Arti Penting Komposisi Kepemilikan (Shareholder Composition) bagi KakdrWay sebelum membeli Saham.

Musyawarah untuk mufakat
Inilah ajaran pertama yang kita dapatkan dulu ketika baru sekolah.
“Dalam pengambilan keputusan, kita mengedepankan musyawarah untuk mufakat” begitulah kira kira yang dikatakan guru gue waktu itu.

Tetapi bagaimana bila ternyata musyawarah tidak bisa mencapai sebuah mufakat? Pemungutan suara akan menjadi langkah terakhir dalam memutuskan. Suara terbanyak akan menjadi pemenangnya.
* Jika sebuah keputusan diambil oleh 2 orang (setiap orang memiliki 50% suara), maka kemungkinan tidak menghasilkan keputusan menjadi besar. Karena masing masing pihak memiliki 50% suara
* Jika sebuah keputusan diambil oleh 3 orang (setiap orang memiliki 33.3% suara), maka kemungkinan menghasilkan keputusan menjadi lebih besar. karena 2 orang yang memiliki pilihan keputusan yang sama telah memiliki 66.6% suara dibandingkan dengan 1 orang dengan pilihan berbeda yang hanya memiliki 33.3% suara.
Total suara adalah selalu 100%

Demikian pun dengan perusahaan. Sebuah perusahaan yang berbentuk badan hukum (PT dll), harus terdiri dari minimal 2 atau lebih pihak kepemilikan (pemegang saham) dan syarat syarat lainnya. Ketika menjadi perusahaan terbuka, itu artinya dia membuka kesempatan kepada umum (public) untuk bisa ikut memiliki (menerbitkan sejumlah lembar saham sebagai bukti kepemilikan). Perusahaan jenis inilah yang kita lihat di IHSG.
Jadi didalam komposisi perusahaan, ada yang berbentuk badan hukum, ada yang berbentuk perorangan dan ada yang merupakan milik sahamers kayak kita yang kemudian hanya disebut umum / Public

Contoh BMRI, dari 100% lembar saham yang diterbitkan, 60% nya dimiliki oleh Negara Republic Indonesia, sementara 40% nya dimiliki oleh masyarakat dengan kepemilikan berbeda beda. Ada yang sedikit ada yang banyak.
Nah disini, jika kemudian Direksi (pelaksana perusahaan) hendak melakukan sebuah kebijakan yang membutuhkan persetujuan dari seluruh pihak pemegang saham. Maka jika dari pihak Negara Republic Indonesia bilang YES berarti YA, bilang NO berarti TIDAK. Karena suaranya sudah lebih besar dari pada 50% + 1 suara.

Ada 1 hal yang harus diingat, Pemegang saham belum tentu pengendali perusahaan. Direksi dan management perusahaan belum tentu adalah pemegang saham.
Pelaksana perusahaan (management) adalah orang orang yang disetujui dalam RUPS, yang bisa saja merupakan orang yang ditunjuk oleh pemegang saham mayoritas atau bukan. Tergantung dari kesepakan dalam RUPS.

Jadi misalnya gue dan elu patungan buka sebuah perusahaan. Dimana kepemilikan gue adalah 80% sementara kepemilikan lu adalah 20%. Bisa saja pelaksana perusahaan bukan gue dan atau elu. Tapi adalah orang orang yang ditunjuk atas persetujuan kita bersama. Orang tersebut bisa berasal dari perwakilan yang gue tunjuk, atau dari yang lu tunjuk.

Ini adalah contoh dari emiten yang memiliki 1 pihak dengan kepemilikan diatas 50% dan beberapa pihak dengan komposisi kepemilikan 0.X% sampai 15% dengan kepemilikan yang dimiliki oleh masyarakat umum hanya 22.69%

Model komposisi seperti ini adalah termasuk yang paling aman menurut KakdrWay. Mengapa?
Karena ada 1 pihak yang memiliki lebih dari separoh (50%+) perusahaan secara keseluruhan. Tentunya sebagai mayoritas, dia pasti gak mau sampai kinerja perusahaan merugi. Karena jika sampai perusahaan rugi, maka dia akan mengalami kerugian paling besar porsinya.
Dengan demikian dia tentu akan menjalankan atau menempatkan orang yang dipercaya & berkompeten untuk menjalankan proses usaha dengan target keuntungan sebesar besarnya.

Perlu diketahui, walaupun kepemilikan public mencapai 22.6% tetapi hampir mustahil bagi public untuk menempatkan orang didalam management. Karena walaupun 22.6% tetapi dimiliki oleh public, tetapi jumlahnya sangat banyak orang dengan porsi kepemilikan bervariasi antara nol koma sekian persen sampai dibawah lima persen.

Dengan membeli saham dengan komposisi kepemilikan seperti ini, sebagai retail kita cenderung lebih aman. Karena sudah ada 1 pihak dengan kepemilikan mayoritas yang pastinya akan memastikan agar perusahaan dalam menjalankan aktifitasnya tidak sampai rugi tetapi bisa menghasilkan keuntungan sebesar besarnya.

Ngomong kasarnya, kita sebagai retail nebeng cari cuan lah wkwkwkwk.
Kalau sampai kinerja perusahaan merugi, kita rugi tetapi ada pihak lain yang ruginya akan jauh lebih banyak.


Tetapi saham dengan porsi kepemilikan seperti dibawah ini:

atau malah seperti ini…

KakdrWay biasanya menghindari saham dengan komposisi seperti ini.
Mengapa?
Karena kepemilikan public diatas 50%.
Suara public menjadi suara mayoritas.

Sementara harus diingat, adalah sangat sulit (hampir mustahil) bagi public yang terdiri dari banyak orang (retail) untuk menempatkan orang kepercayaan dalam kepengurusan perusahaan. Andaikan bisa pun pasti sulit bagi sekian banyak orang (retail) untuk setuju menujuk orang yang disetujui bersama.

Kemungkinan besar, kepengurusan dalam perusahaan (management) akan dilaksanakan oleh pemegang saham minoritas atau yang ditunjuk oleh pemegang saham minoritas. Dan ini tidak bagus buat duit kita kalau menurut gue hihihihii…..

Logika sederhananya seperti ini….
Misalnya sekarang gue dan 9 orang lain sebutlah Elu, Tuan A B C D E F G H memiliki sebuah perusahaan bernama PT Maju Mundur.
Dimana Elu, Tuan A sampai H masing masing memiliki porsi kepemilikan sebesar 11% sementara porsi gue hanya 1%
Elu, Tuan A sampai H masing masing 11% = 99% (11%*9) + Gue 1% Total, 100%
Tetapi pelaksanaan perusahaan ada di tangan gue (disetujui melalui RUPS). Sebagai pelaksana perusahaan tentu gue punya kuasa untuk menentukan Gaji, Bonus, Tunjangan dll dll buat gue.

Dalam posisi seperti ini, gue memiliki posisi yang sangat menguntungkan. Sementara lu dan 8 orang lainnya berada diposisi kurang menguntungkan. Suara mayoritas tapi jalannya perusahaan ada di gue.

Misalnya deh, setiap bulan gue menerima gaji dan lain lain sebesar 10 juta. Dalam 1 tahun total gue mendapatkan penghasilan (Gaji dari menjalankan perusahaan) sebesar 120 juta.
Lalu setelah setahun gue melaporkan kinerja perusahaan kita rugi 120 juta.
itu artinya dari kerugian tersebut, kerugian yang gue alami adalah sebesar 1% dari 120 juta (1.2 juta), sementara kerugian yang dialami oleh pemegang saham lainnya adalah masing masing 11% dari 120 juta (13.2 juta).

Tahun berikutnya dalam RUPS gue mengajukan modal tambahan, karena keuangan perusahaan dirasa tidak mencukupi. Gue mengajukan Penambahan Modal (Right Issue) sebesar 100 juta Rupiah.
Sebagai pemilik 1% kepemilikan, gue wajib untuk setor modal sebesar 1 Juta Rupiah, sementara lu dan 8 orang lain masing masing harus setor 11 Juta Rupiah. Setoran 11 juta yang lu lakukan itu adalah supaya persentase kepemilikan lu tidak terdilusi. Jika lu tidak melakukan top up, maka porsi kepemilikan saham lu di perusahaan akan terdilusi.
baca : Pengertian Right Issue (HMETD) ala KakdrWay , Pengertian Right Issue (NON – HMETD) ala KakdrWay , Right Issue – Baik atau Buruk bagi retail?

Eh akhir tahun gue kembali melaporkan kerugian usaha sebesar 120 juta lagi. Elu dan 8 orang lainnya kembali mengalami kerugian 13.2 juta (11% * 120 Juta). gue juga mengalami kerugian 1.2jt (1% * 120jt) sih. Tapi kan gue ada terima gaji 120 juta. hihihii…..

RUPS lagi, gue minta tambahan modal lagi 100 juta. Elu dan 8 orang lainnya kembali dihadapkan pada 2 pilihan….
Setor modal untuk mempertahankan porsi kepemilikan? atau tidak setor modal lagi tetapi porsi kepemilikan lu di perusahaan terdilusi?

Jadi kira kira begitulah alasan KakdrWay tidak mau beli saham tanpa ada 1 pihak yang memegang porsi 50%+ kepemilikan.
Cerita di atas hanyalah ilustrasi, bukan merupakan sebuah kenyataan yang pasti terjadi. Atau yang pasti dilakukan oleh setiap emiten dengan kepemilikan porsi 50% dimiliki oleh retail (public).
Tapi sebagai retail yang dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, tidak ada salahnya kita sedia payung dulu sebelum hujan. Usahakan menghindari resiko semaksimal mungkin. Yang Penting Jangan Rugi Dulu , karena dengan tidak rugi artinya sudah untung.

About Kakdr 240 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*