Banci Taman Lawang

FL (Floating Loss) sampai puluhan persen bisa tahan, sampai akhirnya harga naik kembali…. Balik modal atau untung gohun (5%) caphun (10%) buru buru TP (Take Profit)

Atau sudah dalam posisi FP (Floating Profit) tapi gak TP (Take Profit) akhirnya harga kembali turun dan malah CL (Cut Loss)

Diawal, semua orang pasti pernah mengalaminya, ini namanya manusiawi.
Sifat dasar manusia adalah Takut Kalah dan Takut Rugi.
Dalam posisi rugi, sanggup tahan karena tidak mau kehilangan uang
Dalam posisi untung, tidak sanggup tahan karena takut gak jadi untung

Floating Loss sampai -50% sanggup tahan sampai bertahun tahun tidak Cut Loss.
Floating Profit 5% atau 10% buru buru langsung di realisasikan keuntungannya

Kia Su & Kia Si baca ini

Padahal,
Jika sampai rugi -50% , dibutuhkan sampai 10X untung 5% baru tidak jadi rugi.
1X Rugi 50% = 10X Untung 5%
Jika sampai rugi -50% , dibutuhkan sampai 5X untung 10% baru tidak jadi rugi.
1X Rugi 50% = 10X Untung 5%

Perbandingan persentase untung ruginya tidak seimbang.
Seharusnya jika sanggup tahan rugi -25% maka harus sanggup tahan untung +25% atau +50% baru direalisasikan keuntungannya
1X Rugi 25% = 1X Untung 25%
2X Rugi 25% = 1X Untung 50%
Seharusnya jika sanggup tahan rugi -50% maka harus sanggup tahan untung +50% atau +100% baru direalisasikan keuntungannya
1X Rugi 25% = 1X Untung 25%
2X Rugi 25% = 1X Untung 50%

Bulan ke 1 beli ABCD di harga 1.000
Bulan ke 2 ABCD turun ke 750 (Floating Loss 25%) sanggup tahan
Bulan ke 3 ABCD turun ke 500 (Floating Loss 50%) sanggup tahan
Bulan ke 4 ABCD naik ke 750 (masih Floating Loss 25%) sanggup tahan
Bulan ke 5 ABCD naik ke 1.000 (Balik Modal atau untung dikit) buru buru dijual karena gak sanggup tahan.

Walaupun tidak merealisasikan kerugian berupa uang, kita tetap rugi waktu
Uang kita mati selama 5 bulan hanya untuk balik modal atau untung sedikit.
RISK (yang dihadapi) sampai 50% hanya diganjar REWARD Balik Modal atau untung 5% 10%
harus diingat bahwa waktu yang sudah berlalu tidak bisa dikembalikan lagi.

Pergerakan harga itu cuma ada 2
1. NAIK
2. TURUN
udah cuma itu doang

Turun pun ada titik terendahnya, yaitu sampai NOL
Naik? tidak ada titik tertinggi untuk naik
Yang kita perlukan sebenarnya hanyalah sedikit berhitung dan kontrol mindset dan psikologis


Banci Taman Lawang

Yang namanya kita beli sebuah emiten, itu artinya saat itu kita meyakini harga akan naik. Tapi ketika kemudian turun, runtuhlah keyakinan kita.
Nanti ternyata beneran naik, baru nyesel nyesel.
Besok begitu lagi, nyesel lagi….
Lusa begitu lagi, nyesel lagi….

Analisa yang benar, hitung yang benar, tentukan target jual dimana.
Setelah itu eksekusi dan jalankan sampai selesai.
Jangan selalu berhenti di tengah jalan

Sebelum beli, hitung dulu yang benar.
Kalau turun harus bagaimana?
Kalau naik mau TP dimana?
tentukan dulu targetnya.

Setelah itu ngomong dalam hati,
Kalau gak bisa jual di harga XXX , Gue Banci Taman Lawang

Sekali Layar Terkembang, Pantang Biduk Surut Ke Pantai

Pilihlah emiten yang rutin membagikan dividen, sambil menunggu sampai bisa menyelesaikan planning yang kita buat sebelum menekan tombol beli, setiap tahun kita bisa mendapatkan dividen. Anggap aja deposito
baca : Target, Compound dan (Waktu)

Apakah lu Banci Taman Lawang?

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*