adalah masih Floating Loss 6.9 juta nya

Tetapi jika tutup tahun 2022 kemarin kita beli lagi misalnya 50 lot GGRM di harga 18.000
Maka per hari ini secara keseluruhan GGRM kita sudah untung 1.9jt
Nah…..
Dalam kondisi seperti inilah, LOGIKA kita baru kembali bekerja
Karena Tekanan Emosional nya sudah nggak ada lagi
Karena sejak awal kita masuk bursa,
Kita sudah ditanamkan mindset Merah itu Jelek, Biru itu Bagus
Kenaikan kenaikan yang tetap terlihat merah inilah yang sebenarnya sedang merubah porto gue menjadi uptrend sekarang ini…


Besok diangkat apa lagi?
Kalau kita rutin update porto, kita akan tau emiten emiten yang selama ini menjadi pemberat
Cenderung Turun
Nggak Turun tapi Nggak Naik juga
Nah… ketika porto kita sedang mengalami pembalikan,
Dari cenderung turun menjadi cenderung naik
Saham saham inilah yang berpotensi besar mengangkat porto kita
Turun dan Naik tetap ada batasnya…
Turun sedalam apapun, pasti ada titik dia brenti turun lagi
Naik sedalam apapun, pasti ada titik dia brenti naik lagi
Pegang aja ini sebagai patokan
ps. yang penting jangan mengabaikan keystat dan dividen rutin
Cerita Kenaikan Hari ke 8 (Tanggal 26 Januari 2023)

Sekaligus menjadi contoh (bukti bahwa)
Jika ada terjadi penurunan 6 Hari (atau lebih) berturut turut
Pasti ada juga terjadi kenaikan 6 Hari (atau lebih) berturut turut
Karena Harga (Porto, Emiten, IHSG) itu hanya bergerak dalam 3 Pola
Naik Terus
Naik Turun (sideways)
Turun Terus
Setelah terjadi kenaikan 6 hari berturut turut,
Secara logika kita pasti sudah sulit untuk yakin bisa terjadi kenaikan hari ke 7
Apalagi Kenaikan Hari ke Delapan dan seterusnya
Tetapi setelah mengalami berkali kali sampai akhirnya kita akan jadi percaya
ps. demikian pun dengan turun
Nah, Logikanya, ketika sedang terjadi penurunan (misalnya) 6 hari berturut turut
Seharusnya yang harus kita lakukan saat itu adalah menambah posisi (tambah beli)
Tetapi biasanya hal tersebut jarang kita lakukan karena 2 hal
- Kehabisan Uang
- Kehilangan Nyali
Demikian pun ketika sedang terjadi kenaikan berturut turut.
Kebanyakan kita juga tidak bisa memanfaatkan secara maksimal karena 2 hal
- Jual kecepatan karena takut untung ditangan hilang
- Trauma nyangkut dalam
Itulah mengapa Planning Antisipasi (Jika FP & FL) itu sangat penting sebelum kita melakukan pembelian saham
Kita harus punya patokan
Take Profit Kalau Sudah Untung Berapa?
Averaging Down (atau cut loss) kalau sudah rugi berapa?
Ingat, Patok Pakai Persen
Toh sudah jelas, bahwa pergerakan harga (maupun trend) itu cuma antara 3
Turun Terus (Downtrend)
Turun Naik (Sideways)
Naik Terus (Up Trend)
Lalu kenapa disaat porto kita (atau saham kita) sedang turun terus kita bukannya tambah beli tapi malah cut loss?
Lalu kenapa disaat porto kita (atau saham kita) sedang naik terus kita bukannya Take Profit tapi malah tambah beli terus?

Misalkan ini adalah porto kita
Awalnya Equity 100 juta sudah turun terus sampai tinggal 90 juta
Kalau kita akhirnya memilih untuk cut loss (menyerah) itu artinya kita kehilangan uang sebesar 10 juta
Tetapi kalau kita diamkan dan menunggu sampai sampai kembali 100 juta baru kita jual (atas dasar harga itu cuma ada Turun Terus – Sideways atau Naik Terus) maka disini kita tidak perlu kehilangan 10 juta
Bahkan kalau di saat porto kita tinggal 90 juta Dan Kita Tambahkan lagi uang 100 juta kedalamnya
Maka ketika 100 juta pertama yang sudah turun menjadi 90 juta , akhirnya kembali ke 100 juta
100 Juta Tambahan yang kita tambahkan sudah memberikan kita keuntungan 11.1 juta
Coba perhatikan
100 Juta ketika Turun ke 90 Juta , Turunnya (lihat P/L) turunnya adalah 10.000.000
Tapi kok ketika 90 juta naik kembali ke 100 juta, Naiknya 11.110.000?
Inilah yang kita mau manfaatkan…
Karena 1.000 ke 900 itu namanya Turun 10%
(900-1.000)/1.000 = -10%
Sedangakan 900 ke 1.000 itu namanya Naik 11.1%
(1.000-900)/900 = 11.1%
Kemarin gue sempat sharing juga bahwa pasar nggak akan berhenti
Dia akan terus ada
Kenaikan tinggi atau Penurunan dalam tidak terjadi dalam waktu 1 hari karena pasar masih harus menghitung besok lusa dan seterusnya
Penurunan 50% misalnya
Tidak mungkin terjadi hanya dalam 1 hari
Tetapi mungkin terjadi dalam 1 bulan atau 1 tahun atau lebih
Selama belum turun sampai titik nya, maka harga akan terus turun
*demikian pun dengan Kenaikan 50% misalnya

Seperti contoh GGRM ini…
Dari 22.500 turun sampai 16.600
dibutuhkan waktu 2 bulan
Tetapi setelah titik terendahnya tersentuh
hanya membutuhkan 1 minggu harga 16.600 untuk kembali ke 22.500
Nah
Dari 22.500 ke 16.600 itu terjadi Penurunan sebanyak 26.2%
Tetapi dari 16.600 ke 22.500 terjadi Kenaikan sebanyak 35.5%

Dibutuhkan Waktu 2 bulan sampai kita kehilangan uang (ilusi kalau nggak di cutloss) 5.900.000
Tetapi Hanya membutuhkan Waktu 1 Minggu untuk membalikan keadaan menjadi untung 7.670.000 (kalau direalisasikan)
Sudah 10 tahun gue di bursa
Yang terjadi hanya ini aja berganti2an
Seringnya porto akan naik turun naik turun (sideways)
Tetapi dalam setahun pasti ada beberapa kali (biasanya minimal 3X) porto kita akan mengalami Turun Berurut Turut atau Naik Berturut Turut
Nah…
Disini kita perlu belajar Money Management
Kita perlu paham Siapa Kita?
Duit kita Dingin atau Panas?
Napas kita berapa panjang?
Dari sini kita baru atur…
Misalnya modal kita cuma 10jt
ya kita jangan beli saham yang diatas 10rb misalnya
Tapi maksimal beli saham yang harga 5rb
Supaya kalau sampai diajak Turun Berturut Turut kita gak kehabisan nafas
Lalu dengan uang sekian
Kita mau punya berapa emiten?
cara bagi nya gimana?
Ini yang penting…
Keystas itu cuma faktor penunjang
Dividen itu adalah ongkos tunggu
Pisau Jatuh itu untuk menghindari jangan sampai kita harus mengalami turun terus menerus dari puncak sampai lembah
Nah… Penutup….
Ketika Terjadi Penurunan Terus Menerus
Tambah Beli nya JANGAN Pakai Feeling
Kita harus sudah punya patokan,
Tambah beli lagi (Averaging Down) KALAU sudah Floating Loss berapa persen?
Ketika Terjadi Kenaikan Terus Menerus
Take Profit nya JANGAN Pakei Feeling
Kita juga harus punya patokan,
Sampai Floating Profit Berapa Persen baru di realisasikan keuntungannya?
Gak usah takut Besok Bisa Turun Lagi ketika sedang mengalami penurunan terus menerus
Sampai 1 titik (seandainya kita uda kehabisan uang) dia juga akan berhenti turun dan kemudian akan naik kembali
Gak usah Takut BESOK AKAN TURUN ketika sedang terjadi Kenaikan Terus Menerus.
Gue pernah mengalami kenaikan 12 hari berturut turut
Kalau belum sampai target ya tetap gak dijual
Kalau seandainya gagal merealisasikan keuntungan ya kita tunggu lagi gelombang berikutnya…
Toh selama menunggu kita dikasih ongkos tunggu kan?
Be the first to comment