Kakdr Way (Ncek Glodok Style) – Basic Strategy

Post ini telah mengalami penulisan ulang pada post
Easy Way? Kakdr Way (Bagian 1)

A. SYARAT MUTLAK 
Waktu (Kesabaran) & Uang Dingin 

B. SCREENING 
1. Dividen Rutin
2. Harga Sudah Turun MINIMAL 50% dari Harga Tertinggi 5 Tahun
3. PBV < 1 (Semakin Kecil Semakin Baik)
4. DER <1 (Semakin Kecil Semakin Baik) 
5. ROE > 0 (Semakin Besar Semakin Baik)
* Usahakan Poin 1 sampai 5 Terpenuhi

C. AVERAGING DOWN
Setiap harga sudah Turun -30% dari harga Beli Terakhir

D. TAKE PROFIT
Merealisasikan Keuntungan jika sudah mencapai +50% & +100%

Gue, adalah ayah dari seorang putri yang kini berusia 13 tahun dan seorang putra berusia 11 tahun. Beberapa tahun yang lalu gue menyadari bahwa perkembangan deposito dana kuliah mereka, naiknya tidak bisa mengimbangi kenaikan biaya kuliah yang terjadi setiap tahunnya. Oleh karena itu akhirnya gue memutuskan untuk memindahkan dana tersebut ke saham dengan pertimbangan bahwa uang tersebut tidak diperlukan dalam jangka waktu dekat dan dana tersebut lebih memiliki potensi berkembang dari sisi Dividen serta Capital Gain.

Walaupun dana tersebut bersifat dingin (tidak diperlukan dalam jangka waktu dekat), tetapi dana tersebut tidak boleh sampai hilang atau berkurang. Bisa gak kuliah ntar anak anak gue kalau sampai salah kelola. hihihihi

Oleh karena itu akhirnya gue menemukan Kakdr Way, yang fokusnya adalah berusaha mengembangkan dana tersebut sebesar besarnya, tapi dengan resiko sekecil kecilnya. Total defense, sambil dengan sabar menunggu kesempatan bisa mendapatkan k euntungan semaksimal mungkin. Sementara menunggu kesempatan itu datang, gue harus usahakan supaya mendapatkan ongkos tunggu.

Berikut adalah beberapa syarat utama dari Kakdr Way :

A. WAKTU (Kesabaran) & UANG DINGIN
Dasar Utama dari strategi ini adalah Keseimbangan.
Ada Pagi pasti ada Malam, Ada Susah pasti ada Senang, Ada Turun pasti ada Naik, Ada Rugi pasti ada Untung.
Semua itu selalu akan terjadi berulang seiring waktu berjalan. Hanya saja dalam perjalanannya, interval waktu pengulangannya tidak selalu sama. Oleh karena itu kita harus memiliki waktu yang cukup, agar kita bisa memastikan ada disaat terjadi pengulangan Naik, Untung dan akhirnya Senang.
Nah dalam penantian pengulangan menjadi Naik, Untung & Senang, kita membutuhkan uang yang sifatnya benar benar dingin. Uang yang benar benar tidak kita perlukan dalam jangka waktu dekat. Jangan sampai kita malah harus menarik uang tersebut dikala pengulangan Turun, Rugi dan akhirnya malah jadi Susah.

Tetapi Modal Uang Dingin & Sabar saja tidak cukup, kita harus memiliki Dasar dan Alasan yang sangat kuat untuk membeli sebuah emiten.
Salah pilih malah bisa mengakibatkan kita harus menunggu lebih panjang lama atau bahkan malah kehilangan uang kita.
Oleh karena itu diperlukan beberapa Jaring Pengaman lagi, untuk semakin memastikan agar kita bisa mendapatkan hasil yang paling maksimal, dengan resiko yang paling minimal.

Apa Itu?

B1. DIVIDEN RUTIN
Waktu Adalah Uang. Dari Jumlah waktu yang terpakai selama penantian mendapatkan Untung, sudah sangat wajar jika kita menginginkan mendapatkan Ongkos Tunggu. Inilah yang disebut Dividen.

Banyak yang menganggap remeh nilai dari Dividen. Ahhhh cuma 100 perak, ahhhh cuma 50 perak.
Jangan Lihat dari perak nya paman, tapi coba hitung 100 perak atau 50 perak itu jika dibandingkan dengan modal kita beli sebuah saham itu berapa persen?
kalau kita beli selembar saham di harga 2.000 dan kemudian membagikan dividen 100 perak, itu artinya kita diberikan ongkos tunggu sebesar 4.5% setiap tahunnya. (* rumus : 100 * 0.9 / 2.000 * 100%)

Anggap aja kita sedang depositokan duit kita di Bank AAAA dengan bunga 4.5% Net Setahun.

Dividen juga bisa menjadi indikator yang menunjukkan Pengelola Perusahaan memiliki Tata Kelola Perusahaan (GCG) Yang Baik.

Gue juga adalah sebagai Pengelola sebuah perusahaan Alat Kebutuhan Rumah Tangga…. Saham itu cuma sampingan.
Dan sebagai pengelola, gue tahu persis kalau jika perusahaan dikelola dengan benar, kebangetan itu kalau hasil setahun itu bisa sampai rugi.
Pasti tidak akan Rugi, kalau Untung berkurang, itu bisa saja terjadi dalam keadaan tertentu.

Dan sebagai Pengelola, gue juga tahu persis kalau Pemilik Modal, selain mengharapkan perusahaan berkembang, juga mengharapkan pembagian hasil dari sebagian keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan setiap tahunnya.

Dengan membagikan sebagian dari keuntungan, juga sudah membuktikan kepada Pemilik Modal, bahwa Laporan Keuntungan yang diinformasikan kepada mereka itu adalah benar. Bahwa Kas memang benar ada duit sekian, sehingga bisa dibagikan sebagian sebagai dividen. Karena tanpa Duit di Kas, gak bakalan bisa bagi dividen.


B2. Harga Sudah Turun MINIMAL 50% dari Harga Tertinggi 5 Tahun
Ada 2 Hal Dasar yang menjadi pertimbangan membeli emiten yang harganya sudah turun Lebih dari 50% dalam 5 tahun terakhir

1. Salah Beli (Resiko)
* Jika kita membeli sebuah saham di harga tertingginya yaitu 1.000, maka jika kita sampai salah beli, Maksimal Resiko yang akan kita tanggung adalah kehilangan 1.000 rupiah.
* Tapi jika kita membeli sebuah saham yang sudah Turun dari 1.000 ke 500, maka jika kita sampai salah beli, Maksimal Resiko yang akan kita tanggung adalah kehilangan 500 rupiah.

2. Tepat Beli (Reward)
* Jika kita membeli sebuah saham di harga tertingginya yaitu 1.000, maka untuk mengharapkan keuntungan sebesar 100%, Harga harus naik 1.000 rupiah lagi ke harga 2.000
* Tapi Jika kita membeli sebuah saham yang sudah turun dari 1.000 ke 500, maka untuk mengharapkan keuntungan sebesar 100%, Harga cukup naik 500 Saja kembali ke harga tertingginya di 1.000

Hukum Dasar Matematika, 
* 1.000 Menjadi 500 itu artinya TURUN 500 atau TURUN 50%
* 500 Menjadi 1.000 itu artunya NAIK 500 atau NAIK 100%
Inilah yang gue sebut dengan keajaiban efek “MENTAL & MANTUL – EFEK KETAPEL”

B3. PRICE to BOOK VALUE – PBV <1X (Lebih Kecil Lebih Baik) 
Kakdr Way tidak mencari perusahaan yang memiliki potensi bertumbuh besar kedepannya.
Tapi Mencari emiten yang memiliki potensi besar memberikan Keuntungan buat uang gue kedepannya.

Ketika Pasar menaruh Optimisme tinggi terhadap sebuah perusahaan, maka pelaku pasar akan berani membeli sahamnya di harga yang lebih tinggi dari Nilai Buku Sebenarnya (PBV >1).
Tetapi ketika Pasar menaruh Pesimisme tinggi terhadap sebuah perusahaan, maka pelaku pasar akan menjualnya bahkan sampai di harga yang lebih rendah dari Nilai Buku Sebenarnya (PBV <1).

Gue tidak menyertakan hitungan Optimisme ataupun Pesimisme dalam memilih sebuah saham.

Esok Itu Mistery… Apapun bisa terjadi kedepannya, menjadi besar ataupun kecil itu hanya Proyeksi.
jadi Gue cuma mencari emiten emiten dengan harga dibawah Nilai Buku Sebenarnya (PBV <1) berdasarkan keadaan sekarang.

Tetapi Jika PBV >1 namun DER ROE sudah memenuhi syarat, maka dapat diterima apabila Dividen Yield Net nya minimal 2X PBV.
Jadi Jika PBV =2X , Maka keadaan tersebut dapat diterima jika secara History 5 Tahun emiten  membagikan dividen dengan rata2 minimal sebesar 4% Net (2X PBV) 

B4. DEBT to EQUITY RATIO – DER <1X (Lebih Kecil Lebih Baik) 
Gue juga sangat mementingkan Posisi Hutang (DER) yang kecil. Maksimal Hanya 1X .
Tujuan dari DER yang maksimal 1X adalah jika saham perusahaan yang kita beli sampai terjadi sesuatu hal yang diluar dugaan dan harus sampai bangkrut, Maka setelah seluruh Harta (Equity) Dikurangi Hutang (Debt), Minimal minimal masih ada sisa untuk dibagikan kepada gue sebagai pemegang saham retail.
Tetapi Jika DER >1 namun PBV dan Dividen sudah memenuhi syarat, Maka dapat diterima APABILA ROE nya minimal 10X DER.
Jadi Jika DER = 2X , Maka keadaan tersebut dapat diterima Jika ROE nya adalah minimal 20% (10X DER)

B5. RETURN of EQUITY – ROE >0 (Lebih Besar Lebih Baik)
Kebanyakan dari kita selalu menuntut perusahaan untuk terus mencetak keuntungan yang lebih besar setiap tahunnya.
Tapi kita harus tahu, mencetak keuntungan yang dipaksa harus terus naik setiap tahunnya itu gak semudah kita menghayal.
Dibutuhkan banyak sekali unsur yang bisa membuat perusahaan bisa mencetak keuntungan yang semakin besar setiap tahunnya.
1. Pengelola harus memiliki Tata Kelola Perusahaan yang sangat baik, dan masih harus didukung oleh sinerginya semua pihak yang terlibat didalam perusahaan.
2. Masih harus didukung oleh respon pasar yang baik, dan juga daya beli yang kuat.
3. Harus didukung Oleh Produk/Jasa berkualitas baik dan memang dibutuhkan.
Untuk sampai bisa mencetak keuntungan, dibutuhkan Kerja Keras berkelanjutan & berkesinambungan bukan hanya dari tingkat Pengelola, tetapi dari seluruh SDM yang terlibat didalamnya.

Dalam berdagang, Untung dan Rugi adalah hal yang wajar.
Yang penting adalah jangan sampai rugi dulu.
Karena dengan tidak Rugi itu artinya sudah Untung 

C. Averaging Down
Averaging Down Setiap Turun 30% dari harga beli terakhir.
Jika Awalnya beli di 1.000 maka wajib Beli lagi di 700, wajib beli lagi di 490 dan seterusnya. Bisa di baca secara lengkap di Begini Cara Averaging Down Gue


This is Kakdr Way!

Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss – Do Your Best and Let GOD Do The Rest


Welcome to Kakdr Way.



Disclaimer: Tulisan dalam Web ini bukan sesuatu yang bersifat Pasti, tapi hanya merupakan cerita berdasarkan pemikiran & pengalaman. jangan ditelan mentah mentah, tapi harus dipikirkan juga apakah ini masuk akal atau tidak, aplikabel atau tidak.

Post ini telah mengalami penulisan ulang pada postEasy Way? Kakdr Way (Bagian 1)

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

5 Comments

  1. Teramat berharga Ilmu yang anda berikan.. semoga Ilmu anda selalu bertambah dan bermanfaat bagi orang lain spt kami…. Selamat Kakdr.. semoga menjadi amal kebaikan yang menjadikan keselamatan dan kesejahteraan bagi anda beserta keluarga… Aamiin.

  2. kak, syarat screening yg tertera diatas secara prioritas apakah sesuai dengan no yg di pakai?
    dividen>pisau jatuh>PBV>DER>ROE?

    apabila 4 syarat terpenuhi tetapi tidak membagikan dividen, apakah lgsung out dari daftar saham glodok nya?

    • Pisau jatuhnya dulu baru dividen.
      Dividen itu sangat penting karena dalam Kakdr Way yang diutamakan adalah Jangan Sampai Rugi. Karena dengan Tidak Rugi artinya Sudah Untung.
      Nah dengan asumsi Time Frame yang tidak pasti berapa lama, sebisa mungkin diusahakan harus ada dividen rutinnya.
      Tapi Kakdr Way ini lebih menekankan pada Logika Matematika, jadi kalau memang dirasa emiten tersebut itu memang sudah murah ya gak apa kalau dibeli.
      Simplenya kita pakai penilaian persentase aja.
      dari 5 Poin Pokok diatas, ada berapa yang tidak memenuhi syarat?
      Jika ada 1 Poin, itu berarti 1/5 dari syarat atau 20% tidak terpenuhi.
      80% memenuhi sudah termasuk bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*