Berapa sih jumlah emiten yang idel untuk porto kita?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling susah dijawab hihihihi….
1. Gue gak tau kondisi keuangan lu
2. Gue gak tau Profil resiko yang sanggup lu hadapi
3. Gue gak tau sifat uang lu itu dingin atau uang dapur
4. Gue gak tau tujuan lu di bursa itu apa. Trading atau Investing?

Kondisi Keuangan

Kondisi keuangan dari setiap kita itu tidak lah sama. Kalau kita hanya memiliki beberapa juta rupiah, mau beli banyak emiten pun tidak bisa karena uang nya tidak cukup.
Tetapi kalau kita memiliki beberapa puluh juta rupiah, tentunya kita bisa memiliki lebih banyak emiten.
Semakin besar nominal uang kita, semakin kita bisa bebas menentukan mau punya sedikit emiten atau banyak emiten.

Profil Resiko kita

Maksud dari Profil Resiko ini adalah berapa besarkah resiko yang sanggup kita hadapi?

Sederhananya begini….
Jika sekarang kita hendak membeli saham ABCD….
Jika setelah beli emiten tersebut langsung delisting, berapa rupiah kah kita sanggup kehilangan tanpa memperburuk kualitas hidup kita atau minimal minimal tidak membuat kacau hidup kita?
Kalau beli 1 juta langsung hilang apakah kita sanggup menerimanya?
Kalau beli 10 juta langsung hilang apakah kita sanggup menerimanya?
Kalau beli 100 juta langsung hilang apakah kita sanggup menerimanya?

Dengan membeli hanya sejumlah uang yang kita sanggup kehilangan seluruhnya, kita pasti akan bisa lebih rasional dalam mengambil keputusan berikutnya. Terutama keputusan akan Take Profit.
Kita akan lebih tenang dalam menghitung, berapa sih wajarnya keuntungan yang gue harus dapatkan? kenapa segitu? bagaimana caranya?
kita akan lebih berani untuk bertahan sampai tujuan tercapai, karena jika sampai kehilangan pun kita sudah siap.

Tapi jika kita membeli melebihi dari yang sanggup kita kehilangan, maka ketika kemudian harga turun sedikit atau naik, kita cenderung akan kehilangan rasional dan akal sehat.
Baru turun dikit….. “Cut Loss deh, daripada ntar turun lebih banyak lagi” … tau2nya setelah Cut Loss harga malah naik kembali.
Baru naik dikit….. “TP deh, daripada ntar turun lagi malah jadi rugi”… tau2nya setelah TP harga malah semakin naik.
Rencana yang setiap kali dibuat sebelum membeli atau menjual akhirnya tidak pernah dijalankan sampai garis finish.

Uang Dingin apa Uang Dapur?

Mengetahui sifat dari dana saham itu sangatlah penting,

Jika dana itu adalah uang dingin (uang yang dalam jangka waktu minimal 1 tahun tidak akan dipakai) maka kita bisa saja membuat rencana investing jika sampai nyangkut.
Tentunya setiap kali kita membeli, kita pasti mengharapkan agar secepatnya bisa mendapatkan keuntungan. Tetapi yang namanya esok, semua kemungkinan bisa terjadi.
Bisa saja hari ini beli besok lusa sudah bisa take profit, tapi bisa juga hari ini beli setelah 1 tahun pun masih nyangkut.

Tapi jika dana itu adalah uang dapur (uang yang akan dibutuhkan dalam waktu dekat) maka kita harus membuat rencana yang memfokuskan pada jangka waktu pendek. Kalau setelah X waktu ternyata masih nyangkut gue harus gimana? Inilah pertanyaan yang paling penting nya.

Sama seperti dana kecil dan dana besar.
Dengan dana besar kita cenderung lebih leluasa untuk menentukan mau berapa banyak emiten yang gue beli?
Dengan uang dingin kita cenderung lebih leluasa untuk menentukan mau berapa lama gue menunggu sampai tujuan tercapai?
Jadi tentukan dulu uang itu uang dingin apa uang dapur? Jika uang dapur buatlah rencana dengan jangka waktu pendek, Jika uang dingin buatlah rencana dengan jangka waktu panjang.

Trading apa Investing?

Ada pepatah “Banyak Jalan menuju Roma”

Bisa lewat laut, bisa lewat udara, bisa jalan kaki, bisa berenang dan lain lain.
Apapun pilihannya, yang penting adalah mencapai tujuannya.

Jika kita memutuskan menjadi trader, maka yang kita cari adalah kuantitas jual beli nya. Yang kita cari adalah waktu secepat cepatnya.
25 kali beli jual dengan target keuntungan 2% per beli jual.
Jika kita memutuskan menjadi investor, maka yang kita cari adalah kualitas jual beli nya. Yang kita cari adalah untung sebesar besarnya.
2 kali beli jual dengan target keuntungan 25% per beli jual

25 kali beli jual * 2% = 50%
2 kali beli jual * 25% = 50%
Banyak jalan menuju roma.
25 kali beli jual * 2% atau 2 kali beli jual * 25% hasilnya adalah sama yaitu 50%. Sama sama sampai di Roma

Nah, setelah kita sudah mengetahui 4 poin kondisi kita, Bagaimana Kondisi Keuangan Kita? Bagaimana Profil Resiko kita? Uang Dingin atau Uang Dapur? dan Trading atau Investing barulah kita bisa tentukan.

Jika kondisi keuangan kita kecil, panas pulak.
Lebih baik kita masukan saja ke tabungan atau deposito yang sudah pasti mendapatkan bunga dan kapanpun juga bisa dicairkan

Jika kondisi keuangan kita kecil tapi dingin.
Lebih baik kita terapkan strategi Tapi sebulan saya cuma bisa nabung 500rb paman
Menabung dulu di saham saham yang cukup aman, yang rutin membagikan dividen sambil top up rutin sampai uang kita cukup banyak, baru dipikirkan langkah selanjutnya.

Jika kondisi keuangan kita cukup besar tetapi profil resiko kita kecil.
Maka lebih kita sebar uang kita ke banyak emiten tetapi dengan target profit tinggi.
2 kali jual beli * 25%

Jika kondisi keuangan kita cukup besar dan profil resiko kita tinggi.
Maka kita bisa sebar uang kita ke sedikit emiten dan dengan target profit rendah tapi frekuensi transaksi sering.
25 kali jual beli * 2%

Mencari keuntungan 2% tentu lebih mudah dibandingkan dengan mencari keuntungan 25% dan waktu yang dibutuhkan pasti lebih pendek, tetapi resikonya menjadi lebih besar.
Mencari keuntungan 25% tentu lebih sulit dibandingkan dengan mencari keuntungan 2% tapi waktu yang dibutuhkan pasti lebih panjang, tetapi resikonya menjadi lebih kecil.

Jadi termasuk tipe manakah kita?
Itu kita sendiri yang bisa tentukan, karena kita sendirilah yang paling mengetahui kondisi & keadaan kita.

About Kakdr 241 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*