Kia Su & Kia Si

Dua sifat dasar manusia yang paling merugikan di bursa adalah:
1. Kia Su (Takut Kalah)
Sifat dasar manusia pertama adalah dia tidak bisa melihat orang lain senang.
Dia melihat orang lain cuan lebar di suatu saham yang sedang naik tinggi. Dia pun tidak mau ketinggalan ikut cuan, di harga yang sudah naik tinggi pun dia akan ikut beli. Tanpa memperhitungkan resiko lagi. Tanpa lagi melibatkan rasional dan hitungan.

2. Kia Si (Takut Mati)
Sifat dasar kedua adalah Takut Rugi.
Setelah membeli, ketakutan selanjutnya adalah takut salah beli. Sudah beli baru berpikir, apalagi setelah membeli kemudian harga malah turun. Yang kemudian menjadi pikirannya adalah Cut Loss. Supaya tidak mengalami kerugian yang lebih besar.

Padahal di bursa maupun di hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak ada yang namanya kepastian. yang pasti itu hanya dua,
1. Waktu yang tidak bisa mundur kembali
2. Mati

Sisanya pasti selalu 2 kemungkinan.
Benar dan Salah, Baik dan Buruk, Naik dan Turun.
Probabilitasnya selalu 50 : 50

Setiap saat adalah pertigaan, hanya saja jika sudah terjadi naik, maka kemungkinan selanjutnya turun akan menjadi lebih besar. Akan menjadi lebih besar lagi jika selanjutnya masih naik yang terjadi.

* Naik : Turun = 50 : 50 , jika terjadi Naik maka probabilitas selanjutnya menjadi:
* Naik : Turun = 25 : 75 , Naik lagi maka probabilitas selanjutnya menjadi
* Naik : Turun = 12.5 : 87.5
dan seterusnya, Vice Versa

Sama seperti yang terjadi dengan GAMA, Mau Tidur Sampai Kapan??? misalnya. selama dari 23 February 2019 (awal post dibuat) sampai 11 Maret 2019 harga diam di gocap, disitulah sisi Kia Si yang berperan. Takut sudah beli tidak bisa keluar lagi.
Sampai kemudian tanggal 12 Maret 2019 harga mendadak naik, tanggal 13 Maret naik lagi, tanggal 14 naik lagi…. disitu sisi Kia Su yang berbalik memegang peranan. Takut gak kebagian Cuan.
Beli!!! eh habis beli harga malah turun ke 55.
Sisi Kia Si lagi yang kini memegang peranan.
Cut Los!!!
baca Damage Cost Buy High Sell Low di Easy Way? Kakdr Way (Bagian 3) – Math Way

Mengapa sering sekali terjadi hal seperti ini?
Karena Tidak ada Exit Plan.
Karena Tidak Tahu apa yang sedang dilakukan dan sedang lakukan apa yang diketahui.
Sebenarnya sedang berspekulasi, sebenarnya sedang berjudi. Karena membeli / menjual hanya murni dengan Kia Su dan Kia Si.

Perlu diketahui,
1. Jika kita membeli sebuah saham di harga 50 yang kemudian naik sampai 75 rupiah dan kita jual, itu artinya kita sudah merealisasikan keuntungan sebesar 50% *rumus: (75 – 50) / 50 * 100%
2. Jika kita membeli sebuah saham di harga 75 yang kemudian turun sampai 50 rupiah dan kita jual, itu artinya kita sudah merealisasikan kerugian sebesar 33.33% *rumus: (50 – 75) / 75 * 100%

3. Jika kita kehilangan 33.33% dari 75 Rupiah (25 Rupiah), uang kita kini tinggal 50 Rupiah.
Dan dengan 50 Rupiah jika kita menginginkan kembali ke 75 Rupiah, artinya kita harus mencari 25 rupiah dengan modal 50 Rupiah tersebut.
artinya apa? kita harus mencari keuntungan sebesar 50% dari uang tersisa, *rumus: 25 / 50 * 100%
hanya untuk kembali ke posisi semula (75 Rupiah). Posisi Balik Modal (kerja bakti).

Do What I Know, Know What I Do
Ini dulu yang paling penting untuk dilakukan, ketahui dulu apa sih yang sedang kita lakukan? kenali dulu diri kita, kenali dulu Kia Su dan Kia Si kita.

Beli di 50 tujuannya apa? Maksimal Resiko nya berapa?
Beli di 75 tujuannya apa? Maksimal Resiko nya berapa?

Bukan memikirkan mau cuan di berapa, tapi adalah bagaimana agar jangan rugi dulu.

Karena dengan Tidak Rugi artinya Sudah Untung

Bagikan :
About Kakdr 174 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Strategy Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

2 Comments

  1. Wah.. harus banyak belajar di sini.
    Terima kasih sudah berbagi info2 nya.
    Saya newbie yg barusan nyemplung ke pasar, ngga tau apa2, tiap malem baca2 di stockbit, dan nyampelah ke sini, baca2 di sini..
    tapi memang bener saya kia su, kia si.. tham ciak lagi.. hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*